Hukum

Blue Bird Desak Polisi Temukan Begal Motor Tewaskan Karyawannya

Sunday, 08 Maret 2015 | View : 525

JAKARTA-SBN.

Acam Mulyadi, 50 tahun, tewas ditembak pencuri sepeda motor di rumahnya, Jalan Bintara XI, Kampung Setu RT010/RW002, Kelurahan Bintara Jaya, Kecamatan Bekasi Barat, Kota Bekasi, Sabtu (7/3/2015) dini hari pukul 3.30 WIB.

Kepala Humas Blue Bird Group Teguh Wijayanto membenarkan Acam Mulyadi (50 tahun) adalah pegawai Blue Bird.

Jajaran Direksi perusahaan jasa Blue Bird Grup mendesak Kepolisian Polda Metro Jaya mengungkap pelaku pencurian sepeda motor yang menembak Acam Mulyadi, 50 tahun, sopir taksi Blue Bird, hingga tewas di rumahnya Sabtu (7/3/2015) dinihari.

“Jangan sampai menimbulkan trauma dan korban lain bagi karyawan kami,” ujar Kepala Humas Blue Bird Group Teguh Wijayanto, saat dikonfirmasi, Sabtu (7/3/2015).

Menurut dia, laporan kematian Acam Mulyadi cukup mengagetkan pihak perusahaan. Selama ini Acam Mulyadi, yang baru satu tahun bekerja, dikenal baik rekannya, termasuk di lingkungan tempat kerjanya. “Belum ada laporan yang negatif,” ujarnya.

Ia mengakui aksi pencurian yang dibarengi kekerasan oleh begal saat ini cukup meresahkan masyarakat, terlebih modus yang dilakukan mereka sudah mulai mengarah ke permukiman warga. “Korban pun meninggal bukan saat kerja, tapi di rumahnya di luar jam kerja,” ujarnya.

Pihak perusahaan bakal memberi santunan secara penuh baik biaya pengurusan selama di rumah sakit hingga biaya pemakaman dan tunjangan kematian lainnya. Perusahaan tengah menyiapkan beasiswa pendidikan bagi anak-anak korban. Pihak perusahaan, papar Teguh Wijayanto, akan memberikan santunan penuh, termasuk beasiswa untuk anak-anak korban.

“Kami tidak membedakan tanpa memandang masa kerja,” terang Teguh Wijayanto.

Teguh Wijayanto mengatakan di tengah maraknya aksi begal saat ini, perusahaan telah mengimbau semua sopir di lingkungan Blue Bird Grup untuk terus waspada terhadap pembegalan. “Istilahnya barang bisa dicari, tetapi kalau keselamatan atau nyawa itu yang paling utama,” Teguh Wijayanto memaparkan.

Untuk menghindari pecurian kendaraan di jalanan, perusahaan telah melengkapi beberapa peranti lunak yang terhubung langsung dengan kantor pusat Blue Bird, seperti pemasangan GPS, tombol emergency khusus, hingga perekaman suara selama perjalanan. “Makanya jika terjadi sesuatu tidak usah melawan, biarkan saja, dan selamatkan diri sebaik mungkin,” pinta dia kepada seluruh sopir Blue Bird.

Dari pantauan, perumahan Bintara Jaya termasuk perumahan padat di Bekasi.

Acam Mulyadi, 50 tahun, sopir taksi Blue Bird, tewas dengan luka tembak di bagian perut, setelah ditembus timah panas kawanan perampok di rumahnya di Jalan Bintara XI RT010/RW002, Kelurahan Bintara Jaya, Kecamatan Bekasi Barat, Kota Bekasi, Sabtu (7/3/2015) dinihari pukul 3.30 WIB.

Korban meninggal setelah melawan kawanan penjahat yang akan mencuri sepeda motornya. Korban sempat di bawa ke Rumah Sakit Islam Pondok Kopi, Jakarta Timur. Namun, nyawanya tak tertolong. Berdasarkan temuan awal, tidak ada barang berharga milik korban yang dibawa pelaku. Saat ini, kasus dalam penyelidikan Kepolisian Resor Kota Bekasi.

Kepala Bidang Humas Kepolisian Daerah Metro Jaya Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol.) Martinus Sitompul mengatakan Acam Mulyadi tewas dengan luka tembak di perut kanan dan kaki kiri. Dia sempat dibawa ke Rumah Sakit Islam Pondok Kopi, Jakarta Timur, tapi nyawanya tak tertolong.

Kepala Kepolisian Resor Kota Bekasi Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol.) Rudi Setiawan mengungkapkan, polisi masih menyelidiki kasus itu untuk mengetahui identitas dan keberadaan pelaku. Selain mengamankan sepeda motor korban dan pelaku, polisi juga mendapatkan helm pelaku yang dibuang di tengah jalan.

Kepala Kepolisian Resor Kota Bekasi Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol.) Rudi Setiawan menduga senjata yang dipakai perampok berjenis rakitan. Dari lokasi, polisi menemukan satu butir peluru, satu helm milik pelaku, kunci-T, juga sepeda motor milik korban.

Kepala Kepolisian Resor Kota Bekasi Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol.) Rudi Setiawan mengakui ada peningkatan patroli kepolisian di wilayahnya untuk mengantisipasi tindak pencurian dengan kekerasan atau pembegalan. "Karena kami tidak memberi ruang bagi pelaku kejahatan," kata Kombes Pol. Rudi Setiawan kepada awak media, Sabtu (7/3/2015).

Namun dia membantah kasus pencurian dengan kekerasan yang menimpa seorang sopir taksi Blue Bird, Acam Mulyadi, 50 tahun, di rumahnya di Jalan Bintara 11, RT010/RW002, Kelurahan Bintara Jaya, Kecamatan Bekasi Barat, pada Sabtu (7/3/2015) dinihari karena pelaku begal memilih beraksi di perumahan akibat adanya patroli polisi.

Kombes Pol. Rudi Setiawan menjelaskan, istilah pembegalan yang belakangan sering disebut di masyarakat dalam terminologi hukum adalah pencurian dengan kekerasan yang terjadi di jalanan. Sasarannya adalah pengendara roda dua dan roda empat untuk mengambil barangnya.

"Kalau ini (kasus sopir Blue Bird), percobaan pencurian dengan kekerasan atas roda dua, karena tidak ada barang korban yang diambil. Kejadian juga bukan di jalan, jadi bukan pembegalan," kata Kombes Pol. Rudi Setiawan.

Peristiwa perampokan terhadap Acam Mulyadi terjadi pukul 3.30 WIB dini hari tadi. Saat itu datang dua pelaku yang langsung masuk ke rumah Acam untuk mengambil sepeda motornya. "Tapi aksinya diketahui korban," kata Kepala Bidang Humas Kepolisian Daerah Metro Jaya Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol.) Martinus Sitompul.

Saat memergoki dua pelaku itu, Acam diduga hendak menghalangi dua pelaku yang mencoba kabur. Korban tewas dengan luka tembak di perut setelah menghalangi pelaku ketika ingin melarikan diri. "Pelaku langsung melepaskan tembakan yang mengenai perut korban," ucap Kombes Pol. Martinus Sitompul. "Pelaku pun langsung melarikan diri," tambah dia.

Acam sempat dibawa ke Rumah Sakit Islam Pondok Kopi, Jakarta Timur. Namun nyawanya tak tertolong. "Sekarang korban sedang diotopsi di Rumah Sakit Polri untuk mengambil butir peluru di perutnya," tutur Kombes Pol. Martinus Sitompul.

Usai penembakan yang dilakukan kawanan pencuri sepeda motor kepada warga hingga tewas di Bintara Jaya, Kecamatan Bekasi Barat, Kepolisian Resor Bekasi Kota menggelar razia. Hasilnya, polisi mengamankan 16 sepeda motor bodong.

"Kebanyakan motor tidak ada surat sama sekali," kata juru bicara Polresta Bekasi Kota Ajun Komisaris Polisi (AKP) Siswo kepada awak media, Minggu (8/3/2015). Titik razia dipusatkan di Jalan Raya Ampera, Kelurahan Margahayu, Kecamatan Bekasi Timur, mulai pukul 00.00-04.00 WIB.

AKP Siswo mengatakan selain menahan sepeda motor bodong, polisi juga mengamankan 23 orang. Namun, setelah diperiksa dan didata, mereka dilepaskan kembali. "Karena hanya sebagai pembalap liar," kata AKP Siswo. "Sepeda motor yang diamankan digunakan untuk balapan liar," imbuh AKP Siswo.

AKP Siswo mengatakan razia itu merupakan operasi cipta kondisi dalam rangka menekan kejahatan. Operasi diyakini mampu menekan ruang gerak pelaku kejahatan di wilayah setempat. "Upaya polisi memberikan rasa aman kepada masyarakat," kata AKP Siswo.

Ihwal peristiwa yang terjadi di Bintara Jaya, AKP Siswo menyebut bahwa itu adalah pencurian sepeda motor biasa, bukan begal. Pencuri itu menembak korbannya karena terdesak aksinya dipergoki. "Ini baru pengembangan," kata AKP Siswo. Ia tak menjelaskan detail ihwal pengembangan itu, yakni apakah pelakunya sudah tertangkap atau belum. (tem/jos)

See Also

Pengacara Yang Sukses Mengadakan MoU Dengan Negara Lain
Polda Metro Jaya Tahan Para Tersangka Kasus Penculikan WN Inggris
Presiden Joko Widodo Resmi Lantik Idham Azis Sebagai Kapolri Baru
Keterangan Ahli Di Sidang Praperadilan Terkait Eksekusi Penahanan Matheus Mangentang
Peras Mantan Petinggi Polri, Hukuman Sisca Dewi Diperberat
LBH Ansor Jateng Apresiasi Penangkapan Cepat Polres Kebumen Terhadap Pelaku Kekerasan Seksual
Kapolres Bitung Perintahkan Pelaku Kejahatan Ditembak Di Tempat
Reserse Polres Bitung Bekuk Residivis Sadis Pembegal Motor
Satuan Reskrim Polres Bitung Tangkap Dua Tersangka Curanmor
Mahasiswa Unesa Sorot Penggunaan Dana Pembelian Mebel Di Kampus
KPK Tetapkan Dirut PT. Rohde And Schwarz Indonesia Sebagai Tersangka
KPK Akan Segera Periksa Saksi Dan Tersangka Suap KONI
KPK Cekal Robert Tantular Ke Luar Negeri
Tim Resmob Dan Tarsius Bitung Lumpuhkan Pencuri Kambuhan
Mahkamah Agung Hukum Alfian Tanjung 2 Tahun Penjara
Polda Jatim Duga Ada Kesalahan Teknis Proyek Berujung Jalan Gubeng Ambles
KPAI Apresiasi Langkah Cepat Polri Proses Bahar Bin Smith
Polri Sebut Penahanan Tersangka Bahar Bin Smith Murni Kasus Hukum
Polri Koordinasi Dengan LPSK Amankan 2 Remaja Korban Bahar Bin Smith
Usai OTT KPK, Kemenpora Lanjutkan Program SEA Games-Olimpiade
KPK Sita Miliaran Rupiah Terkait OTT Pejabat Kemenpora Dan KONI
Polri Kantongi Bukti Penganiayaan Oleh Bahar Bin Smith
KPK OTT Pejabat Kemenpora Dan Pengurus KONI
Polres Metro Jakarta Selatan Buru Pembunuh Perempuan Muda Di Kebagusan City
Pembunuh Keji Sopir Taksi Online Divonis 10 Tahun Penjara
jQuery Slider

Comments

Arsip :2019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.591.789 Since: 05.03.13 | 0.1182 sec