Hukum

Pegawai KPK Berunjuk Rasa

Tuesday, 03 Maret 2015 | View : 4040

JAKARTA-SBN.

Pemandangan pertama kalinya terjadi di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi, Jakarta, Selasa (3/3/2015). Hari ini, Selasa (3/3/2015), pegawai lembaga antirasuah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berunjuk rasa di halaman kantor KPK, plaza Gedung KPK, Jalan H.R. Rasuna Said, Kuningan, Jakarta, berorasi memprotes pelimpahan kasus Kalemdik Polri, Komisaris Jenderal Polisi (Komjen Pol.) Drs. Budi Gunawan, S.H., M.Si., Ph.D. ke Kejaksaan Agung (Kejagung).

Selasa (3/3/2015), sebagian besar pegawai KPK menggelar unjuk rasa menolak keputusan pelimpahan kasus dugaan korupsi yang melibatkan Kalemdik Polri, Komisaris Jenderal Polisi (Komjen Pol.) Drs. Budi Gunawan, S.H., M.Si., Ph.D. kepada Kejaksaan Agung (Kejagung).

Sekitar 300 hingga 400 pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang tergabung dalam Wadah Pegawai KPK melakukan aksi protes terkait adanya keputusan untuk melimpahkan kasus Kalemdik Polri, Komisaris Jenderal Polisi (Komjen Pol.) Drs. Budi Gunawan, S.H., M.Si., Ph.D. ke Kejaksaan Agung (Kejagung), Selasa (3/3/2015). 

Sekitar tiga sampai empat ratus orang pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi melakukan unjuk rasa di halaman depan Gedung KPK Jakarta menuntut pelimpahan kasus Komisaris Jenderal Polisi (Komjen Pol.) Budi Gunawan dan meminta pimpinan KPK terbuka mengenai strategi pemberantasan korupsi.

Terhitung Senin (2/3/2015) kemarin, KPK tak lagi mengusut kasus dugaan korupsi Komjen Pol. Budi Gunawan. Selain bukan wewenangnya, kasus tersebut kini sudah dilimpahkan ke Kejaksaan Agung (Kejagung).

Satu persatu pegawai KPK bergantian berorasi. Para pegawai KPK tersebut yang mengatasnamakan sebagai Wadah Pegawai KPK membuat barisan di depan Gedung KPK.

"Saudara-saudara, pertama dalam kondisi apapun upaya pemberantasan korupsi harus tetap berjalan, kedua jika ada satu juta pemberantas korupsi pastikan kita adalah salah satunya, jika ada 1.000 pemberantas korupsi, kita adalah salah satunya, jika kita adalah 100 pemberantas korupsi pastikan kita adalah salah satunya. Jika kita adalah 10 pemberantas korupsi pastikan kita adalah salah satunya, jika hanya ada 1 pemberantas korupsi itu adalah kita kawan-kawan," kata Ketua Wadah Pegawai Faisal berorasi.

Tampak di tengah kerumunan para pegawai yang mengenakan kemeja hitam maupun warna gelap tersebut, hadir juga Pelaksana Tugas (Plt.) Ketua KPK Taufiequrachman Ruki dan Plt Wakil Ketua KPK Indriyanto Seno Adji.

Sedangkan pejabat struktural yang hadir terlihat Direktur Gratifikasi KPK Giri Suprapdiono.

Di antara pegawai unjuk rasa ini diikuti Pelaksana Tugas (Plt.) Ketua KPK Taufiequrachman Ruki dan Pelaksana Tugas (Plt.) Wakil Ketua KPK Indriyanto Seno Adji. Taufiequrachman Ruki tampak melipat kedua tangan di dadanya dan memperhatikan para orator. Ia juga tampak ikut menyanyikan lagu "Maju Tak Gentar" dan menghentakkan kaki sesuai irama lagu tersebut.

"Kawan-kawan pegawai KPK, kepada plt. pimpinan kami sampaikan 3 sikap pegawai pertama, menolak putusan Pimpinan KPK yang melimpahkan kasus BG (Budi Gunawan) ke Kejaksaan. Kedua, meminta Pimpinan KPK mengajukan upaya hukum PK (Peninjauan Kembali) atas putusan praperadilan kasus BG. Ketiga, meminta pimpinan menjelaskan secara terbuka strategi pemberantasan," tegas Ketua Wadah Pegawai KPK Faisal saat membacakan pernyataan sikap pegawai KPK.

Sedangkan Nanang Farid Syam Ketua Wadah Pegawai 2012-2014 meminta agar pegawai tidak takut dalam upaya pemberantasan korupsi.

"Apakah kita kalah kawan-kawan? Apakah kita takut? Rakyat menitipkan amanah kepada kita untuk memberantas korupsi. Tidak ada satu pun yang bisa membajak perjuangan kita. Apakah kawan-kawan takut? Tidak," kata Nanang Farid Syam.

Nanang Farid Syam meminta agar para pegawai juga melunasi utang dari para pembayar pajak dalam bekerja.

"Pilihan kita jelas hidup mulia atau mati menanggung malu. Mulai hari ini kita akan bayar pajak yang diberikan rakyat dengan darah. Para pemimpin yang katanya negarawan bisa saja memenjarakan kita, tapi mereka tidak akan pernah bisa memenjarakan hati kita, hari ini kita tidak akan pernah lelah, kita tidak pernah berhenti melawan koruptor," kata Ketua Wadah Pegawai KPK Faisal.

Seorang penyelidik KPK menyatakan bahwa mereka siap mati untuk memberantas korupsi.

"Jika takut, maka di Gedung ini munafik. Semua pertanyaan itu semua ditanyakan kepada kita semua. Hari ini hantu yang takut Bareskrim didatangkan kepada kita. Saya yakin AS (Abraham Samad) dan BW (Bambang Widjojanto) tidak mau kasusnya dibarter dan semua karyawan tidak mau mengutamakan perutnya sendiri. Saya ingin berpesan kepada pemimpin gedung ini, kami siap mati...," kata sang penyelidik.

Seusai mendengar orasi, para pegawai membuat pernyataan di kain putih panjang. Para pegawai KPK membentangkan kain putih untuk ditandatangani sebagai bagian dari aksi penolakan tersebut.

Pelaksana Tugas (Plt.) Ketua KPK Taufiequrachman Ruki pun ikut membubuhkan pernyataan dan tanda tangan di kain tersebut.

Wakil Ketua KPK Zulkarnain berharap tidak ada keretakan di kalangan internal KPK menyusul aksi unjuk rasa tersebut.

Aksi itu diharapkan tidak menambah masalah baru yang dihadapi KPK.

Menurut Zulkarnain, pelimpahan kasus Komjen Pol. Budi Gunawan ke Kejaksaan Agung (Kejagung) bukan hanya kekalahan KPK, melainkan juga kekalahan semua pihak. "Kalahnya kita semualah," tukas Zulkarnain.

Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Widyo pramono, Selasa (3/3/2015), mengatakan belum menerima berkas kasus Komjen Pol. Budi Gunawan yang dijanjikan oleh KPK.

Pada pertemuan yang berlangsung Senin (2/3/2015) di Gedung Bundar, Kejaksaan Agung, berkas itu menurut rencana akan diserahkan.

Namun, karena perlu dilengkapi oleh KPK, berkas batal diserahkan. (jos)

See Also

KPK Akui Adanya Aturan Melarang Pimpinan Temui Pihak Terkait Perkara
Polda Jatim Segera Ungkap TPPU Kasus Investasi Bodong MeMiles
Polda Jatim Bidik TPPU Kasus Investasi Bodong MeMiles
Reynhard Sinaga Ditahan Di Sel Maximum Security
Universitas Manchester Cabut 2 Gelar Magister Reynhard Sinaga
Kolaborasi Bareskrim Dan BNN Amankan 250 Kg Ganja Di Jakarta
Kasus Investasi Bodong MeMiles Segera Dilimpahkan Ke Kejati Jatim
Kasus Investasi Bodong MeMiles, Polda Jatim Periksa Siti Badriah
KPK Sita Rumah Dan Mobil Mantan Bupati Cirebon
Jaksa Teliti Berkas Tersangka Kasus Novel Baswedan
KPK Periksa Komisioner KPU
Polri Selidiki Negara Rakyat Nusantara
Jaksa Agung Sebut Kasus Jiwasraya Merugikan Negara Rp 13,7 Triliun
Bea Cukai Berkoordinasi Dengan Polda Metro Jaya Tangani Kasus Penyelundupan
Pengacara Yang Sukses Mengadakan MoU Dengan Negara Lain
Polda Metro Jaya Tahan Para Tersangka Kasus Penculikan WN Inggris
Presiden Joko Widodo Resmi Lantik Idham Azis Sebagai Kapolri Baru
Keterangan Ahli Di Sidang Praperadilan Terkait Eksekusi Penahanan Matheus Mangentang
Peras Mantan Petinggi Polri, Hukuman Sisca Dewi Diperberat
LBH Ansor Jateng Apresiasi Penangkapan Cepat Polres Kebumen Terhadap Pelaku Kekerasan Seksual
Kapolres Bitung Perintahkan Pelaku Kejahatan Ditembak Di Tempat
Reserse Polres Bitung Bekuk Residivis Sadis Pembegal Motor
Satuan Reskrim Polres Bitung Tangkap Dua Tersangka Curanmor
Mahasiswa Unesa Sorot Penggunaan Dana Pembelian Mebel Di Kampus
KPK Tetapkan Dirut PT. Rohde And Schwarz Indonesia Sebagai Tersangka
jQuery Slider

Comments

Arsip :20202019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.872.578 Since: 05.03.13 | 0.1366 sec