Hukum

Zainal Arifin Mochtar Sebut DPRD Harusnya Berterima Kasih Pada Ahok

Monday, 02 Maret 2015 | View : 590

JAKARTA-SBN.

Direktur Pusat Kajian Anti Korupsi (PUKAT) Universitas Gadjah Mada (UGM), Zainal Arifin Mochtar menilai anggota DPRD DKI harusnya berterimakasih ke Basuki Tjahaja Purnama bukan justru mengajukan Hak Angket. Sebab, Ahok berupaya menyelamatkan uang daerah dengan mengungkap dana siluman yang ada di APBD DKI 2015.

“Angket boleh-boleh saja, karena angket adalah hak Dewan jadi boleh digunakan kapan saja. Tapi dalam hal ini harusnya DPRD terima kasih ke Ahok," kata Direktur Pukat Korupsi FH UGM, Zainal Arifin Mochtar kepada awak media, Senin (2/3/2015).

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) membeberkan dana siluman dalam APBD DKI 2015. Tak tanggung-tanggung nilai anggaran siluman itu, menurut Basuki Tjahaja Purnama, mencapai Rp 12,1 triliun.

Basuki Tjahaja Purnama menyatakan dana siluman juga ada pada APBD tahun-tahun sebelumnya. Menurut Basuki Tjahaja Purnama, dana siluman juga ada pada APBD tahun-tahun sebelumnya. Salah satu contohnya pada APBD 2014. Ada pengadaan Uninterruptible Power Supply (UPS) yang nilainya tak wajar, yakni Rp 5,8 miliar tiap sekolah.

Basuki Tjahaja Purnama menduga ada mark up besar-besaran dalam pengadaan UPS.

Apalagi setelah ditelusuri awak media, sejumlah kantor yang menjadi perusahaan pengadaan ternyata ada yang alamatnya fiktif atau ada juga yang bukan sebuah kantor.

Sejumlah perusahaan pemenang tender pengadaan uninterruptible power supply (UPS) APBD DKI Jakarta 2015 diduga beralamat fiktif. Beberapa tidak bonafid bahkan ada perusahaan penggilingan tepung ikan yang menjadi pemenang pengadaan barang senilai Rp 5,8 miliar per unit itu. Praktik ini disebut sudah lazim terjadi dalam korupsi pengadaan barang di daerah-daerah.

Penelusuran awak media ke tiga alamat pemenang tender pengadaan UPS dalam APBD 2014 DKI Jakarta menemukan fakta menarik.

CV Wiyata Agri Satwa, pemasok UPS di SMKN 42 dengan nilai barang Rp 5.833.448.500 ternyata perusahaan distributor tepung ikan. Perusahaan itu berkantor pusat di Jalan Tambak Sawah Industri Blog D/10 RT 07 RW 02, Kecamatan Waru, Sidoarjo, Jawa Timur.

CV Artha Prima Indah yang menjadi pemenang tender pengadaan UPS untuk SMAN 94 Jakarta Timur. Saat didatangi, alamat di Jalan Penganten Ali RT 08/06 No 65 C-D tidak ditemukan kantor perusahaan itu. Bahkan ketua RT setempat tidak tahu menahu ada perusahaan itu di wilayahnya.

CV Bintang Mulya Wisesa yang memenangkan tender untuk SMAN 27 dengan nilai proyek Rp 5.831.375.000. Kantor CV Bintang Mulya Wisesa hanya sebuah rumah. Kantor tersebut beralamat di Jalan Bugis Raya No.110, RT005/RW001, Kelurahan Kebon Bawang, Kecamatan Tanjung Priok, Jakarta Utara. Di halam rumah, terpasang sebuah spanduk bertuliskan service pendingin udara mobil. Terdapat juga sebuah plang bertuliskan: 'CV Bintang Mulya Wisesa, General Contractor and Supplier, menerima Service/Repair AC Mobil, AC Rumah, Kulkas, Dispenser, Jual AC Baru/AC Bekas, Terima Tukar Tambah'.

Menanggapi hal itu, Direktur Pukat Korupsi FH UGM, Zainal Arifin Mochtar menilai alamat fiktif sudah biasa dalam proyek pengadaan negara atau daerah.

Direktur Pusat Kajian Anti Korupsi (PUKAT) UGM, Zainal Arifin Mochtar menilai hal itu adalah cara-cara lama yang dilakukan para politikus di rumah rakyat untuk merampok uang rakyat dalam APBN atau APBD.

"Ini model lama bagaimana cara politisi, orang-orang serakah itu merampok uang rakyat," kata Direktur Pukat Korupsi FH UGM ini kepada wartawan, Senin (2/3/2015).

Direktur Pukat Korupsi FH UGM, Zainal Arifin Mochtar menilai Basuki Tjahaja Purnama harus dibela. Pasalnya, apa yang dilakukan Basuki Tjahaja Purnama kali ini adalah sesuatu yang benar yakni melawan upaya perampokan uang rakyat yang diduga dilakukan para wakil rakyat di DPRD DKI.

"Ini upaya perlawanan atas perampokan uang daerah yang sudah terjadi sekian lama. Karenanya harus dikuatkan posisi Ahok. Ini (perampokan uang rakyat) harus dilawan," kata Direktur Pukat Korupsi FH UGM.

Menurutnya, masih banyak modus-modus lain untuk merampok uang rakyat. "Banyak sekali. Gak bisa disebutin satu-satu karena banyak sekali," tukas Zainal Arifin Mochtar.

Direktur Pukat Korupsi FH UGM Zainal Arifin Mochtar meminta lembaga antirasuah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bekerja dengan cermat. Jika ada indikasi korupsi, KPK harus segera menindak.

"Kalau memang ada indikasi (korupsi) silakan. Perbaiki supaya gak ada lagi (dana siluman)," tandas Zainal Arifin Mochtar. (mer/jos)

See Also

KPK Geledah Rumah Anggota DPRD Tulungagung
Kasus PT. Asuransi Jiwasraya (Persero), Kejagung Periksa 27 Saksi Pemilik Rekening Saham
KPK Geledah Gedung DPRD Tulungagung
KPK Periksa Direktur Utama PT. Antam (Persero) Tbk
KPK Akui Adanya Aturan Melarang Pimpinan Temui Pihak Terkait Perkara
Polda Jatim Segera Ungkap TPPU Kasus Investasi Bodong MeMiles
Polda Jatim Bidik TPPU Kasus Investasi Bodong MeMiles
Reynhard Sinaga Ditahan Di Sel Maximum Security
Universitas Manchester Cabut 2 Gelar Magister Reynhard Sinaga
Kolaborasi Bareskrim Dan BNN Amankan 250 Kg Ganja Di Jakarta
Kasus Investasi Bodong MeMiles Segera Dilimpahkan Ke Kejati Jatim
Kasus Investasi Bodong MeMiles, Polda Jatim Periksa Siti Badriah
KPK Sita Rumah Dan Mobil Mantan Bupati Cirebon
Jaksa Teliti Berkas Tersangka Kasus Novel Baswedan
KPK Periksa Komisioner KPU
Polri Selidiki Negara Rakyat Nusantara
Jaksa Agung Sebut Kasus Jiwasraya Merugikan Negara Rp 13,7 Triliun
Bea Cukai Berkoordinasi Dengan Polda Metro Jaya Tangani Kasus Penyelundupan
Pengacara Yang Sukses Mengadakan MoU Dengan Negara Lain
Polda Metro Jaya Tahan Para Tersangka Kasus Penculikan WN Inggris
Presiden Joko Widodo Resmi Lantik Idham Azis Sebagai Kapolri Baru
Keterangan Ahli Di Sidang Praperadilan Terkait Eksekusi Penahanan Matheus Mangentang
Peras Mantan Petinggi Polri, Hukuman Sisca Dewi Diperberat
LBH Ansor Jateng Apresiasi Penangkapan Cepat Polres Kebumen Terhadap Pelaku Kekerasan Seksual
Kapolres Bitung Perintahkan Pelaku Kejahatan Ditembak Di Tempat
jQuery Slider

Comments

Arsip :20202019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.902.906 Since: 05.03.13 | 0.1458 sec