Hukum

Syahrini Datang Ke Mabes Polri Untuk Dimintai Keterangan

JAKARTA-SBN.

Penyanyi Syahrini akan memenuhi panggilan penyidik Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Mabes Polri, Senin (2/3/2015). Pemanggilan itu terkait kasus dugaan pemalsuan dokumen dengan tersangka Ketua KPK non-aktif KPK Abraham Samad (AS) dan Feriyani Lim.

Syahrini dipanggil sebagai saksi dalam perkara yang tengah ditangani Bareskrim dan Polda Sulselbar itu. Dia berjanji akan datang bersama pengacaranya Hotman Paris Hutapea. Namun hingga pukul 9.00 WIB pagi, pelantun lagu "Sesuatu" itu belum hadir.

Artis Syahrini bungkam seribu bahasa saat datang ke Mabes Polri bersama pengacaranya, Hotman Paris Hutapea, dengan mengendarai mobil Bentley B666ANE Senin (2/3/2015). Penyanyi Syahrini didampingi penasihat hukumnya Hotman Paris Hutapea tiba di Bareskrim Mabes Polri, Senin (2/3/2015).

Pemilik lagu "Sesuatu" itu tak menjawab pertanyaan wartawan dan hanya menunduk dengan wajah tertekuk memasuki Gedung Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) sekitar pukul 11.20 WIB.

"Permisi-permisi," kata Syahrini yang mengenakan baju putih itu. Advokat Hotman Paris Hutapea pun segendang sepenarian dengan tidak berkomentar. "Nanti saja dulu," kata pengacara Hotman Paris Hutapea.

Syahrini dijadikan saksi petunjuk dalam kasus dokumen palsu yang menjerat Ketua KPK non aktif Abraham Samad (AS) yang telah jadi tersangka. Dalam kasus ini, selain Abraham Samad, juga ada Feriyani Lim yang juga telah dijadikan tersangka dalam kasus pemalsuan dokumen.

Pemanggilan penyanyi Syahrini sebagai saksi dalam kasus yang menyeret Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) nonaktif Abraham Samad dan Feryani Lim oleh Mabes Polri ditanggapi santai oleh pelantun tembang Sesuatu itu.

Hal tersebut diungkapkan Syahrini saat ditemui di Gedung Sumitmas 1 di kawasan Senayan, Jakarta Pusat, Senin (2/3/2015).

"Ah enggak ada konsultasi kok. Mungkin orang Mabes Polrinya rindu sama saya," ungkap Syahrini saat ditanya tentang kesiapannya sebagai saksi.

Lebih lanjut Syahrini mengungkapkan bahwa dirinya siap menjadi saksi terkait kasus yang membelit Abraham Samad dan Feryani Lim. "Ah saya mah biasa saja (menghadapi pemeriksaan sebagai saksi)," tutur Syahrini.

Mantan teman duet Anang Hermansyah itu dipanggil oleh Bareskrim Polri untuk menjadi saksi soal pemalsuan dokumen Feriyani Liem yang dibantu pembuatannya oleh Abraham Samad. Menurut pihak Kepolisian, Syahrini akan diperiksa terkait hubungannya dengan Feryani Lim.

Selama ini baik Syahrini maupun pihak manajemennya mengungkapkan bahwa hubungan Syahrini dan Feryani Lim hanya sebatas penjual dan pembeli. Syahrini sering membeli pakaian branded yang dijual Feryani Lim.

Syahrini sendiri akan hadir ke Bareskrim setelah pada pemanggilan pertamanya Minggu lalu berhalangan hadir karena kesibukan pekerjaan.

"Kami perlu keterangan dari Syahrini sebagai petunjuk apa dia mengetahui hubungan antara Feriyani Lim dengan AS. Sebabnya, sebagaimana telah beredar luas, Feriyani dan Syahrini saling mengenal dan ada foto-fotonya. Kita akan cari tahu apa yang mungkin dia ketahui tentang AS," kata Kadiv Humas Polri Irjen Ronny Franky Sompie di Mabes Polri, Senin (2/3/2015).

Penyidik, kata Irjen Pol. Ronny Franky Sompie, akan mengumpulkan petunjuk dan alat bukti sebanyak-banyaknya karena hingga saat ini Abraham Samad membantah mengenal Feriyani Lim. Apalagi membantu gadis muda itu memiliki Kartu Keluarga (KK), Kartu Tanda Penduduk (KTP), dan paspor asli tapi palsu.

"Terkait mengapa Syahrini diperiksa di Bareskrim, itu karena dia juga akan dimintai keterangan soal AS dalam kasus dugaan penyalahgunaan wewenang semasa dia menjabat ketua KPK. Detilnya saya belum tahu," lanjut Irjen Pol. Ronny Franky Sompie.

Dalam kasus penyalahgunaan wewenang, Ketua KPK nonaktif, Abraham Samad dijerat Pasal 36 ayat (1) juncto Pasal 66 UU Nomor 30 Tahun 2002 tentang KPK, yaitu larangan mengadakan hubungan langsung atau tidak langsung dengan tersangka atau pihak lain yang berkaitan dengan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor).

Kasus yang dipermasalahkan penyidik adalah pertemuan Abraham Samad  dengan Plt Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto. Dalam pertemuan antara Abraham Samad dengan Hasto Kristiyanto termasuk didalamnya terjadi penjajagan soal Abraham Samad jadi calon Wakil Presiden (cawapres) Joko Widodo (Jokowi) itu terjadi sebanyak enam kali antara Maret hingga April 2014.

Menurut Hasto Kristiyanto, dalam pertemuan itu Abraham Samad mengatakan soal ringannya hukuman Emir Moeis lantaran bantuannya.

Emir Moeis adalah petinggi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) yang ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi oleh KPK. Dia dipidana tiga tahun penjara dan denda Rp 150 juta subsider tiga bulan kurungan.

Emir Moeis dinilai Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta terbukti menerima hadiah US$ 357.000 dari Alstom Power Inc. AS dan Marubeni Inc. Jepang terkait proyek PLTU Tarahan, Lampung, pada 2004.

Tindakan Emir Moeis, menurut Hakim, terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan korupsi sebagaimana diatur dalam Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor).

Sebelumnya Emir Moeis dituntut 4,5 tahun. Emir Moeis juga sudah diperiksa oleh polisi. Dia mengakui ada perubahan pengenaan pasal untuknya dari Pasal 12 ke Pasal 11 dan dari tuntutan 20 tahun menjadi hanya 4,5 tahun dan akhirnya divonis tiga tahun itu.

Tapi dia mengaku tidak tahu jika itu ada hubungannya antara pertemuan Hasto Kristiyanto dengan Abraham Samad. Abraham Samad telah membantah terlibat kedua kasus dimaksud. (jos)

See Also

Bareskrim Polri Tetap Usut Korupsi PD Sarana Jaya
KPK Perpanjang Penahanan Kadis PUPR Mojokerto
Bareskrim Polri Tahan 7 Tersangka Terkait Kasus Praktik Bank Gelap Hanson International
KPK Perpanjang Penahanan Dirut PT. CMI Teknologi Rahardjo Pratjihno
KPK Geledah Rumah Anggota DPRD Tulungagung
Kasus PT. Asuransi Jiwasraya (Persero), Kejagung Periksa 27 Saksi Pemilik Rekening Saham
KPK Geledah Gedung DPRD Tulungagung
KPK Periksa Direktur Utama PT. Antam (Persero) Tbk
KPK Akui Adanya Aturan Melarang Pimpinan Temui Pihak Terkait Perkara
Polda Jatim Segera Ungkap TPPU Kasus Investasi Bodong MeMiles
Polda Jatim Bidik TPPU Kasus Investasi Bodong MeMiles
Reynhard Sinaga Ditahan Di Sel Maximum Security
Universitas Manchester Cabut 2 Gelar Magister Reynhard Sinaga
Kolaborasi Bareskrim Dan BNN Amankan 250 Kg Ganja Di Jakarta
Kasus Investasi Bodong MeMiles Segera Dilimpahkan Ke Kejati Jatim
Kasus Investasi Bodong MeMiles, Polda Jatim Periksa Siti Badriah
KPK Sita Rumah Dan Mobil Mantan Bupati Cirebon
Jaksa Teliti Berkas Tersangka Kasus Novel Baswedan
KPK Periksa Komisioner KPU
Polri Selidiki Negara Rakyat Nusantara
Jaksa Agung Sebut Kasus Jiwasraya Merugikan Negara Rp 13,7 Triliun
Bea Cukai Berkoordinasi Dengan Polda Metro Jaya Tangani Kasus Penyelundupan
Pengacara Yang Sukses Mengadakan MoU Dengan Negara Lain
Polda Metro Jaya Tahan Para Tersangka Kasus Penculikan WN Inggris
Presiden Joko Widodo Resmi Lantik Idham Azis Sebagai Kapolri Baru
jQuery Slider

Comments

Arsip :20202019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 8.189.575 Since: 05.03.13 | 0.2314 sec