Hukum

Novel Baswedan Tak Hadir Di Bareskrim

Thursday, 26 Februari 2015 | View : 588

JAKARTA-SBN.

Penyidik Badan Reserse Kriminalitas (Bareskrim) Polri akan memeriksa penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi Novel Baswedan pada Kamis (26/2/2015) hari ini. Bareskrim Mabes Polri akan memeriksa penyidik KPK, Novel Baswedan terkait kasus penembakan enam tersangka pencuri sarang burung walet saat menjabat Kasat Reskrim Polresta Bengkulu pada 2004.

Mengenai kemungkinan apakah Novel Baswedan akan ditahan atau tidak, Kadiv Humas Polri Irjen Pol. Ronny Franky Sompie menyatakan, hal itu menjadi kewenangan penyidik. Novel Baswedan ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan penganiayaan.

"Penahanan itu tentu menjadi pertimbangan penyidik," jelas Irjen Pol. Ronny Franky Sompie, Rabu (25/2/2015).

Irjen Pol. Ronny Franky Sompie mengatakan, penyidik pasti menahan Novel jika ditemukan hambatan dalam proses penyidikan. Hambatan yang dimaksud, antara lain tidak memenuhi panggilan, melarikan diri dan sebagainya.

Ia menepis anggapan publik bahwa pemeriksaan Novel Baswedan merupakan bentuk gangguan terhadap para penyidik KPK. Menurut Irjen Pol. Ronny Franky Sompie, pihaknya hanya melanjutkan proses hukum Novel Baswedan.

"Nanti jika (kesalahan Novel) terbukti, saat itu bisa dilihat apakah Polri benar-benar melayani masyarakat atau tidak," tandas Irjen Pol. Ronny Franky Sompie.

Kabareskrim Komjen Pol. Budi Waseso mengaku ditagih Kejaksaan Agung (Kejagung) terhadap kasus yang menimpa adik sepupu dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Anies Baswedan itu.

Menurut Kabareskrim Komjen Pol. Budi Waseso, kasus yang menimpa Novel Baswedan saat ini sudah memasuki tahap kedua atau P21. Saat ini, tegas Komjen Pol. Budi Waseso, penyidik tinggal melimpahkan berkas perkara tersebut ke pihak Kejaksaan.

Kepala Bagian Penerangan dan Umum (Kabag Penum) Divisi Humas Mabes Polri, Kombes Pol Rikwanto, mengatakan tidak ada persiapan khusus terhadap Novel Baswedan.

Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan, tak akan memenuhi panggilan penyidik Bareskrim Kepolisian RI untuk menjalani pemeriksaan sebagai tersangka kasus dugaan penganiayaan.

Penyidik KPK, Novel Baswedan, dipastikan tidak hadir dalam pemeriksaan di Bareskrim Mabes Polri pada hari ini.

Pemeriksaan Novel Baswedan dijadwalkan pada hari ini, Kamis (26/2/2015).

Penasihat hukum Novel Baswedan, M. Isnur memastikan, kliennya tidak akan menghadiri pemeriksaan Bareskrim Mabes Polri sebagai tersangka kasus dugaan penembakan enam orang dalam pencurian sarang burung walet saat menjabat Kasat Reskrim Polresta Bengkulu tahun 2004 silam.

Dikabarkan Novel Baswedan tidak akan menghadiri pemeriksaan atas permintaan pimpinan KPK. Penasihat hukum Novel Baswedan, M. Isnur, mengatakan, Novel Baswedan tidak akan memenuhi panggilan atas permintaan pimpinan sementara KPK. Dia menyampaikan, kliennya mendapat perintah dari pimpinan KPK tidak menghadiri panggilan pihak Bareskrim Mabes Polri. "Ada kabar pimpinan KPK meminta Novel tidak usah hadir. Silakan lebih lanjut tanya ke pimpinan," jelas M. Isnur, saat dihubungi, Kamis (26/2/2015) pagi.

Penasihat hukum Novel Baswedan, M. Isnur mengatakan, pimpinan KPK meminta Novel Baswedan untuk tidak hadir, dengan alasan akan mengganggu jalannya pemeriksaan kasus-kasus korupsi di KPK.

"Instruksi dari pimpinan untuk tidak hadir. Yang saya tahu dari pernyataan Pak Ruki, kalau penyidik dipanggil begitu akan mengganggu jalannya pemeriksaan kasus," tambah M. Isnur kepada wartawan, Kamis (26/2/2015).

Bahkan KPK mengaku sudah mengirimkan surat berkaitan dengan ketidakhadiran Novel Baswedan tersebut. M. Isnur mengatakan, pimpinan KPK telah mengirimkan surat kepada Bareskrim perihal alasan ketidakhadiran Novel Baswedan dalam pemeriksaan. Namun, dia mengaku tidak tahu apa isi surat tersebut.

Lebih lanjut M. Isnur menyampaikan, hal tersebut telah dibicarakan oleh Plt Ketua KPK Taufiequrrahman Ruki saat melakukan pertemuan dengan Wakapolri Komjen Pol. Badrodin Haiti saat melakukan pertemuan beberapa waktu lalu.

"Pimpinan dan Plt KPK sudah sepakat meminta Novel tidak usah datang penuhi panggilan. Pimpinan juga sudah mengirimkan surat kepada Plt Kapori terkait itu," ungkap M. Isnur ketika dikonfirmasi wartawan.

"Yang pasti sikap Plt (pimpinan KPK) dengan pimpinan terdahulu sama ingin melindungi para penyidiknya. Alhamdulillah, keputusannya meminta Novel enggak usah datang ke Polri," tandas M. Isnur.

"Sudah mengirimkan surat ke Pak Badrodin," tutupnya.

Saat dikonfirmasi, pimpinan sementara KPK Johan Budi Sapto Prabowo menyatakan bahwa Novel Baswedan tidak dapat memenuhi panggilan karena ada kegiatan lain yang harus dilakukannya. Pagi ini, kata Johan Budi SP., penasihat hukum Novel Baswedan akan mengirimkan surat keterangan tidak hadir ke Bareskrim Polri.

Pelaksana Tugas (Plt) Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Johan Budi SP., mengatakan, Novel Baswedan tidak dapat menghadiri pemeriksaan di Bareskrim Polri lantaran ada kegiatan lain.

Sehingga penasihat hukum Novel Baswedan, M. Isnur akan mengrimkan surat ketidakhadiran adik sepupu Anies Baswedan itu ke Bareskrim Polri.

"Novel hari ini mau kirimkan surat untuk tidak hadir. Dengan alasan ada kegiatan lain," tutur Johan Budi Sapto Prabowo saat dikonfirmasi wartawan, Kamis (26/2/2015).

Penasihat hukum Novel, M. Isnur, mengatakan Novel Baswedan dilaporkan oleh polisi dalam kasus dugaan penganiayaan terhadap seorang pencuri sarang burung walet. "Laporan polisi terhadap Novel Baswedan dibuat oleh polisi bukan masyarakat," kata M. Isnur, Rabu (25/2/2015).

Polisi kembali mengangkat kasus Novel Baswedan dengan membuat surat perintah penyidikan lanjutan tertanggal 17 Februari 2015.

Menurut M. Isnur terdapat beberapa kejanggalan atas kasus ini. Pertama, polisi melaporkan Novel Baswedan atas dugaan penganiayaan hingga korban meninggal. Namun nyatanya, keluarga korban justru melindungi Novel Baswedan.

Selain itu, Novel Baswedan tak berada di lokasi penyiksaan dan penembakan saat kejadian. Ia baru empat hari menjabat sebagai Kasat Reskrim. "Justru di lokasi kejadian ada Wakapolres dan Kabag ops, atasan Novel," kata M. Isnur.

M. Isnur menganggap upaya kriminalisasi Novel Baswedan karena adik sepupu Anies Baswedan ini kerap memberantas judi, pembalakan hutan, dan peredaran narkoba. M. Isnur menduga Novel Baswedan sangat dibenci oleh kawan sejawatnya dan provost.

Serangan kepolisian tak main-main, bahkan anak buah Novel Baswedan dan pihak yang diduga tak terlibat turut disidangkan dan diancam diberi sanksi. Akhirnya untuk melindungi anak buah, Novel Baswedan mengambil alih tanggung jawab. Di Polres Novel Baswedan diberi sanksi teguran. Tapi, tiba-tiba Polda Bengkulu mengeluarkan penahanan selama tujuh hari.

Dalam surat pemanggilan, Novel Baswedan dikenakan Pasal penganiayaan 351 KUHP jo Pasal 422.

M. Isnur menilai adanya kejanggalan karena pasal soal kematian tersangka tak dimasukkan. Keterangan korban juga simpang siur. Dalam pemeriksaan kasus ini, kata M. Isnur, tak ada polisi lain yang menjadi tersangka. "Padahal di lokasi banyak pelaku," tukas M. Isnur.

Kasus yang menjerat Novel Baswedan ini sempat mencuat pertama kali pada 2012 lalu. Ketika itu, Novel Baswedan sedang mengusut kasus Kepala Korlantas Polri Inspektur Jenderal Polisi (Irjen Pol.) Djoko Susilo. Kasus ini bermula saat Novel Baswedan menjadi Kasat Reskrim Polres Kota Bengkulu pada 2004. Dia pernah terjerat kasus penganiayaan terhadap seorang pencuri sarang burung walet. Novel Baswedan disebut menembak dan menyiksa pencuri itu. Kasus itu telah diproses oleh aparat setempat.

Namun, pada 2012, kasus itu kembali diangkat. Penyidik Bareskrim mendatangi Kantor KPK untuk menangkap Novel Baswedan. Namun, upaya itu tidak berhasil. Banyak pihak yang menyebut apa yang dilakukan Polri pada 2012 adalah kriminalisasi. Sejumlah pihak menyebutkan Novel Baswedan sengaja dikriminalisasikan sebab, saat itu Novel Baswedan menjadi salah satu penyidik KPK yang mengusut kasus korupsi simulator SIM dengan tersangka Inspektur Jenderal Polisi (Irjen Pol.) Djoko Susilo pada 2012. Pada 2012 itu, polisi sempat menggeruduk KPK untuk menangkap Novel Baswedan.

Irjen Pol. Djoko Susilo sudah dihukum dan kasus Novel Baswedan akan kedaluwarsa tahun depan. Kasus ini kemudian dihentikan sementara setelah Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) untuk menyudahi perseteruan KPK-Polri ketika itu. Presiden saat itu, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), mengeluarkan pernyataan agar KPK dan Polri tak larut dalam kekisruhan. Soal penyelidikan kasus Novel Baswedan sendiri, SBY meminta agar Polri menghentikannya. (jos)

See Also

KPK Geledah Rumah Anggota DPRD Tulungagung
Kasus PT. Asuransi Jiwasraya (Persero), Kejagung Periksa 27 Saksi Pemilik Rekening Saham
KPK Geledah Gedung DPRD Tulungagung
KPK Periksa Direktur Utama PT. Antam (Persero) Tbk
KPK Akui Adanya Aturan Melarang Pimpinan Temui Pihak Terkait Perkara
Polda Jatim Segera Ungkap TPPU Kasus Investasi Bodong MeMiles
Polda Jatim Bidik TPPU Kasus Investasi Bodong MeMiles
Reynhard Sinaga Ditahan Di Sel Maximum Security
Universitas Manchester Cabut 2 Gelar Magister Reynhard Sinaga
Kolaborasi Bareskrim Dan BNN Amankan 250 Kg Ganja Di Jakarta
Kasus Investasi Bodong MeMiles Segera Dilimpahkan Ke Kejati Jatim
Kasus Investasi Bodong MeMiles, Polda Jatim Periksa Siti Badriah
KPK Sita Rumah Dan Mobil Mantan Bupati Cirebon
Jaksa Teliti Berkas Tersangka Kasus Novel Baswedan
KPK Periksa Komisioner KPU
Polri Selidiki Negara Rakyat Nusantara
Jaksa Agung Sebut Kasus Jiwasraya Merugikan Negara Rp 13,7 Triliun
Bea Cukai Berkoordinasi Dengan Polda Metro Jaya Tangani Kasus Penyelundupan
Pengacara Yang Sukses Mengadakan MoU Dengan Negara Lain
Polda Metro Jaya Tahan Para Tersangka Kasus Penculikan WN Inggris
Presiden Joko Widodo Resmi Lantik Idham Azis Sebagai Kapolri Baru
Keterangan Ahli Di Sidang Praperadilan Terkait Eksekusi Penahanan Matheus Mangentang
Peras Mantan Petinggi Polri, Hukuman Sisca Dewi Diperberat
LBH Ansor Jateng Apresiasi Penangkapan Cepat Polres Kebumen Terhadap Pelaku Kekerasan Seksual
Kapolres Bitung Perintahkan Pelaku Kejahatan Ditembak Di Tempat
jQuery Slider

Comments

Arsip :20202019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.889.899 Since: 05.03.13 | 0.1184 sec