Internasional

Chaterine Ashton Temui Mohamed Moursi

KAIRO-SBN. 

Keberadaan Mohamed Moursi yang tak tentu rimbanya sejak digulingkan melalui kudeta militer yang meletup pada 3 Juli 2013 silam akhirnya terkuak, setelah mantan Presiden Mesir, Mohamed Moursi, menerima tamu untuk pertama kalinya. Pemerintah Mesir interim akhirnya membuka akses kepada Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa, Catherine Ashton, untuk berjumpa dengan Mohamed Moursi, Selasa (30/7/2013).

Juru Bicara Chaterine Ashton, Maja Kocijancic, menuliskan dalam akun Twitter-nya, pada Senin (29/7/2013) tengah malam, bahwa Chaterine Ashton telah melakukan pertemuan rahasia dengan Mohamed Moursi dan keduanya terlibat diskusi yang cukup dalam. “Chaterine Ashton dan Moursi bertemu selama dua jam,” kicau Kocijancic. Namun sayangnya, Kocijancic tak mau merinci di mana lokasi pertemuan rahasia tersebut dan hanya mau menyebutkan pertemuan itu dilakukan saat Chaterine Ashton berkunjung ke Mesir.

Pertemuan Chaterine Ashton dan Mohamed Moursi tak ayal membuat publik Mesir terkejut. Pasalnya, sudah hampir sebulan sejak digulingkan militer dari jabatannya sebagai orang nomor satu di Mesir, Moursi tidak diketahui keberadaannya dan tidak pernah menampakkan batang hidungnya. Pemerintah Mesir interim hanya mengatakan Moursi ‘diamankan’ disuatu tempat demi kebaikannya. “Ia tampak sehat dan amat senang bisa bertemu dengan saya,” ungkap Chaterine Ashton saat digelar konferensi pers, Selasa (30/7/2013). Chaterine Ashton juga menambahkan bahwa Mohamed Moursi mendapat akses informasi melalui siaran televisi dan koran tentang perkembangan di negerinya.

Hingga saat ini, pemerintah Mesir interim beralasan Mohamed Moursi masih ditahan karena sedang disidik terkait keterlibatannya dalam kasus pembunuhan dan aksi unjuk rasa saat revolusi Mesir pada 2011 meletup, yang berujung tergulingnya Hosni Mubarak sebagai Presiden Mesir. Seperti dilansir dari kantor berita resmi Mesir, MENA, Jumat (26/7/2013), Mohamed Moursi ditanyai apakah Mohamed Moursi bekerja sama dengan Hamas dalam serangan terhadap kantor polisi dan kaburnya para tahanan politik dan kelompok Islam selama pemberontakan terhadap Hosni Mubarak pada awal tahun 2011 di mana gerakan 25 Januari 2011 yang menumbangkan mantan penguasa Mesir Hosni Mubarak.

Sebelumnya, Chaterine Ashton mengadakan pertemuan dengan Presiden Mesir interim, Adly Mansour, Perdana Menteri interim, Hazem Al-Beblawi, Menteri Luar Negeri Nabil Fahmi, dan Panglima Militer Mesir, Abdel Fatah Al-Sisi, Jenderal yang berada di belakang kudeta militer yang melengserkan Mohamed Moursi pada tanggal 3 Juli silam. Dalam kunjungannya selama 12 hari ke Mesir, seperti apa yang telah digembar-gemborkan Chaterine Ashton saat keberangkatannya, bahwa ia ingin mengetahui semua proses transisi dengan melibatkan seluruh elemen politik, termasuk melakukan pembicaraan dengan kelompok Ikhwanul Muslimin (IM). Chaterine Ashton berjanji akan berada di posisi netral, setelah pihak Washington meragukan menjadi penengah dalam krisis politik Mesir. Hal tersebut ternyata jadi kenyataan. Chaterine Ashton sudah bertemu dengan Presiden Adly Mansour dan Wakil Presiden bagi Hubungan Internasional Mohamed ElBaradei, serta berjumpa juga Jenderal Abdel Fatah Al-Sisi, panglima militer Mesir dan sosok dibalik penggulingan Mohamed Moursi. Tidak hanya itu, Chaterine Ashton juga berjumpa sejumlah anggota pemerintahan Mesir interim yang kini dipegang oleh militer, perwakilan dari Partai Kebebasan dan Keadilan, serta para anggota Ikhwanul Muslimin.

Sebelum pertemuan rahasia antara Chaterine Ashton dengan Mohamed Moursi yang difasilitasi oleh pemerintah Mesir interim, Chaterine Ashton sudah berkali-kali memperingatkan pemerintah Mesir dan kelompok Ikhwanul Muslimin agar tidak membuat kondisi negara semakin kacau dengan rentetan unjuk rasa yang berujung maut. “Saya akan datang ke Mesir untuk memperkuat pesan bahwa harus ada proses politik yang sangat inklusif yang membawa semua kelompok untuk mendukung demokrasi,” tegas Chaterine Ashton.

Terlaksananya pertemuan antara Chaterine Ashton dan Mohamed Moursi secara diam-diam, maka Chaterine Ashton tercatat sebagai satu-satunya pihak asing yang diterima oleh kedua pihak bertikai sebagai mediator. Hasil pembicaraan dengan banyak pihak yang dimotori Chaterine Ashton, diharapkan bisa dikumpulkan dan jadi acuan bagi sebuah rundingan lanjutan bagi upaya pencarian solusi perdamaian yang digelar dan disponsori dunia internasional.

Setelah aksi unjuk rasa berdarah pada Sabtu kemarin (27/7/2013) yang menelan korban tewas 85 orang dari kelompok pro Moursi, dunia internasional memang telah mendesak agar pihak militer Mesir melakukan kompromi dengan seterunya, kelompok Ikhwanul Muslimin.

Pemerintah Mesir interim juga telah memerintahkan para simpatisan Ikhwanul Muslimin untuk meninggalkan aksi unjuk rasa anarkis seperti diserukan Wakil Presiden bagi Hubungan Internasional Mohamed ElBaradei setelah berbincang dengan Chaterine Ashton. “Sudah saatnya kekerasan diakhiri. Inilah waktunya mengakhiri aksi demonstrasi di seluruh negeri secara damai dan memulai sebuah dialog secara serius,” ucap Mohamed ElBaradei.

Imbauan Mohamed ElBaradei tidak digubris oleh Ikhwanul Muslimin. Pendukung Moursi tersebut bersikukuh dan bahkan akan mengancam terus melakukan aksi unjuk rasa lanjutan sampai Moursi dibebaskan dan dipulihkan nama baiknya. “Kami bertahan, bahkan melakukan aksi unjuk rasa lebih besar pada Selasa (30/7/2013),” kata Juru Bicara Ikhwanul Muslimin, Gehad El-Haddad.

Kelompok Ikhwanul Muslimin (IM) marah besar dan bersumpah akan terus melakukan aksi unjuk rasa sampai Mohamed Moursi dibebaskan. Unjuk rasa besar-besaran dilakukan para simpatisan Mohamed Moursi. Bukan hanya itu, Ikhwanul Muslimin juga menegaskan tidak akan pernah mau mengakui pemerintah Mesir interim yang dikendalikan oleh militer. Bahkan, Persaudaraan Muslim, kelompok pro Mohamed Moursi, berjanji akan meneruskan protes hingga Mohamed Moursi kembali ke tampuk kekuasaan. Persaudaraan Muslim menolak untuk mengakui pemerintahan Adly Mansour dan memilih jalur protes yang berkelanjutan yang mereka percaya dapat membalikkan kudeta yang telah menggulingkan Mohamed Moursi. Pendukung Moursi menuntut agar mantan Presiden Mohamed Moursi dikembalikan pada kedudukan politik sebelumnya. Ketegangan komunal dan serangan terhadap umat Kristen dan gereja meningkat tajam sejak di bawah pemerintahan Presiden Mohamed Moursi, presiden pertama Mesir yang dipilih secara bebas. Banyak orang Kristen Koptik yang jumlahnya mencakup sekitar 10% dari populasi Mesir yang jumlahnya 84 juta jiwa orang Mesir, meninggalkan Mesir karena makin berkembangnya intoleransi di bawah pemerintahan kepresidenan Mohamed Moursi yang didukung Ikhwanul Muslimin dan Persaudaraan Muslim tersebut. Pemerintahan Mohamed Moursi selama setahun terakhir dinilai cenderung mengutamakan kelompoknya. Masyarakat Mesir yang tak puas juga menuding Mohamed Moursi tak mampu menjalankan pemerintahan secara benar. (afp)

See Also

Pengadilan Rusia Perintahkan Perempuan Yang Kabur Dari Karantina Balik Ke RS
Virus Korona Tewaskan Direktur Rumah Sakit Di Wuhan
Penembakan Di Century Plaza Bangkok
Jeff Bezos Donasi USD 10 Miliar Untuk Penelitian Iklim
Korban Tewas Akibat Virus Korona Total Jadi 1.868
1.789 Korban Tewas Akibat Virus Korona
Warga Kanada Di Kapal Pesiar Diamond Princess Segera Dievakuasi
Arab Saudi Larang Warganya Ke China
Dokter Pengungkap Virus Korona Meninggal Dunia
Korban Jiwa Virus Korona Bertambah Jadi 634
Jepang Karantina Seluruh Penumpang Kapal Pesiar Diamond Princess Terkait Virus Corona
Ratusan Warga Negara Malaysia Dan Keluarganya Dipulangkan Dari Wuhan
Penembakan Di Asrama Kampus Texas A & M University
7 Fakta Rumah Sakit Kilat Pasien Korban Virus Corona Wuhan
Singapura Umumkan 6 Kasus Baru Virus Korona
Rumah Sakit Kilat Virus Corona Wuhan Mulai Beroperasi
Penembakan Dalam Bus Greyhound Di California
Korban Meninggal Virus Korona Bertambah Jadi 362
TNI Siap Bantu Kebakaran Hutan Di Australia
Rudal Kenai Objek Di Langit Iran Saat Pesawat Ukraina Jatuh
Iran Sebut Pesawat Ukraina Terbakar Sebelum Jatuh
Pejabat AS Sebut Pesawat Ukraina Kemungkinan Kena Rudal Iran
Bencana Kebakaran Lahan Di Australia
Kapal Induk Kedua China Resmi Diluncurkan
PBB Sebut 7 Ribu Demonstran Iran Ditahan Akibat Protes Kenaikan BBM
jQuery Slider
Arsip :20202019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 8.267.080 Since: 05.03.13 | 0.1789 sec