Hukum

Polisi Bekasi Bekuk Dua Pengeroyok Jurnalis Radar Bekasi

Saturday, 21 Februari 2015 | View : 536

BEKASI-SBN.

Jajaran Kepolisian Resor Bekasi Kota (Polresta Bekasi Kota) telah membekuk dua dari tiga pelaku yang mengeroyok wartawan lokal, jurnalis Radar Bekasi Randy Yosetiawan Progo, Jumat (20/2/2015) malam.

Namun, polisi tidak memasukkan dua politikus Partai Amanat Nasional (PAN) sebagai salah satu pelakunya melainkan hanya dijadikan saksi saja. Padahal, dugaan awal dua politisi PAN itu ikut terlibat untuk menyuruh pelakunya memukuli korban.

Petugas meringkus dua tersangka di Jalan Kartini, Kecamatan Bekasi Timur.

Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasatreskrim) Polresta Bekasi Kota, Kompol. Ujang Rohanda mengatakan, tim yang dipimpin AKP Mugiono mendapat informasi para pelaku sedang berada di Jalan Kartini, Kota Bekasi, Jumat (20/2/2015) pukul 22.00 WIB.

"Kemudian tim melakukan penangkapan terhadap dua orang pelaku," ungkap Kompol. Ujang Rohanda kepada awak media, Sabtu (21/2/2015).

Kasubag Humas Polresta Bekasi Kota, Ajun Komisaris Polisi (AKP) Siswo mengungkapkan, dua pelaku penganiayaan wartawan lokal bernama Muchlis (42) dan Spengli (32).

"Pelakunya ada tiga, tapi kami baru tangkap dua saat melintas di Jalan Kartini, Kecamatan Bekasi Timur menggunakan sepeda motor. Sedangkan pelaku lainnya, masih dikejar polisi," urai AKP Siswo di kantornya, Sabtu (21/2/2015).

Diakui AKP Siswo, kedua orang pelaku yang ditangkap itu tanpa melakukan perlawanan, keduanya langsung digiring ke Polresta Bekasi Kota.

"Mereka dijadikan tersangka sesuai keterangan korban dan saksi lainnya, yakni Ketua DPC PAN Bekasi Utara Iriansyah dan Ketua II DPD Kota Bekasi, Faturrahman," pungkasnya.

Pelaku sebenarnya tiga orang, Muchlis Tamnge alias Rudy, Spengli alias Pengli dan Agus yang masih DPO.

Kompol. Ujang Rohanda mengatakan Kepolisian akan melakukan penyelidikan lebih lanjut dan melakukan pengejaran.

Satu pelaku lagi masih buron, sedangkan dua politisi Partai Amanat Nasional (PAN) masih berstatus sebagai saksi. "Aparat kepolisian masih mengejar satu pelaku lagi atas nama Agus masih dalam pengejaran," kata Kepala Subbagian Humas Polresta Bekasi Kota Ajun Komisaris Polisi (AKP) Siswo saat ditemui di Kota Bekasi, Sabtu (21/2/2015).

Adapun pelaku yang kini menjalani pemeriksaan intensif penyidik adalah Muclis Tamnge alias Rudy dan Spengli alias Pengli.

Dari hasil penyelidikan saat ini pelaku Rudy memukul Randy Yosetiawan Priogo sebanyak tiga kali, Pengli dua kali dan Agus menendang satu kali. Sementara, Randy Yosetiawan Priogo mengaku pukulan yang melayang ke wajahnya kurang lebih 10 kali.

Hasil pemeriksaan sementara, menurut AKP Siswo, keduanya mengakui perbuatannya memukul dan mengeroyok Randy Yosetiawan Priogo. Spengli, menurut dia, memukul korban dua kali di bagian wajah dan kepala belakang. Sedangkan Muchlis memukul tiga kali di bagian wajah. "Tersangka Agus menendang sebanyak satu kali," sambung AKP Siswo.

Penyidik, lanjut Juru Bicara Polresta Bekasi Kota, Ajun Komisaris Polisi (AKP) Siswo, masih mendalami kasus tersebut. Sejauh ini, sudah ada tiga orang saksi yang dimintai keterangan. Mereka adalah Ketua Dewan Pimpinan Daerah Partai Amanat Nasional Kota Bekasi Faturahman Daud, Ketua DPC PAN Bekasi Utara Iryansyah, dan saksi korban, Randy Yosetiawan Priogo. "Ketiganya berada di lokasi kejadian," tambah dia.

Kedua orang tersangka, pelaku pengeroyokan yang sudah ditahan terancam dijerat dengan Pasal 170 Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) tentang pengeroyokan yang dilakukan secara bersama-sama di depan umum dengan ancaman hukuman penjara maksimal 5 tahun 6 bulan.

AKP Siswo menambahkan para tersangka dijerat dengan Pasal 170 Kitab Undang-undang Hukum Pidana tentang pengeroyokan. Kini mereka mendekam di sel tahanan Mapolresta Bekasi Kota. "Ancamannya maksmimal tujuh tahun penjara," ungkap AKP Siswo.

Kini petugas masih mengembangkan kasus penganiayaan terhadap wartawan dan mengumpulkan bukti-bukti dan saksi. Pelaku yang melakukan tindakan pengeroyokan tersebut bisa dikenakan pidana penjara paling lama lima tahun enam bulan. Untuk otak penganiayaan, pihak Kepolisian masih menyelidiki kasusnya.

Randy Yosetiawan Priogo, jurnalis Radar Bekasi, dikeroyok oleh tiga orang tak dikenal di sebuah rumah makan di Jalan Serma Marzuki, Kelurahan Margajaya, Kecamatan Bekasi Selatan pada Kamis (19/2/2015).

Randy Yosetiawan Priogo mengaku, ia dipukuli tiga orang preman tak dikenal ketika sedang bertemu dua orang politisi dari PAN. "Sebelum saya dipukuli oleh tiga orang tak dikenal, saya sempat dimaki-maki terlebih dahulu oleh politisi PAN," beber Randy Yosetiawan Priogo.

Dia mengaku dipukul di hidung, pelipis dan wajah, kemudian ditendang di bagian rusuk. Randy Yosetiawan Priogo juga dipaksa menyerahkan KTP dan ditampar oleh preman tersebut. Kemudian alamat rumah Randy Yosetiawan Priogo dicatat oleh preman itu. "Preman itu bilang hati-hati karena sudah dicatat alamat rumahnya," kata Randy Yosetiawan Priogo.

Korban menduga pengeroyokan itu berkaitan dengan pemberitaan yang dibuat berjudul "DPC Bekasi Utara Sebut Pimpinan DPD Masa Bodo", edisi Rabu (18/2/2015).

Faturahman Daud tak bisa menerima berita itu. Bukannya mendiskusikan pemberitaan itu, saat bertemu dengan Randy, Faturahman Daud, yang didampingi Iriansyah, diduga menyuruh tiga orang di rumah makan itu mengeroyok Randy. Faturahman Daud dan Iriansyah tak ikut memukul, tapi menyaksikan kekerasan itu. Akibat pukulan ini, Randy Yosetiawan Priogo menderita luka memar di bagian pipi kiri, lengan kiri, dan pinggang kiri. (jos)

See Also

Bareskrim Polri Tetap Usut Korupsi PD Sarana Jaya
KPK Perpanjang Penahanan Kadis PUPR Mojokerto
Bareskrim Polri Tahan 7 Tersangka Terkait Kasus Praktik Bank Gelap Hanson International
KPK Perpanjang Penahanan Dirut PT. CMI Teknologi Rahardjo Pratjihno
KPK Geledah Rumah Anggota DPRD Tulungagung
Kasus PT. Asuransi Jiwasraya (Persero), Kejagung Periksa 27 Saksi Pemilik Rekening Saham
KPK Geledah Gedung DPRD Tulungagung
KPK Periksa Direktur Utama PT. Antam (Persero) Tbk
KPK Akui Adanya Aturan Melarang Pimpinan Temui Pihak Terkait Perkara
Polda Jatim Segera Ungkap TPPU Kasus Investasi Bodong MeMiles
Polda Jatim Bidik TPPU Kasus Investasi Bodong MeMiles
Reynhard Sinaga Ditahan Di Sel Maximum Security
Universitas Manchester Cabut 2 Gelar Magister Reynhard Sinaga
Kolaborasi Bareskrim Dan BNN Amankan 250 Kg Ganja Di Jakarta
Kasus Investasi Bodong MeMiles Segera Dilimpahkan Ke Kejati Jatim
Kasus Investasi Bodong MeMiles, Polda Jatim Periksa Siti Badriah
KPK Sita Rumah Dan Mobil Mantan Bupati Cirebon
Jaksa Teliti Berkas Tersangka Kasus Novel Baswedan
KPK Periksa Komisioner KPU
Polri Selidiki Negara Rakyat Nusantara
Jaksa Agung Sebut Kasus Jiwasraya Merugikan Negara Rp 13,7 Triliun
Bea Cukai Berkoordinasi Dengan Polda Metro Jaya Tangani Kasus Penyelundupan
Pengacara Yang Sukses Mengadakan MoU Dengan Negara Lain
Polda Metro Jaya Tahan Para Tersangka Kasus Penculikan WN Inggris
Presiden Joko Widodo Resmi Lantik Idham Azis Sebagai Kapolri Baru
jQuery Slider

Comments

Arsip :20202019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 8.504.621 Since: 05.03.13 | 0.2716 sec