Hukum

Wakapolda Metro Jaya Desak Segera Eksekusi Mati Sindikat Narkoba

Wednesday, 31 Juli 2013 | View : 1829

JAKARTA-SBN.

Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya menyita 10,57 kilogram shabu berkualitas ‘madu’ alias terbaik dari jaringan narkotika internasional yang diduga dikendalikan dua napi Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Cipinang, Jakarta Timur. Petugas Polda Metro Jaya mengungkap sindikat narkoba yang dikendalikan Jerry Wong dari balik Lapas Cipinang.

Sindikat ini ternyata dikendalikan dua napi Lapas Cipinang, yakni Jerry Wong alias E. Wee Hok (WN Malaysia) dan Edy Setiawan. Jerry Wong adalah terpidana mati yang sudah menjalani 1,5 tahun penjara. Tersangka Jerry Wong diputus hukuman mati karena memiliki shabu seberat 350 kilogram dan mendekam di Lapas Cipinang. Sedangkan, Edy Setiawan divonis 4,5 tahun dan sudah menjalani penahanan selama dua tahun.

“Seusai menangkap Jerry Wong, aparat penegak hukum mengembangkan jaringannya dengan meringkus AI dan BW di tempat istirahat tol Jagorawi beserta barang bukti shabu seberat 2,5 kilogram,” ungkap Wakil Kepala Kepolisian Daerah (Waka Polda) Metro Jaya, Brigadir Jenderal (Brigjen) Polisi Sudjarno di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Senin (29/7/2013).

“Tersangka AI dan BW memperoleh shabu dari seorang terpidana narkoba lainnya, ES, yang dihukum 4,5 tahun,” lanjut jenderal polisi bintang satu tersebut. “ES mendapatkan shabu dari Jerry Wong yang diduga menjadi orang kepercayaan bandar narkoba asal Malaysia, AGU,” imbuh Brigjen. Pol. Sudjarno.

“Shabu tersebut diduga berasal dari Iran, yang kemudian diselundupkan dua warga negara (WN) Malaysia berinisial AGU dan AH (DPO), melalui jalur laut lewat pelabuhan kecil di wilayah Sumatera Utara. “Kami berkoordinasi dengan interpol untuk menyelidiki AGU dan AH,” papar Brigjen. Pol. Sudjarno di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Senin (29/7/2013).

Kasubdit III Kejahatan Terorganisir Ditreskrim Narkoba Polda Metro Jaya, AKBP Hermawan mengungkapkan di Malaysia, shabu tersebut dijual murah. “Di Malaysia, 1 kg shabu kalau dirupiahkan paling-paling Rp 500 juta, namun kalau sudah di Indonesia dapat mencapai Rp 1 miliar,” tutur dia. “Itulah yang mendorong para sindikat narkotika membeli shabu asal Iran di Malaysia, untuk selanjutnya dijual di Indonesia,” tambah dia. “Dengan begitu, mereka bisa untung besar,” sambung AKBP Hermawan.

Petugas menggebrek tiga tersangka lainnya, DW, MT, dan ND dengan barang bukti 8 kilogram shabu di salah satu hotel kawasan Casablanca, Jakarta Selatan. Aparat penegak hukum akhirnya membekuk tersangka HR dengan shabu seberat 6,5 kilogram di Penjaringan, Jakarta Utara, serta tersangka berinisial DM yang memiliki 70 gram shabu dan 500 butir ekstasi di kawasan Pangeran Jayakarta.

“Dari jaringan tersebut, polisi menangkap tujuh tersangka, terdiri atas enam laki-laki dan seorang perempuan, yakni AI, BW, DW, MT, HR, DM, dan NDS (perempuan),” jelas AKBP Hermawan. “Para tersangka ditangkap dalam rangkaian pengembangan di wilayah Jakarta Selatan, Jakarta Barat, Jakarta Utara, dan di rest area tol Jagorawi, Cibubur, Jakarta Timur selama sebulan pengintaian,” imbuh dia.

Maraknya pengendalian penjualan shabu dari dalam Lapas membuat gerah Wakil Kepala Kepolisian Daerah (Waka Polda) Metro Jaya, Brigadir Jenderal (Brigjen) Polisi Sudjarno, dan mendesak pihak Kejaksaan Agung (Kejagung) segera mengeksekusi sejumlah terpidana mati kasus narkoba.

Di Markas Polda (Mapolda) Metro Jaya, Jakarta Senin (29/7/2013), Brigjen Pol. Sudjarno mencontohkan salah satu terpidana mati, warga negara asal Malaysia, Jerry Wong alias E. Wee Hok, yang tetap menjalankan bisnis narkoba di dalam Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Cipinang, Jakarta Timur. “Berdasarkan catatan Polda Metro Jaya, tersangka telah beberapa kali menjalankan bisnis narkoba,” ungkap Brigjen. Pol. Sudjarno. “Eksekusi mati terhadap terpidana narkoba diharapkan dapat memutus jaringan narkoba yang dikendalikan terpidana di Lapas,” tutur Brigjen. Pol. Sudjarno.

Jenderal polisi bintang satu itu, juga menyayangkan longgarnya pengawasan penjaga atau sipir terhadap penghuni Lapas yang kerap mengendalikan sindikat narkoba dengan menggunakan telepon seluler/ponsel (HP). Saat menggeledah ruangan Jerri Wong, petugas menemukan lima unit telepon seluler di kamar terpidana mati narkoba tersebut di Lapas Cipinang. (ant)

See Also

Pengacara Yang Sukses Mengadakan MoU Dengan Negara Lain
Polda Metro Jaya Tahan Para Tersangka Kasus Penculikan WN Inggris
Presiden Joko Widodo Resmi Lantik Idham Azis Sebagai Kapolri Baru
Keterangan Ahli Di Sidang Praperadilan Terkait Eksekusi Penahanan Matheus Mangentang
Peras Mantan Petinggi Polri, Hukuman Sisca Dewi Diperberat
LBH Ansor Jateng Apresiasi Penangkapan Cepat Polres Kebumen Terhadap Pelaku Kekerasan Seksual
Kapolres Bitung Perintahkan Pelaku Kejahatan Ditembak Di Tempat
Reserse Polres Bitung Bekuk Residivis Sadis Pembegal Motor
Satuan Reskrim Polres Bitung Tangkap Dua Tersangka Curanmor
Mahasiswa Unesa Sorot Penggunaan Dana Pembelian Mebel Di Kampus
KPK Tetapkan Dirut PT. Rohde And Schwarz Indonesia Sebagai Tersangka
KPK Akan Segera Periksa Saksi Dan Tersangka Suap KONI
KPK Cekal Robert Tantular Ke Luar Negeri
Tim Resmob Dan Tarsius Bitung Lumpuhkan Pencuri Kambuhan
Mahkamah Agung Hukum Alfian Tanjung 2 Tahun Penjara
Polda Jatim Duga Ada Kesalahan Teknis Proyek Berujung Jalan Gubeng Ambles
KPAI Apresiasi Langkah Cepat Polri Proses Bahar Bin Smith
Polri Sebut Penahanan Tersangka Bahar Bin Smith Murni Kasus Hukum
Polri Koordinasi Dengan LPSK Amankan 2 Remaja Korban Bahar Bin Smith
Usai OTT KPK, Kemenpora Lanjutkan Program SEA Games-Olimpiade
KPK Sita Miliaran Rupiah Terkait OTT Pejabat Kemenpora Dan KONI
Polri Kantongi Bukti Penganiayaan Oleh Bahar Bin Smith
KPK OTT Pejabat Kemenpora Dan Pengurus KONI
Polres Metro Jakarta Selatan Buru Pembunuh Perempuan Muda Di Kebagusan City
Pembunuh Keji Sopir Taksi Online Divonis 10 Tahun Penjara
jQuery Slider

Comments

Arsip :2019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.593.903 Since: 05.03.13 | 0.1844 sec