Hukum

Mantan Dirut Bank DKI Divonis 4 Tahun Bui

Tuesday, 17 Februari 2015 | View : 572

JAKARTA-SBN.

Mantan Direktur Utama PT. Bank DKI Winny Erwindia dihukum 4 tahun penjara, denda Rp 250 juta subsidair 3 bulan kurungan. Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) menyatakan Winny Erwindia terbukti melakukan korupsi terkait persetujuan kredit pembiayaan pembelian pesawat ATR 42-500 yang diajukan PT. Energy Spectrum (PT. ES).

"Menyatakan terdakwa Winny Erwindia telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama sebagaimana dakwaan primair Pasal 2 ayat (1) UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP, " ujar Hakim Ketua Supriyono membacakan amar putusan di Pengadilan Tipikor, Jl. H.R. Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (16/2/2015) malam.

Winny Erwindia sebagai Dirut Bank DKI kala itu melakukan Perbuatan Melawan Hukum (PMH) dengan menyetujui pemberian fasilitas pembiayaan kepada PT. Energy Spectrum (ES). Persetujuan ini disampaikan Winny pada rapat 8 Oktober 2007 yang membahas Memorandum Pengusulan Pembiayaan (MPP) atas permohonan yang diajukan Banu Anwari, Direktur PT. Energy Spectrum (ES).

Padahal dalam rapat itu disebutkan sejumlah persyaratan yang belum dipenuhi PT. Energy Spectrum (ES) untuk mendapatkan suntikan pembiayaan. Syarat yang belum dipenuhi di antaranya izin penyewaan pesawat, kontrak PT. Energy Spectrum (ES) dengan PT. International Air Transport (IAT), kontrak PT. IAT dengan Conoco Philips.

Banu Anwari memang mengajukan pembiayaan sebesar US$ 9,4 juta ke Bank DKI untuk pengadaan satu pesawat yang akan disewakan kepada PT. Conoco Philps melalui PT. IAT.

"Terdapat banyak persyaratan yang tidak dipenuhi oleh PT. ES dan hal itu diketahui terdakwa, akan tetap terdakwa tetap menyetujui fasilitas pembiayaan," sambung Hakim Supriyono.

PT. Energy Spectrum (ES) juga tidak bergerak di bisnis sewa pesawat ataupun jasa transportasi. PT. Energy Spectrum (ES), lanjut Majelis Hakim hanya tercatat sebagai perusahaan yang bergerak di bidang perdagangan umum. "PT. ES tidak memiliki pengalaman dalam bidang usaha pembiayaan dan operator pesawat terbang," tambah Hakim Supriyono.

Berdasarkan rasio modal yang dimiliki PT. Energy Spectrum (ES) yakni Rp 500 juta, seharusnya perusahaan tersebut mendapat fasilitas pembiayaan maksimal Rp 1,250 miliar dari Bank DKI. Namun PT. Energy Spectrum (ES) malah mendapat pembiayaan US$ 9,4 juta atau setara Rp 88,143 miliar dengan nilai kurs US$ pada saat itu.

Karena PT. Conoco Philips tak lagi menyewa pesawat dari PT. IAT, maka pembayaran atas kredit dari PT. Bank DKI yang 99,83 persen sahamnya dimiliki Pemda DKI menjadi macet.

Hingga bulan April 2011, PT. Energy Spectrum (ES) baru membayar angsuran pokok dua kali yaitu pada tanggal 28 Februari 2009 sebesar US$ 165.820 dan tanggal 29 Januari 2010 sebesar US$ 552.851.

"Sehingga utang pokok yang belum dibayarkan sebesar USD 8,681 juta. Dengan demikian uang negara yang dalam hal ini PT. Bank DKI berkurang US$ 8,681 juta," lanjut Hakim Supriyono menyebut besaran kerugian keuangan negara yang terjadi.

Posisi Winny Erwindia sebagai Dirut Bank DKI memang ditegaskan Majelis Hakim paling menentukan untuk disetujui tidaknya pengajuan pembiayaan pengadaan pesawat oleh PT. Energy Spectrum (ES). "Terdakwa merupakan pelaku yang berperan sebagai pemutus akhir disetujuinya fasilitas pembiayaan PT. ES walaupun telah diketahui analisis pembiayaan disusun secara bertentangan dengan ketentuan yang berlaku," tegas Majelis Hakim.

Dalam putusan ini dua Hakim anggota yakni Slamet Subagio dan Sofialdi menyatakan beda pendapat (dissenting opinion). Keduanya sepakat menilai perbuatan Winny Erwindia seharusnya dikenakan dengan Pasal 3 UU Pemberantasan Korupsi bukan Pasal 2 ayat (1) sebagaimana diyakini 3 Hakim lainnya yakni Supriyono, Muh. Muchlis, dan Annas Mustaqim.

Hakim Slamet Subagio memaparkan beda pendapatnya terkait pencairan dana ke PT. Energy Spectrum (ES). Winny Erwindia, menurutnya tidak melakukan pengecekan langsung proses pencairan pembiayaan melainkan memberi tanggungjawab kepada bawahannya.

"Tindakan terdakwa hanya mempercayakan kepada bawahannya adalah sikap kurang hati-hati sehingga terdakwa salah memperkirakan. Salah memperkirakan menurut pendapat kami bukan Perbuatan Melawan Hukum (PMH) melainkan penyalahgunaan wewenang," pungkas Hakim Slamet Subagio. (det/jos)

See Also

Keterangan Ahli Di Sidang Praperadilan Terkait Eksekusi Penahanan Matheus Mangentang
Peras Mantan Petinggi Polri, Hukuman Sisca Dewi Diperberat
LBH Ansor Jateng Apresiasi Penangkapan Cepat Polres Kebumen Terhadap Pelaku Kekerasan Seksual
Kapolres Bitung Perintahkan Pelaku Kejahatan Ditembak Di Tempat
Reserse Polres Bitung Bekuk Residivis Sadis Pembegal Motor
Satuan Reskrim Polres Bitung Tangkap Dua Tersangka Curanmor
Mahasiswa Unesa Sorot Penggunaan Dana Pembelian Mebel Di Kampus
KPK Tetapkan Dirut PT. Rohde And Schwarz Indonesia Sebagai Tersangka
KPK Akan Segera Periksa Saksi Dan Tersangka Suap KONI
KPK Cekal Robert Tantular Ke Luar Negeri
Tim Resmob Dan Tarsius Bitung Lumpuhkan Pencuri Kambuhan
Mahkamah Agung Hukum Alfian Tanjung 2 Tahun Penjara
Polda Jatim Duga Ada Kesalahan Teknis Proyek Berujung Jalan Gubeng Ambles
KPAI Apresiasi Langkah Cepat Polri Proses Bahar Bin Smith
Polri Sebut Penahanan Tersangka Bahar Bin Smith Murni Kasus Hukum
Polri Koordinasi Dengan LPSK Amankan 2 Remaja Korban Bahar Bin Smith
Usai OTT KPK, Kemenpora Lanjutkan Program SEA Games-Olimpiade
KPK Sita Miliaran Rupiah Terkait OTT Pejabat Kemenpora Dan KONI
Polri Kantongi Bukti Penganiayaan Oleh Bahar Bin Smith
KPK OTT Pejabat Kemenpora Dan Pengurus KONI
Polres Metro Jakarta Selatan Buru Pembunuh Perempuan Muda Di Kebagusan City
Pembunuh Keji Sopir Taksi Online Divonis 10 Tahun Penjara
Uang Pengganti E-KTP, KPK Sita Rp 862 Juta Dari Setya Novanto
Keterangan Ahli Ketua DPD KAI DKI Jakarta Pada Sidang Lanjutan Julius Lobiua
TNI AL Ringkus Pelaku Narkoba Di Tanjung Ahus
jQuery Slider

Comments

Arsip :2019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.497.972 Since: 05.03.13 | 0.1743 sec