Internasional

Mesir Umumkan 7 Hari Berkabung

Tuesday, 17 Februari 2015 | View : 674

KAIRO-SBN.

Ulah kelompok ekstremis militan bersenjata dari kelompok jihad radikal, yang menamakan diri The Islamic State of Iraq and the Levant (ISIL), diterjemahkan sebagai the Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) or the Islamic State in Iraq and al-Sham (ISIS) atau Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) atau gerilyawan Negara Islam di Irak dan Suriah (NIIS) atau Islamic State (IS) semakin sadis.

Setelah mengunggah video tahanan pilot Jordania Letnan Maaz al-Kassasbeh yang dibakar hidup-hidup, Minggu (15/2/2015) ISIS kembali meng-upload video yang tidak kalah sadis.

Dalam rekaman video itu, militan IS menyerukan akan merebut Kota Roma, Italia, yang menjadi simbol kekristenan.

"Semua tentara salib: Keselamatan bagi Anda hanya sebuah keinginan, terutama jika Anda berperang bersama-sama melawan kami. Kami juga akan memerangi kamu semua secara bersama-sama," kata militan itu dalam bahasa Inggris dengan aksen Amerika.

"Laut yang Anda telah pakai untuk menyembunyikan jasad tubuh Sheikh Osama bin Laden, kami bersumpah kepada Allah kita akan mencampurnya dengan darah Anda," ungkap salah seorang algojo di video yang berdurasi lima menit tersebut.

Sebanyak 21 orang umat Kristen Koptik Mesir dipenggal bersamaan di tepi pantai Libya. Karena berang, Mesir langsung menyerang basis ISIS di Libya sebagai balasan.

"Ini adalah kejahatan berupa pembunuhan yang tidak manusiawi. Mesir dan seluruh dunia tengah memerangi kelompok ekstremis yang membawa ideologi ekstrem tersebut," ujar Presiden Mesir Abdel Fattah al-Sisi dalam sebuah siaran televisi beberapa jam setelah video itu diunggah.

Pemerintah Mesir mengumumkan masa berkabung nasional selama tujuh hari sebagai bentuk duka cita atas tewasnya 21 umat Kristen Koptik Mesir yang dipenggal kelompok militan Negara Islam (IS).

Presiden Abdel Fattah al-Sisi mengumumkan, negara tersebut berkabung tujuh hari untuk seluruh korban.

Video penyembelihan 21 warga Mesir itu disebarkan kelompok IS Provinsi Tripoli Libya di dunia maya, Minggu (15/2/2015) malam.

Video yang membuat pemerintah Mesir berang itu diunggah di website resmi media propaganda ISIS, Al-Hayat. Sebanyak 21 warga Kristen Koptik Mesir digiring di tepi pantai dengan kondisi tangan terborgol.

Masing-masing menggunakan baju tahanan oranye seperti biasanya. Beberapa saat kemudian, 21 korban tersebut disuruh berlutut dan dipenggal bersamaan.

Pembicara militan kemudian menunjuk ke Utara dan berkata, "Kami akan menaklukkan Roma, dengan izin Allah."

Para korban itu ditangkap ISIS pada Desember tahun lalu dan Januari tahun ini. 21 korban tersebut diculik saat bekerja di Sirte, Libya. Sebagian kota tersebut memang dikuasai militan ISIS.

Tidak butuh waktu lama bagi Presiden Abdel Fattah al-Sisi untuk bereaksi atas kebiadaban ISIS.

Setelah mengumumkan masa berkabung, Presiden Mesir Abdel Fattah al-Sisi mengadakan pertemuan keamanan nasional darurat untuk membahas langkah selanjutnya terkait pembunuhan itu. Dia langsung menggelar rapat dadakan untuk merespons. Pemerintah Mesir juga berkoordinasi dengan pemerintah Libya agar Mesir diizinkan menyerang.

Abdel Fattah al-Sisi mengirim belasungkawa kepada "korban terorisme," menurut sebuah pernyataan yang dikeluarkan oleh kantor Kepresidenan.

Qalini Sanyout, yang dua keponakannya salah satu di antara para sandera, menjawab telepon AP, Minggu malam. Sanak keluarga mereka terdengar menangis histeris.

"Apa yang bisa kita katakan? Dapatkah seseorang memberitahu kami jika hal ini benar?" katanya berulang-ulang.

"Seluruh desa berduka. Para pria menutupi kepala mereka dengan debu dan lumpur."

Jenderal Abdel Fattah al-Sisi tidak hanya memiliki semangat untuk melindungi warganya, namun ini juga masalah harga diri dan kepercayaan publik bahwa dirinya mampu menjaga keamanan Mesir.

Saat dia masih menjabat pimpinan militer dan menggulingkan Presiden Mohamed Mursi pada 2013, Paus Kristen Koptik adalah salah seorang tokoh yang mendukungnya.

Pemerintah Mesir juga mendesak pasukan koalisi yang dipimpin Amerika Serikat (AS) untuk melebarkan serangannya terhadap ISIS hingga ke Libya. Sebab, saat ini kelompok militan di sana kian subur.

Mayoritas mendeklarasikan diri sebagai bagian dari ISIS. Militan ISIS Libya itu bahkan mengaku bertanggung jawab terhadap pengeboman di Hotel Corinthia, Tripoli, Libya beberapa waktu lalu. Serangan tersebut menewaskan sepuluh orang. Salah satunya adalah warga AS.

Sangat mungkin ISIS di Libya itu akan menyebar ke Mesir. Sebab, Mesir dan Libya berbagi perbatasan yang cukup luas. Untuk mencegah hal tersebut, Mesir juga berencana meningkatkan perangkat militer Mesir, yaitu, dengan memesan 24 pesawat jet tempur Rafale dan beberapa peralatan tempur lainnya pada Prancis. Pemesanan itu mencapai US$ 5,7 miliar atau setara Rp 72,53 miliar.

Berbagai pihak mengecam tindakan ISIS tersebut. Salah satunya adalah Paus Fransiskus. "Mereka dibunuh hanya karena fakta bahwa mereka adalah warga Kristiani. Tidak ada bedanya apakah mereka Katolik, Ortodok, Koptik, atau Protestan. Mereka semua Kristen," tutur Paus Fransiskus. (afp/reuters/bbc/cnn/ap)

See Also

Pengadilan Rusia Perintahkan Perempuan Yang Kabur Dari Karantina Balik Ke RS
Virus Korona Tewaskan Direktur Rumah Sakit Di Wuhan
Penembakan Di Century Plaza Bangkok
Jeff Bezos Donasi USD 10 Miliar Untuk Penelitian Iklim
Korban Tewas Akibat Virus Korona Total Jadi 1.868
1.789 Korban Tewas Akibat Virus Korona
Warga Kanada Di Kapal Pesiar Diamond Princess Segera Dievakuasi
Arab Saudi Larang Warganya Ke China
Dokter Pengungkap Virus Korona Meninggal Dunia
Korban Jiwa Virus Korona Bertambah Jadi 634
Jepang Karantina Seluruh Penumpang Kapal Pesiar Diamond Princess Terkait Virus Corona
Ratusan Warga Negara Malaysia Dan Keluarganya Dipulangkan Dari Wuhan
Penembakan Di Asrama Kampus Texas A & M University
7 Fakta Rumah Sakit Kilat Pasien Korban Virus Corona Wuhan
Singapura Umumkan 6 Kasus Baru Virus Korona
Rumah Sakit Kilat Virus Corona Wuhan Mulai Beroperasi
Penembakan Dalam Bus Greyhound Di California
Korban Meninggal Virus Korona Bertambah Jadi 362
TNI Siap Bantu Kebakaran Hutan Di Australia
Rudal Kenai Objek Di Langit Iran Saat Pesawat Ukraina Jatuh
Iran Sebut Pesawat Ukraina Terbakar Sebelum Jatuh
Pejabat AS Sebut Pesawat Ukraina Kemungkinan Kena Rudal Iran
Bencana Kebakaran Lahan Di Australia
Kapal Induk Kedua China Resmi Diluncurkan
PBB Sebut 7 Ribu Demonstran Iran Ditahan Akibat Protes Kenaikan BBM
jQuery Slider
Arsip :20202019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.886.343 Since: 05.03.13 | 0.1389 sec