Ekonomi

Sigit Priadi Pramudito Dirjen Pajak Baru

Friday, 06 Februari 2015 | View : 558

JAKARTA-SBN.

Menteri Keuangan (Menkeu) Republik Indonesia (RI) ke-29 Kabinet Kerja Jokowi-JK sejak 27 Oktober 2014, Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro atau lebih dikenal dengan nama Bambang Brodjonegoro secara resmi melantik Sigit Priadi Pramudito menjadi Direktur Jenderal (Dirjen) Pajak Kementerian Keuangan menggantikan Mardiasmo yang sebelumnya menjadi Pelaksana Tugas Dirjen Pajak.

Sigit Priadi Pramudito terpilih setelah melalui proses seleksi terbuka untuk pertama kalinya di lingkungan Kementerian Keuangan, sebagai Direktur Jenderal Pajak.

Pelantikan yang berlangsung di Gedung Juanda Kementerian Keuangan itu turut dihadiri oleh Ketua Komisi XI DPR RI Fadel Muhammad dan Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Harry Azhar Azis.

“Dengan ini menunjuk Sigit Priadi Pramudito menjadi Direktur Jenderal Pajak sesuai dengan surat Keputusan Presiden Joko Widodo,” kata Menkeu Bambang Brodjonegoro membacakan surat Keputusan Presiden (Keppres).

"Target penerimaan pajak begitu tinggi, tapi kami mempunyai keyakinan dan harapan bahwa dibawah pimpinan Pak Sigit, dibantu jajaran eselon dan seluruh warga DJP, target seharusnya bisa tercapai," imbuh Bambang Brodjonegoro saat memberikan sambutan dalam acara pelantikan pejabat eselon di Jakarta, Jumat (6/2/2015).

Bambang Brodjonegoro memberikan pesan khusus kepada Dirjen Pajak baru untuk meningkatkan kepatuhan Wajib Pajak, mengurangi kebocoran dalam penerimaan pajak serta memerangi setiap praktek yang menghalangi DJP dalam memungut pajak dari Wajib Pajak tertentu.

"Di satu sisi, kita jadikan tekad upaya meningkatkan penerimaan pajak tidak mengganggu iklim usaha dan tidak mengganggu aktivitas bisnis di Indonesia. Masyarakat yang harus khawatir dengan upaya kita menggalakan penerimaan pajak adalah Wajib Pajak yang nakal dan tidak patuh, kalau Wajib Pajak yang sudah patuh dan tidak nakal tentunya kita perlakukan sebagai mestinya," tambahnya.

Selain itu, Bambang Brodjonegoro mengharapkan Sigit Priadi Pramudito bisa memberikan kepempimpinan yang baik dan mendukung kinerja para pegawai di lingkungan DJP, agar penerimaan negara dari sektor pajak yang selama ini sulit mencapai target, dapat lebih maksimal pencapaiannya.

"Dari setiap individu DJP yang banyak, kita bisa berharap target bisa tercapai. Sistem IT, perbaikan remunerasi dan akses data bisa membantu, namun yang utama adalah determinasi dan militansi anak buah. Saya menganjurkan pak Sigit untuk mengayomi anak buah dengan memberikan motivasi setinggi-tingginya dan mengingatkan kalau tidak bekerja dengan semestinya," urai Bambang Brodjonegoro.

Sigit Priadi Pramudito memastikan akan meneruskan berbagai langkah intensifikasi maupun ekstensifikasi yang selama ini sudah dilakukan Dirjen Pajak sebelumnya serta melakukan beberapa pendekatan baru untuk mendorong optimalisasi penerimaan pajak yang ditargetkan dalam RAPBN-P 2015 sebesar Rp 1.244,7 triliun.

"Ada caranya, semua kan melalui pendekatan yang baik dan semua kita himbau. Saya yakin semua orang kalau kita himbau, pasti mau mereka," kata mantan Kepala Kantor Wilayah DJP Wajib Pajak Besar ini, saat ditemui seusai acara pelantikan.

Sebagai langkah pertama setelah menjabat sebagai Dirjen Pajak, Sigit mengatakan akan melakukan konsolidasi internal kepada seluruh jajaran eselon dan pegawai DJP agar langkah-langkah yang selama ini telah dijalankan dapat lebih optimal dan maksimal dalam menyumbang pendapatan negara.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Keuangan ikut melantik Suahasil Nazara sebagai Pelaksana Tugas Kepala Badan Kebijakan Fiskal, Sumiyati sebagai Kepala Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan, Susiwijono sebagai Staf Ahli Bidang Organisasi Birokrasi dan Teknologi Informasi dan Astera Primanto Bhakti sebagai Staf Ahli Bidang Penerimaan Negara.

Selain itu, Menteri Keuangan ikut melantik pejabat eselon II yang antara lain berasal dari Ditjen Perbendaharaan, Ditjen Kekayaan Negara, Ditjen Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko, Badan Kebijakan Fiskal serta Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan.

Selain melantik Sigit Priadi Pramudito, Bambang Brodjonegoro juga melantik Suahasil Nazara sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Kebijakan Fiskal menggantikan Andin Hadiyanto.

Dalam pelantikan lima pejabat eselon I dan delapan pejabat eselon II Kementerian Keuangan ini ikut hadir jajaran pejabat eselon I Kementerian Keuangan, Ketua BPK Harry Azhar Azis, Ketua Komisi XI DPR Fadel Muhammad dan Deputi Gubernur BI Hendar.

Berikut nama pejabat baru eselon I Kemenkeu yang dilantik:

Direktur jenderal Pajak: Sigit Priadi Pramudito.

Plt Kepala Badan Kebijakan Fiskal: Suahasil Nazara.

Staf Ahli Bidang Penerimaan Negara: Astera Primanto Bhakti.

Staf Ahli Bidang OBTI: Susiwijono Mugiharso.

Kepala BPPK: Sumiyati.

Direktur Jenderal Pajak Kementerian Keuangan terpilih, Sigit, demikian panggilan akrabnya, telah berkarier di Ditjen Pajak sejak 1987. Saat ini, dia mendapat jabatan cukup prestisius, yakni sebagai Kakanwil Wajib Pajak Besar di Dirjen Pajak. Akan tetapi, dibandingkan dengan calon lainnya, Sigit diduga memiliki harta kekayaan yang fantastik.

Dalam dua tahun, periode 2009-2011, kekayaannya meningkat cukup tajam. Dari jumlah Rp 13,8 miliar dan US$ 55 melompat jadi Rp 21,8 miliar, atau naik sebesar Rp 8 miliar dan US$ 39.536.

Harta lainnya yang dimiliki, yakni harta tak bergerak berupa 13 aset tanah dan bangunan yang tersebar di sejumlah daerah dengan nilai hingga Rp 21,2 miliar. Sedangkan untuk harta bergerak, tercatat memiliki sebanyak tiga mobil berbagai merek yang nilainya mencapai Rp 360 juta.

Tak hanya itu, Sigit pun mempunyai aset berupa logam mulia, barang-barang seni dan antik serta harta bergerak lainnya yang jumlah nilainya sampai Rp 390 juta. Ditambah lagi dengan harta berupa giro dan setara kas lainnya senilai Rp 21,2 juta dan US$ 1.800 serta aset berupa piutang dalam bentuk pinjaman uang sebesar US$ 37.736 dan utang sebesar Rp 55,9 juta.

Uniknya, dengan kekayaan melimpah tersebut, ternyata pria kelahiran 17 Mei 1957 itu adalah golongan IV/C. Namanya memang “kurang familiar” di kalangan nasional, namun Sigit Priadi Pramudito dinilai sebagai sosok senior di Ditjen Pajak.

Adapun gelar pendidikan terakhir dari Sigit Priadi Pramudito adalah Master of Arts in Economics. Dan, dengan terpilihnya Sigit Priadi Pramudito, berarti telah menyingkirkan beberapa pesaingnya yang semua merupakan rekan kerjanya sendiri.

Adapun calon Dirjen Pajak lainnya, antara lain Ken Dwijugiasteadi yang merupakan Kepala Kanwil Jawa Timur I. Kemudian, Suryo Utomo sebagai pelaksana pada Direktorat Ekstensifikasi dan Penilaian Ditjen Pajak.

Sementara itu, sejumlah massa buruh yang tergabung dalam Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) dan kelompok massa dari Masyarakat Peduli Indonesia selain, menyatakan dukungannya terhadap KPK juga meminta badan antikorupsi itu menangkap Dirjen Pajak baru Sigit Priadi Pramudito. “Sigit punya rekening gendut sebagaimana hasil penelusuran PPATK. KPK harus usut itu sebelum dia dilantik jadi Dirjen Pajak,” teriak Koordinator Masyarakat Peduli Indonesia Bakas Manyata sewaktu berorasi, di depan Kantor KPK, Jakarta, Jumat (6/2/2015).

Selain itu, Bakas Manyata menyebut, Sigit Priadi Pramudito terindikasi terlibat dalam kasus dugaan rekayasa Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) sewaktu menjadi Kakanwil Pajak di Provinsi Banten. Kasus itu telah disidik oleh Kejaksaan Agung (Kejagung) namun Sigit Priadi Pramudito belum tersentuh.

“Kejagung telah menetapkan 5 tersangka, namun anehnya dalang intelektual kasus tersebut masih berkeliaran bebas dan mau dijadikan Dirjen Pajak,” cetusnya.

See Also

Kodim 0716/Demak Buka Stand Pasar Murah
Babinsa Kodim 0716/Demak Perkuat Alsintan Dengan Diklat
Mengoptimalkan LTT Dengan Pemanfaatan Alsintan
Awas Tamu Tak Diundang Di Saat Panen Tiba
Demak Panen Raya Perdana Jagung Hibrida
Dandim 0716/Demak Jamin Demplot Kodim Kualitas Dan Produktivitasnya Panen Bagus
Generasi Muda Didorong Untuk Kreatif
Bursa Nikkei Dibuka Menguat
Menteri Perindustrian Bertemu Menteri Ekonomi Pendidikan Riset Swiss, Bahas Kerja Sama Dua Negara
Presiden Joko Widodo Terima Kunjungan Menteri Ekonomi Pendidikan Riset Swiss
Babinsa Pendampingan Nyemprot Tanaman Padi
7,23 Juta Wajib Pajak Yang Sudah Lapor SPT
Koperasi Kodim 0716/Demak Ikuti Pasar Murah
Babinsa Koramil 10/Kradenan Bersama Petani Panen Jagung
Babinsa Koramil 05/Cepu Bantu Petani Bajak Sawah
Persit Ranting 9/Kedungtuban Semangati Suami Tanam Padi
Babinsa Koramil 08/Kedungtuban Monitoring Pendistribusian Pupuk Subsidi
Babinsa Koramil 09/Randublatung Bersama Petani Panen Padi
Danramil 07/Gajah Terus Berupaya Supaya Bulog Membeli Gabah Petani
Babinsa Desa Babat Belajar Mesin Perontok Padi
Koperasi Primer Kodim 0716/Demak Gelar RAT Ke-48
Menteri Pertanian RI Panen Raya Padi Di Blora
Wall Sreet Menguat Jelang Pelantikan Donald Trump
Bukittinggi Targetkan 600 Ribu Wisatawan Pada 2017
Donald Trump Ancam Toyota Motor Corporation
jQuery Slider

Comments

Arsip :201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 6.962.660 Since: 05.03.13 | 0.2579 sec