Hukum

Saksi Ahli KPK Minta Kesaksiannya Tak Dipotong Pengacara Calon Kapolri

JAKARTA-SBN.

Tim penasihat hukum lembaga antirasuah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hanya menghadirkan dua saksi ahli, dari tiga orang yang mereka janjikan sebelumnya. Keduanya akan bersaksi dalam sidang lanjutan praperadilan yang diajukan pihak calon Kepala Polisi Republik Indonesia (Kapolri) Komisaris Jenderal Polisi (Komjen Pol.) Drs. Budi Gunawan, S.H., M.Si., Ph.D., di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan (Jaksel).

Keduanya adalah dosen Universitas Padjajaran (Unpad), Bernard Arif Sidharta dan dosen Fakultas Hukum Universitas Gajah Mada (UGM), Zainal Arifin Mochtar.

Selain menghadirkan saksi ahli, penasihat hukum KPK, Catharina Mulia Girsang juga mengatakan pihaknya akan menghadirkan saksi fakta sekitar 4 orang. Dirinya yakin bahwa Hakim akan menyediakan waktu yang cukup untuk mendengar kesaksian dari para saksi ahli dan saksi fakta yang kubu KPK bawa.

"Saya yakin saksi kami akan diberikan waktu yang cukup oleh Hakim. Tapi nanti kita lihat," tukas Catharina Muliana Girsang di PN Jaksel, Jumat (13/2/2015).

Chatarina Muliana Girsang juga menyatakan optimistis, bahwa semua keterangan yang akan disampaikan para saksi ahli akan menguatkan posisi KPK pada persidangan ini. "Saya yakin mereka akan menguatkan dalil kami," pungkasnya.

Zainal Arifin Mochtar pun didaulat untuk terlebih dahulu memberikan kesaksiannya, tentang pendapatnya terkait lembaga independen.

Persidangan praperadilan Komisaris Jenderal Polisi (Komjen Pol.) Budi Gunawan sempat memanas. Salah satu dari tim penasihat hukum calon Kepala Polisi Republik Indonesia (Kapolri) Komisaris Jenderal Polisi (Komjen Pol.) Drs. Budi Gunawan, S.H., M.Si., Ph.D., advokat Frederich Yunadi ditertawakan oleh sejumlah peserta sidang lanjutan praperadilan Komjen Pol. Budi Gunawan di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan (Jaksel).

Pengacara Frederich Yunadi ditertawakan karena membentak salah satu saksi ahli dari tim lembaga antirasuah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Zainal Arifin Mochtar.

Kejadian itu berawal ketika advokat Frederich Yunadi merasa tak puas dengan jawaban dari saksi ahli Zainal Arifin Mochtar mengenai perbedaan azas dari kalimat 'kolektif' dan 'bersama-sama' dalam konteks UU No.30/2003 tentang KPK.

Hal ini terjadi pada saat salah satu penasihat hukum Komjen Pol. Budi Gunawan, advokat Fredrich Yunadi bertanya kepada dosen Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (UGM) Zainal Arifin Mochtar yang dihadirkan sebagai saksi ahli oleh penasihat hukum Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Dalam persidangan yang berlangsung di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, ‎advokat Fredrich Yunadi menanyakan mengenai perbedaan kalimat kolektif dan bersama-sama dalam konteks Undang-undang Nomor 30 Tahun 2002 tentang KPK.

Saksi ahli Zainal Arifin Mochtar lantas memberikan jawaban atas pertanyaan advokat Fredrich Yunadi.

"Memang, dalam Pasal 21 UU KPK pun yang dimaksud kolektif adalah bersama-sama. Sementara, kalau kolegial itu adalah musyawarah," terang Zainal Arifin Mochtar dalam kesaksiannya pada persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan (Jaksel), Jumat (13/2/2015).

Advokat Frederich Yunadi pun terlihat mulai naik pitam, saat saksi ahli itu hendak memberikan contoh berupa UU serupa milik Komisi Yudisial (KY). Dalam Undang-undang itu disebutkan mengenai hal sama dengan pemahaman dari UU yang disebutkan sebelumnya.

Pakar hukum tata negara tersebut sempat memberikan contoh dengan UU Komisi Yudisial. Namun, belum sampai Zainal Arifin Mochtar meneruskan contohnya itu, advokat Frederich Yunadi langsung membentaknya. Sebelum Zainal Arifin Mochtar menjelaskan, pengacara Fredrich Yunadi langsung memotong. Advokat Fredrich Yunadi menyatakan tidak meminta ahli untuk mencontohkan UU KY.

"Saya tidak minta ahli mencontohkan UU KY. Saya mengkontekskan pertanyaan saya ini dengan UU KPK. Lalu kenapa harus menjelaskan sesuatu hal yang berbeda?" ketus pengacara Frederich Yunadi sambil membentak dengan nada tinggi.

Tak pelak lagi, sejumlah pengunjung sidang pun langsung tertawa melihat kelakuan sang pengacara yang entah kenapa tiba-tiba seperti naik pitam tanpa sebab.

Hal itu pun sempat membuat suasana ruang sidang berubah jadi riuh dengan tertawaan bagi pengacara tersebut. Hal itu membuat ruangan sidang menjadi ramai. Bahkan, adapula pengunjung yang tertawa melihat kelakuan advokat Frederich Yunadi.

Di barisannya, beberapa penasihat hukum KPK pun senyum-senyum melihat kondisi seperti itu.

Saksi ahli Zainal Arifin Mochtar juga menyampaikan protes. Saksi ahli dari kubu KPK, Zainal Arifin Mochtar, merasa tak terima setelah dibentak oleh salah satu penasihat hukum Komjen Pol. Budi Gunawan, Frederich Yunadi. Ia mengaku tidak suka dengan kelakuan advokat Frederich Yunadi.

Dosen dari Universitas Gajah Mada (UGM) itu pun memperingatkan, bahwa dalam kapasitasnya sebagai saksi, dia tidak senang jika kerelaannya untuk bersaksi dalam agenda hari ini tidak dihargai dalam persidangan.

"Saya tidak suka keterangan saya di sidang ini dipotong-potong seperti tadi ya," tegas Zainal Arifin Mochtar di PN Jaksel, Jumat (13/2/2015).

Melihat dinamika tersebut, Hakim tunggal praperadilan Sarpin Rizaldi pun segera mengambilalih situasi. Akhirnya, Hakim tunggal Sarpin Rizaldi langsung menengahi. Hakim Sarpin Rizaldi mengingatkan kepada pengacara Frederich Yunadi untuk mendengar jawaban saksi ahli terlebih dahulu. Hakim Sarpin Rizaldi mengingatkan advokat Frederich Yunadi untuk mendengar jawaban saksi ahli terdahulu dan tidak memotong pembicaraannya.

Saat ini sidang tersebut sedang diskors, guna memberikan waktu bagi para pesertanya untuk beristirahat dan beribadah Jumat.

Agenda sidang praperadilan lanjutan Jumat (13/2/2015) hari ini adalah hari kedua dengan mengagendakan pembuktian terakhir dari tim penasihat hukum KPK terhadap materi pembelaan praperadilan pihak Komjen Pol. Budi Gunawan mengenai penetapan status tersangkanya.

Sidang pembuktian ini telah memasuki tahap akhir, setelah sebelumnya Hakim tunggal Sarpin Rizaldi juga telah memberikan kesempatan yang sama kepada pihak Komjen Pol. Budi Gunawan, selama dua hari untuk sidang pembuktian dalil praperadilan dari pihak Komjen Pol. Budi Gunawan, pada Selasa (10/2/2015) dan Rabu (11/2/2015) kemarin. Sementara itu, waktu putusan akhir dari sidang praperadilan Komjen Pol. Budi Gunawan versus KPK ini, dijadwalkan akan digelar pada Senin (16/2/2015) mendatang.

See Also

Keterangan Ahli Di Sidang Praperadilan Terkait Eksekusi Penahanan Matheus Mangentang
Peras Mantan Petinggi Polri, Hukuman Sisca Dewi Diperberat
LBH Ansor Jateng Apresiasi Penangkapan Cepat Polres Kebumen Terhadap Pelaku Kekerasan Seksual
Kapolres Bitung Perintahkan Pelaku Kejahatan Ditembak Di Tempat
Reserse Polres Bitung Bekuk Residivis Sadis Pembegal Motor
Satuan Reskrim Polres Bitung Tangkap Dua Tersangka Curanmor
Mahasiswa Unesa Sorot Penggunaan Dana Pembelian Mebel Di Kampus
KPK Tetapkan Dirut PT. Rohde And Schwarz Indonesia Sebagai Tersangka
KPK Akan Segera Periksa Saksi Dan Tersangka Suap KONI
KPK Cekal Robert Tantular Ke Luar Negeri
Tim Resmob Dan Tarsius Bitung Lumpuhkan Pencuri Kambuhan
Mahkamah Agung Hukum Alfian Tanjung 2 Tahun Penjara
Polda Jatim Duga Ada Kesalahan Teknis Proyek Berujung Jalan Gubeng Ambles
KPAI Apresiasi Langkah Cepat Polri Proses Bahar Bin Smith
Polri Sebut Penahanan Tersangka Bahar Bin Smith Murni Kasus Hukum
Polri Koordinasi Dengan LPSK Amankan 2 Remaja Korban Bahar Bin Smith
Usai OTT KPK, Kemenpora Lanjutkan Program SEA Games-Olimpiade
KPK Sita Miliaran Rupiah Terkait OTT Pejabat Kemenpora Dan KONI
Polri Kantongi Bukti Penganiayaan Oleh Bahar Bin Smith
KPK OTT Pejabat Kemenpora Dan Pengurus KONI
Polres Metro Jakarta Selatan Buru Pembunuh Perempuan Muda Di Kebagusan City
Pembunuh Keji Sopir Taksi Online Divonis 10 Tahun Penjara
Uang Pengganti E-KTP, KPK Sita Rp 862 Juta Dari Setya Novanto
Keterangan Ahli Ketua DPD KAI DKI Jakarta Pada Sidang Lanjutan Julius Lobiua
TNI AL Ringkus Pelaku Narkoba Di Tanjung Ahus
jQuery Slider

Comments

Arsip :2019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.498.518 Since: 05.03.13 | 0.134 sec