Hukum

Kepsek SMAN 3 Setiabudi Jaksel Dipolisikan

Thursday, 12 Februari 2015 | View : 803

JAKARTA-SBN.

Orang tua murid SMAN 3, Setiabudi, Jakarta Selatan, tak hanya melaporkan Erick dengan perkara perbuatan cabul ke Polda Metro Jaya. Kepala Sekolah SMAN 3 Setiabudi Jakarta Selatan, Retno Listyarti juga kena dipolisikan para wali murid. Kepala Sekolah SMAN 3 Setiabudi, Jakarta Selatan, berinisial RL tersebut, dilaporkan ke Polda Metro Jaya, lantaran diduga melakukan tindakan diskriminatif berupa skorsing terhadap sejumlah murid.

Salah satu orang tua saksi PC yang kebetulan berprofesi sebagai pengacara, atas nama Frans Paulus, akhirnya membuat laporan dugaan tindak diskriminasi terhadap anak yang dilakukan RL dengan Nomor Laporan LP/466/II/2015/PMJ/Dit Reskrimum 4 Februari 2015. Laporan ini tertera dalam Nomor Laporan: LP/446/II/2015/PMJ/Dit.Reskrimum yang dibuat pada 4 Februari 2015 lalu. Pelapor diketahui bernama Frans Paulus. Advokat Frans Paulus melaporkan Retno Listyarti dengan perkara diskriminasi terhadap anak.

Akibatnya, RL, terancam dijerat Pasal 77 Juncto Pasal 76 A huruf a Undang-undang RI Nomor 35 Tahun 2014.

Dari surat laporan tersebut, tertera ada enam nama korban siswa yang mendapatkan skorsing dari sekolah karena diduga telah terlibat pemukulan terhadap Erick. Mereka adalah HJP, PRA, AEM, EMA, MRPA, dan PC. Mereka tak boleh ke sekolah selama dua bulan, sejak 11 Februari sampai 9 Maret dan 16 Maret sampai 13 April 2015.

Hukuman ini jatuh pasca pengeroyokan keenam murid itu kepada Erick yang merupakan warga sekitar sekolah diketahui pihak sekolah.

Cerita awalnya bermula pada Jumat (30/1/2015). Ketika itu, laju motor AE tiba-tiba dihadang Erick yang mengaku sebagai polisi. Erick minta AE menunjukkan surat-surat kendaraannya.

Tapi, AE tak percaya Erick polisi. Musababnya, dia mencium bau alkohol dari mulut Erick. Di tengah cek-cok, muncul dua teman AE, masing-masing HJP (perempuan) dan PC. Tanpa diduga, Erick mengelus tangan dan pipi HJ. Melihat gelagat tak beres, PC mengajak AE dan HJP pergi.

Erick murka karena merasa diacuhkan. Dia membentak dan hendak memukul. AE pun tak tinggal diam. "Karena merasa terancam, saya pukul dia duluan. Lalu dibantu teman-teman," tutur AE beberapa waktu lalu.

Kebetulan datang pula teman mereka yang lainnya, yakni, PR, EMA, dan MRPA. Erick otomatis menjadi bulan-bulanan. Tapi, warga setempat mencegah ketika mereka mau membawa Erick ke kantor polisi.

Satu pekan setelah peristiwa berlalu, pihak sekolah mendapat laporan enam siswa mereka mengeroyok Erick. Tanpa konfirmasi, pihak sekolah langsung merumahkan sementara AE cs.

Keputusan sekolah jelas membuat orang tua keenam siswa mutung. Mereka sudah mengadukan persoalan ini ke Dinas Pendidikan DKI.

Juru Bicara Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol.) Martinus Sitompul, mengatakan laporan itu bermula dari peristiwa dugaan pencabulan yang dilakukan seorang alumni bernama Erick terhadap HJP siswi SMAN 3 Setiabudi.

Kronologi kejadian, bermula ketika Erick mencoba merampas sepeda motor saksi atas nama Alif, di dekat SMAN 3 Setiabudi, tanggal 30 Januari 2015 lalu. Kemudian, korban HJP mencoba membantu saksi. Namun, saat mau membantu, pelaku meraba dada korban.

Lalu, teman-teman korban berinisial PRA, AEM, MRPA, dan PC datang membantu dan akhirnya terjadi perkelahian hingga Erick mengalami luka-luka. "Ternyata E (Erick) melaporkan kejadian perkelahian tersebut ke terlapor (kepala sekolah)," papar Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Martinus Sitompul, Jumat (6/2/2015).

Ia menyampaikan, kepala sekolah menerima laporan itu dan memberikan hukuman berupa sanksi skorsing selama 39 hari tidak masuk sekolah, terhadap korban dan saksi-saksi.

“Korban merasa dirugikan karena tidak dapat mengikuti proses belajar mengajar untuk mengikuti Ujian Akhir Sekolah. Hal ini, berakibat para korban mengalami kerugian materil maupun non materil yang menghambat fungsi sosialnya,” urai mantan Kabid Humas Polda Jawa Barat, Kombes. Pol. Martinus Sitompul.

See Also

Bareskrim Polri Tetap Usut Korupsi PD Sarana Jaya
KPK Perpanjang Penahanan Kadis PUPR Mojokerto
Bareskrim Polri Tahan 7 Tersangka Terkait Kasus Praktik Bank Gelap Hanson International
KPK Perpanjang Penahanan Dirut PT. CMI Teknologi Rahardjo Pratjihno
KPK Geledah Rumah Anggota DPRD Tulungagung
Kasus PT. Asuransi Jiwasraya (Persero), Kejagung Periksa 27 Saksi Pemilik Rekening Saham
KPK Geledah Gedung DPRD Tulungagung
KPK Periksa Direktur Utama PT. Antam (Persero) Tbk
KPK Akui Adanya Aturan Melarang Pimpinan Temui Pihak Terkait Perkara
Polda Jatim Segera Ungkap TPPU Kasus Investasi Bodong MeMiles
Polda Jatim Bidik TPPU Kasus Investasi Bodong MeMiles
Reynhard Sinaga Ditahan Di Sel Maximum Security
Universitas Manchester Cabut 2 Gelar Magister Reynhard Sinaga
Kolaborasi Bareskrim Dan BNN Amankan 250 Kg Ganja Di Jakarta
Kasus Investasi Bodong MeMiles Segera Dilimpahkan Ke Kejati Jatim
Kasus Investasi Bodong MeMiles, Polda Jatim Periksa Siti Badriah
KPK Sita Rumah Dan Mobil Mantan Bupati Cirebon
Jaksa Teliti Berkas Tersangka Kasus Novel Baswedan
KPK Periksa Komisioner KPU
Polri Selidiki Negara Rakyat Nusantara
Jaksa Agung Sebut Kasus Jiwasraya Merugikan Negara Rp 13,7 Triliun
Bea Cukai Berkoordinasi Dengan Polda Metro Jaya Tangani Kasus Penyelundupan
Pengacara Yang Sukses Mengadakan MoU Dengan Negara Lain
Polda Metro Jaya Tahan Para Tersangka Kasus Penculikan WN Inggris
Presiden Joko Widodo Resmi Lantik Idham Azis Sebagai Kapolri Baru
jQuery Slider

Comments

Arsip :20202019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 8.491.273 Since: 05.03.13 | 0.2565 sec