Hukum

Berkali-kali Hakim Tegur Pengacara Komjen Pol Budi Gunawan

JAKARTA-SBN.

Persidangan gugatan praperadilan Komisaris Jenderal Polisi (Komjen Pol.) Drs. Budi Gunawan, S.H., M.Si., Ph.D. yang berlangsung di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan (Jaksel) menghadirkan saksi fakta dari lembaga antirasuah, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Dalam sidang tersebut, tim penasihat hukum Komjen Pol. Budi Gunawan melontarkan pertanyaan yang tak relevan kepada saksi Ibnu C. Purba, yang berprofesi sebagai penyelidik KPK.

Hakim tunggal Sarpin Rizaldi harus berkali-kali menegur tim penasihat hukum Komjen Pol. Budi Gunawan. Sebab, pengacara Komjen Pol. Budi Gunawan melontarkan pertanyaan yang berulang-ulang dan tidak sesuai materi praperadilan.

Salah satu penasihat hukum Komjen Pol. Budi Gunawan, Frederich Yunadi, menanyakan perihal latar belakang saksi yang sebelum menjadi penyelidik KPK bekerja di Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan. Sehingga, Ibnu C. Purba tidak memiliki latar belakang Sarjana Hukum (S.H.) atau praktisi hukum. "Landasan hukum apa saudara diangkat jadi penyelidik?" tanya advokat Frederich Yunadi.

Ibnu C. Purba pun bertutur bahwa dia diangkat sebagai tenaga fungsional penyelidik berdasarkan surat keputusan KPK.

Pengacara Frederich Yunadi kembali menanyakan asas hukum terkait dengan penyelidikan. Untuk pertanyaan ini, menjawab lupa. Kemudian Kepala Biro Hukum KPK Chatarina Muliana Girsang mengajukan keberatan ke Hakim Sarpin Rizaldi perihal pertanyaan yang diajukan advokat Frederich Yunadi. Namun, advokat Frederich Yunadi malah menyela dengan nada suara tinggi. "Saya bicara dengan saksi. Mereka bukan pembela," tukasnya.

Hakim Sarpin pun menengahi perdebatan antara Chatarina Muliana Girsang dan Frederich Yunadi. "Saksi sudah bilang lupa, tidak usah disimpulkan," tegas Hakim.

Advokat Frederich Yunadi kembali memanfaatkan kesempatan bertanya kepada Ibnu C. Purba. "Keterangan yang saudara buat dalam penyelidikan, bukan pro yudisial, bagaimana saudara bisa menetapkan BG (Budi Gunawan) sebagai calon tersangka, saudara bukan penyidik?" tanyanya.

Lagi-lagi, Hakim Sarpin Rizaldi harus kembali mengingatkan advokat Frederich Yunadi. "Saudara, saya ingatkan, jangan saudara menyimpulkan sendiri. Kita menggali fakta apa yang dia terangkan. Dia sudah menyelidik, ekspose, dan menetapkan tersangka bukan dia sendiri. Sehingga tidak perlu tanyakan seperti itu. Tanyakan yang lain saja," ujar Hakim Sarpin Rizaldi.

Hakim Sarpin Rizaldi menilai pertanyaan penasihat hukum Komjen Pol. Budi Gunawan tak normal sehingga memutuskan langsung mengambil alih pertanyaan advokat Frederich Yunadi. "Saya ambil alih supaya normal sedikit. Saudara diberi surat perintahkan penyelidikan Juni 2014, pertanyaan dari kuasa hukum, siapa-siapa saja penyelidik yang ditugaskan berdasarkan surat perintah? Sendiri atau tim? Ini untuk mengetahui penyelidik atau bukan?" tanya Hakim Sarpin Rizaldi.

Hingga saat ini, saksi Ibnu C. Purba masih dicecar puluhan pertanyaan.

Komjen Pol. Budi Gunawan mengajukan gugatan praperadilan terhadap KPK atas penetapan dirinya sebagai tersangka kepemilikan rekening gendut. Komjen Pol. Budi Gunawan tetap dijerat Pasal 12 a atau b, Pasal 5 ayat (2), Pasal 11 atau 12 b Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi.

Persidangan praperadilan pekan ini mengagendakan keterangan saksi-saksi dari Komjen Pol. Budi Gunawan dan KPK. Hakim memberikan waktu kepada kubu Komjen Pol. Budi Gunawan dan KPK untuk mengajukan bukti dalam sidang praperadilan. KPK ‎diberikan kesempatan untuk menghadirkan saksi pada hari Kamis (12/2/2015) dan Jumat (13/2/2015). Sebelumnya, kubu Komjen Pol. Budi Gunawan sudah mendapatkan waktu menghadirkan saksi fakta dan ahli pada hari Selasa (10/2/2015) dan Rabu (11/2/2015).

Hakim akan memberikan putusan pada Senin (16/2/2015).

See Also

KPK Geledah Rumah Anggota DPRD Tulungagung
Kasus PT. Asuransi Jiwasraya (Persero), Kejagung Periksa 27 Saksi Pemilik Rekening Saham
KPK Geledah Gedung DPRD Tulungagung
KPK Periksa Direktur Utama PT. Antam (Persero) Tbk
KPK Akui Adanya Aturan Melarang Pimpinan Temui Pihak Terkait Perkara
Polda Jatim Segera Ungkap TPPU Kasus Investasi Bodong MeMiles
Polda Jatim Bidik TPPU Kasus Investasi Bodong MeMiles
Reynhard Sinaga Ditahan Di Sel Maximum Security
Universitas Manchester Cabut 2 Gelar Magister Reynhard Sinaga
Kolaborasi Bareskrim Dan BNN Amankan 250 Kg Ganja Di Jakarta
Kasus Investasi Bodong MeMiles Segera Dilimpahkan Ke Kejati Jatim
Kasus Investasi Bodong MeMiles, Polda Jatim Periksa Siti Badriah
KPK Sita Rumah Dan Mobil Mantan Bupati Cirebon
Jaksa Teliti Berkas Tersangka Kasus Novel Baswedan
KPK Periksa Komisioner KPU
Polri Selidiki Negara Rakyat Nusantara
Jaksa Agung Sebut Kasus Jiwasraya Merugikan Negara Rp 13,7 Triliun
Bea Cukai Berkoordinasi Dengan Polda Metro Jaya Tangani Kasus Penyelundupan
Pengacara Yang Sukses Mengadakan MoU Dengan Negara Lain
Polda Metro Jaya Tahan Para Tersangka Kasus Penculikan WN Inggris
Presiden Joko Widodo Resmi Lantik Idham Azis Sebagai Kapolri Baru
Keterangan Ahli Di Sidang Praperadilan Terkait Eksekusi Penahanan Matheus Mangentang
Peras Mantan Petinggi Polri, Hukuman Sisca Dewi Diperberat
LBH Ansor Jateng Apresiasi Penangkapan Cepat Polres Kebumen Terhadap Pelaku Kekerasan Seksual
Kapolres Bitung Perintahkan Pelaku Kejahatan Ditembak Di Tempat
jQuery Slider

Comments

Arsip :20202019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.903.012 Since: 05.03.13 | 0.1641 sec