Hukum

5 Polisi Bundaran HI Distafkan

Tuesday, 10 Februari 2015 | View : 594

JAKARTA-SBN.

Sebanyak lima anggota polisi Direktorat Lalu Lintas Kepolisian Daerah (Polda) Metro Jaya yang diduga menerima “salam tempel” dari sejumlah kernet bus Kopaja dan Metro Mini di Bundaran HI diberikan sanksi distafkan.

"Hasil penyelidikan, lima anggota polantas distafkan atau tidak bertugas di lapangan," ungkap Kepala Bidang (Kabid) Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol.) Martinus Sitompul, Selasa (10/2/2015).

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Martinus Sitompul enggan merinci identitas kelima anggota itu. "Yang pasti mereka diduga terlibat pungli itu," bebernya. Meski dalam pemeriksaan kelimanya menyatakan tidak ada negosiasi dengan kernet Kopaja atau Metro Mini. "Tidak ada negosiasi dan tanpa disuruh. Kami juga periksa sopir Kopaja," tambah dia.

Kelima anggota itu telah diserahkan ke satuannya (korps) masing-masing. "Tapi proses penyelidikan jalan terus," tegas Kombes Pol. Martinus Sitompul.

Perilaku kernet Kopaja tersebut direkam seorang netizen. Ia lalu mengunggahnya ke YouTube. Dalam video berdurasi 2 menit 12 detik itu, terlihat setiap kernet bus memberi "tip" kepada polisi yang bertugas di Bundaran HI agar dibolehkan memutar di tempat terlarang.

Berdasarkan keterangan pengunggah video itu, aksi pungli tersebut direkamnya secara sengaja pada 15 Januari 2015. Menurut keterangan yang ada di YouTube, video itu direkam pada 15 Januari 2015 sekitar pukul 17.00-18.00 WIB. Dalam video itu terlihat jelas, sejumlah bus kopaja yang melewati Jalan Jenderal Sudirman hendak berputar arah di Bundaran HI. Sebelum berputar, kondektur dari bus-bus tersebut tampak turun dan menaruh sesuatu di dekat tanaman yang ada di separator jalan di dekat pos polisi. Kernet kopaja terlihat berlari-lari menunju pos polisi di Bundaran Hotel Indonesia (HI). Setelah itu, kopaja yang seharusnya menuju Tanah Abang memutar di Bundaran HI kembali ke Jalan Jenderal Sudirman. Selanjutnya, petugas seperti “menutup mata” dengan aksi bus-bus yang memutar arah di depan pos polisi. Seharusnya bus-bus tersebut dilarang memutar arah dan melanjutkan trayeknya ke arah Tanah Abang.

Video tersebut menunjukkan sebuah praktik pungutan liar (pungli) yang dilakukan oleh sejumlah petugas polisi yang berada di pos polisi Bundaran Hotel Indonesia. Video berdurasi 2 menit 12 detik tersebut diunggah seorang netizen, pemilik akun dengan nama akun Ray Hendriks pada Kamis (5/2/2015). "Baru diunggah ke YouTube pada 5 Februari," papar Kombes Pol. Martinus Sitompul.

Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol.) Risyapudin terkejut saat melihat video "Kopaja Setor ke Polisi di Bundaran HI" yang ada di YouTube. Sesekali, ia memicingkan matanya untuk melihat secara lebih jelas video berdurasi 2 menit 12 detik itu.

Setelah menonton video tersebut, Risyapudin membantah itu sebagai pungli. “Tidak ada pungli-pungli. Itu cuma oknum, tentu akan kami tindak tegas,” kata Kombes Pol. Risyapudin saat ditemui di Gedung Ditlantas Polda Metro Jaya, Kamis (5/2/2015) siang.

Ia mengatakan, seharusnya di Bundaran HI tidak hanya ada polisi lalu lintas, tetapi juga dari Satuan Patroli dan Pengawalan, serta dari Dinas Perhubungan. Karena itu, ia berjanji untuk segera menelusuri oknum yang melakukan praktik pungli tersebut.

Kombes Pol. Risyapudin mengatakan, ia akan memerintahkan Kepala Satuan Penegakan Pengaturan Ditlantas Polda Metro Jaya untuk melakukan penyelidikan oknum petugas yang melakukan praktik pungli. Selanjutnya, pihaknya akan melakukan peneguran terhadap oknum tersebut supaya tidak mengulanginya lagi.

“Lalu kita proses melalui Propram (Divisi Profesi dan Pengamanan Polda Metro Jaya) karena adanya penyalahgunaan wewenang jabatan selaku aparat penegak hukum,” kata Kombes Pol. Risyapudin. (tem/kom/jos)

See Also

Keterangan Ahli Di Sidang Praperadilan Terkait Eksekusi Penahanan Matheus Mangentang
Peras Mantan Petinggi Polri, Hukuman Sisca Dewi Diperberat
LBH Ansor Jateng Apresiasi Penangkapan Cepat Polres Kebumen Terhadap Pelaku Kekerasan Seksual
Kapolres Bitung Perintahkan Pelaku Kejahatan Ditembak Di Tempat
Reserse Polres Bitung Bekuk Residivis Sadis Pembegal Motor
Satuan Reskrim Polres Bitung Tangkap Dua Tersangka Curanmor
Mahasiswa Unesa Sorot Penggunaan Dana Pembelian Mebel Di Kampus
KPK Tetapkan Dirut PT. Rohde And Schwarz Indonesia Sebagai Tersangka
KPK Akan Segera Periksa Saksi Dan Tersangka Suap KONI
KPK Cekal Robert Tantular Ke Luar Negeri
Tim Resmob Dan Tarsius Bitung Lumpuhkan Pencuri Kambuhan
Mahkamah Agung Hukum Alfian Tanjung 2 Tahun Penjara
Polda Jatim Duga Ada Kesalahan Teknis Proyek Berujung Jalan Gubeng Ambles
KPAI Apresiasi Langkah Cepat Polri Proses Bahar Bin Smith
Polri Sebut Penahanan Tersangka Bahar Bin Smith Murni Kasus Hukum
Polri Koordinasi Dengan LPSK Amankan 2 Remaja Korban Bahar Bin Smith
Usai OTT KPK, Kemenpora Lanjutkan Program SEA Games-Olimpiade
KPK Sita Miliaran Rupiah Terkait OTT Pejabat Kemenpora Dan KONI
Polri Kantongi Bukti Penganiayaan Oleh Bahar Bin Smith
KPK OTT Pejabat Kemenpora Dan Pengurus KONI
Polres Metro Jakarta Selatan Buru Pembunuh Perempuan Muda Di Kebagusan City
Pembunuh Keji Sopir Taksi Online Divonis 10 Tahun Penjara
Uang Pengganti E-KTP, KPK Sita Rp 862 Juta Dari Setya Novanto
Keterangan Ahli Ketua DPD KAI DKI Jakarta Pada Sidang Lanjutan Julius Lobiua
TNI AL Ringkus Pelaku Narkoba Di Tanjung Ahus
jQuery Slider

Comments

Arsip :2019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.538.780 Since: 05.03.13 | 0.1458 sec