Hukum

5 Polisi Bundaran HI Distafkan

Tuesday, 10 Februari 2015 | View : 673

JAKARTA-SBN.

Sebanyak lima anggota polisi Direktorat Lalu Lintas Kepolisian Daerah (Polda) Metro Jaya yang diduga menerima “salam tempel” dari sejumlah kernet bus Kopaja dan Metro Mini di Bundaran HI diberikan sanksi distafkan.

"Hasil penyelidikan, lima anggota polantas distafkan atau tidak bertugas di lapangan," ungkap Kepala Bidang (Kabid) Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol.) Martinus Sitompul, Selasa (10/2/2015).

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Martinus Sitompul enggan merinci identitas kelima anggota itu. "Yang pasti mereka diduga terlibat pungli itu," bebernya. Meski dalam pemeriksaan kelimanya menyatakan tidak ada negosiasi dengan kernet Kopaja atau Metro Mini. "Tidak ada negosiasi dan tanpa disuruh. Kami juga periksa sopir Kopaja," tambah dia.

Kelima anggota itu telah diserahkan ke satuannya (korps) masing-masing. "Tapi proses penyelidikan jalan terus," tegas Kombes Pol. Martinus Sitompul.

Perilaku kernet Kopaja tersebut direkam seorang netizen. Ia lalu mengunggahnya ke YouTube. Dalam video berdurasi 2 menit 12 detik itu, terlihat setiap kernet bus memberi "tip" kepada polisi yang bertugas di Bundaran HI agar dibolehkan memutar di tempat terlarang.

Berdasarkan keterangan pengunggah video itu, aksi pungli tersebut direkamnya secara sengaja pada 15 Januari 2015. Menurut keterangan yang ada di YouTube, video itu direkam pada 15 Januari 2015 sekitar pukul 17.00-18.00 WIB. Dalam video itu terlihat jelas, sejumlah bus kopaja yang melewati Jalan Jenderal Sudirman hendak berputar arah di Bundaran HI. Sebelum berputar, kondektur dari bus-bus tersebut tampak turun dan menaruh sesuatu di dekat tanaman yang ada di separator jalan di dekat pos polisi. Kernet kopaja terlihat berlari-lari menunju pos polisi di Bundaran Hotel Indonesia (HI). Setelah itu, kopaja yang seharusnya menuju Tanah Abang memutar di Bundaran HI kembali ke Jalan Jenderal Sudirman. Selanjutnya, petugas seperti “menutup mata” dengan aksi bus-bus yang memutar arah di depan pos polisi. Seharusnya bus-bus tersebut dilarang memutar arah dan melanjutkan trayeknya ke arah Tanah Abang.

Video tersebut menunjukkan sebuah praktik pungutan liar (pungli) yang dilakukan oleh sejumlah petugas polisi yang berada di pos polisi Bundaran Hotel Indonesia. Video berdurasi 2 menit 12 detik tersebut diunggah seorang netizen, pemilik akun dengan nama akun Ray Hendriks pada Kamis (5/2/2015). "Baru diunggah ke YouTube pada 5 Februari," papar Kombes Pol. Martinus Sitompul.

Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol.) Risyapudin terkejut saat melihat video "Kopaja Setor ke Polisi di Bundaran HI" yang ada di YouTube. Sesekali, ia memicingkan matanya untuk melihat secara lebih jelas video berdurasi 2 menit 12 detik itu.

Setelah menonton video tersebut, Risyapudin membantah itu sebagai pungli. “Tidak ada pungli-pungli. Itu cuma oknum, tentu akan kami tindak tegas,” kata Kombes Pol. Risyapudin saat ditemui di Gedung Ditlantas Polda Metro Jaya, Kamis (5/2/2015) siang.

Ia mengatakan, seharusnya di Bundaran HI tidak hanya ada polisi lalu lintas, tetapi juga dari Satuan Patroli dan Pengawalan, serta dari Dinas Perhubungan. Karena itu, ia berjanji untuk segera menelusuri oknum yang melakukan praktik pungli tersebut.

Kombes Pol. Risyapudin mengatakan, ia akan memerintahkan Kepala Satuan Penegakan Pengaturan Ditlantas Polda Metro Jaya untuk melakukan penyelidikan oknum petugas yang melakukan praktik pungli. Selanjutnya, pihaknya akan melakukan peneguran terhadap oknum tersebut supaya tidak mengulanginya lagi.

“Lalu kita proses melalui Propram (Divisi Profesi dan Pengamanan Polda Metro Jaya) karena adanya penyalahgunaan wewenang jabatan selaku aparat penegak hukum,” kata Kombes Pol. Risyapudin. (tem/kom/jos)

See Also

Bareskrim Polri Tetap Usut Korupsi PD Sarana Jaya
KPK Perpanjang Penahanan Kadis PUPR Mojokerto
Bareskrim Polri Tahan 7 Tersangka Terkait Kasus Praktik Bank Gelap Hanson International
KPK Perpanjang Penahanan Dirut PT. CMI Teknologi Rahardjo Pratjihno
KPK Geledah Rumah Anggota DPRD Tulungagung
Kasus PT. Asuransi Jiwasraya (Persero), Kejagung Periksa 27 Saksi Pemilik Rekening Saham
KPK Geledah Gedung DPRD Tulungagung
KPK Periksa Direktur Utama PT. Antam (Persero) Tbk
KPK Akui Adanya Aturan Melarang Pimpinan Temui Pihak Terkait Perkara
Polda Jatim Segera Ungkap TPPU Kasus Investasi Bodong MeMiles
Polda Jatim Bidik TPPU Kasus Investasi Bodong MeMiles
Reynhard Sinaga Ditahan Di Sel Maximum Security
Universitas Manchester Cabut 2 Gelar Magister Reynhard Sinaga
Kolaborasi Bareskrim Dan BNN Amankan 250 Kg Ganja Di Jakarta
Kasus Investasi Bodong MeMiles Segera Dilimpahkan Ke Kejati Jatim
Kasus Investasi Bodong MeMiles, Polda Jatim Periksa Siti Badriah
KPK Sita Rumah Dan Mobil Mantan Bupati Cirebon
Jaksa Teliti Berkas Tersangka Kasus Novel Baswedan
KPK Periksa Komisioner KPU
Polri Selidiki Negara Rakyat Nusantara
Jaksa Agung Sebut Kasus Jiwasraya Merugikan Negara Rp 13,7 Triliun
Bea Cukai Berkoordinasi Dengan Polda Metro Jaya Tangani Kasus Penyelundupan
Pengacara Yang Sukses Mengadakan MoU Dengan Negara Lain
Polda Metro Jaya Tahan Para Tersangka Kasus Penculikan WN Inggris
Presiden Joko Widodo Resmi Lantik Idham Azis Sebagai Kapolri Baru
jQuery Slider

Comments

Arsip :20202019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 8.368.060 Since: 05.03.13 | 0.2014 sec