HAM

Pemkot Bekasi Relokasi Jemaat Gereja Beribadat Di Kuburan

Friday, 06 Februari 2015 | View : 1248
Tags : Gereja, Gkri, Hkbp

BEKASI-SBN.

Tragis, demikian nasib yang dialami oleh seluruh jemaat tiga Gereja di Kelurahan Perwira RT003/RW024, Bekasi Utara, Kota Bekasi yang dipaksa oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi untuk melaksanakan peribadatan rutinnya di sebidang tanah berukuran 6x8 meter di dalam areal Tempat Pemakaman Umum (TPU) Perwira, Kota Bekasi.

Menurut keterangan yang dihimpun, pemaksaan tersebut merupakan buntut dari penyegelan ketiga Gereja yakni Huria Kristen Batak Protestan (HKBP), Gereja Pentakosta, dan Gereja Kristus Rahmani Indonesia (GKRI) yang terjadi sejak Februari 2012, dikarenakan perizinan yang dimiliki tidak lengkap. Akibatnya, sejak penyegelan berlangsung, seluruh jemaat terpaksa menjalankan ibadatnya menggunakan tenda darurat di sekitar Gereja.

Pemkot Bekasi seperti tidak punya solusi yang berakal sehat dalam mengatasi permasalahan tersebut dengan menyiapkan tempat peribadatan bagi umat Kristiani di areal TPU Perwira. ‘Keberatan’ merupakan jawaban dari seluruh jemaat tiga Gereja, untuk melaksanakan peribadatan di kuburan,

Pendeta Gereja Huria Kristen Batak Protestan (HKBP), Hotman Sitorus menolak rencana relokasi tempat peribadatan jemaat Gereja HKBP serta 2 Gereja lainnya. Pasalnya, relokasi yang dilakukan Pemkot Bekasi dinilai tidak manusiawi, karena memilih tempat peribadatan di dalam lingkungan pemakaman. Dirinya menganggap langkah pemerintah sengaja untuk memberanguskan umat Kristiani dari wilayah setempat.

“Kami ini manusia yang masih bernyawa, apakah pantas diperlakukan seperti orang yang sudah mati. Kuburan itu bukan tempat yang layak untuk menjalankan peribadatan, kenapa Pemerintah memaksa kami kesana. Jika kami tidak boleh mejalankan ibadat sesuai agama kami, lebih baik dilarang daripada dilecehkan seperti ini,” kecam Pdt. Hotman Sitorus.

Terkait bangunan yang disediakan, menurutnya Pemkot Bekasi tidak mengkonfirmasinya terlebih dahulu. Apalagi luas yang disediakan sangat tidak representatif untuk menampung seluruh jemaat, “Ukuran 6×8 meter tidak akan mencukupi jemaat 3 gereja, ditambah lokasinya dalam kuburan, jelas kami menolak dan akan bertahan meski apapun yang akan terjadi,” tegasnya.

Dalam musyawarah bersama antara Pemkot Bekasi dengan perwakilan tiga Gereja, yang juga dihadiri MUI, Kemenag Kota Bekasi, FKUB, Pol PP dan beberapa unsur terkait, yang dilaksanakan Kamis (5/2/2015) lalu di ruang rapat Asda II, tidak ada kesepakatan yang terjadi, karena seluruh perwakilan tiga Gereja menentang keputusan Pemerintah.

Secara terpisah, anggota Fraksi PDemokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) DPRD Kota Bekasi, Enie Whidiastuti menilai langkah yang diambil Pemkot Bekasi tanpa pemikiran yang matang. Menurutnya, meskipun di Kota Bekasi mayoritas beragama Islam, tidak pantas jika Pemkot Bekasi memperlakukan kaum minoritas dengan cara yang tidak manusiawi.

“Menang tidak ada tempat lain selain di dalam kuburan? Pemkot Bekasi harus hati – hati dalam memutuskan relokasi tempat peribadatan,” tegas Enie Whidiastuti saat ditemui diruang kerjanya.

Apapun alasannya, lanjutnya, sangat tidak pantas jika kuburan dijadikan tempat peribadatan, “Jika pemerintah mau melarang atau mau meratakan Gereja dengan tanah, ya sudah lakukan saja, tetapi jangan injak harga diri mereka. Semut pun akan menggigit apabila tertindas,” ujarnya geram sekaligus mengingatkan agar Pemkot Bekasi berhati-hati dengan isu SARA. (beritabekasicoid)

See Also

Ridwan Kamil Tegaskan Organisasi Massa Dilarang Halangi Dan Hambat Ibadah
Ridwan Kamil Minta Maaf Soal Penghentian KKR Natal Stephen Tong
Menteri Agama Sayangkan Penghentian KKR Natal Stephen Tong Di Bandung
Teror Bom Di Gereja Katolik Medan
Tempat Ibadah Klenteng Harus Tertib Administrasi
Polisi Tetapkan 4 Tersangka Eksploitasi Anak Di Blok M
Rumah Ibadah Tak Punya IMB, Bukan Alasan Untuk Dibakar
Ormas Islam Bekasi Tolak Pembangunan Gereja Katolik Santa Clara
Ormas Islam Protes Perayaan Paskah Digelar Di Stadion
Wali Kota Bogor Tegaskan Tidak Ada Pembongkaran Gereja GKI Yasmin
Qaraqosh Kota Kristen Terbesar Irak Dikuasai ISIS
ISIS Singkirkan Salib Dan Bakar Ribuan Manuskrip Kuno
Menteri Agama Sebut Ideologi ISIS Berlawanan Dengan Pancasila
HMI Sebut WNI Pendukung ISIS Adalah Pengkhianat Bangsa
Menteri Agama Minta Muslim Indonesia Tak Terpengaruh ISIS
Lukman Hakim Saifuddin Tak Resmikan Bahai Sebagai Agama
Televisi Lebanon Pakai Huruf Nun Demi Solidaritas Warga Kristen Irak
Militan ISIS Ledakkan Makam Nabi Yunus
Pemerintah Kaji Agama Baru Bahai
Militan ISIS Di Irak Bakar Gereja Berusia 1.800 Tahun Di Mosul
Milisi ISIS Kuasai Gereja Tertua Di Irak
Diultimatum ISIS, Warga Kristen Irak Dipaksa Masuk Islam Atau Dibunuh
Bupati Wonosobo Kritisi Kemenag Soal Kebebasan Beragama
Kapolri Larang Ibadah Di Rumah
Tujuh Gereja Di Cianjur Diancam Ditutup Paksa
jQuery Slider

Comments

Arsip :2016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 5.835.839 Since: 05.03.13 | 0.234 sec