Opini

Selamat Tinggal Indonesia?

Author : Dr Imam Budidarmawan Prasodjo SIP MA PhD | Friday, 06 Februari 2015 | View : 749

SBN

Saya terhentak membaca berita yang termuat pada detikNews di pagi ini Jumat (6/2/2015) 09:36 WIB. Sungguh seperti ada mimpi terburuk akan menimpa negeri ini. Koalisi koruptor selangkah lagi seperti akan memenangkan pertarungan. Para koruptor kakap seperti tengah menyiapkan pesta kemenangan atas matinya "hantu" yang selalu mencemaskan langkah-langkah mereka.

Amanat reformasi yang dengan susah payah diperjuangkan sejengkal lagi seperti akan terkubur. Ironisnya ini terjadi di tengah Presiden Jokowi melawat ke luar negeri melanjutkan "blusukan" yang menjadi "trade mark"-nya. Jutaan rakyat Indonesia yang mendambakan kemakmuran nyata sebagaimana impian yang tertera dalam pembukaan UUD 1945 "memajukan kesejahteraan umum", kini benar benar terancam. Nampak impian itu akan semakin jauh dari jangkauan.

Entah mengapa pagi ini saya merasa iba pada bangsa ini. Jutaan rakyat yang ingin agar kekayaan negeri ini dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kesejahteraan umum seperti tak sadar bahwa impian itu sebentar lagi akan terampas, hilang, entah kapan akan kembali.

Lihatlah, betapa hukum dengan kasat mata digunakan sebagai alat pemberangus impian itu. "Framing", rekayasa kasus, saksi bohong, bukti palsu bertebaran membidik bertubi-tubi. Para aktor dengan latar belakang kepalsuan dan kerakusan bersatu melakukan pelumpuhan. Inilah ayat Tuhan yang begitu jelas dipaparkan. Apakah ini pertanda bahwa kejahatan yang terorganisir dapat melumpuhkan semua upaya kebaikan yang tak militan dan tercerai berai? Entahlah!

Saya menjadi terbayang para sahabat guru di daerah terpencil yang bertahun tahun mengajar dengan gaji hanya Rp 300 ribu. Saya juga teringat para sahabat Polisi yang terus mencoba berprilaku jujur, tak kenal lelah mencoba bertugas seikhlasnya melayani masyarakat, di tengah cercaan dan ketidak-percayaan sebagai imbas perilaku busuk sebagian atasan. Belum lagi nasib petani, buruh bangunan, pemulung, dan para TKI yang terpaksa menyabung nyawa hanya karena sesuap nasi. Akankah mereka berubah nasibnya karena uang untuk kesejahteraan mereka terjarah sebelum menyentuh mereka?

Namun, percayalah lembaran sejarah kehidupan bangsa ini belum berakhir. Rakyat belum menunjukkan kekuatan yang sebenarnya. Demikian juga ayat ayat Tuhan belum digelar seutuhnya. Ada misteri yang belum terungkap. Itulah yang harus kita perjuangkan agar kebenaran selalu berada di atas kebatilan. Nasib suatu kaum memang ditentukan oleh kesungguhan upaya yang dilakukannya.

Semoga ada mukjizat turun dari langit sebagaimana dulu burung ababil datang tiba tiba melumatkan pasukan gajah yang terlihat maha perkasa. Semoga Mr. Presiden membaca krisis yang melanda negeri ini untuk melakukan langkah penyelamatan sebelum ia tercatat dalam sejarah sebagai "Presiden Terburuk dalam Pemberantasan Korupsi di Indonesia". Aku pun berdoa "Semoga TIDAK!". (imam b. prasodjo)

See Also

Berdiri Di Dua Kaki
Politik Akal Sehat Atau Politik Merangkul?
Hati-hati Dengan Ide Keliru Yang Jahat Sekali
Partner Dari Ahok
Kapan Kegaduhan Akan Berakhir?
Peringati Hari HAM Sedunia, Rohingya Masih Menjadi Manusia Paling Teraniaya
Susi Pudjiastuti Dan Definisi Profesional
Mentor Keponakan Dan Spesialis Anak
Bahagia Menggunakan Ketrampilan Yang Ada Tanpa Tekanan
Kebanyakan Perempuan Pola Dari Hati Ke Otakkah?
Diperlakukan Terhormat Oleh Pemerintah Kota Surabaya
Autis Dan UN Habitat
Di Bali Saya Menemukan Ide Tentang Guru Spiritualitas
Empat Orang Yang Diikat Proyek Televisi Kiprah Remaja Di Masa Lalu
Sisi Lain Dari Keindahan Bali
Murid Cinta
Intuisi Yang Bertumbuh
Perut Dan Kemampuan Kognitif Kaitannya Dengan Usia
Soft Launching Misi Hidup Saya
Bahagia Itu Bisa Penuhi Janji Dan Ide Terealisir
Sjahrir Dan Kisah Cintanya
Cinta Oksitosin Dan Cinta Komitmen
Nasehat Bagi Yang Memutuskan Mempertahankan Pernikahan
Berjudi Mempertaruhkan Kebahagiaan Hidup
Mati Untuk Mendapatkan Yang Lebih Baik
jQuery Slider
Arsip :201920172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 8.377.566 Since: 05.03.13 | 0.249 sec