Internasional

Menaker Malaysia Janji Cabut Iklan Lecehkan Indonesia

Wednesday, 04 Februari 2015 | View : 924

KUALA LUMPUR-SBN.

Iklan produk home appliance yang tersebar di kawasan Damansara, Kuala Lumpur (KL), Malaysia bisa jadi bakal memanaskan hubungan bilateral Malaysia dengan Indonesia. Iklan produk vacuum cleaner itu memuat pesan yang merendahkan derajat asisten rumah tangga asal Indonesia.

”Gunakan robovac, pecat asisten rumah tangga Anda yang berasal dari Indonesia. Sekarang.” Demikian pesan iklan yang dimuat pada sebuah T-banner itu.

Iklan yang tersebar di Malaysia yang isinya membandingkan bahwa robot rumah tangga Robovac lebih baik dibanding tenaga kerja asal Indonesia membuat resah banyak pihak.

Iklan ini dianggap merendahkan TKI di Malaysia. Bunyi iklan produk robovac tadi jelas menilai tenaga kerja asal Indonesia lebih rendah daripada produk mereka.

Iklan bernada menghina tersebut muncul hanya beberapa hari sebelum Presiden Joko Widodo (Jokowi) hendak melakukan lawatan ke Malaysia.

Pemerintah Indonesia merasa terganggu dengan penerbitan iklan yang mencantumkan tulisan Fire Your Indonesian Maid Now” (Pecat Pembantu Indonesia) oleh sebuah perusahaan swasta di Malaysia.

Kementerian Luar Negeri turut mengecam iklan produk iRobot di Malaysia yang mencantumkan tulisan 'Fire Your Indonesian Maid Now'.

"Intinya kita tidak suka seperti itu dan pendekatan hukum akan kita lakukan artinya itu kita anggap tidak etis baik pada tataran pemerintahan maupun kepada lembaga itu yang memiliki iklan itu," tegas Wamenlu AM. Fachir di kantor Kepresidenan, Jakarta, Rabu (4/2/2015).

Menurutnya, pemerintah Indonesia sudah meminta pemerintah Malaysia mencabut iklan itu. Indonesia, kata dia, juga sudah mengambil langkah hukum.

Semua langkah-langkah protes, papar A.M. Fachir, dilakukan melalui jalur diplomatik antarkedua negara, meski perusahaan yang mengiklankan adalah perusahaan swasta.

"Yang jelas kita sudah datangi kan. Kami akan mempertimbangkan langkah hukum. Kami meminta nasehat dari lawyer kita di sana," tegas A.M. Fachir.

Terkait hal tersebut, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Arrmanatha Nasir berharap hal itu tidak memengaruhi agenda tersebut. ”Yang perlu ditekankan itu adalah gimmick perusahaan swasta, bukan keputusan pemerintah,” tuturnya.

”Kami baru tahu ada iklan tersebut di mal kawasan Damansara kemarin. Awalnya seorang warga di Malaysia mengirimkan foto ini ke seorang diplomat di KBRI,” terang Wakil Duta Besar RI untuk Malaysia Hermono, Selasa (3/2/2015).

Diplomat Indonesia di Malaysia sudah menelepon nomor yang ada di iklan itu, namun tidak ada yang mengangkat. Robovac adalah kependekan dari robotic vacuum cleaner. Jadi, iklan tersebut tidak terkait dengan status mereka sebagai home appliance. Pembuat iklan itu adalah semacam distributor robovac yang menyediakan vacuum cleaner dari berbagai merek.

KBRI berencana menempuh langkah hukum untuk menyelesaikan masalah tersebut. Tim hukum juga sudah bergerak. ”Itu adalah tindakan yang merendahkan martabat suatu negara. Kami juga akan mengirimkan nota protes ke pemerintah Malaysia besok,” seru Hermono.

Menteri Tenaga Kerja (Menaker) Hanif Dakhiri menyatakan protes keras atas iklan yang melecehkan harga diri Indonesia itu.

Menaker Hanif Dakhiri mengaku telah berkoordinasi dengan Menteri Tenaga Kerja Malaysia sebagai bentuk protes atas iklan perusahaan pembuat alat pembersih, RoboVac itu. Pihak Malaysia, kata dia, akan membantu penyelesaian masalah iklan itu.

“Publik kita menganggap itu merendahkan. Saya menyampaikan kepada Menteri Tenaga Kerja Malaysia juga begitu, bahwa saya menyampaikan rasa ketidaknyamanan kami, bangsa Indonesia atas iklan tersebut,” tegas Menaker Hanif Dakhiri di kompleks Istana Negara, Jakarta, Rabu, (4/2/2015).

Menaker Hanif Dakhiri mengaku pemerintah juga menerima banyak keluhan terkait dengan iklan itu.  Menteri Tenaga Kerja Malaysia, kata dia, telah berjanji dengan sungguh-sungguh akan membantu menyelesaikan masalah itu.

"Ini dianggap merendahkan bangsa Indonesia. Sehingga harus diselesaikan," tukas Menaker Hanif Dakhiri.

Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan TKI (BNP2TKI) Nusron Wahid melihat peristiwa tersebut dalam perspektif lain. 

”Kalau memang tak butuh TKI, ya silakan dipulangkan saja. Kalau melihat masyarakat Malaysia yang mempekerjakan TKI, ya silakan disanksi,” tegasnya. Nusron Wahid menuntut pemerintah Malaysia meminta maaf dan memberikan sanksi tegas kepada perusahaan yang mengeluarkan iklan itu.

See Also

Pengadilan Rusia Perintahkan Perempuan Yang Kabur Dari Karantina Balik Ke RS
Virus Korona Tewaskan Direktur Rumah Sakit Di Wuhan
Penembakan Di Century Plaza Bangkok
Jeff Bezos Donasi USD 10 Miliar Untuk Penelitian Iklim
Korban Tewas Akibat Virus Korona Total Jadi 1.868
1.789 Korban Tewas Akibat Virus Korona
Warga Kanada Di Kapal Pesiar Diamond Princess Segera Dievakuasi
Arab Saudi Larang Warganya Ke China
Dokter Pengungkap Virus Korona Meninggal Dunia
Korban Jiwa Virus Korona Bertambah Jadi 634
Jepang Karantina Seluruh Penumpang Kapal Pesiar Diamond Princess Terkait Virus Corona
Ratusan Warga Negara Malaysia Dan Keluarganya Dipulangkan Dari Wuhan
Penembakan Di Asrama Kampus Texas A & M University
7 Fakta Rumah Sakit Kilat Pasien Korban Virus Corona Wuhan
Singapura Umumkan 6 Kasus Baru Virus Korona
Rumah Sakit Kilat Virus Corona Wuhan Mulai Beroperasi
Penembakan Dalam Bus Greyhound Di California
Korban Meninggal Virus Korona Bertambah Jadi 362
TNI Siap Bantu Kebakaran Hutan Di Australia
Rudal Kenai Objek Di Langit Iran Saat Pesawat Ukraina Jatuh
Iran Sebut Pesawat Ukraina Terbakar Sebelum Jatuh
Pejabat AS Sebut Pesawat Ukraina Kemungkinan Kena Rudal Iran
Bencana Kebakaran Lahan Di Australia
Kapal Induk Kedua China Resmi Diluncurkan
PBB Sebut 7 Ribu Demonstran Iran Ditahan Akibat Protes Kenaikan BBM
jQuery Slider
Arsip :20202019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 8.187.569 Since: 05.03.13 | 0.2181 sec