Hukum

KPK Sita Lagi Harta Ketua DPRD Bangkalan

Wednesday, 04 Februari 2015 | View : 1419

JAKARTA-SBN.

Lembaga antirasuah, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus melakukan pelacakan aset milik Ketua DPRD Bangkalan Fuad Amin Imron.

Lembaga antirasuah itu Selasa (3/2/2015) menyita tiga aset sekaligus. Semuanya dijadikan bukti untuk kasus tindak pidana pencucian uang.

Salah satunya adalah Kondominium Regency No.1804 di Jalan Raya Embong Malang. Tim KPK tiba di kondominium yang berada di pusat kota itu sekitar pukul 10.00 WIB. Setelah meneliti dokumen kepemilikan, petugas menempelkan stiker bertulisan informasi penyitaan.

Setelah itu, KPK bergerak ke arah Surabaya Barat. Petugas mendatangi Perumahan Pakuwon Indah. Di kompleks perumahan elite itu, Fuad Amin Imron juga memiliki sebuah rumah di Cluster Vila Bukit Indah Blok AAL-078. Dalam dokumen disebutkan, rumah itu tercatat atas nama Moh. Isman Bisri.

Meski besar, rumah berlantai dua tersebut tidak berpenghuni. Petugas kemudian memasang plang informasi bahwa rumah itu disita KPK dalam kasus tindak pidana pencucian uang untuk tersangka Politisi Partai Gerindra itu, Fuad Amin Imron. Konon, rumah tersebut seharga Rp 15 miliar.

Yang terakhir adalah sebuah rumah di Perumahan Dian Istana Blok A2 Nomor 57, Wiyung, Surabaya. Rumah tersebut terlihat mengenaskan karena sudah lama tidak ditempati. Beragam kertas surat berserakan di lantai. Petugas pun memasang plang tanda rumah itu disita KPK.

Richard Handiwiyanto, penasihat hukum PT. Pakuwon Jati, membenarkan bahwa ada aset berupa kondominium dan rumah di Pakuwon Indah yang disita KPK. "Saya hanya jadi saksi dan teken berita acara penyitaan," katanya.

Kabag Pemberitaan KPK Priharsa Nugraha juga membenarkan adanya penyitaan aset terhadap Fuad Amin. Namun, dia belum mendapat informasi detail dari penyidik di lapangan. "Informasi yang disampaikan ke humas baru lokasi penyitaan, yakni Surabaya dan Bali," ujar Priharsa Nugraha.

Menurut dia, aset yang disita masih mungkin bertambah, bukan hanya apartemen di kawasan Pakuwon, Surabaya.

Dikabarkan sebelumnya, Ketua DPRD Bangkalan Fuad Amin Imron juga juga punya rumah mewah di Perumahan Kubu Pratama Indah Nomor A1-2, Jalan Imam Bonjol, Denpasar, Bali. Kamis (22/1/2015) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita rumah itu.

Dalam penggeledahan rumah milik Fuad Amin Imron tersebut, tim KPK membawa satu koper dokumen sebagai barang bukti.

Keterlibatan Politisi Partai Gerindra itu, Fuad Amin Imron dalam kasus dugaan suap jual beli gas alam untuk pembangkit listrik di Gresik dan Gili-Timur di Bangkalan, Jawa Timur, membuat KPK harus datang ke Bali untuk memburu aset milik mantan bupati Bangkalan dua periode itu.

Penggeledahan secara tertutup oleh lima anggota KPK tersebut berlangsung mulai pukul 16.00 hingga pukul 21.15 WITA. Terlihat dari kaca rumah tersebut anggota KPK menggeledah semua isi rumah yang dibeli Fuad pada 2013.

Rumah yang tidak jauh dari jalan utama Imam Bonjol itu diperkirakan warga dibeli dari tangan pemilik pertama.

Arif yang kebetulan rumahnya berada pas di samping aset milik Fuad Amin Imron tersebut mengatakan, aset Fuad Amin itu diperkirakan seluas 7 are (700 meter persegi) dengan nilai hampir Rp 25 miliar.

"Ya, saya rasa harganya memang segitu karena rumahnya besar dan berada di lingkungan elite," jelasnya.

Kepala Dusun Perumahan Kubu Pratama Indah I Made Sukadana yang mendampingi anggota KPK dalam penggeledahan tersebut mengatakan, ada beberapa dokumen penting yang disita KPK sebagai barang bukti. Namun, dia tidak berani memberikan keterangan lengkap terhadap penggeledahan itu.

Hanya, dia membenarkan bahwa dokumen yang diambil KPK dari rumah tersebut merupakan dokumen pendukung dalam menjerat tersangka.

"Ya, saya juga baru tahu dari warga ketika tim KPK datang. Yang jelas, saya selaku kepala dusun di sini wajib menemani KPK karena saya yang bertanggung jawab atas wilayah ini," terangnya.

Anggota KPK yang berjumlah lima orang tersebut enggan memberikan komentar. Setelah selesai menggeledah rumah tersebut, mereka langsung memasuki mobil Toyota Kijang Innova dengan nomor polisi DK 1827 FF.

Salah seorang anggota KPK ketika dimintai keterangan tidak memberikan komentar apa pun atas pemeriksaan tersebut. "Ya, kami menyita aset ini, Pak. Bisa dibaca di papan penyitaan," ujarnya singkat.

Arif, salah seorang tetangga Fuad, mengatakan, dirinya terakhir melihat Fuad datang bersama seorang perempuan muda pada pertengahan 2014. Cuma, sejak membeli rumah tersebut, Fuad tidak pernah keluar rumah untuk bersosialisasi.

Menurut dia, Politisi Partai Gerindra itu, Fuad Amin Imron dahulu sering datang ke rumah tersebut. Bisa dua bulan sekali. Cuma, dia tidak pernah melihat Fuad berbaur dengan warga meski orang baru di kompleks tersebut.

"Terakhir saya lihat dia pada pertengahan 2014. Itu pun pada saat dia pergi beserta keluarganya dengan menggunakan mobil," ujarnya.

Menurut Arif, saat KPK datang, rumah tersebut terkunci. Karena tidak ada yang memegang kuncinya, akhirnya KPK mencari tukang kunci.

"Saya dan Pak Kadus menemani saja di sini. Untuk lebih jelasnya, nanti tanyakan sama tim KPK," terangnya.

Berdasar informasi yang dihimpun, KPK mengendus harta-harta Fuad Amin Imron tidak hanya didapat dari korupsi jual beli gas di Bangkalan. Namun, Fuad juga memeras sejumlah kepala dinas, terutama saat menjabat bupati Bangkalan dua periode.

Pengacara Fuad Amin Imron, Bakhtiar Pradinata, mengatakan, sampai saat ini kliennya belum pernah diperiksa terkait dengan sangkaan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).

Meski begitu, advokat Bakhtiar Pradinata menyatakan siap membuktikan bahwa harta dan aset yang telah disita selama ini tidak berasal dari Tindak Pidana Korupsi (Tipikor).

See Also

Keterangan Ahli Di Sidang Praperadilan Terkait Eksekusi Penahanan Matheus Mangentang
Peras Mantan Petinggi Polri, Hukuman Sisca Dewi Diperberat
LBH Ansor Jateng Apresiasi Penangkapan Cepat Polres Kebumen Terhadap Pelaku Kekerasan Seksual
Kapolres Bitung Perintahkan Pelaku Kejahatan Ditembak Di Tempat
Reserse Polres Bitung Bekuk Residivis Sadis Pembegal Motor
Satuan Reskrim Polres Bitung Tangkap Dua Tersangka Curanmor
Mahasiswa Unesa Sorot Penggunaan Dana Pembelian Mebel Di Kampus
KPK Tetapkan Dirut PT. Rohde And Schwarz Indonesia Sebagai Tersangka
KPK Akan Segera Periksa Saksi Dan Tersangka Suap KONI
KPK Cekal Robert Tantular Ke Luar Negeri
Tim Resmob Dan Tarsius Bitung Lumpuhkan Pencuri Kambuhan
Mahkamah Agung Hukum Alfian Tanjung 2 Tahun Penjara
Polda Jatim Duga Ada Kesalahan Teknis Proyek Berujung Jalan Gubeng Ambles
KPAI Apresiasi Langkah Cepat Polri Proses Bahar Bin Smith
Polri Sebut Penahanan Tersangka Bahar Bin Smith Murni Kasus Hukum
Polri Koordinasi Dengan LPSK Amankan 2 Remaja Korban Bahar Bin Smith
Usai OTT KPK, Kemenpora Lanjutkan Program SEA Games-Olimpiade
KPK Sita Miliaran Rupiah Terkait OTT Pejabat Kemenpora Dan KONI
Polri Kantongi Bukti Penganiayaan Oleh Bahar Bin Smith
KPK OTT Pejabat Kemenpora Dan Pengurus KONI
Polres Metro Jakarta Selatan Buru Pembunuh Perempuan Muda Di Kebagusan City
Pembunuh Keji Sopir Taksi Online Divonis 10 Tahun Penjara
Uang Pengganti E-KTP, KPK Sita Rp 862 Juta Dari Setya Novanto
Keterangan Ahli Ketua DPD KAI DKI Jakarta Pada Sidang Lanjutan Julius Lobiua
TNI AL Ringkus Pelaku Narkoba Di Tanjung Ahus
jQuery Slider

Comments

Arsip :2019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.503.179 Since: 05.03.13 | 0.1613 sec