Hukum

Pemeriksaan Bambang Widjojanto

JAKARTA-SBN.

Penyidikan terhadap Wakil Ketua lembaga antirasuah, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Dr. Bambang Widjojanto, S.H., M.H. (BW) yang telah ditetapkan Polri sebagai tersangka dilanjutkan hari ini.

Dengan diiringi oleh tiga komisioner lainnya, para pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan didampingi tim penasihat hukum, Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto berangkat dari Gedung KPK menuju Bareskrim Polri, Selasa (3/2/2015) sekitar pukul 11.15 WIB.

Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi, Bambang Widjojanto, hari ini memenuhi janjinya buat menghadiri pemeriksaan di Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri, sebagai tersangka kasus dugaan mengarahkan saksi memberikan keterangan palsu dalam sidang sengketa pemilihan kepala daerah Kabupaten Kotawaringin Barat di Mahkamah Konstitusi pada 2010.

Pria yang akrab disapa BW ini memenuhi panggilan penyidik Bareskrim untuk diperiksa sebagai tersangka dalam kasus dugaan memerintahkan memberikan kesaksian palsu dalam persidangan sengketa pilkada Kotawaringin Barat (Kobar), di Mahkamah Konstitusi (MK) pada 2010.

Sebelum memasuki mobil Toyota Innova B 1699 UOK yang akan membawanya ke Bareskrim, BW menegaskan kehadiran memenuhi panggilan penyidik untuk menunjukkan kelasnya sebagai penegak hukum yang taat pada hukum.

Dia menyatakan, hal itu sebagai contoh supaya penegak hukum lain, terutama Kepolisian, bisa menaati aturan. "Saya selaku pimpinan penegak hukum akan datang menunjukkan kelasnya bahwa penegak hukum akan taat pada hukum," tegas BW di pelataran Gedung KPK, Selasa (3/2/2015).

BW menegaskan siap mengambil resiko apapun dalam menjalankan tugasnya untuk memberantas korupsi. Bahkan, jika harus mengorbankan nyawa demi menjalankan tugasnya.

"Kalau toh akibat terberat adalah saya harus menginggalkan jasad saya, akan saya ambil, tapi saya percaya Allah di pihak orang yang benar. Doa orang-orang dhuafa dan tertindas yang akan menyelamatkan negeri ini," katanya.

Lebih jauh BW mengapresiasi perhatian yang diberikan masyarakat atas kasus yang menjerat para pimpinan KPK. Dikatakan, kepergiannya ke Bareskrim Polri tidak akan berlangsung lama dan akan kembali menjalankan tugas sebagai pimpinan KPK.

Bambang Widjojanto berusaha santai dan mencoba membesarkan hati anak buahnya di KPK. Sebelum pergi ke Bareskrim untuk diperiksa, Bambang Widjojanto diantarkan puluhan pegawai dan pendukung KPK.

"Saya pergi untuk kembali, jadi jangan dibikin serius banget. Terima kasih atas apresiasinya," ujar Bambang Widjojanto di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (3/2/2015).

Pernyataan Bambang Widjojanto itu memancing tawa dari seluruh pegawai KPK yang hadir dan ikut mengiringi keberangkatannya. Bambang Widjojanto mengatakan, juga siap merelakan jiwa raganya demi perjuangan pemberantasan korupsi.

"Kalau toh akibat terberat yang harus diambil adalah meninggalkan jasad saya, itu akan saya ambil! Tapi saya percaya Allah SWT, tetap pada pihak yang benar. Doa orang dhuafa dan tertindas yang akan menolong bangsa ini," lanjut Bambang Widjojanto.

Pernyataan Bambang Widjojanto yang berapi-api itu membakar semangat para pegawai KPK. Beberapa dari mereka langsung memekikkan takbir dan meneriakkan bermacam slogan. "Allahu Akbar! Allahu Akbar! Hidup Pak Bambang," teriak mereka.

Para pegawai KPK yang mengiringi kepergian BW dengan membentuk barisan sempat memberikan bunga sebagai bentuk dukungan kepada mantan Direktur YLBHI tersebut.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua KPK, Dr. Abraham Samad, S.H., M.H. menyatakan, apa yang menimpa BW dan pimpinan KPK lainnya saat ini merupakan resiko yang harus ditanggung dalam menjalankan tugas memberantas korupsi di negeri ini.

Ditegaskan, pihaknya tidak akan pernah surut untuk memberantas korupsi di negara ini.

"Apa yang menimpa pak BW dan pimpinan KPK adalah risiko perjalanan panjang memberantas korupsi di negara ini. Saya hanya ingin marilah kita berdoa agar KPK tetap berdiri seperti sekarang ini," tegasnya.

Bambang Widjojanto lantas pergi menuju mobil diantar oleh Ketua KPK Abraham Samad dan Wakil Ketua KPK, Adnan Pandu Praja dan Zulkarnain.

Selama Bambang Widjojanto memberikan pernyataan, para pegawai KPK terlihat serius mendengarkan. Beberapa dari mereka bahkan menangis. Selepas Bambang Widjojanto berangkat, para pegawai itu sempat bercengkrama bersama sembari merokok di pelataran Gedung KPK. Beberapa di antaranya bahkan membuka obrolan dengan para pewarta.

Diberitakan, Tim penyidik Bareskrim, yang tergabung dalam satuan tugas (satgas) menjadwalkan untuk kasus memeriksa BW sebagai tersangka, Selasa (3/2/2015).

"Itu pertimbangan penyidik ditahan atau tidak, saya tidak bisa menyimpulkan ditahan atau tidaknya. Pertimbangan ini berkaitan dengan masalah ini tentunya," kata Kabareskrim Irjen Pol. Budi Waseso di Mabes Polri, Selasa (3/2/2015).

Menurut jenderal bintang dua ini, pemeriksaan hari ini terkait dengan beberapa pertanyaan yang belum dijawab oleh BW dalam pemeriksaan pada Jumat (23/1/2015) lalu.

"Jadi materi itu harus dipertanyakan kembali. Harus dijawab," tandasnya.

Mantan Kapolda Gorontalo ini mengatakan, penetapan BW sebagai tersangka berjalan cepat yakni hanya empat hari sejak Sugianto Sabran melapor karena barang bukti dan saksi dalam kasus ini ditemukan dengan cepat.

"'Jadi karena berdasarkan temuan barang bukti dan saksi yang cukup ya itu pasti cepat. Tapi banyak juga kasus yang lama karena barang bukti dan saksinya belum ketemu," bebernya.

Seperti diberitakan, BW dijerat Pasal 242 juncto Pasal 55 KUHP, dengan ancaman tujuh tahun penjara, sebagai buntut laporan politisi PDIP, Sugianto Sabran.

Untuk itu BW sempat ditangkap Bareksrim pada Jumat (23/1/2015) lalu, yang menimbulkan aksi massa untuk memberi dukungan kepada KPK dan protes pada Polri.

BW disangka terkait kasus memerintahkan memberikan kesaksian palsu dalam persidangan sengketa Pilkada Kotawaringin Barat (Kobar), di Mahkamah Konstitusi (MK) pada 2010 lalu.

Dalam kasus ini sudah ada yang dipidana yaitu Ratna Mutiara. Ia dulu ditangkap Bareskrim dan diadili di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, dengan dakwaan memberikan keterangan palsu di MK dan divonis lima bulan penjara.

Ratna Mutiara telah membantah bahwa kesaksiannya diarahkan oleh BW.

See Also

Keterangan Ahli Di Sidang Praperadilan Terkait Eksekusi Penahanan Matheus Mangentang
Peras Mantan Petinggi Polri, Hukuman Sisca Dewi Diperberat
LBH Ansor Jateng Apresiasi Penangkapan Cepat Polres Kebumen Terhadap Pelaku Kekerasan Seksual
Kapolres Bitung Perintahkan Pelaku Kejahatan Ditembak Di Tempat
Reserse Polres Bitung Bekuk Residivis Sadis Pembegal Motor
Satuan Reskrim Polres Bitung Tangkap Dua Tersangka Curanmor
Mahasiswa Unesa Sorot Penggunaan Dana Pembelian Mebel Di Kampus
KPK Tetapkan Dirut PT. Rohde And Schwarz Indonesia Sebagai Tersangka
KPK Akan Segera Periksa Saksi Dan Tersangka Suap KONI
KPK Cekal Robert Tantular Ke Luar Negeri
Tim Resmob Dan Tarsius Bitung Lumpuhkan Pencuri Kambuhan
Mahkamah Agung Hukum Alfian Tanjung 2 Tahun Penjara
Polda Jatim Duga Ada Kesalahan Teknis Proyek Berujung Jalan Gubeng Ambles
KPAI Apresiasi Langkah Cepat Polri Proses Bahar Bin Smith
Polri Sebut Penahanan Tersangka Bahar Bin Smith Murni Kasus Hukum
Polri Koordinasi Dengan LPSK Amankan 2 Remaja Korban Bahar Bin Smith
Usai OTT KPK, Kemenpora Lanjutkan Program SEA Games-Olimpiade
KPK Sita Miliaran Rupiah Terkait OTT Pejabat Kemenpora Dan KONI
Polri Kantongi Bukti Penganiayaan Oleh Bahar Bin Smith
KPK OTT Pejabat Kemenpora Dan Pengurus KONI
Polres Metro Jakarta Selatan Buru Pembunuh Perempuan Muda Di Kebagusan City
Pembunuh Keji Sopir Taksi Online Divonis 10 Tahun Penjara
Uang Pengganti E-KTP, KPK Sita Rp 862 Juta Dari Setya Novanto
Keterangan Ahli Ketua DPD KAI DKI Jakarta Pada Sidang Lanjutan Julius Lobiua
TNI AL Ringkus Pelaku Narkoba Di Tanjung Ahus
jQuery Slider

Comments

Arsip :2019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.503.345 Since: 05.03.13 | 0.135 sec