Hukum

Sutan Bhatoegana Resmi Ditahan KPK

Monday, 02 Februari 2015 | View : 1316

JAKARTA-SBN.

Mantan Ketua Komisi VII DPR RI, Drs. Ir. Sutan Bhatoegana H. Siregar, M.M., diperiksa lagi oleh penyidik lembaga antirasuah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam statusnya sebagai tersangka kasus suap pembahasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBNP) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tahun 2011-2012. Sutan Bhatoegana mengaku siap ditahan usai menjalani pemeriksaan.

"Diperiksa sebagai tersangka lagi, pemeriksaan lanjutan," ungkap Sutan Bhatoegana di KPK, Jl. H.R. Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (2/2/2015).

Sutan Bhatoegana tiba di KPK sekitar pukul 10.00 WIB. Mengenakan jaket biru, Sutan Bhatoegana mengaku siap bila langsung ditahan usai menjalani pemeriksaannya sebagai tersangka. "Iya (siap ditahan)," ujar Sutan Bhatoegana sembari melempar senyum.

Ini merupakan pemeriksaan kelima Sutan Bathoegana sebagai tersangka. Pada empat pemeriksaan sebelumnya, Sutan Bhatoegana belum ditahan.

Pihak KPK mengkonfirmasi bahwa berkas penyidikan Sutan Bhatoegana sudah mencapai 80 persen lebih. Sehingga, besar kemungkinan Sutan Bhatoegana hari ini akan langsung ditahan.

Akhirnya, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menahan mantan Ketua Komisi VII DPR RI, Sutan Bhatoegana, Senin (2/2/2015) malam. Sutan Bhatoegana merupakan tersangka kasus dugaan gratifikasi dalam penetapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) Kementerian ESDM di Komisi VII DPR RI.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menahan mantan Ketua Komisi VII DPR RI, Sutan Bhatoegana (SBG), di Rumah Tahanan (Rutan) Klas I Salemba, Jakarta Timur, Senin (2/2/2015). Sutan Bhatoegana ditahan sebagai tersangka kasus dugaan gratifikasi dalam penetapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral di Komisi VII DPR RI. Politisi dari Partai Demokrat (PD) ini diduga menerima suap dalam pembahasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan 2013 untuk Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Deputi Pencegahan KPK Johan Budi SP. mengatakan, Sutan Bhatoegana akan ditahan selama 20 hari pertama di Rutan Salemba. "Untuk tersangka SBG dilakukan penahanan. Untuk 20 hari pertama, tersangka ditahan di Rumah Tahanan Kelas 1 Jakarta Timur yang beralamat di Rutan Salemba," ungkap Johan Budi SP. di Gedung KPK, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (2/2/2015) malam.

Sutan Bhatoegana ditahan setelah menjalani sembilan jam pemeriksaan sebagai tersangka sejak Senin siang. Ia keluar dari Gedung KPK sekitar pukul 18.45 WIB. Sutan Bhatoegana yang selesai menjalani pemeriksaan terlihat mengenakan rompi tahanan KPK berwarna oranye.

Sutan Bhatoegana menuju mobil tahanan yang membawanya ke Rutan Salemba. Sementara itu, mobil Toyota Alphard yang mengantarnya ke KPK untuk diperiksa pada pagi hari ditumpangi pengawalnya dan tampak mengikuti dari belakang.

Begitu menuruni tangga pelataran Gedung KPK, Sutan Bhatoegana langsung dikepung wartawan dan dicecar pertanyaan seputar penahanannya.

Sutan Bhatoegana tak banyak bicara terkait penahanannya. "Saya ngikutin prosedur ya. Benar atau tidaknya, nanti kita tunggu di Pengadilan," tegas Sutan Bhatoegana.

KPK menetapkan Sutan Bhatoegana sebagai tersangka pada 14 Mei 2014. Sutan Bhatoegana disangkakan dengan dijerat Pasal 12 huruf a atau b atau Pasal 11 dan Pasal 12 B Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Dalam amar putusan mantan Kepala SKK Migas, Rudi Rubiandini, pada 29 April 2014 lalu, Majelis Hakim menyebutkan, Rudi Rubiandini pernah menyerahkan US$ 200.000 kepada Sutan Bhatoegana. Uang itu merupakan bagian dari suap yang diberikan oleh Komisaris Kernel Oil, Pte, Ltd, Simon Gunawan Tanjaya kepada Rudi Rubiandini. Suap diberikan Simon Gunawan Tanjaya melalui pelatih golf Rudi Rubiandini, Deviardi alias Ardi.

Hal lain yang muncul dalam persidangan adalah persidangan juga memunculkan keterangan terkait soal penerimaan uang oleh Rudi Rubiandini, antara lain karena dia didesak membantu Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Waryono Karno dalam memuluskan pembahasan anggaran ESDM pada Komisi VII DPR RI.

See Also

Keterangan Ahli Di Sidang Praperadilan Terkait Eksekusi Penahanan Matheus Mangentang
Peras Mantan Petinggi Polri, Hukuman Sisca Dewi Diperberat
LBH Ansor Jateng Apresiasi Penangkapan Cepat Polres Kebumen Terhadap Pelaku Kekerasan Seksual
Kapolres Bitung Perintahkan Pelaku Kejahatan Ditembak Di Tempat
Reserse Polres Bitung Bekuk Residivis Sadis Pembegal Motor
Satuan Reskrim Polres Bitung Tangkap Dua Tersangka Curanmor
Mahasiswa Unesa Sorot Penggunaan Dana Pembelian Mebel Di Kampus
KPK Tetapkan Dirut PT. Rohde And Schwarz Indonesia Sebagai Tersangka
KPK Akan Segera Periksa Saksi Dan Tersangka Suap KONI
KPK Cekal Robert Tantular Ke Luar Negeri
Tim Resmob Dan Tarsius Bitung Lumpuhkan Pencuri Kambuhan
Mahkamah Agung Hukum Alfian Tanjung 2 Tahun Penjara
Polda Jatim Duga Ada Kesalahan Teknis Proyek Berujung Jalan Gubeng Ambles
KPAI Apresiasi Langkah Cepat Polri Proses Bahar Bin Smith
Polri Sebut Penahanan Tersangka Bahar Bin Smith Murni Kasus Hukum
Polri Koordinasi Dengan LPSK Amankan 2 Remaja Korban Bahar Bin Smith
Usai OTT KPK, Kemenpora Lanjutkan Program SEA Games-Olimpiade
KPK Sita Miliaran Rupiah Terkait OTT Pejabat Kemenpora Dan KONI
Polri Kantongi Bukti Penganiayaan Oleh Bahar Bin Smith
KPK OTT Pejabat Kemenpora Dan Pengurus KONI
Polres Metro Jakarta Selatan Buru Pembunuh Perempuan Muda Di Kebagusan City
Pembunuh Keji Sopir Taksi Online Divonis 10 Tahun Penjara
Uang Pengganti E-KTP, KPK Sita Rp 862 Juta Dari Setya Novanto
Keterangan Ahli Ketua DPD KAI DKI Jakarta Pada Sidang Lanjutan Julius Lobiua
TNI AL Ringkus Pelaku Narkoba Di Tanjung Ahus
jQuery Slider

Comments

Arsip :2019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.498.475 Since: 05.03.13 | 0.1418 sec