Hukum

BW Janji Penuhi Panggilan Bareskrim

JAKARTA-SBN.

Wakil Ketua lembaga antirasuah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Dr. Bambang Widjojanto, S.H., M.H. siap memenuhi panggilan Bareskrim Polri pada hari Selasa (3/2/2015) mendatang.

”Sebagai penegak hukum yang baik, saya akan mengikuti panggilan itu,”tegas Bambang Widjojanto saat menghadiri acara penganugerahan Guru Besar Ketua Mahkamah Agung (MA) Hatta Ali di Universitas Airlangga Surabaya, Sabtu (31/1/2015).

Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Bambang Widjojanto ikut hadir di acara pengukuhan Guru Besar Ketua Mahkamah Agung (MA) Hatta Ali di Universitas Airlangga (Unair), Sabtu (31/1/2015).

Kehadiran Bambang Widjojanto yang mengenakan jas hitam sempat menarik perhatian tamu undangan yang ada di ruang Garuda Mukti, Lantai 5, Gedung Rektorat Unair.

Pria yang sempat membuat ramai pemberitaan media setelah ditangkap Bareskrim Mabes Polri ini langsung disambut sejumlah undangan lain.

Selain Bambang Widjojanto, terlihat juga mantan ketua Komisi Yudisial yang juga anggota tim independen (tim 9) kasus perseteruan KPK Vs Polri, Jimly Asshidique.

Ada pula mantan Ketua MA yang kini ketua dewan pers Bagir Manan serta sejumlah Menteri kabinet kerja.

Acara ini juga dihadiri Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK).

Hari Jumat (30/1/2014) lalu Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto (BW) telah menerima surat panggilan dari Mabes Polri. Menurut BW, sapaan akrabnya, ia sudah menerima surat panggilan dari Bareskrim Polri pada hari Jumat (30/1/2015) lalu.

Pada surat panggilan ini, penyidik Bareskrim Polri mencantumkan dua pasal yang dipersoalkan BW. Pada surat panggilan sebelumnya, BW disangka melanggar Pasal 242 jo Pasal 55 KUHP. Sementara surat yang baru diterima Jumat lalu dia disangkakan Pasal 242 ayat (1) dan Pasal 55 ayat (1) ke-1 dan ayat (1) ke-2 KUHP.

BW lantas mengkritik isi surat panggilan tersebut. "Yang menarik, surat pemanggilan itu merumuskan pasal yang berbeda dengan surat panggilan terdahulu. Kalau dulu Pasal 242 jo Pasal 55, sekarang Pasal 242 ayat (1) dan Pasal 55 ayat (1) ke-1 dan ayat (1) kedua KUHP. Surat panggilan itu berbeda dengan surat panggilan dalam kapasitas saya sebagai tersangka pada sebelumnya dan ini yang paling menarik sebenarnya," ungkap Bambang Widjojanto saat menghadiri acara penganugerahan Guru Besar Ketua Mahkamah Agung (MA) Hatta Ali di Universitas Airlangga Surabaya, Sabtu (31/1/2015).

Dijelaskan BW, pasal itu bukan sangkaan baru. "Pasalnya sama, cuma gunakan ayat sekarang. Itu persis yang saya persoalkan karena kalau merumuskan sangkaan seseorang secara generik tidak ada dasarnya, ini mengada-ada. Tapi ini harus saya ikuti karena saya dipanggil dan sebagai komitmen penegak hukum yang baik saya akan datang," lanjut BW.

Sebelumnya, BW tidak mau bersaksi karena sangkaan pasalnya terlalu umum dan tidak ada dasarnya. Hal inilah yang kemudian menimbulkan opini bahwa kasus ini sengaja diada-adakan. "Tetapi saya harus mengikuti. Saya akan datang," tegasnya.

Sebelumnya, Kabareskrim Irjen Pol. Budi Waseso meminta BW supaya hadir ke pemeriksaan tersebut. "Ya aturannya seperti itu," tuturnya di lapangan Bhayangkara, Jakarta, Sabtu (31/1/2015).

Berkembang kabar, BW akan ditahan setelah pemeriksaan itu. Menanggapi isu tersebut, Kabareskrim Irjen Pol. Budi Waseso mengaku langkah itu merupakan pertimbangan penyidik. Namun, dirinya tidak mengetahui apakah penyidik bakal melakukan hal itu.

"Itu pertimbangan penyidik. Saya tidak bisa mengatakan ditahan atau tidak," jelasnya.

BW dilaporkan anggota DPR RI dari fraksi PDIP, Sugianto Sabran pada 19 Januari 2015 lalu. Berselang empat hari kemudian, BW ditangkap dan ditahan di Mabes Polri. Namun, pada 24 Januari BW dilepas setelah pimpinan KPK Adnan Pandu Praja menemui Wakapolri Komjen Pol. Badrodin Haiti.

Pemeriksaan Bambang Widjojanto tercantum di surat 5PGL/146/I/2015/DitTipideksus. Surat itu ditandatangani Direktur Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Kasubdit VI Kombes Pol. Daniel Tifaona. Surat itu berisi, Bambang Widjojanto diharapkan hadir pada pukul 09.00 WIB, Jl. Trunojoyo No.3, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

BW akan dimintaI keterangan sebagai tersangka dalam perkara dugaan tindak pidana memberikan keterangan palsu di bawah sumpah sebagai mana dimaksud dalam Pasal 242 ayat (1) KUHP juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 juncto Pasal 55 ayat ke 2 KUHP.

See Also

Keterangan Ahli Di Sidang Praperadilan Terkait Eksekusi Penahanan Matheus Mangentang
Peras Mantan Petinggi Polri, Hukuman Sisca Dewi Diperberat
LBH Ansor Jateng Apresiasi Penangkapan Cepat Polres Kebumen Terhadap Pelaku Kekerasan Seksual
Kapolres Bitung Perintahkan Pelaku Kejahatan Ditembak Di Tempat
Reserse Polres Bitung Bekuk Residivis Sadis Pembegal Motor
Satuan Reskrim Polres Bitung Tangkap Dua Tersangka Curanmor
Mahasiswa Unesa Sorot Penggunaan Dana Pembelian Mebel Di Kampus
KPK Tetapkan Dirut PT. Rohde And Schwarz Indonesia Sebagai Tersangka
KPK Akan Segera Periksa Saksi Dan Tersangka Suap KONI
KPK Cekal Robert Tantular Ke Luar Negeri
Tim Resmob Dan Tarsius Bitung Lumpuhkan Pencuri Kambuhan
Mahkamah Agung Hukum Alfian Tanjung 2 Tahun Penjara
Polda Jatim Duga Ada Kesalahan Teknis Proyek Berujung Jalan Gubeng Ambles
KPAI Apresiasi Langkah Cepat Polri Proses Bahar Bin Smith
Polri Sebut Penahanan Tersangka Bahar Bin Smith Murni Kasus Hukum
Polri Koordinasi Dengan LPSK Amankan 2 Remaja Korban Bahar Bin Smith
Usai OTT KPK, Kemenpora Lanjutkan Program SEA Games-Olimpiade
KPK Sita Miliaran Rupiah Terkait OTT Pejabat Kemenpora Dan KONI
Polri Kantongi Bukti Penganiayaan Oleh Bahar Bin Smith
KPK OTT Pejabat Kemenpora Dan Pengurus KONI
Polres Metro Jakarta Selatan Buru Pembunuh Perempuan Muda Di Kebagusan City
Pembunuh Keji Sopir Taksi Online Divonis 10 Tahun Penjara
Uang Pengganti E-KTP, KPK Sita Rp 862 Juta Dari Setya Novanto
Keterangan Ahli Ketua DPD KAI DKI Jakarta Pada Sidang Lanjutan Julius Lobiua
TNI AL Ringkus Pelaku Narkoba Di Tanjung Ahus
jQuery Slider

Comments

Arsip :2019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.502.182 Since: 05.03.13 | 0.134 sec