Hukum

Pengacara Bali Nine Katakan Kliennya Sudah Berubah

Tuesday, 27 Januari 2015 | View : 747

DENPASAR-SBN.

Myuran Sukumaran dan Andrew Chan yang masuk kelompok “Bali Nine” bersama tujuh rekan lainnya yang diputus hukuman beragam terbukti berupaya menyelundupkan 8,2 heroin ke Bali yang dibawanya dari Australia.

Terpidana mati kasus narkoba dari sindikat Bali Nine, Myuran Sukumaran dan Andrew Chan mengajukan grasi kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi), namun permohonan itu ditolak.

Myuran Sukumaran yang terlebih dahulu mendapatkan keputusan penolakan grasi, sementara Andrew Chan menerima kepastian penolakan itu, Kamis (22/1/2015). Surat penolakannya diterima Pengadilan Negeri Denpasar, dan hari ini disampaikan kepada aparat di Lapas Kerobokan.

Myuran Sukumaran yang sudah mengajukan grasi tapi ditolak oleh Presiden tinggal menunggu eksekusi mati. Sementara Andrew Chan hasil dari upaya pengajuan grasi yang belum diputuskan oleh Presiden. Jika grasi ditolak, maka keduanya harus siap menjalani eksekusi mati. 

Julian McMohan, pengacara dari terpidana mati kelompok "Bali Nine" menemui Myuran Sukumaran dan Andrew Chan di Lembaga Pemasyarakatan Kerobokan, Jumat (23/1/2015).

Julian McMahon mengatakan, kedua kliennya itu merasa cemas menjelang eksekusi mati. “Mereka sudah berubah (lebih baik). Mereka juga menyadari bahwa melakukan pelanggaran akan itu akan dihukum, tapi sudah berubah,” kata Julian McMahon, usai menemui Myuran Sukumaran dan Andrew Chan.

Julian McMahon juga menceritakan, Myuran Sukumaran dan Andrew Chan mengaku sangat senang menjadi warga binaan di Lapas Kerobohan. Sebab, banyak hal yang mereka dapatkan, baik untuk kepentingan diri sendiri maupun bersama. Selama di dalam sel Myuran Sukumaran diketahui gemar melukis dan Andrew Chan memasak.

“Mereka bangga menemukan banyak hal yang baik bagi dirinya dan orang lain. Mereka sudah berubah, seharusnya mendapat reward (penghargaan), kalau tidak dapat, ya sama saja dengan lainnya. Sudah berubah tapi tetap dieksekusi,” tegas Julian MacMahon.

Julian McMahon, pengacara asal Australia bagi Andrew Chan dan Myuran Sukumaran, telah meminta agar keputusan grasi bagi Andrew Chan selamanya ditunda, untuk mencegah eksekusi.

Julian McMahon, pengacara keduanya, mengunjungi mereka di penjara pada Jumat (23/1/2015) dan bekerja sama dengan pengacara Indonesia untuk mengajukan 'judicial review' atau Peninjauan Kembali (PK). "Mahkamah Konstitusi mengatakan, kami bisa maju lagi ke pengadilan dan mengajukan banding kembali, dan itulah yang kami ingin lakukan, menggunakan aturan hukum ... untuk menyelamatkan orang-orang ini," jelasnya.

Namun, Pemerintah Indonesia telah memiliki kewenangan untuk mengeksekusi dua terpidana tersebut.

See Also

Bareskrim Polri Tetap Usut Korupsi PD Sarana Jaya
KPK Perpanjang Penahanan Kadis PUPR Mojokerto
Bareskrim Polri Tahan 7 Tersangka Terkait Kasus Praktik Bank Gelap Hanson International
KPK Perpanjang Penahanan Dirut PT. CMI Teknologi Rahardjo Pratjihno
KPK Geledah Rumah Anggota DPRD Tulungagung
Kasus PT. Asuransi Jiwasraya (Persero), Kejagung Periksa 27 Saksi Pemilik Rekening Saham
KPK Geledah Gedung DPRD Tulungagung
KPK Periksa Direktur Utama PT. Antam (Persero) Tbk
KPK Akui Adanya Aturan Melarang Pimpinan Temui Pihak Terkait Perkara
Polda Jatim Segera Ungkap TPPU Kasus Investasi Bodong MeMiles
Polda Jatim Bidik TPPU Kasus Investasi Bodong MeMiles
Reynhard Sinaga Ditahan Di Sel Maximum Security
Universitas Manchester Cabut 2 Gelar Magister Reynhard Sinaga
Kolaborasi Bareskrim Dan BNN Amankan 250 Kg Ganja Di Jakarta
Kasus Investasi Bodong MeMiles Segera Dilimpahkan Ke Kejati Jatim
Kasus Investasi Bodong MeMiles, Polda Jatim Periksa Siti Badriah
KPK Sita Rumah Dan Mobil Mantan Bupati Cirebon
Jaksa Teliti Berkas Tersangka Kasus Novel Baswedan
KPK Periksa Komisioner KPU
Polri Selidiki Negara Rakyat Nusantara
Jaksa Agung Sebut Kasus Jiwasraya Merugikan Negara Rp 13,7 Triliun
Bea Cukai Berkoordinasi Dengan Polda Metro Jaya Tangani Kasus Penyelundupan
Pengacara Yang Sukses Mengadakan MoU Dengan Negara Lain
Polda Metro Jaya Tahan Para Tersangka Kasus Penculikan WN Inggris
Presiden Joko Widodo Resmi Lantik Idham Azis Sebagai Kapolri Baru
jQuery Slider

Comments

Arsip :20202019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 8.289.080 Since: 05.03.13 | 0.1904 sec