Hukum

Pengacara Bali Nine Katakan Kliennya Sudah Berubah

Tuesday, 27 Januari 2015 | View : 662

DENPASAR-SBN.

Myuran Sukumaran dan Andrew Chan yang masuk kelompok “Bali Nine” bersama tujuh rekan lainnya yang diputus hukuman beragam terbukti berupaya menyelundupkan 8,2 heroin ke Bali yang dibawanya dari Australia.

Terpidana mati kasus narkoba dari sindikat Bali Nine, Myuran Sukumaran dan Andrew Chan mengajukan grasi kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi), namun permohonan itu ditolak.

Myuran Sukumaran yang terlebih dahulu mendapatkan keputusan penolakan grasi, sementara Andrew Chan menerima kepastian penolakan itu, Kamis (22/1/2015). Surat penolakannya diterima Pengadilan Negeri Denpasar, dan hari ini disampaikan kepada aparat di Lapas Kerobokan.

Myuran Sukumaran yang sudah mengajukan grasi tapi ditolak oleh Presiden tinggal menunggu eksekusi mati. Sementara Andrew Chan hasil dari upaya pengajuan grasi yang belum diputuskan oleh Presiden. Jika grasi ditolak, maka keduanya harus siap menjalani eksekusi mati. 

Julian McMohan, pengacara dari terpidana mati kelompok "Bali Nine" menemui Myuran Sukumaran dan Andrew Chan di Lembaga Pemasyarakatan Kerobokan, Jumat (23/1/2015).

Julian McMahon mengatakan, kedua kliennya itu merasa cemas menjelang eksekusi mati. “Mereka sudah berubah (lebih baik). Mereka juga menyadari bahwa melakukan pelanggaran akan itu akan dihukum, tapi sudah berubah,” kata Julian McMahon, usai menemui Myuran Sukumaran dan Andrew Chan.

Julian McMahon juga menceritakan, Myuran Sukumaran dan Andrew Chan mengaku sangat senang menjadi warga binaan di Lapas Kerobohan. Sebab, banyak hal yang mereka dapatkan, baik untuk kepentingan diri sendiri maupun bersama. Selama di dalam sel Myuran Sukumaran diketahui gemar melukis dan Andrew Chan memasak.

“Mereka bangga menemukan banyak hal yang baik bagi dirinya dan orang lain. Mereka sudah berubah, seharusnya mendapat reward (penghargaan), kalau tidak dapat, ya sama saja dengan lainnya. Sudah berubah tapi tetap dieksekusi,” tegas Julian MacMahon.

Julian McMahon, pengacara asal Australia bagi Andrew Chan dan Myuran Sukumaran, telah meminta agar keputusan grasi bagi Andrew Chan selamanya ditunda, untuk mencegah eksekusi.

Julian McMahon, pengacara keduanya, mengunjungi mereka di penjara pada Jumat (23/1/2015) dan bekerja sama dengan pengacara Indonesia untuk mengajukan 'judicial review' atau Peninjauan Kembali (PK). "Mahkamah Konstitusi mengatakan, kami bisa maju lagi ke pengadilan dan mengajukan banding kembali, dan itulah yang kami ingin lakukan, menggunakan aturan hukum ... untuk menyelamatkan orang-orang ini," jelasnya.

Namun, Pemerintah Indonesia telah memiliki kewenangan untuk mengeksekusi dua terpidana tersebut.

See Also

Keterangan Ahli Di Sidang Praperadilan Terkait Eksekusi Penahanan Matheus Mangentang
Peras Mantan Petinggi Polri, Hukuman Sisca Dewi Diperberat
LBH Ansor Jateng Apresiasi Penangkapan Cepat Polres Kebumen Terhadap Pelaku Kekerasan Seksual
Kapolres Bitung Perintahkan Pelaku Kejahatan Ditembak Di Tempat
Reserse Polres Bitung Bekuk Residivis Sadis Pembegal Motor
Satuan Reskrim Polres Bitung Tangkap Dua Tersangka Curanmor
Mahasiswa Unesa Sorot Penggunaan Dana Pembelian Mebel Di Kampus
KPK Tetapkan Dirut PT. Rohde And Schwarz Indonesia Sebagai Tersangka
KPK Akan Segera Periksa Saksi Dan Tersangka Suap KONI
KPK Cekal Robert Tantular Ke Luar Negeri
Tim Resmob Dan Tarsius Bitung Lumpuhkan Pencuri Kambuhan
Mahkamah Agung Hukum Alfian Tanjung 2 Tahun Penjara
Polda Jatim Duga Ada Kesalahan Teknis Proyek Berujung Jalan Gubeng Ambles
KPAI Apresiasi Langkah Cepat Polri Proses Bahar Bin Smith
Polri Sebut Penahanan Tersangka Bahar Bin Smith Murni Kasus Hukum
Polri Koordinasi Dengan LPSK Amankan 2 Remaja Korban Bahar Bin Smith
Usai OTT KPK, Kemenpora Lanjutkan Program SEA Games-Olimpiade
KPK Sita Miliaran Rupiah Terkait OTT Pejabat Kemenpora Dan KONI
Polri Kantongi Bukti Penganiayaan Oleh Bahar Bin Smith
KPK OTT Pejabat Kemenpora Dan Pengurus KONI
Polres Metro Jakarta Selatan Buru Pembunuh Perempuan Muda Di Kebagusan City
Pembunuh Keji Sopir Taksi Online Divonis 10 Tahun Penjara
Uang Pengganti E-KTP, KPK Sita Rp 862 Juta Dari Setya Novanto
Keterangan Ahli Ketua DPD KAI DKI Jakarta Pada Sidang Lanjutan Julius Lobiua
TNI AL Ringkus Pelaku Narkoba Di Tanjung Ahus
jQuery Slider

Comments

Arsip :2019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.538.403 Since: 05.03.13 | 0.1485 sec