Ekonomi

Apple Inc. Untung Besar

Thursday, 29 Januari 2015 | View : 1166

SAN FRANCISCO-SBN.

Apple Inc. memposting hasil pendapatannya di akhir tahun 2011, dan hasilnya ternyata sangat impresif. Apple Inc., Selasa (27/1/2015) mengumumkan berhasil meraup keuntungan sebesar US$ 18 miliar dalam kuartal terakhir 2014. Ini merupakan keuntungan terbesar yang pernah diperoleh perusahaan teknologi yang berpusat di Cupertino, California, Amerika Serikat (AS) ini.

Laku kerasnya penjualan iPhone, mendongkrak keuntungan yang diraup Apple Inc., produsen "telepon pintar" itu. “Permintaan iPhone telah mengejutkan, di luar yang kami duga,” ungkap Direktur Eksekutif, Tim Cook.

"Kami sangat senang dengan hasil penjualan iPhone, iPad dan Mac yang sangat luar biasa. Momentum Apple ini sangat kuat dengan berbagai produk yang sudah dihadirkan tahun lalu," ucap CEO Apple Inc., Tim Cook sumringah.

SVP dan CFO Apple Peter Oppenheimer mengumumkan bahwa Apple Inc. kini 'memegang' uang cash lebih dari US$ 97,6 miliar di tangan. Peter Oppenheimer tidak menjelaskan apa yang akan dilakukan oleh Apple Inc. dengan modal tersebut, ia menyatakan hanya akan menyimpan uang tersebut.

Jenis iPhone layar besar tahun lalu meledak, terutama di China. Apple Inc. mengumumkan rekor penjualan 74,5 juta unit iPhone selama kuartal pertama fiskal 2015 yang berakhir pada 27 Desember, dengan laba bersih US$ 74,6 milyar, berkat penjualan tinggi di China. Pendapatan Apple Inc. dalam tahun 2014 total US$ 74,6 miliar atau meningkat 30 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Angka tersebut, sebagaimana dilaporkan situs GSM Arena, Rabu (28/1/2015), menunjukkan adanya peningkatan 30 persen dibanding periode yang sama pada tahun sebelumnya, yang bernilai US$ 57,6 milyar.

Tim Cook menggambarkan penjualan di China fenomenal. Di luar China, Amerika Serikat, penjualan iPhone naik 44 persen, sedangkan di Brasil malah meningkat hingga dua kali lipat.

Sedangkan iPad terjual 21,4 juta unit atau lebih rendah dibanding target penjualan sebanyak 21,5 juta unit. Angka ini juga turun dibandingkan penjualan pada periode yang sama tahun lalu yang berjumlah 26 juta unit.

Dijelaskan pula, penjualan iPhone tidak hanya satu-satunya yang mencatatkan rekor, tetapi juga Mac, yang terjual 5,2 juta unit, dan transaksi App Store. Namun, Apple Inc. tidak menyebutkan penjualan iPod pada periode tersebut.

Untuk kuartal berikutnya, Apple Inc. menetapkan target pendapatan antara US$ 52 hingga 54 juta.

Menurut Standard and Poor’s, Apple Inc. berhasil memecahkan rekor yang dipegang ExxonMobil ketika kuartal II-2012 meraih keuntungan US$ 15,9 miliar.

"Tak ada seorang pun mau membeli ponsel yang berukuran besar," tegas pendiri Apple, Steve Jobs pada tahun 2010. Saat itu, Steve Jobs menganggap sebelah mata ponsel dengan ukuran layar yang lebar. Steve Jobs pun tak berniat untuk membuat iPhone berlayar besar.

"Ramalan" Steve Jobs soal ponsel berlayar besar tersebut ternyata meleset. Buktinya, ponsel terbaru Apple, iPhone 6 dan iPhone 6 Plus yang dilengkapi layar lebar sangat laku di pasaran.

Larisnya penjualan duo iPhone 6 tersebut terpampang dalam laporan keuangan terakhir Apple. Pada kuartal IV 2014, Apple tercatat berhasil menjual 74,5 juta perangkat iPhone.

Kesuksesan penjualan itu tak lepas dari kontribusi penjualan iPhone 6. iPhone menunjukkan grafik penjualan yang meningkat tajam pada ujung kuartal III, tepatnya saat Apple merilis iPhone 6 dan iPhone 6 Plus.

CEO Apple Tim Cook pun mengakui keberhasilan penjualan tersebut merupakan kontribusi iPhone 6. "iPhone 6 adalah iPhone yang paling populer di kuartal sebelumnya," kata Tim Cook, Rabu (28/1/2015) dari Gigaom.

Dalam kuartal tersebut, perusahaan asal California ini juga berhasil meraup keuntungan US$ 18 miliar atau Rp 225 triliun dalam waktu tiga bulan. Angka ini menjadikan Apple sebagai perusahaan dengan rekor pendapatan perkuartal terbesar sepanjang sejarah.

Kontribusi penjualan iPhone sangat dominan dalam pencetakan rekor tersebut. Jika tak didompleng penjualan iPhone, Apple disinyalir tak akan meraup untung sebanyak itu. Pasalnya, produk iPad justru menunjukkan penurunan penjualan. Sedangkan penjualan iPod dan iMac stagnan.

Steve Jobs memang terkenal kerap tepat dalam memprediksi sebuah tren. Seperti prediksinya soal "kemusnahan" DVD dan sambungan jaringan kabel RJ45. Steve Jobs menghilangkan dua komponen tersebut di laptop Apple MacBook.

Kehadiran internet pun telah diprediksi oleh Steve Jobs sejak tahun 1985. Ia juga dengan tepat meramalkan tren penggunaan gadget mobile.

Namun, seorang visioner seperti Steve Jobs pun dapat keliru meramalkan teknologi dan minat pasar. Kali ini, ramalannya soal ponsel layar besar meleset.

Kesuksesan iPhone 6 dan iPhone 6 Plus di pasaran mungkin tak pernah dibayangkan oleh Steve Jobs.

Faktanya keuntungan berlimpah Apple hari ini karena "tak mendengar" prediksi sang pendiri.

Setelah Steve Jobs meninggal, Apple di bawah Tim Cook memang berangsur-angsur melanggar "wasiat" sang pendiri dengan menaikkan ukuran layar iPhone. Dimulai dengan iPhone 5 pada 2012, lalu terakhir iPhone 6 dan iPhone 6 Plus yang rupa fisiknya sudah menyerupai phablet dengan layar berukuran 4,7 inci dan 5,5 inci.

Namun, kesalahan Steve Jobs memprediksi pasar patut dimaklumi. Pemikiran Steve Jobs yang selalu mengedepankan kombinasi teknologi, desain, dan kemudahan pengguna barangkali menjadi faktor ketidaktarikannya terhadap ponsel berlayar besar.

Steve Jobs menganggap ponsel berlayar besar dapat menyulitkan pengguna. "Ponsel berukuran besar menyulitkan Anda menggenggamnya," kata Steve Jobs.

Intinya, perkembangan teknologi bisa dibilang tak memiliki rumusan dan kepastian tertentu. Jika hari ini para vendor (terutama Android) berlomba-lomba menciptakan ponsel pintar berlayar besar, tak menutup kemungkinan di masa depan tren akan kembali memihak ponsel berukuran kecil.Kesuksesan iPhone 6 dan iPhone 6 Plus di pasaran mungkin tak pernah dibayangkan pendiri Apple, Steve Jobs.

See Also

Bursa Asia Ditutup Menguat
Harga Emas Berbalik Menguat Didukung Data Ekonomi AS
Dow Jones Dan S&P Melemah, Nasdaq Menguat
Merger Peugeot Dan Fiat-Chrysler Jadi Pabrikan Mobil Ke-4 Terbesar Dunia
Turunkan Angka Pengangguran, BLKK Al Mawaddah Melatih 48 Tenaga Kompeten
Ditunggu Warga, Pensertifikatan Tanah Massal Di TMMD Kalikondang
Bursa Asia Ditutup Bervariasi
Semangat Babinsa Koramil 09/Karangtengah Dampingi Panen Perdana MT I
Kontrol Hasil Panen, Babinsa 03/Wonosalam Lakukan Pengubinan Padi
Bersama Warga, Babinsa 06/Wedung Siap Sukseskan Swasembada Pangan
Mendesa Klaim Bank Dunia Contoh Indonesia Terkait Penganggaran Dana Desa
Mulai Hari Ini Harga Pertamina Dex, Dexlite, Pertamax, Pertalite Turun
Bursa Asia Dan AS Menguat
Menko Maritim Sebut Bandara Kulonprogo Mulai Layani Penerbangan April 2019
Kodim 0716/Demak Buka Stand Pasar Murah
Babinsa Kodim 0716/Demak Perkuat Alsintan Dengan Diklat
Mengoptimalkan LTT Dengan Pemanfaatan Alsintan
Awas Tamu Tak Diundang Di Saat Panen Tiba
Demak Panen Raya Perdana Jagung Hibrida
Dandim 0716/Demak Jamin Demplot Kodim Kualitas Dan Produktivitasnya Panen Bagus
Generasi Muda Didorong Untuk Kreatif
Bursa Nikkei Dibuka Menguat
Menteri Perindustrian Bertemu Menteri Ekonomi Pendidikan Riset Swiss, Bahas Kerja Sama Dua Negara
Presiden Joko Widodo Terima Kunjungan Menteri Ekonomi Pendidikan Riset Swiss
Babinsa Pendampingan Nyemprot Tanaman Padi
jQuery Slider

Comments

Arsip :20202019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 8.016.653 Since: 05.03.13 | 0.148 sec