Internasional

Timor Leste Memanas

Wednesday, 28 Januari 2015 | View : 1347

ATAMBUA-SBN.

Isu memanasnya situasi di wilayah Timor Leste, membuat aparat TNI dari Satgas Pamtas RI-RDTL Sektor Timur (Yonif 514 Kostrad) memperketat penjagaan di garis perbatasan.

Total prajurit Yonif 514 yang ada di Sektor Timur sebanyak 350 orang, dikerahkan untuk menempati 20 pos yang ada sebanyak 330 prajurit, dan menyisahkan 20 prajurit di Markas Komando (Mako) Satgas Pamtas RI-RDTL di Sesekoe, Kecamatan Atambua Barat, Belu.

Komandan Satgas Pamtas RI-RDTL, Mayor (Inf) Muhamad Nas, S.IP, menyampaikan hal ini kepada wartawan di ruang kerjanya, Selasa (27/1/2015). Mayor Nas menuturkan, beberapa pekan ini beredar isu bahwa situasi politik di negara RDTL lagi memanas. Dugaan adanya persaingan politik antarelit, sehingga dampak ikutannya tentu ke wilayah Indonesia.

Menghadapi isu tersebut, TNI yang bertugas sebagai Satgas Pamtas RI-RDTL khusus di sektor Timur akan selalu siaga dengan melakukan patroli 7x24 jam. "Jadi kita bukan saja patroli untuk menghalau oknum penyelundup tetapi juga menjaga hal-hal yang tidak kita inginkan. Kita tidak mau TNI berbenturan dengan pasukan UPF di perbatasan Timor Leste. Selama ini hubungan kita terjalin baik, komunikasinya baik. Jangan karena isu lalu meruncing situasi di perbatasan kedua negara," jelas Mayor (Inf) Muhamad Nas, S.IP.

Menurut Mayor (Inf) Muhamad Nas, S.IP., anggota pasukan yang diterjunkan ke sektor Timur dari satuan Yonif 514 Kostrad seluruhnya 350 orang tersebar di 20 pos dari Motaain hingga Builalu.

Apabila selama ini prajurit lebih banyak di mako maka saat ini prajurit lebih banyak dikonsentrasikan di pos yang ada dan menyisahkan 20 orang prajurit di Mako Satgas Pamtas RI-RDTL di Sesekoe. "Prajurit kita tempatkan lebih banyak di pos. Di Mako cuma 20 orang. Kita akan patroli menjaga keamanan di perbatasan RI-RDTL. Memang isu seperti itu (Timor Leste memanas) tapi kita harus tetap waspada dan berjaga-jaga walaupun cuma isu," urai Mayor (Inf) Muhamad Nas, S.IP.

Pada bagian lain, ditanya soal ada upaya warga menyerahkan senjata api rakitan pasca kerusuhan di Timor Timur, Mayor (Inf) Muhamad Nas, S.IP. mengatakan, sejauh ini belum ada inisiatif dari warga untuk menyerahkan secara sukarela.

Padahal, TNI sangat berharap warga yang masih menyimpan senjata ataupun bahan peledak lainnya, supaya bisa menyerahkan secara baik-baik dan tidak akan diproses.
"Malah kita sudah wanti-wanti, apabila ada warga yang menyerahkan maka kita akan berikan hadiah. Tapi belum ada yang serahkan. Kita memang berharap warga tidak menyimpan karena akan sangat berbahaya," kata Mayor (Inf) Muhamad Nas, S.IP.

See Also

Pengadilan Rusia Perintahkan Perempuan Yang Kabur Dari Karantina Balik Ke RS
Virus Korona Tewaskan Direktur Rumah Sakit Di Wuhan
Penembakan Di Century Plaza Bangkok
Jeff Bezos Donasi USD 10 Miliar Untuk Penelitian Iklim
Korban Tewas Akibat Virus Korona Total Jadi 1.868
1.789 Korban Tewas Akibat Virus Korona
Warga Kanada Di Kapal Pesiar Diamond Princess Segera Dievakuasi
Arab Saudi Larang Warganya Ke China
Dokter Pengungkap Virus Korona Meninggal Dunia
Korban Jiwa Virus Korona Bertambah Jadi 634
Jepang Karantina Seluruh Penumpang Kapal Pesiar Diamond Princess Terkait Virus Corona
Ratusan Warga Negara Malaysia Dan Keluarganya Dipulangkan Dari Wuhan
Penembakan Di Asrama Kampus Texas A & M University
7 Fakta Rumah Sakit Kilat Pasien Korban Virus Corona Wuhan
Singapura Umumkan 6 Kasus Baru Virus Korona
Rumah Sakit Kilat Virus Corona Wuhan Mulai Beroperasi
Penembakan Dalam Bus Greyhound Di California
Korban Meninggal Virus Korona Bertambah Jadi 362
TNI Siap Bantu Kebakaran Hutan Di Australia
Rudal Kenai Objek Di Langit Iran Saat Pesawat Ukraina Jatuh
Iran Sebut Pesawat Ukraina Terbakar Sebelum Jatuh
Pejabat AS Sebut Pesawat Ukraina Kemungkinan Kena Rudal Iran
Bencana Kebakaran Lahan Di Australia
Kapal Induk Kedua China Resmi Diluncurkan
PBB Sebut 7 Ribu Demonstran Iran Ditahan Akibat Protes Kenaikan BBM
jQuery Slider
Arsip :20202019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 8.405.893 Since: 05.03.13 | 0.2102 sec