Internasional

Masjid Syiah Dibom Di Pakistan Saat Sholat Jumat

Friday, 30 Januari 2015 | View : 772

ISLAMABAD-SBN.

Bom menghancurkan sebuah Masjid Syiah di kota Shikarpur, Provinsi Sindh, wilayah selatan Pakistan, Jumat (30/1/2015). Sebanyak 40 orang tewas seketika dan puluhan lainnya luka-luka saat sebuah bom menghantam Masjid milik kaum Syiah di Pakistan bagian selatan ketika jemaah tengah salat Jumat (30/1/2015).

Polisi mengatakan, serangan sektarian paling mematikan dalam dua tahun terakhir itu terjadi di saat ratusan umat Syiah sedang menjalankan ibadah sholat Jumat. Pejabat keamanan setempat menyebutkan, ledakan itu merupakan rangkaian serangan sektarian mematikan yang melanda Pakistan dalam beberapa bulan ini.

“Sedikitnya 40 orang tewas dalam serangan bom itu dan 46 orang lainnya terluka,” ungkap Menteri Kesehatan Sindh, Jam Mehtab Daher.

Peristiwa itu dikabarkan sebagai lanjutan aksi brutal yang sebelumnya juga terjadi yakni tragedi serangan sekolah di Peshawar yang menewaskan 150 orang pada Desember lalu.

Petugas medis di RS Civil, Shikarpur, Shaukat Ali Memon, membenarkan jumlah korban tewas dalam tragedi itu dan mengatakan jumlah korban tewas kemungkinan bisa bertambah karena sebagian korban luka kini dalam kondisi kritis.

Serangan bom itu terjadi bertepatan dengan kunjungan PM Nawaz Sharif ke Ibu Kota Sindh, Karachi, untuk membicarakan masalah hukum dan ketertiban di wilayah tersebut.

Kelompok militan Sunni Jundallah mengaku bertanggung jawab atas serangan Jumat siang itu. Peristiwa itu terjadi di Kota Shikarpur, Provinsi Sindh, sekitar 500 kilometer sebelah utara dari Karachi.

Selama ini, daerah itu aman dari serangan konflik sektarian yang sudah berlangsung selama bertahun-tahun. Hal ini menunjukkan tantangan terorisme di negara itu bisa meluas ke wilayah baru.

Sementara itu, Sain Rakhio Mirani, wakil Inspektur Jenderal wilayah Shikarpur menjelaskan, sebanyak 31 jenazah dievakuasi ke rumah sakit Shikarpur. Sedangkan empat korban terluka tewas saat perjalanan ke rumah sakit di kota terdekat dari Sukkur.

Peristiwa bom di Masjid itu dikabarkan sangat serius. Bahkan, dr. Shaukat Ali Memon, yang memimpin Rumah Sakit (RS) di Shikarpur muncul di stasiun televisi Pemerintah dan mengimbau warga Pakistan untuk menyumbangkan darah mereka bagi korban yang terluka.

Dari tayangan televisi beberapa saat setelah ledakan terjadi, terlihat kekacauan suasana di lokasi kejadian pada saat warga mencoba menolong korban luka dengan mengangkut mereka ke rumah sakit menggunakan mobil, sepeda motor, hingga becak.

“Kawasan itu dipenuhi darah dan bagian tubuh manusia. Bau daging terbakar sangat menyengat, sementara orang-orang saling berteriak satu sama lain. Sangat kacau,” kata seorang saksi mata, Zahid Noon.

Seorang warga yang tinggal di dekat Masjid itu, Mohammad Jehangir, mengatakan, dia merasa tanah bergetar kencang di bawah kakinya. Padahal, saat itu dia sedang beribadah di Masjid lain yang berjarak sekitar 1,5 kilometer dari lokasi serangan.

Televisi Pakistan memperlihatkan bagaimana warga Sukkur panit dan puluhan jemaah histeris mengangkut korban yang tewas dan terluka ke Rumah Sakit (RS). Media lokal melaporkan bahwa bagian atap Masjid runtuh dan menimpa jemaah yang tengah salat. Sejumlah jemaah masih ada yang terperangkap di bawah reruntuhan. Laporan awal menunjukkan bahwa bom itu ditanam di Masjid.

Sementara itu, Fahad Mahsud, juru bicara kelompok militan Sunni Jundullah mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut. Pengakuan itu ia sampaikan melalui pembicaraan telepon kepada The Associated Press. Namun, ia tidak memberikan rincian tentang bagaimana hal itu dilakukan.

Sebelumnya, kelompok militan itu juga mengklaim bertanggung jawab atas serangan terhadap kaum Syiah dan minoritas agama lainnya, termasuk serangan terhadap sebuah Gereja di kota barat laut Peshawar pada tahun 2013 yang menewaskan 85 orang.

Insiden ini adalah serangan paling mematikan di Pakistan sejak Maret 2013, ketika sebuah bom mobil meledak di sebuah permukiman warga Syiah di Karachi yang menewaskan 45 orang.

Berdasarkan catatan, banyak ekstremis Sunni tidak menganggap Syiah sebagai Muslim sejati. (afp/ap)

See Also

Pengadilan Rusia Perintahkan Perempuan Yang Kabur Dari Karantina Balik Ke RS
Virus Korona Tewaskan Direktur Rumah Sakit Di Wuhan
Penembakan Di Century Plaza Bangkok
Jeff Bezos Donasi USD 10 Miliar Untuk Penelitian Iklim
Korban Tewas Akibat Virus Korona Total Jadi 1.868
1.789 Korban Tewas Akibat Virus Korona
Warga Kanada Di Kapal Pesiar Diamond Princess Segera Dievakuasi
Arab Saudi Larang Warganya Ke China
Dokter Pengungkap Virus Korona Meninggal Dunia
Korban Jiwa Virus Korona Bertambah Jadi 634
Jepang Karantina Seluruh Penumpang Kapal Pesiar Diamond Princess Terkait Virus Corona
Ratusan Warga Negara Malaysia Dan Keluarganya Dipulangkan Dari Wuhan
Penembakan Di Asrama Kampus Texas A & M University
7 Fakta Rumah Sakit Kilat Pasien Korban Virus Corona Wuhan
Singapura Umumkan 6 Kasus Baru Virus Korona
Rumah Sakit Kilat Virus Corona Wuhan Mulai Beroperasi
Penembakan Dalam Bus Greyhound Di California
Korban Meninggal Virus Korona Bertambah Jadi 362
TNI Siap Bantu Kebakaran Hutan Di Australia
Rudal Kenai Objek Di Langit Iran Saat Pesawat Ukraina Jatuh
Iran Sebut Pesawat Ukraina Terbakar Sebelum Jatuh
Pejabat AS Sebut Pesawat Ukraina Kemungkinan Kena Rudal Iran
Bencana Kebakaran Lahan Di Australia
Kapal Induk Kedua China Resmi Diluncurkan
PBB Sebut 7 Ribu Demonstran Iran Ditahan Akibat Protes Kenaikan BBM
jQuery Slider
Arsip :20202019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 8.405.728 Since: 05.03.13 | 0.1981 sec