Hukum

Polisi Periksa Pemilik Apartemen The Capital Residence

Friday, 30 Januari 2015 | View : 1368

JAKARTA-SBN.

Bareskrim Mabes Polri memeriksa Supriansa menindaklanjuti aduan LSM KPK Watch terkait dugaan pertemuan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Dr. Abraham Samad, S.H., M.H. dengan petinggi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).

Ketua lembaga antirasuah, KPK, Abraham Samad diadukan oleh LSM KPK Watch atas dugaan melanggar Pasal 36 dan Pasal 65 UU Nomor 30 Tahun 2002 tentang Komisi Pemberantasan Korupsi‎. Pengaduan itu sudah masuk ke Bareskrim Polri dengan Nomor LP/75/I/2015/Bareskrim.

Kepala Bagian Penerangan Umum Polri Kombes Pol. Drs. Rikwanto, S.H., M.Hum. sebelumnya menerangkan pelaporan terkait dugaan pertemuan dengan petinggi partai politik PDIP dan menjanjikan bantuan hukum dalam perkara Emir Moeis dan akan membantu meringankan hukuman Emir Moeis.

Seorang lelaki bernama Supriansa yang mengaku pemilik apartemen The Capital Residence diperiksa. Supriansa merupakan pemilik unit apartemen elite di SCBD yakni The Capital Residence. Satu unit di apartemen elite di kawasan SCBD ini berharga miliaran rupiah.

Pemilik Apartemen The Capital Residence, Supriansa diperiksa Mabes Polri. Pemeriksaan terkait laporan LSM KPK Watch terkait isi blog 'Rumah Kaca', juga pengakuan Plt Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto.

Supriansa tampak keluar usai pemeriksaan dari Gedung Bareskrim Mabes Polri, Jl. Trunojoyo, Jumat (30/1/2015) siang. Supriansa diperiksa Polri sejak pukul 9.30 WIB.

Supriansa yang diperiksa sekitar pukul 9.30 WIB sampai pukul 12.00 WIB, Jumat (30/1/2015) mengaku kawan Abraham Samad saat sama-sama menetap di Makassar, Sulawesi Selatan.

Keduanya sama-sama aktif di LSM antikorupsi sebelum Abraham Samad menjadi komisioner KPK pada Desember 2011. "Sama-sama satu kampung," ujarnya.

Pemilik apartemen yang bernama Supriansa menbenarkan pertemuan ketiga orang itu. Supriansa menyebut, Abraham Samad bertemu Hasto Kristiyanto dan Tjahjo Kumolo.

Supriansa diperiksa Mabes Polri. Dia menjadi saksi terkait pelaporan atas Ketua KPK Abraham Samad yang bertemu dengan politisi PDIP.

"Pertemuannya ada Pak Hasto, Tjahjo. Pertemuan itu dua kali," terang Supriansa usai diperiksa sebagai saksi di Mabes Polri, Jl. Trunojoyo, Jakarta, Jumat (30/1/2015) lalu. Pertemuan dilakukan menjelang penetapan Cawapres Jokowi.

Namun dia mengaku tak tahu apa yang dibicarakan. Dia tak bisa menyebutkan apa isi pertemuan jelang pelaksanaan Pilpres 2014 itu karena tak ikut.

Pertemuan itu menjadi ramai karena ditulis di sebuah blog dengan judul 'Rumah Kaca'. Plt Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto juga mengungkapkan soal pertemuan itu.

"Saya tidak ikut dalam pertemuan," jelas Supriansa yang mengaku kenal lama dengan Abraham Samad karena satu kampung dan sama-sama pegiat antikorupsi.

Kepada wartawan, Supriansa mengaku pertemuan antara Abraham Samad dengan petinggi PDIP memang ada. Supriansa juga ikut dalam pertemuan itu.

Supriansa alias Anca blak-blakan mengenai adanya pertemuan antara Abraham Samad dengan petinggi PDIP, Hasto Kristiyanto dan Tjahjo Kumolo. Sebagai pemilik unit apartemen di The Capital Residence berharga miliaran rupiah dia membenarkan adanya pertemuan tersebut.

Anca mengaku mengenal Ketua KPK Abraham Samad sudah sejak lama. Selain satu kampung dari Sulawesi Selatan, dia mengaku mengenal AS ketika bersama dalam pergerakan antikorupsi. Namun dia tidak menyebut organisasi apa yang membesarkan mereka berdua itu.

Namun, seiring perjalanan waktu mereka berpisah jalan. Samad memilih jalur tetap aktif di antikorupsi, sementara dia menjadi konsultan di sebuah perusahaan swasta nasional.

"Saya ini konsultan hukum Bosowa," kata Anca saat berbincang, Jumat (30/1/2015). Bosowa adalah grup bisnis milik Aksa Mahmud yang juga adik ipar Jusuf Kalla.

Usai diperiksa penyidik Bareskrim, Anca mengaku kecewa. Dia mengaku sebanyak dua kali pertemuan antara Anca serta dua petinggi PDIP itu dirinya tidak tahu menahu isi pertemuan.

"Kalau tahu mereka mau bicarakan apa sudah saya usir mereka, 'sana pergi saja'" ujarnya.

Dia baru mengetahui isi pertemuan setelah ramai diperbincangkan di situs jurnalisme warga. "Setelah tahu apa isi pertemuan ya dag dig dug juga," ujarnya sambil tangan kirinya memperagakan degup jantung.

Dia merasa dirugikan akibat pertemuan itu. "Saya dipanggil polisi, pekerjaan saya terbengkalai," katanya.

Pertemuan dilakukan dua kali. Namun, Anca tak menunjukkan bukti foto atau video pertemuan. Dia mengaku Abraham Samad saat bertemu memakai masker.

"Dari apartemen pakai masker," jelas Supriansa yang bergelar sarjana hukum dan mengaku pegiat anti korupsi. Pertemuan itu terjadi menjelang penetapan Cawapres Jokowi.

Supriansa menyampaikan itu usai diperiksa Bareskrim Polri, Kamis (30/1/2015).

"Mana saya berani nanya pakai masker," tambah Supriansa.

Abraham Samad bertemu dua kali dengan politisi PDIP. Baik di tulisan rumah kaca dan pengakuan Plt Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto pertemuan soal menjadi Cawapres Jokowi.

"Saya tidak ikut dalam pertemuan. Pertemuan sekitar 40 menitan," terang Supriansa yang mengaku pegiat antikorupsi dan kenal Abraham Samad di Makassar ini.

Supriansa juga menuturkan, sebagai teman dia hanya ditumpangi saja. Apartemen milik dia di kawasan SCBD memang strategis dan di kawasan elite. Supriansa menuturkan, sejak turun dari kendaraan Abraham Samad sudah memakai masker.

"Samad berkunjung sama saya, izin mau ketemu teman saya apa boleh, ya masa nggak boleh," tutur dia.

Nama apartemen The Capital Residence pernah disebut dan ditunjukkan Plt Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto dalam jumpa pers di Rumah Cemara, Jakarta Pusat, Kamis (22/1/2015). Dalam jumpa pers itu, Hasto Kristiyanto membenarkan mengenai berbagai pertemuan antara petinggi PDIP dengan Abraham Samad yang ditulis dalam blog ‘Rumah Kaca’ , yang salah satunya di apartemen tersebut. Dalam jumpa pers itu, Hasto Kristiyanto mengenakan topi dan masker. Dia melakukan hal itu untuk menjelaskan penampilan Abraham Samad dalam pertemuan itu.

Supriansa diperiksa sebagai saksi atas laporan LSM bernama KPK Watch. Abraham Samad sudah membantah adanya pertemuan ini, demikian juga dengan Tjahjo Kumolo. Hanya Hasto yang sampai menggelar jumpa pers mengakui adanya pertemuan itu.

Hasto Kristiyanto mengaku dirinya ikut dalam pertemuan itu dan meminta KPK membentuk Mahkamah Etik untuk memeriksa Abraham Samad, karena diduga melakukan pelanggaran etik bertemu politisi terkait Pemilihan Presiden 2014. Namun, saat ditanya mengenai bukti pertemuan, Hasto Kristiyanto tidak mau membukanya. Dia berjanji akan membuka bukti itu di depan Sidang Mahkamah Etik KPK. Dia juga tidak mau membuka informasi siapa saja yang hadir dalam pertemuan itu.

See Also

Keterangan Ahli Di Sidang Praperadilan Terkait Eksekusi Penahanan Matheus Mangentang
Peras Mantan Petinggi Polri, Hukuman Sisca Dewi Diperberat
LBH Ansor Jateng Apresiasi Penangkapan Cepat Polres Kebumen Terhadap Pelaku Kekerasan Seksual
Kapolres Bitung Perintahkan Pelaku Kejahatan Ditembak Di Tempat
Reserse Polres Bitung Bekuk Residivis Sadis Pembegal Motor
Satuan Reskrim Polres Bitung Tangkap Dua Tersangka Curanmor
Mahasiswa Unesa Sorot Penggunaan Dana Pembelian Mebel Di Kampus
KPK Tetapkan Dirut PT. Rohde And Schwarz Indonesia Sebagai Tersangka
KPK Akan Segera Periksa Saksi Dan Tersangka Suap KONI
KPK Cekal Robert Tantular Ke Luar Negeri
Tim Resmob Dan Tarsius Bitung Lumpuhkan Pencuri Kambuhan
Mahkamah Agung Hukum Alfian Tanjung 2 Tahun Penjara
Polda Jatim Duga Ada Kesalahan Teknis Proyek Berujung Jalan Gubeng Ambles
KPAI Apresiasi Langkah Cepat Polri Proses Bahar Bin Smith
Polri Sebut Penahanan Tersangka Bahar Bin Smith Murni Kasus Hukum
Polri Koordinasi Dengan LPSK Amankan 2 Remaja Korban Bahar Bin Smith
Usai OTT KPK, Kemenpora Lanjutkan Program SEA Games-Olimpiade
KPK Sita Miliaran Rupiah Terkait OTT Pejabat Kemenpora Dan KONI
Polri Kantongi Bukti Penganiayaan Oleh Bahar Bin Smith
KPK OTT Pejabat Kemenpora Dan Pengurus KONI
Polres Metro Jakarta Selatan Buru Pembunuh Perempuan Muda Di Kebagusan City
Pembunuh Keji Sopir Taksi Online Divonis 10 Tahun Penjara
Uang Pengganti E-KTP, KPK Sita Rp 862 Juta Dari Setya Novanto
Keterangan Ahli Ketua DPD KAI DKI Jakarta Pada Sidang Lanjutan Julius Lobiua
TNI AL Ringkus Pelaku Narkoba Di Tanjung Ahus
jQuery Slider

Comments

Arsip :2019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.502.267 Since: 05.03.13 | 0.112 sec