Politik

B J Habibie Temui Presiden

Thursday, 29 Januari 2015 | View : 1015

JAKARTA-SBN.

Mantan Presiden Indonesia ketiga RI, Bacharuddin Jusuf (B.J.) Habibie, bertemu dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (29/1/2015) sore. Pertemuan berlangsung kurang lebih satu jam.

Sebelum bertemu dengan mantan Presiden Indonesia B.J. Habibie, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menerima Ketua Umum Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Prabowo Subianto di Istana Bogor.

Pertemuan mantan Presiden Indonesia B.J. Habibie dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) ini berlangsung di tengah hangatnya kisruh KPK Vs Polri serta mencuatnya kasus Komjen Pol Budi Gunawan sebagai calon Kapolri yang ditetapkan tersangka oleh KPK.

Usai bertemu dengan Presiden Jokowi, BJ Habibie memberikan tanggapannya kepada wartawan.

Mantan Presiden ke 3 RI B. J. Habibie memuji kepemimpinan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Satu apresiasi meluncur dari pria berusia 78 tahun itu saat mengadakan pertemuan dengan Presiden Jokowi di Istana Negara.

BJ Habibie optimistis pemerintahan di bawah Presiden Jokowi akan bisa lebih baik dibandingkan dengan era sebelumnya.

“Saya yakin he must be better dari eyangnya, dari pakdenya. Kalau enggak ya enggak ada progress. Lihat kesusksesan kepemimpinan itu dilihat dari kesuksesan yang dipimpinnya,” kata BJ Habibie.

Hal ini disampaikannya saat jumpa pers didampingi Presiden Jokowi di Istana Negara, Jalan Veteran, Jakarta Pusat, Kamis (29/1/2015). Dia mengatakannya sambil menilik ke arah Presiden Jokowi yang berdiri di samping kanannya.

BJ Habibie sebelumnya berseloroh bahwa dia datang sebagai seorang saudara. Dia menyebut posisinya ibarat seorang eyang bagi kalangan yang berusia 40 tahun ke bawah. Sementara bagi kalangan seperti Presiden Jokowi yang berumur di atas 40 tahun, posisi BJ Habibie ibarat seorang pakde.

“Saya yakin, ayahnya dia atau eyangnya dari generasi Pak Habibie akan bersyukur kalau Anda lebih baik dari sebelumnya,” pungkas BJ Habibie yang dibalas Presiden Jokowi dengan senyuman.

Kata BJ Habibie, sistem pemerintahan dan bernegara saat ini tidak seperti dulu di zaman orde baru (orba) dan orde lama (orla).

Saat itu Presiden diberikan mandat oleh MPR RI. Tapi sekarang Presiden Republik Indonesia pada saat ini dipilih langsung oleh rakyat Indonesia. Oleh karena itu, Presiden harus menempatkan kepentingan rakyat di atas segalanya, bahkan di atas kepentingan partai atau kelompok.

"Jadi Presiden RI sejak SBY (Susilo Bambang Yudhoyono) sampai detik ini, Presiden itu dipilih langsung oleh rakyat. Dan yang tidak mewakili golongan, partai atau apa pun juga," tegas Presiden ke-3 Republik Indonesia, BJ Habibie yang didampingi Presiden Jokowi saat memberikan keterangan pers.

Dalam pertemuan itu, B.J. Habibie mengaku menyarankan Presiden Jokowi untuk lebih fokus mengawal program-program pembangunan untuk rakyat.

B.J. Habibie mengatakan sebagai Presiden yang dipilih langsung oleh rakyat, ia yakin kebijakan yang dibuat Presiden Jokowi akan benar-benar berorientasi pada kepentingan rakyat banyak. B.J. Habibie menambahkan, rakyat yakin, Presiden yang dipilih itu akan memihak 100 persen pada kepentingan rakyat. "Kami yakin Presiden yang dipilih itu memihak seratus persen kepentingan rakyat Indonesia," tandas B.J. Habibie seusai bertemu dengan Presiden Joko Widodo sekitar satu jam di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (29/1/2015).

Presiden ke-3 Republik Indonesia itu juga sempat mengomentari kisruh hubungan Polri-KPK. Dalam kesempatan ini, saat ditanya tentang penegakan hukum, B.J. Habibie mengatakan, apa yang disampaikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) kemarin siang di Istana Bogor sudah tepat. Menurutnya, keputusan Presiden Jokowi untuk tak mengintervensi proses hukum sudah tepat.

B.J. Habibie menyarankan agar Presiden Jokowi lebih fokus mengawal program-program pembangunan di masyarakat, sambil tetap mengikuti perkembangan kasus di dua institusi penegak hukum tersebut.

"Ya sudah kita tunggu saja. Sekarang kita kerja deh, bagaimana meningkatkan pembangunan, bagaimana meningkatkan produktivitas, pendidikan. Jangan semua fokus ke situ," jelasnya.

BJ Habibie hadir di Istana karena dipanggil Presiden Jokowi yang sedang fokus membahas kelanjutan calon Kapolri. Selain BJ Habibie, Presiden Jokowi juga meminta masukan dari beberapa pihak seperti Kompolnas dan Menteri-Menterinya.

See Also

Ketika Ahli IT Dan Master Di Bidang Hukum Menolak Korupsi
Kami Peduli Kejahatan Pornografi
Ketua MUI Tak Sependapat Indonesia Bubar 2030
Mukernas II PPP Hasilkan Sejumlah Ketetapan
PAN Walk Out Dari Paripurna RUU Pemilu
Pengamat LIPI Sebut Fenomena Ahok Bikin Parpol Panik
Gubernur DKI Jakarta Tunggu Menteri Sebelum Konsep Baru Raperda Reklamasi
Fadli Zon Akan Sidak Lokasi RS Sumber Waras
Mekanisme Pemilihan CaGub Dan CaWaGub DKI Jakarta Dari PDIP
Presiden Joko Widodo Melantik Agus Widjojo Sebagai Gubernur Lemhannas
Ahok Kecam Cuitan Yusron Ihza Mahendra Yang Rasis
Bicara Kalimat Rasis, Kemlu Minta Yusron Ihza Mahendra Fokus Jalankan Tugas
Ahok Hadiri Pelantikan Pengurus Partai NasDem DKI Jakarta
Muhammadiyah Ingatkan Sistem Politik Tidak Boleh Memiskinkan Rakyat
Tujuh Rekomendasi Mukernas PKB
Agung Laksono Tegaskan Munaslub Partai Golkar Harus Oleh Tim Transisi
Setya Novanto Mundur
Mayoritas Anggota MKD DPR RI Putuskan Setya Novanto Langgar Kode Etik
Ibu Yang Dimarahi Ahok Soal KJP Mengadu Ke DPRD DKI Jakarta
MenkoPolhukam Bersaksi
Sejumlah Calon Petahana Menangkan Pilkada
Maroef Sjamsoeddin Ibaratkan Setya Novanto Seperti Henry Kissinger
Prabowo Subianto Juru Kampanye Maya Rumantir/Glenny Kairupan
Tiga Paslon Bupati Dan Wakil Bupati Blora Sampaikan Program Dan Visi Misi
Haedar Nashir Terpilih Menjadi Ketua Umum PP Muhammadiyah
jQuery Slider
Arsip :2019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.535.428 Since: 05.03.13 | 0.2283 sec