Politik

Presiden Bertemu Prabowo Subianto

Thursday, 29 Januari 2015 | View : 748

BOGOR-SBN.

Wakil Ketua Umum Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Fadli Zon membenarkan kabar pertemuan Ketua Umum Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Prabowo Subianto dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Namun dia tak menjelaskan secara detail apa isi pertemuan tersebut.

Fadli Zon mengatakan, pertemuan antara Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Prabowo Subianto hanya sekedar silaturahmi saja. Pertemuan ini dirasa tidak biasa karena dua tokoh nasional yang saling berlawanan di pilpres ini bertemu di tengah kisruh KPK vs Polri.

"Silaturahmi aja, ngobrol-ngobrol aja," kata Fadli Zon di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (29/1/2015).

Akan tetapi, Fadli Zon menilai pertemuan ini biasa saja. Dia membantah jika pertemuan Prabowo Subianto dan Presiden Jokowi ini untuk membahas tentang kisruh KPK dan Polri.

"Enggak lah, kan Pak Prabowo enggak mau ikut campur dalam masalah itu," tukas Fadli Zon.

Diketahui, Presiden Jokowi saat ini sedang menerima Bupati dan Wali Kota seluruh Indonesia di Istana Bogor.

Di tengah riuhnya polemik KPK vs Polri, Presiden Joko Widodo (Jokowi) kedatangan tamu yang tak biasanya. Dia adalah Ketua Umum Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Prabowo Subianto. Kabar pertemuan antara Prabowo Subianto dan Presiden Jokowi memang sudah beredar sejak malam tadi. Namun belum ada informasi komplet, apa yang akan dibahas dari pertemuan ini. Belum diketahui, di mana tempat pertemuan kedua tokoh ini akan berlangsung.

Akhirnya, rival Jokowi di Pilpres itu datang menemui Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Bogor, Kamis (29/1/2015). Presiden Joko Widodo menerima Ketua Umum Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Prabowo Subianto di Istana Bogor, Kamis (29/1/2015) siang. Presiden Joko Widodo menggelar pertemuan dengan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto siang tadi di Istana Bogor, Provinsi Jawa Barat.

"Ini hanya dalam rangka silaturahmi, jadi waktu beliau mau dilantik beliau datang ke rumah saya, saya belum sempat datang ke tempat beliau," ujar Prabowo Subianto, penuh senyum. 

Prabowo Subianto datang hanya ditemani sejumlah ajudannya. Batik lengan panjang berwarna cokelat kekuningan, membungkus tubuhnya. Ia menumpangi mobil Lexus putih B 17 GRD.

Prabowo Subianto mengaku, ia yang meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk bertemu saat ini. Ditanya tujuan pertemuan itu, ia enggan menjawabnya. "Saya minta waktu ketemu beliau, beliau juga ingin ketemu saya, kira-kira begitu lah antara dua Warga Negara Indonesia (WNI) dua pimpinan yang saling berhubungan baik," tandas Prabowo Subianto sambil memasuki Istana Bogor ditemani sejumlah ajudannya.

Banyak hal penting dibahas dalam pertemuan tersebut. Dalam pertemuan yang berlangsung sekitar 30 menit itu, Presiden Joko Widodo dan Prabowo Subianto antara lain membicarakan polemik yang terjadi antara lembaga antirasuah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri). Pertemuan itu juga membahas seputar pencalonan Komjen Pol. Drs. Budi Gunawan, S.H., M.Si., Ph.D. jadi Kapolri.

Terkait pengangkatan Kepala Polri (Kapolri), menurut Prabowo Subianto, hal itu merupakan tugas dan hak eksekutif. Prabowo Subianto yakin, Presiden akan memilih yang terbaik untuk rakyat Indonesia dan dirinya memastikan mendukung pemerintahan Jokowi.

Dalam pertemuan tersebut Prabowo Subianto menyampaikan dukungan penuh kepada Pemerintah. Dalam keterangan kepada wartawan, Prabowo Subianto secara tegas menyatakan dukungannya atas pemerintahan Jokowi saat ini. Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Prabowo Subianto sepakat memperkuat dan menjaga semua institusi negara. Prabowo Subianto mengatakan mendukung penuh keputusan Presiden terkait kisruh KPK dan Polri. Prabowo Subianto dalam posisi menghormati apa pun keputusan Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk menyelamatkan KPK dan Polri. "Saya mendukung, baik Polri dan KPK sama-sama penting dan sama-sama harus kita jaga," kata Prabowo Subianto seusai pertemuan.

Prabowo Subianto dan Presiden Joko Widodo (Jokowi) juga akan bertemu lagi pada bulan Februari mendatang.

Berikut isi pertemuan yang digelar di Istana Bogor, Kamis (29/1/2015), sesuai konferensi pers Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto usai pertemuan:

Prabowo Subianto:

Assalamualaikum...

Saudara sekalian dari media, baru saja saya diterima Bapak Presiden, dan pertemuan singkat, intinya adalah saya ingin membalas kunjungan beliau ke saya, waktu beliau mau dilantik beliau berkunjung ke rumah saya di Kebayoran. Dan sebagai orang Timur kita harus memberi tata krama, saya mohon untuk diterima beliau, di kediaman resmi beliau sebagai presiden.

Saya menyampaikan komitmen saya untuk mendukung usaha bersama kita sebagai eksekutif, kami di luar eksekutif sama untuk membangun bangsa menjaga keutuhan bangsa dan memerangi kemiskinan.

Saya melaporkan baru saja dipilih kembali sebagai Presiden Federasi Pencak Silat Dunia
dan Indonesia kembali menjadi juara umum dan saya mohon agar belau menerima federasi pencak silat, dan Ikatan Pencak Silat Indonesia. Beliau berkenan untuk memberi waktu.

Dan tradisi kita setiap presiden adalah pendekarnya pencak silat Indonesia dan beliau akan menerima sebagai pendekar utama pencak silat dan berkenan memakai pakaian pencak silat.

Presiden Joko Widodo (Jokowi):

Tadi sudah disampaikan semua oleh Pak Prabowo. Saya kira pertama tadi beliau menyampaikan memberikan dukungan penuh kepada pemerintahan yang sekarang. Kedua, juga menyampaikan mengenai pencak silat seluruh Indonesia yang bulan Februari nanti akan bertemu dengan saya di Istana Negara.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan akan menghormati proses hukum. Mantan Gubernur DKI Jakarta ini menegaskan tidak akan mengintervensi proses yang sedang berjalan.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengantar Ketua Umum Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Prabowo Subianto seusai bersilaturahim di Istana Bogor, Provinsi Jawa Barat, Kamis (29/1/2015).

See Also

Ketika Ahli IT Dan Master Di Bidang Hukum Menolak Korupsi
Kami Peduli Kejahatan Pornografi
Ketua MUI Tak Sependapat Indonesia Bubar 2030
Mukernas II PPP Hasilkan Sejumlah Ketetapan
PAN Walk Out Dari Paripurna RUU Pemilu
Pengamat LIPI Sebut Fenomena Ahok Bikin Parpol Panik
Gubernur DKI Jakarta Tunggu Menteri Sebelum Konsep Baru Raperda Reklamasi
Fadli Zon Akan Sidak Lokasi RS Sumber Waras
Mekanisme Pemilihan CaGub Dan CaWaGub DKI Jakarta Dari PDIP
Presiden Joko Widodo Melantik Agus Widjojo Sebagai Gubernur Lemhannas
Ahok Kecam Cuitan Yusron Ihza Mahendra Yang Rasis
Bicara Kalimat Rasis, Kemlu Minta Yusron Ihza Mahendra Fokus Jalankan Tugas
Ahok Hadiri Pelantikan Pengurus Partai NasDem DKI Jakarta
Muhammadiyah Ingatkan Sistem Politik Tidak Boleh Memiskinkan Rakyat
Tujuh Rekomendasi Mukernas PKB
Agung Laksono Tegaskan Munaslub Partai Golkar Harus Oleh Tim Transisi
Setya Novanto Mundur
Mayoritas Anggota MKD DPR RI Putuskan Setya Novanto Langgar Kode Etik
Ibu Yang Dimarahi Ahok Soal KJP Mengadu Ke DPRD DKI Jakarta
MenkoPolhukam Bersaksi
Sejumlah Calon Petahana Menangkan Pilkada
Maroef Sjamsoeddin Ibaratkan Setya Novanto Seperti Henry Kissinger
Prabowo Subianto Juru Kampanye Maya Rumantir/Glenny Kairupan
Tiga Paslon Bupati Dan Wakil Bupati Blora Sampaikan Program Dan Visi Misi
Haedar Nashir Terpilih Menjadi Ketua Umum PP Muhammadiyah
jQuery Slider
Arsip :2019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.446.126 Since: 05.03.13 | 0.1732 sec