HAM

Wali Kota Bogor Tegaskan Tidak Ada Pembongkaran Gereja GKI Yasmin

Thursday, 22 Januari 2015 | View : 1902

BOGOR-SBN.

Politikus Partai Amanat Nasional (PAN) yang juga menjabat sebagai Wali Kota terpilih Bogor untuk periode 2014-2019, Dr. Bima Arya Sugiarto, S.I.P., M.A. membantah bila Pemerintah Kota (Pemkot) berniat akan membongkar gedung Gereja Kristen Indonesia (GKI) Yasmin yang masih tersegel di Jalan K.H. Abdullah bin Nuh, Kelurahan Curugmekar, Bogor Barat, Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat.

Hal itu dilakukan Bima Arya Sugiarto untuk menjawab surat dari Dewan Gereja Dunia yang ia terima pada Senin (19/1/2015) kemarin.

Dalam keterangannya Kamis, (22/1/2015), Bima Arya Sugiarto menerangkan tidak ada niatan untuk melakukan pembongkaran gedung gereja GKI Yasmin.

“Pemkot tidak ada niatan untuk melakukan pembongkaran bangunan gereja yang masih bersegel tersebut, karena gedung tersebut masih dalam status bersengketa,” tegas alumnus Master of Arts, Studi Pembangunan, Monash University Melbourne Australia pada tahun 1998.

Tanggapan itu juga yang Bima Arya Sugiarto sampaikan terkait jawaban untuk pertanyaan dari Sekretaris Jenderal Dewan Gereja Dunia, Pendeta Dr. Olav Fykse Tveit yang dia terima.

Selain terkait hal pembongkaran gedung gereja, Dewan Gereja Dunia juga mengajukan beberapa pertanyaan terkait begitu lamanya proses hukum yang dilakukan Pemkot Bogor.

“Saya jelaskan, selalu siap untuk membuka komunikasi dengan berbagai pihak untuk menjelaskan duduk perkara terkait lambannya penyelesaian GKI Yasmin,” jawab alumnus Doktor Ilmu Politik, Australian National University Canberra Australia pada tahun 2006.

Alumnus Master of Arts, Studi Pembangunan, Monash University Melbourne Australia pada tahun 1998 ini, Bima Arya Sugiarto menilai, ada presepsi yang tidak sesuai dalam persoalan dan polemik yang terjadi antara GKI Yasmin dengan Pemerintah Kota Bogor, terkait bangunan yang akan dijadikan sebagai gereja yang disegel Pemkot Bogor. Untuk itu ia akan secara detail menjelaskan hal yang sesungguhnya. "Kita akan jelaskan kronologis polemik kasus hukumnya secara detail," jelas alumnus Sarjana Hubungan Internasional FISIP Unpar pada tahun 1996.

Sementara itu, Juru Bicara GKI Yasmin Bona Sigalingging mengatakan, jika Dewan Gereja Dunia melalui Sekretaris Jenderal Dewan Gereja Dunia, Pendeta Dr. Olav Fykse Tveit, mengirimkan surat pada Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto terkait adanya ancaman pembongkaran bangunan milik GKI di Perumahan Yasmin.

"Surat ini juga karena berlarut-larutnya diskriminasi yang dialami GKI Yasmin," kata Bona Sigalingging.

Bona Sigalingging mengatakan, legalitas Dewan Gereja Dunia memiliki keanggotaan diseluruh dunia termasuk 27 gereja di Indonesia dimana Gereja Kristen Indonesia (GKI) termasuk di dalamnya.

Mendapatkan informasi dan laporan Khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa pada Bulan April 2014 terkait dengan hak atas kebebasan berkumpul secara damai dan untuk berorganisasi.

Pada 2012, Dewan Gereja Dunia pernah berkunjung ke Indonesia dan ikut beribadah bersama GKI Yasmin. Dalam pemahaman Dewan Gereja Dunia terhadap situasi ini, jemaat GKI Yasmin berhak sepenuhnya untuk berkumpul dan beribadah sebagaimana disampaikan dalam laporan Pelapor Khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa.

“Dalam suratnya Dewan Gereja Dunia memohon kepada Walikota, untuk menghormati dan melaksanakan keputusan Mahkamah Agung dan Ombudsman Republik Indonesia," tambah Bona Sigalingging.

Sekretaris Umum Persekutuan Gereja Indonesia (Sekum PGI), Pdt. Gomar Gultom, M.Th. mengatakan Dewan Gereja Dunia menyurati Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto terkait dengan sengketa bangunan Gereja Kristen Indonesia Yasmin. Surat itu diserahkan kepada Wali Kota Bima Arya Sugiarto pada Senin (19/1/2015).

"Kami berharap Wali Kota segera merespons surat itu," kata Sekretaris Jenderal Persekutuan Gereja-Gereja Indonesia, Pdt. Gomar Gultom, M.Th. saat dihubungi, Selasa (20/1/2015). "Karena masalah ini sudah berlarut-larut, bahkan dunia internasional pun mendukung kami," tambah dia.

Beirkut ini isi surat yang ditulis oleh Sekretaris Jenderal Dewan Gereja Dunia Pdt. Dr. Olav Fykse Tveit pada 16 Januari 2015 itu.

Kepada Yth:

Bima Arya
Wali Kota Bogor
Jalan Ir. H. Djuanda 10, Bogor, Jawa Barat, Indonesia

Yth Wali Kota Dr. Bima Arya,
Dewan Gereja Dunia memiliki keanggotaan di seluruh dunia termasuk 27 gereja di Indonesia di mana Gereja Kristen Indonesia (GKI) termasuk di dalamnya.

Saya mendapatkan informasi bahwa, sebagaimana dalam Laporan Pelapor Khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa pada Bulan April 2014 terkait dengan Hak atas Kebebasan Berkumpul secara Damai dan untuk Berorganisasi, bahwa "[d]espite a Supreme Court ruling upholding the right of the Taman Yasmin Indonesian Christian Church congregation to put up their church building, in Bogor, West Java, local authorities sealed the building in 2010 and, since then, have prevented church members from gaining access to their church."

Dalam kunjungan saya ke Indonesia pada Juni 2012, saya beribadah bersama jemaat GKI Yasmin dan semakin mendapat pemahaman akan perjuangan mereka untuk mendapatkan pengakuan atas hak mereka sesuai dengan hukum di Indonesia, termasuk hak untuk mendirikan dan untuk berkumpul di dalam gereja mereka sendiri. Baru-baru ini, saya mendapatkan informasi bahwa gereja mereka sekali lagi mendapatkan ancaman untuk dihancurkan.

Dalam pemahaman Dewan Gereja Dunia terhadap situasi ini, jemaat GKI Yasmin berhak sepenuhnya untuk berkumpul dan beribadah sebagaimana disampaikan dalam laporan Pelapor Khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa. Mahkamah Agung Indonesia juga mengakui hak komunitas ini dan putusan Mahkamah Agung 2010 yang menyatakan tidak sahnya pembekuan IMB gereja pada 2008 adalah bersifat mengikat secara hukum bagi Pemerintah Kodya Bogor. Lebih lanjut, Ombudsman Republik Indonesia, yang di dalam sistem hukum Indonesia memiliki kewenangan untuk mengeluarkan rekomendasi yang sifatnya mengikat, juga membuat keputusan yang mendukung gereja terkait dengan pencabutan IMB gereja pada 2011.

Oleh karenanya saya memohon kepada Kota Madya Bogor di bawah kepemimpinan Anda sebagai Wali Kota, untuk menghormati dan melaksanakan keputusan Mahkamah Agung dan Ombudsman Republik Indonesia.

Saya menantikan respons Anda terkait hal ini.

Hormat saya,

Pendeta Dr. Olav Fykse Tveit
Sekretaris Jenderal

See Also

Ridwan Kamil Tegaskan Organisasi Massa Dilarang Halangi Dan Hambat Ibadah
Ridwan Kamil Minta Maaf Soal Penghentian KKR Natal Stephen Tong
Menteri Agama Sayangkan Penghentian KKR Natal Stephen Tong Di Bandung
Teror Bom Di Gereja Katolik Medan
Tempat Ibadah Klenteng Harus Tertib Administrasi
Polisi Tetapkan 4 Tersangka Eksploitasi Anak Di Blok M
Rumah Ibadah Tak Punya IMB, Bukan Alasan Untuk Dibakar
Ormas Islam Bekasi Tolak Pembangunan Gereja Katolik Santa Clara
Ormas Islam Protes Perayaan Paskah Digelar Di Stadion
Pemkot Bekasi Relokasi Jemaat Gereja Beribadat Di Kuburan
Qaraqosh Kota Kristen Terbesar Irak Dikuasai ISIS
ISIS Singkirkan Salib Dan Bakar Ribuan Manuskrip Kuno
Menteri Agama Sebut Ideologi ISIS Berlawanan Dengan Pancasila
HMI Sebut WNI Pendukung ISIS Adalah Pengkhianat Bangsa
Menteri Agama Minta Muslim Indonesia Tak Terpengaruh ISIS
Lukman Hakim Saifuddin Tak Resmikan Bahai Sebagai Agama
Televisi Lebanon Pakai Huruf Nun Demi Solidaritas Warga Kristen Irak
Militan ISIS Ledakkan Makam Nabi Yunus
Pemerintah Kaji Agama Baru Bahai
Militan ISIS Di Irak Bakar Gereja Berusia 1.800 Tahun Di Mosul
Milisi ISIS Kuasai Gereja Tertua Di Irak
Diultimatum ISIS, Warga Kristen Irak Dipaksa Masuk Islam Atau Dibunuh
Bupati Wonosobo Kritisi Kemenag Soal Kebebasan Beragama
Kapolri Larang Ibadah Di Rumah
Tujuh Gereja Di Cianjur Diancam Ditutup Paksa
jQuery Slider

Comments

Arsip :2016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 6.165.840 Since: 05.03.13 | 0.1798 sec