Hukum

Gembong Narkoba Dipindah Ke Lapas Nusakambangan

JAKARTA-SBN.

Terpidana mati gembong narkoba kasus kepemilikan 1,4 juta ekstasi, Freddy Budiman yang telah divonis mati Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Barat pada 15 Juli 2013 lalu, akhirnya diasingkan dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas IA Narkotika Cipinang ke Lapas Nusakambangan Cilacap, Jawa Tengah, Selasa (30/7/2013) dinihari. “Iya benar, tadi malam pukul 24.05 WIB dengan pengawalan kepolisian dan petugas Lapas,” tutur Humas Ditjen Pemasyarakatan, Akbar Hadi Prabowo, Selasa (30/7/2013).

Freddy Budiman dipindah lantaran kasus seks dan narkoba di Lapas Narkotika Cipinang terungkap. “Proses pemindahan terpidana mati itu dilakukan dengan pengawalan ketat,” ujar Akbar Hadi Prabowo. Namun, Akbar tak menjelaskan secara detail soal kendaraan yang digunakan Freddy dan rombongan.

Sang kekasih Freddy Budiman yang juga model majalah pria dewasa, Anggita Sari sudah mendapat kabar itu. “Saya sedih sekali,” ucap Anggita Sari lirih di Jakarta, Selasa (30/7/2013). Anggita Sari mendapat kabar pemindahan Freddy Budiman malam tadi saat berkirim pesan singkat kepada salah seorang penjaga Lapas. Tetapi penjaga Lapas tak memberi informasi ke mana lokasi baru Freddy Budiman. "Semalam saya SMS ke penjaga Lapas Cipinang. 'Mas Freddy apa kabar?' Katanya dipindahin. Tapi saya baru tahu Mas Freddy dipindah ke Nusakambangan pagi tadi dari media,” ungkap Anggita Sari. Anggita Sari mengaku sedih karena kini tak dapat lagi bertemu Freddy Budiman. Padahal mereka akan melangsungkan pernikahan siri usai Lebaran nanti. "Saya sangat sedih. Buat apa? Kini tak lagi bisa bertemu lagi,” ujar Anggita Sari.

Seperti diberitakan sebelumnya, dari kasus tersebut, Pengadilan Negeri Jakarta Barat telah memvonis Freddy Budiman dengan hukuman mati, Senin (15/7/2013) lalu. Tak hanya itu, bandar narkoba pengimpor 1,4 juta pil ekstasi tersebut juga dicabut 7 hak asasinya, termasuk hak menelepon, setelah kedapatan memiliki 40 HP di dalam tahanan. 

Pemindahan Freddy Budiman semakin mendesak, setelah kasus seks dan narkoba bersama sejumlah wanita di Lapas Klas IA Narkotika Cipinang terungkap. Adalah sang mantan kekasihnya yang juga model, Vanny Rosyane, yang membongkarnya.

Nama Freddy Budiman menjadi kembali mengemuka setelah beredar kasus bilik asmara di Lapas Klas IA Narkotika Cipinang, Jakarta Timur. Dalam perjalanan masa hukumannya di penjara di mana Freddy Budiman terlibat hubungan asmara dengan Vanny Rosyane dan Anggita Sari (21), yang sama-sama berprofesi sebagai foto model majalah pria dewasa.

Kasus tersebut berbuntut membuat Kalapas Cipinang Thurman Saud Hutapea dicopot dari jabatannya. “Penonaktifan Thurman sebagai Kalapas Narkotika Cipinang tersebut terkait proses pemeriksaan yang tengah dilakukan Inspektorat Jenderal (Itjen) Kemkumham terkait laporan bahwa ada ruangan khusus di Lapas Narkotika,” ujar Humas Ditjen Pas Kemkumham, Akbar Hadi, Kamis (25/7/2013) pagi. “Benar, yang bersangkutan dinonaktifkan per tanggal 25 Juli ini. Itu dilakukan untuk mempermudah proses pemeriksaan,” kata Akbar Hadi. “Hanya saja, belum ada hasil pemeriksaan penyelidikan oleh Itjen Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia. Sebab, proses pemeriksaan masih berlangsung,” aku Akbar Hadi. Untuk mengisi kekosongan jabatan Kalapas Narkotika Cipinang, Kementerian Hukum dan HAM (Kemkumham) menunjuk M. Alisyehbanna sebagai pelaksana harian. “Sebagai pelaksana harian (Plh) Kalapas Narkotika Cipinang telah ditunjuk M. Alisyehbanna. Yang bersangkutan sebelumnya menjabat sebagai Kasubdit Pencegahan dan Penindakan Direktorat Kamtib di Direktorat Jenderal (Ditjen) Pemasyarakatan (Pas),” tutur Humas Ditjen Pemasyarakatan (Pas), Akbar Hadi Prabowo, di Jakarta, Kamis (25/7/2013).

Terungkapnya kasus fasilitas khusus yang diterima Freddy Budiman dan bilik asmara di dalam Lapas Klas IA Narkotika Cipinang ini terkait berawal dari adanya laporan pengakuan kekasih dari bandar narkoba yang menjadi terpidana mati kasus pemilikan 1,4 juta pil ekstasi, Freddy Budiman yang divonis pidana mati oleh Pengadilan Negeri Jakarta Barat, Senin (15/7/2013) lalu, Vanny Rosyane (22 tahun). Vanny Rosyane membeberkan ke media massa, bahwa mereka berdua sering berkencan dan pernah ‘bercinta’ atau berhubungan seks dengan kekasihnya Freddy Budiman serta menikmati konsumsi sabu bersama di dalam ruangan khusus yang disediakan pihak Lapas Narkotika Cipinang, termasuk ruang Kalapas sejak November 2012 hingga Mei 2013 setidaknya tiga kali seminggu.

Siapa sebenarnya Freddy Budiman? Namanya bukan baru kali ini terkenal. Pria berusia 37 tahun ini boleh dibilang sosok yang nekat. Berkali-kali menghuni penjara dalam kasus narkoba, tetapi tidak pernah membuatnya jera. Bahkan, ketika menghuni Lapas Klas IA Narkotika Cipinang, Freddy Budiman masih bisa mengorganisasi penyelundupan 1.412.475 pil ekstasi dari China dan 400.000 pil ekstasi dari Belanda. Freddy Budiman adalah otak di balik penyelundupan jutaan pil ekstasi tersebut. Sebuah paket besar impor ekstasi itu berawal dari datangnya sebuah kontainer di Pelabuhan Jakarta International Container Terminal (JICT) Tanjung Priok, Jakarta Utara, pada tanggal 8 Mei 2012 silam. Kontainer bernomor TGHU 0683898 itu diangkut kapal YM Instruction Voyage 93 S, berangkat dari Pelabuhan Lianyungan, Shenzhen, China, tujuan Jakarta untuk Freddy Budiman.

“Siapa pun yang melakukan penyimpangan di dalam Rutan maupun Lapas akan kita ambil tindakan tegas. Berdasarkan hasil pemeriksaan, Freddy sudah kita kirim ke Nusakambangan, Pak Thurman sudah dicopot dan pemeriksaan terus dilakukan,” tukas Wakil Menteri Hukum dan HAM, Prof. DR. Deny Indrayana, dengan yakin. (tri/jos/lipt6)

See Also

Bareskrim Polri Tetap Usut Korupsi PD Sarana Jaya
KPK Perpanjang Penahanan Kadis PUPR Mojokerto
Bareskrim Polri Tahan 7 Tersangka Terkait Kasus Praktik Bank Gelap Hanson International
KPK Perpanjang Penahanan Dirut PT. CMI Teknologi Rahardjo Pratjihno
KPK Geledah Rumah Anggota DPRD Tulungagung
Kasus PT. Asuransi Jiwasraya (Persero), Kejagung Periksa 27 Saksi Pemilik Rekening Saham
KPK Geledah Gedung DPRD Tulungagung
KPK Periksa Direktur Utama PT. Antam (Persero) Tbk
KPK Akui Adanya Aturan Melarang Pimpinan Temui Pihak Terkait Perkara
Polda Jatim Segera Ungkap TPPU Kasus Investasi Bodong MeMiles
Polda Jatim Bidik TPPU Kasus Investasi Bodong MeMiles
Reynhard Sinaga Ditahan Di Sel Maximum Security
Universitas Manchester Cabut 2 Gelar Magister Reynhard Sinaga
Kolaborasi Bareskrim Dan BNN Amankan 250 Kg Ganja Di Jakarta
Kasus Investasi Bodong MeMiles Segera Dilimpahkan Ke Kejati Jatim
Kasus Investasi Bodong MeMiles, Polda Jatim Periksa Siti Badriah
KPK Sita Rumah Dan Mobil Mantan Bupati Cirebon
Jaksa Teliti Berkas Tersangka Kasus Novel Baswedan
KPK Periksa Komisioner KPU
Polri Selidiki Negara Rakyat Nusantara
Jaksa Agung Sebut Kasus Jiwasraya Merugikan Negara Rp 13,7 Triliun
Bea Cukai Berkoordinasi Dengan Polda Metro Jaya Tangani Kasus Penyelundupan
Pengacara Yang Sukses Mengadakan MoU Dengan Negara Lain
Polda Metro Jaya Tahan Para Tersangka Kasus Penculikan WN Inggris
Presiden Joko Widodo Resmi Lantik Idham Azis Sebagai Kapolri Baru
jQuery Slider

Comments

Arsip :20202019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 8.270.596 Since: 05.03.13 | 0.1845 sec