Nasional

Wali Kota Surabaya Titip Surat Dan Batik Untuk Kepsek Chiara Di Singapura

Wednesday, 14 Januari 2015 | View : 1789

SURABAYA-SBN.

Chiara Natasha Tanus (15 tahun), gadis yang ditinggal keluarganya yang menjadi korban pesawat AirAsia QZ 8501, Rabu (14/1/2015) kembali ke Singapura untuk melanjutkan pendidikannya. Chiara Natasha, 15 tahun, kehilangan seluruh anggota keluarganya dalam tragedi jatuhnya pesawat AirAsia QZ 8501, Minggu (28/12/2014) pagi silam.

Wali Kota Surabaya, Ir. Tri Rismaharini, M.T. sudah bertemu langsung dengan Chiara, Senin (12/1/2015) dan menitipkan sepucuk surat untuk kepala sekolah Chiara. Selain surat, Risma juga menitipkan oleh-oleh berupa kain batik khas Surabaya kepada kepala sekolah Chiara itu.

Menurut Kepala bagian Humas Pemkot Surabaya, Muhammad Fikser, surat tersebut berisi pemohonan agar sekolah memberikan keringanan jika suatu saat Chiara diminta pulang pergi ke Indonesia untuk keperluan pengurusan administrasi kompensasi keluarga korban pesawat AirAsia.

"Surat tersebut juga berisi permohonan agar sekolah memberikan perhatian lebih kepada kondisi psikologi Chiara yang masih tertekan," kata M. Fikser, Selasa (13/1/2015).

Sementara kain batik dan oleh-oleh khas Surabaya juga dikirimkan sebagai tanda, bahwa Chiara adalah putri daerah Kota Surabaya. "Ini juga biar pihak sekolah mengetahui, bahwa Chiara adalah putri Bu Risma saat ini," tambah dia.

Chiara adalah salah satu kisah sedih yang dialami keluarga korban pesawat yang hilang sejak Minggu (28/12/2014) pagi lalu dalam perjalanan dari Surabaya ke Singapura itu. Saat keluarganya bertolak ke Singapura, Chiara sudah menunggu sekian lama di Bandara Changi Singapura. Selama berada di Bandara Changi, dia tidak mendengar informasi apa pun, termasuk pesawat AirAsia yang putus komunikasi di atas perairan Pangkalan Bun.

Setelah beberapa lama menunggu, Chiara kembali ke asramanya. Chiara tetap tidak mengetahui bila keluarganya gagal sampai Singapura. Dia baru mengetahui setelah diberi tahu keluarga lain bahwa orangtuanya tidak bisa ke Singapura.

Chiara Natasya Tanus (15) tidak menyangka keluarganya akan menjadi korban pesawat AirAsia QZ 8501, Minggu (28/12/2014) lalu. Padahal dia sempat menunggu kedatangan keluarganya di Bandara Changi, Singapura pada hari itu.

Orang tua dan dua saudara laki-laki Chiara berencana terbang ke Singapura untuk mengunjunginya selama pergantian tahun. Ia menunggu di Bandara Changi untuk menjemput mereka pada hari nahas itu, namun pesawat tak pernah tiba.

Chiara, remaja manis dengan rambut hitam panjang, pindah ke sekolah berasrama, Methodist, khusus perempuan di Singapura sejak November lalu. “Dia langsung terbang ke Surabaya begitu mendengar kabar itu,” kata tante Chiara, Linda Patricia, seperti ditulis Fox News, Senin (31/12/2014).

Selama tiga hari Chiara menunggu di Bandara Juanda, berharap ada kabar baik. Namun, mendengar berita serpihan pesawat dan enam jenazah ditemukan, ia tak kuasa. Di hari keempat, hari Rabu, Chiara memilih menyendiri di rumah tantenya.

Kedua orang tuanya, Ayah Chiara, Herumanto Tanus, 46 tahun, adalah akuntan swasta. Sementara ibunya, Indahju Liongsih (38), adalah ibu rumah tangga ikut menjadi korban pesawat tujuan Singapura tersebut. Begitu pula dua saudaranya, Abangnya, Nico Giovanni, 17 tahun, tercatat sebagai mahasiswa di St. Andrews Junior College di Singapura. Nico pulang ke Surabaya lebih awal selama liburan semester dan kembali ke negeri belanja itu bersama keluarga. Sedangkan adik Chiara, Justin Giovanni, baru berusia 9 tahun. Sekarang Chiara menjadi yatim piatu.

Kakak Hemanto Tanus, Linda Patricia Tanus menyebutkan tujuan Hermanto dan keluarganya ke Singapura untuk menjenguk Chiara dan menikmati liburan Natal. Rencananya keluarga ini akan kembali ke Indonesia pada Jumat (2/1/2015) nanti.

Chiara sendiri sekolah di Methodist Girls School (MGS). Sebelum berangkat ke Singapura, Hermanto sudah menghubungi Chiara.

“Chiara menunggu di Bandara Changi sejak Minggu pagi,” kata Linda kepada awak media, Senin (31/12/2014).

Selama berada di Bandara Changi, Chiara tidak mendapat informasi apapun. Chiara tetap berada di bandara setelah jadwal landing pesawat AirAsia QZ8501 berlalu.

Dia tidak mendengar informasi apapun, termasuk pesawat AirAsia yang putus komunikasi di atas perairan Pangkalan Bun. Setelah beberapa lama menunggu, Chiara kembali ke asramanya.

Chiara tetap tidak mengetahui bila keluarganya gagal sampai Singapura. Dia baru mengetahui setelah diberitahu keluarga lain bahwa orang tuanya tidak bisa ke Singapura.

“Kami tidak memberitahu soal insiden pesawat itu. Dia mengetahui sendiri dari internet dan televisi,” ucap Linda.

Linda menyebutkan, setelah pesawat AirAsia putus komunikasi, keluarga mendekati Presiden Direktur AirAsia, Sunu Widiatmoko. Keluarga mengungkapkan bahwa ada satu anak Hermanto yang masih berada di Singapura.

“Saya katakan, bila AirAsia peduli pada keluarga korban, tolong bawa Chiara pulang. Akhirnya Chiara bisa pulang,” ujar Linda.

“Kami berduka dan Chiara masih sulit menerima kenyataan bahwa ia kini sebatang kara,” kata Linda. Ia juga berharap jenazah keluarganya dapat segera ditemukan agar mereka bisa mengadakan pemakaman yang layak.

Meski terpukul, Chiara berjanji akan kembali ke Singapura untuk meneruskan studinya. “Dia yakin hal itulah yang diinginkan orang tuanya,” kata Linda.

See Also

Seleksi Program Magang Ke Jepang, PPMKP Adakan Pelatihan Petani Muda Di P4S Al Mawaddah
Demi Meriahkan Penutupan TMMD Grup Seni Kentongan Berlatih Hingga Larut Malam
Agar Lebih Dekat Dengan Warga, Satgas TMMD Juga Ikut Ronda Malam
Arswendo Atmowiloto Meninggal Dunia
Ini Talud TMMD Versi Tentara Kodim 0716/Demak
Jalan TMMD Akan Buka Jalur Alternatif Sumberejo
Ketika Para Santri Ikut Bekerja Di Lokasi TMMD
Senang Bisa Bekerja Dengan Pak Tentara
Luangkan Waktu Cek Lokasi TMMD
Terus Didengungkan TMMD Kalikondang Ke Seantero Demak
Tiada Hari Tanpa Sosialisasi TMMD
Progres Pekerjaan Talud TMMD Menggembirakan
Galang Kekuatan Kaum Muda Untuk Sukseskan TMMD Kalikondang
Sortir Material TMMD Dilakukan Sejak Dari Toko
Sudah Tersusun Jadwal Kerja Bhakti Warga Di TMMD
Terima Kasih Sejumlah RTLH Warga Saya Sudah Mulai Dibangun TNI
Terus Dipoles Lapangan Untuk Upacara Pembukaan TMMD
Ajari Anak-Anak Di Desa TMMD Tentang Kebersihan Lingkungan
Permudah Media Akses Berita, Dirikan Posko Penerangan Di Lokasi TMMD
Balai Desa Kalikondang Disiapkan Sebagai Poskotis TMMD Reguler Ke-105
Sosok Tenaga Teknis Yang Akan Menyukseskan TMMD
Maturnuwun Pak Tentara, Jalan Beton Ini Sudah Ditunggu Warga
Excavator Menjadi Pusat Perhatian Anak-Anak Pada TMMD Kodim 0716/Demak
Pedagang Es Tebu Raup Untung, Berkat TMMD
Dibalik Layar TMMD Reg Ke-105 Kodim 0716/Demak
jQuery Slider
Arsip :2019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.542.747 Since: 05.03.13 | 0.1573 sec