Redaksi

Seminar Politik Bertajuk Peran Dan Kesaksian Kekristenan Dalam Pemerintahan Masyarakat Majemuk (1)

SBN

Gubernur DKI Jakarta, Ir. Basuki Tjahaja Purnama, M.M. menjadi salah satu narasumber dalam seminar politik tentang "Christian Public Witness and The Role of Government", yang diselenggarakan di Gereja Reformed Injili Indonesia (GRII), Aula John Calvin, Jalan Industri Blok B14 Kav.1, Kemayoran, Jakarta Pusat, Sabtu (17/1/2015) pada pukul 9.30 WIB pagi.

Acara yang digelar oleh Reformed Center for Religion and Society (RCRS) itu, mengangkat tema "Peran dan Kesaksian Kekristenan dalam Pemerintahan Masyarakat Majemuk", dan turut mengundang sejumlah narasumber lainnya, antara lain pendiri Center for Public Justice, Maryland, Amerika Serikat, Prof. James W. Skillen, B.A., B.Div., M.A., Ph.D., dan teolog, filsuf, budayawan serta pendiri RCRS, Pdt. Dr. Stephen Tong, D.L.C.E., D.D. dan dimoderatori oleh Direktur Eksekutif Reformed Center for Religion and Society (RCRS) dan salah satu pendiri RCRS, Pendeta Ir. Benyamin Fleming Intan, M.A., M.A.R., Ph.D.

Dalam sesi yang dimilikinya sebagai pembicara kedua, pria yang karib disapa Ahok itu menjelaskan bagaimana kedekatan dirinya dengan Alkitab, dan korelasinya dengan apa yang Tuhan telah aturkan di dalamnya.

Ir. Basuki Tjahaja Purnama, M.M. alias Ahok mengakui bahwa dengan menjaga keintiman dengan Tuhan melalui Alkitab, modal itulah yang ia bisa jadikan penuntun dalam menjalani pekerjaannya sebagai pejabat pemerintahan, demi memenuhi tingkat kesejahteraan masyarakat yang dipimpinnya di DKI Jakarta.

"Kalau saya baca Alkitab, 1 Alkitab itu dalam 6 tahun harus ganti. Karena selama 6 tahun itu saya coret-coret buat bikin penanda ayat, bikin catatan di sana-sini. Nah saat ini saya membaca Alkitab yang new review translations. Saya enggak mau bedebat bagaimana teologinya, atau apakah translasinya lebih baik mana, tapi saya percaya bahwa rhemanya beda antara saya yang baca Alkitab dan bekerja di dalam Pemerintahan, dengan yang hanya baca Alkitab saja," ungkap Basuki Tjahaja Purnama di Gereja Reformed Injili Indonesia, Aula John Calvin, Jl. Industri Blok B14 Kav.1, Kemayoran, Jakarta Pusat, Sabtu (17/1/2015).

"Di situ saya dapat gambaran, begitu sistematiknya Tuhan membantu kita yang bekerja dengan-Nya, dan membangun dunia dalam persepsi-Nya. Bahkan termasuk bagaimana kita membangun opini di dalam dunia politik," katanya menambahkan.

Dalam kesempatan tersebut, Ahok juga berbagi sejumlah pengalaman kerohaniannya. Salah satunya adalah mengenai bagaimana masa mudanya diisi dengan membaca Alkitab, dan belajar langsung dari para Pendeta untuk memverifikasi apakah yang ia pelajari itu sudah benar.

Gubernur DKI Jakarta ini juga meyakinkan para peserta seminar, bahwa kedekatan seorang umat dengan Alkitab, secara otomatis akan membuat Tuhan selalu bersamanya dan membantu setiap permasalahannya dalam usaha-usaha memperbaiki masyarakat dan lingkungannya.

"Saya pernah ke Singapura, dan saat itu saya menemukan buku tentang bimbingan Bible dalam kehidupan sehari-hari yang bagus. Saat saya baca, saya makin menyadari bahwa setiap hari itu Firman Tuhan bisa menjad Rhema yang membimbing kita dalam menjalani pekerjaan apapun yang kita jalani, jika kita juga bisa mendekatkan keintiman diri kita bersama Tuhan melalui Alkitab itu sendiri," papar mantan anggota Komisi II DPR RI tersebut.

"Saya juga punya pengalaman zaman saya masih muda, saat masih suka ikut acara retreat di Puncak. Saat itu temen-temen saya kalau disuruh jemput Pendeta yang mau jadi pembicara, itu susahnya bukan main, males semua. Lihat enggak ada yang mau, saya tunjuk tangan deh. Nah, sepanjang jalan ke Puncak kan macet tuh, selama itu lah saya tanya semua yang pernah saya pelajari dari Alkitab ke Pendeta itu. Pokoknya kalau tuh Pendeta udah ngangguk, oh berarti pengalaman saya bersama Tuhan saat baca Alkitab itu beneran dapet saya bimbingan-Nya," urai mantan Bupati Belitung Timur disambut riuh tepuk tangan peserta seminar.

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengatakan, karier politiknya merupakan anugerah dari Tuhan. Ia sempat merasakan jatuh bangun dalam politik, hingga kini bisa menjabat sebagai orang nomor satu di Provinsi Jakarta.

Hal itu disampaikan oleh Ahok, panggilannya, saat menjadi pembicara dalam seminar di Gereja Reformed Injili Indonesia (GRII), Kemayoran, Jakarta Pusat, Sabtu (17/1/2015). Pria kelahiran Belitung Timur itu menurutkan, sebelumnya ia tidak pernah tertarik untuk menjadi politikus.

Awalnya, Basuki Tjahaja Purnama ingin menjadi konglomerat. Ia pernah mendirikan sebuah pabrik, tetapi kemudian tutup. Padahal, melalui pabrik itu, Ahok sempat berpikir untuk bekerja di Kanada.

Basuki Tjahaja Purnama mengurungkan niatnya tersebut setelah mendengar pesan ayahnya. Ayahnya, Indra Tjahaja Basuki, memiliki kepribadian suka membantu orang dari kalangan tidak mampu. Itulah yang menyebabkan Basuki Tjahaja Purnama jatuh hati pada politik. Menurut ayahnya, untuk membantu orang tak mampu maka perlu kedudukan.

"Bapak saya bilang, 'Kita mesti jadi pejabat'," ujar Basuki Tjahaja Purnama dalam seminar itu, Sabtu (17/1/2015) siang.

Ia pun mengikuti saran sang ayah dan memulai karier politik. Namun, ia sempat bimbang karena untuk terjun ke politik, berarti harus meninggalkan kegiatan rohani yang sudah digelutinya belasan tahun. "Saya dulu 13 tahun jadi Ketua Majelis (di gereja)," urai Basuki Tjahaja Purnama.

Kegalauan itu menyebabkan Basuki Tjahaja Purnama jatuh sakit. Oleh istrinya, Veronica Tan, Basuki Tjahaja Purnama diajak untuk menemui psikiater. "Sampai di sana, saya ditanya-tanya, bangun pukul berapa. Akhirnya sudah, pulang. Saya bilang ke istri saya, 'Ini bukan dokter, lu kira gua gila?'" ujar Basuki Tjahaja Purnama disambut tawa peserta seminar.

Menurut Basuki Tjahaja Purnama, dokter bilang ia tidak sakit. Hanya saja, Basuki Tjahaja Purnama waktu itu sedang banyak pikiran.

Setelah kejadian itu, karier politik Basuki Tjahaja Purnama muncul melalui tawaran-tawaran yang datang dari beberapa partai. Ia menyebut saat itu ada tawaran dari Partai Golkar dan PDI Perjuangan. Basuki Tjahaja Purnama memilih tawaran bergabung dari partai baru, yakni Partai Perhimpunan Indonesia Baru (PPIB). "Saya ditawari Partai PIB, Partai Insinyur Basuki," seloroh pria yang disapa Ahok ini.

Basuki Tjahaja Purnama kemudian memulai kampanye. Perjalanan politiknya berbuah setelah ia menduduki jabatan politik di DPRD tingkat II. Kariernya di DPRD hanya bertahan 7 bulan. Pengalaman buruk pernah dirasakannya. Ia mengaku dapat ancaman karena menyebut DPRD sebagai "Dewan Perampok Rakyat Daerah". "Orang hampir mau pukulin saya," ungkap Basuki Tjahaja Purnama.

Peristiwa itu tak menghentikan langkah Ahok untuk berkecimpung di politik. Ia justru terus mengembangkan kariernya dengan mencalonkan diri sebagai Bupati Belitung Timur. Basuki Tjahaja Purnama mengaku berkampanye tanpa modal bagi-bagi duit. "Saya mungkin satu-satunya bupati yang enggak ada uangnya," beber Basuki Tjahaja Purnama.

Selama berkampanye, Basuki Tjahaja Purnamahanya bermodalkan stiker dan kartu nama. Melalui kartu namanya, warga bisa mengadu kepadanya tentang berbagai persoalan.

Dalam kampanyenya, Basuki Tjahaja Purnama menyatakan ingin memperbaiki nasib warganya. Meski tanpa modal materi, Basuki Tjahaja Purnama toh terpilih menjadi Bupati Belitung Timur. Ia menyadari bahwa kemenangan itu berasal dari Tuhan. "Karena power, position, itu Tuhan yang kasih," tukas Basuki Tjahaja Purnama.

Ada pertanyaan dalam seminar di Gereja Reformed Injili Indonesia (GRII) yang membuat Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama sedikit kaku untuk menjawabnya. Pria yang akrab disapa Ahok itu tak dapat berbicara panjang lebar mengenai pertanyaan apakah dia memiliki cita-cita untuk menjadi Presiden.

Moderator acara tersebut, Pendeta Benyamin F. Intan, Ph.D. menanyakan hal tersebut kepada Ahok. Mendengar pertanyaan itu, Basuki Tjahaja Purnama menjawabnya dengan kaku sambil tertawa kecil. "Ini pertanyaan apa lagi, jebakan batman itu," kata Ahok, mengawali jawabannya.

Dia lalu melanjutkannya jawabannya. Pria asli Belitung Timur ini lantas memakai salah satu ayat dalam kitab suci sesuai keyakinannya untuk menjawab hal tersebut. "Saya lupa apa di Mazmur atau di mana. Tetapi kalimatnya sangat baik, bunyinya, 'Engkau baik, engkau menganggap aku setia, dan mempercayakan tugas pelayanan itu kepada saya'," jelas Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

Mengenai ada atau tidak cita-cita untuk menjadi Presiden, Basuki Tjahaja Purnama mengaku dari awal ia tidak memilikinya. "Tetapi, dalam posisi politik seperti ini, ya maunya jadi Presiden. Kan kalau dari sekarang tinggal nyeberang Monas, sudah dekat soalnya," ujar Basuki Tjahaja Purnama sambil tertawa.

Rupanya, Basuki Tjahaja Purnama tak mau berkomentar panjang lagi tentang pembahasan itu. Basuki Tjahaja Purnama lalu menyudahi dengan memberikan jawaban akhir atas pertanyaan tersebut. "Kalau soal Presiden jangan panjang-panjang, nanti ketahuan," pungkas mantan Bupati Belitung Timur ini.

See Also

Pidato Pertanggungjawaban Atas Penerimaan Soetandyo Wignjosoebroto Award
Merenungi Kepergian KH Hasyim Muzadi
Koalisi Cikeas Usung Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni
Saya Mengurus Kewarganegaraan Indonesia Sendiri Dan Tidak Mudah
Lian Gouw Untuk Penyebaran Novel Sejarah Indonesia
Seminar Membangun Ke-Indonesia-an
Rencana Bekerja Untuk Otonomi Perempuan
Ketemu Anak Presiden Di Markobar Surabaya
Mengenang Mas Slamet Riyadi Sabrawi
Batik Cermin Budaya Bangsa Indonesia
Keberlangsungan Batik Dalam Pergulatan
Handoko Wibowo Penerima Yap Thiam Hien Award 2015
Cengkeh Dan Petani Berdaya
Senyum Solidaritas Wong Cilik Yang Aku Suka
Ketika Myra Diarsi Di Tlogo Wening
SBO TV Tentang Masa Orientasi Sekolah
Membimbing Karier Anak
Menulis Karya Besar Yang Berdampak Untuk Yang Lain
Festival Kartini Bersama Wakil Gubernur Dan Konsulat Jenderal Amerika Serikat
Surat Cinta Untuk Kartini
Wisata Suku Bajo Terbesar Di Dunia
Wisata Darat Di Tomia Wakatobi
Jiwa Entrepreneur Di Belakang Perkembangan Wakatobi
Taman Laut Wakatobi Terbaik Di Dunia
Makanan, Suku, Pantai, Dan Kain Tradisional Kendari
jQuery Slider

Comments

Arsip :20172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 6.213.375 Since: 05.03.13 | 0.2056 sec