Nasional

Ekor Pesawat AirAsia QZ 8501 Berhasil Diangkat

Saturday, 10 Januari 2015 | View : 736

PANGKALAN BUN-SBN.

Upaya Tim SAR untuk mengangkat ekor pesawat AirAsia QZ 8501 akhirnya berbuah hasil. Tim penyelam gabungan TNI Angkatan Laut berhasil mengangkat ekor pesawat AirAsia QZ 8501, Sabtu (10/1/2015).

Setelah melewati proses yang cukup rumit, ekor pesawat nahas yang ditemukan Rabu (7/1/2015) berhasil diangkat ke permukaan laut sekitar pukul 12.00 WIB, Sabtu (10/1/2015) siang.

Meskipun sempat dihadang dan terhalang ombak setinggi 3-4 meter, bagian ekor pesawat AirAsia QZ 8501 itu akhirnya bisa ditarik dan diangkat ke geladak kapal Crest Onyx milik SKK Migas di Selat Karimata, Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah.

Ekor pesawat berhasil diangkat dari kedalaman sekitar 32 meter dengan menggunakan lifting bag (balon). Proses ini disebut lebih dipilih dilakukan dibanding dengan cara menggunakan crane, karena tim di lapangan khawatir ekor pesawat akan rusak jika diangkat dengan paksaan.

Proses pengangkatan ekor pesawat dari dasar laut dilakukan sejak Sabtu (10/1/2015) pagi menggunakan balon atau floating bag yang diikatkan ke bagian ekor.

Proses mengangkat ekor pesawat ini membutuhkan waktu yang cukup lama, sekitar 2-3 jam. Hal ini dikarenakan mengisi udara pada lifting bag dilakukan dengan cara manual.

Setelah ekor pesawat terangkat permukaan, derek diturunkan untuk membantu menarik ekor pesawat.

Kapal Crest Onyx milik SKK Migas digunakan dalam misi ini karena dilengkapi derek yang bisa mengangkat beban hingga 50 ton. Kapal ini juga memiliki dek terbuka yang luas sehingga mampu menampung bagian ekor pesawat.

Hingga saat ini, tim di lapangan masih berusaha menstabilkan posisi ekor pesawat di tengah kondisi gelombang dan angin yang tak bersahabat.

Panglima TNI Jenderal TNI Dr. Moeldoko membenarkan keberhasilan Tim SAR mengangkat ekor pesawat AirAsia QZ 8501 di perairan Selat Karimata, Kalimantan Tengah, Sabtu (10/1/2015).

Namun, Jenderal TNI Dr. Moeldoko yang berada di lokasi menekankan, timnya butuh lebih dari sebuah kerja keras untuk menyempurnakan upaya pengangkatan.

"Tim kami harus bertempur dengan alam. Saya harapkan hari ini harus selesai. Proses masih berlangsung (mengangkat ekor)," terang Jend. TNI Dr. Moeldoko.

Saat ini, ekor pesawat sudah tampak ada yang mulai mengapung. "Kami harus lebih hati-hati. Takut talinya putus. Saat ini, gelombang sekitar 4-5 meter. Arus juga kencang. Ini menyulitkan personel yang bekerja langsung (di air). Ada 67 personel kita yang sedang berjuang," tandas Jend. TNI Dr. Moeldoko.

Tim penyelam gabungan TNI Angkatan Laut yang telah mengangkat ekor pesawat AirAsia QZ 8501 ke permukaan laut kini terkendala untuk mengangkutnya ke sebuah kapal yang akan membawa ke Pelabuhan Kumai, Kotawaringin Barat (Kobar), Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng).

Nantinya, di pelabuhan itu, Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) akan memeriksa ekor pesawat tersebut. "Baru mau dipepetkan (ke kapal) saja lama sekali, baru 20 menit ketarik lagi. Nanti dibawa ke kapal Crest Onyx," kata Direktur Operasional Badan SAR Nasional (Basarnas) Marsma TNI S.B. Supriyadi, Sabtu (10/1/2015).

Marsma TNI S.B. Supriyadi menambahkan, kondisi saat ini di laut mulai tidak stabil. Arus laut pun masih kencang, dan jarak pandang penyelam berkisar kurang lebih hanya satu meter. Jika lancar, kapal Crest Onyx akan segera merapat ke Pelabuhan Kumai dengan rentang waktu paling cepat  tujuh jam paling cepat, dan 10 jam paling lama.

"Kalau kecepatannya rendah, bisa 15 jam dengan kecepatan 5-6 knot," ujar Marsma TNI S.B. Supriyadi.

Black box sendiri, imbuh Marsma TNI S.B. Supriyadi menurut informasi dari tim penyelam di sana, tidak lagi berada di dalam ekor pesawat.

Meski demikian, nanti akan diperiksa lebih lanjut saat ekor pesawat tiba di Pelabuhan Kumai. Menurut informasi yang dihimpun, tim KNKT akan tiba di Pangkalan Bun, untuk memeriksa ekor pesawat tersebut, sekitar pukul 17.00 WIB.

Bagian ekor pesawat AirAsia QZ 8501 tersebut kemudian langsung dibawa ke Pangkalan Bun untuk diperiksa lebih lanjut.

See Also

Seleksi Program Magang Ke Jepang, PPMKP Adakan Pelatihan Petani Muda Di P4S Al Mawaddah
Demi Meriahkan Penutupan TMMD Grup Seni Kentongan Berlatih Hingga Larut Malam
Agar Lebih Dekat Dengan Warga, Satgas TMMD Juga Ikut Ronda Malam
Arswendo Atmowiloto Meninggal Dunia
Ini Talud TMMD Versi Tentara Kodim 0716/Demak
Jalan TMMD Akan Buka Jalur Alternatif Sumberejo
Ketika Para Santri Ikut Bekerja Di Lokasi TMMD
Senang Bisa Bekerja Dengan Pak Tentara
Luangkan Waktu Cek Lokasi TMMD
Terus Didengungkan TMMD Kalikondang Ke Seantero Demak
Tiada Hari Tanpa Sosialisasi TMMD
Progres Pekerjaan Talud TMMD Menggembirakan
Galang Kekuatan Kaum Muda Untuk Sukseskan TMMD Kalikondang
Sortir Material TMMD Dilakukan Sejak Dari Toko
Sudah Tersusun Jadwal Kerja Bhakti Warga Di TMMD
Terima Kasih Sejumlah RTLH Warga Saya Sudah Mulai Dibangun TNI
Terus Dipoles Lapangan Untuk Upacara Pembukaan TMMD
Ajari Anak-Anak Di Desa TMMD Tentang Kebersihan Lingkungan
Permudah Media Akses Berita, Dirikan Posko Penerangan Di Lokasi TMMD
Balai Desa Kalikondang Disiapkan Sebagai Poskotis TMMD Reguler Ke-105
Sosok Tenaga Teknis Yang Akan Menyukseskan TMMD
Maturnuwun Pak Tentara, Jalan Beton Ini Sudah Ditunggu Warga
Excavator Menjadi Pusat Perhatian Anak-Anak Pada TMMD Kodim 0716/Demak
Pedagang Es Tebu Raup Untung, Berkat TMMD
Dibalik Layar TMMD Reg Ke-105 Kodim 0716/Demak
jQuery Slider
Arsip :2019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.503.343 Since: 05.03.13 | 0.1269 sec