Nasional

Keluarga Ruth Natalia Berterimakasih Kepada Basarnas

Friday, 09 Januari 2015 | View : 1321

SURABAYA-SBN.

Isak tangis mewarnai kedatangan jenazah berlabel B010 teridentifikasi atas nama Ruth Natalia Made Puspita (26), salah satu penumpang pesawat AirAsia QZ 8501. Kamis (8/1/2015) siang di Blitar.

Jenazah  tiba di tempat persemayamanWisma Paramita, Jl. Mawar, Kelurahan/Kecamatan Sukorejo, Kota Blitar. Kedatangan jenazah itu diterima keluarga dan Wakil Bupati Blitar Riyanto.

Orang tua korban, Suyanto dan ibunya, Oeng Jiehaoae, tak terlihat di persemayaman karena berada di rumah duka, Jl. Gajah Mada, Kelurahan/Kecamatan Wlingi, Kabupaten Blitar.

"Orangtuanya tak kuasa melihat kedatangan jenazah anaknya," tutur Wiyanto Hermawan, paman korban.

Jumat (9/1/2015), jenazah alumni Universitas Petra Surabaya itu  akan dimakamkan di pemakaman umum Lingkungan Karangan, Kelurahan/Kecamatan Wlingi.

Sebelum dimakamkan, mulai Kamis siang ini dan sampai nanti malam, akan dilakukan upacara dan penghiburan, yang dipimpin Pendeta Ibrahim, dari Gereja Pantekosta Wlingi.

Jenazah berlabel B010 teridentifikasi atas nama Ruth Natalia Made Puspitasari (26) dan telah diserahkan ke pihak keluarga. Rencananya, jenazah Natalia akan disemayamkan terlebih dahulu di persemayaman di Blitar.

"Ya langsung ke Blitar," kata ayahanda Ruth Natalia Made Puspitasari, Suyanto, di Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Polda Jatim, Surabaya, Kamis (8/1/2015).

Keluarga almarhumah Ruth Natalia M Puspitasari (26), salah seorang penumpang pesawat Air Asia QZ 8501 asal Kabupaten Blitar, Jawa Timur, mengucapkan terimakasih pada Badan SAR Nasional (Basarnas) yang telah bekerja keras menemukan almarhum, sehingga bisa dimakamkan.

"Kami ucapkan terimakasih pada Basarnas yang telah menemukan jasad Natalia. Kami juga bisa memberikan penghormatan terakhir dan memakamkannya," kata Sugiarto, salah seorang kerabat almarhumah, kepada wartawan, saat pemakaman di pemakaman di Kecamatan Wlingi, Kabupaten Blitar, Jumat (9/1/2015).

Suasana haru pemakaman Ruth Natalia. Keluarga bersedih dengan meninggalnya Ruth. Terlebih lagi, ia meninggal setelah pesawat yang ditumpanginya dengan calon suami dan mertua terjatuh di laut.

Pemakaman Ruth sesuai dengan agama yang dianutnya, juga menggunakan adat tradisional, dengan adanya kembar mayang yang merupakan adat Jawa. Selain itu, saat upacara pemakaman juga ditandai dengan pelepasan dua burung merpati, sebagai simbol pelepasan bala dalam adat China.

Ia dimakamkan di Pemakaman China, Desa Karangan, Kecamatan Wlingi, Kabupaten Blitar. Saat pemakaman, para peziarah juga mengenakan baju putih yang bertuliskan "pray for Ruth Natalia". Mereka mengunakan baju itu sebagai bentuk penghormatan terakhir pada almarhum.

Citra Kusuma, salah seorang rekan almarhum mengatakan ia dengan teman-temannya sengaja menggunakan baju sama, sebagi ucapan belasungkawa serta menghormati kepergian Ruth Natalia. "Ini sebagai bentuk penghormatan terakhir," ucapnya lirih.

Ruth Natalia adalah salah seorang penumpang di pesawat tersebut. Ia berencana ke Singapura dengan calon suaminya serta calon mertuanya. Ruth Natalia M. Puspitasari bekerja di HSBC dan kos di Siwalankerto, Surabaya. Keberangkatannya ke Singapura untuk berlibur tahun baru bersama pacarnya Bob Hartanto Widjaja dan kedua calon mertuanya Indar Prasetyo Wijaya dan Ligue Ekawati.

Liburan itu pun sekaligus sebagai kado ulang tahunnya yang ke-26. Ayah Ruth Natalia M. Puspitasari, Suyanto, mengaku senang jasad anaknya ditemukan. Namun dia  berduka  atas kepergian anaknya selama-lamanya. “Dia ke Singapura untuk berlibur Itu hadiah ulang tahunnya, yang ke-26, dari pacarnya,” kata Suyanto.

Namun musibah menimpa pegawai bank HSBC dan calon menantu serta pacarnya. Pesawat AirAsia QZ 8501 yang ditumpanginya mengalami musibah kecelakaan. "Firasatnya banyak macam-macam," tuturnya.

Suyanto enggan mengomentari soal kompensasi. "Saya belum berfikir ke arah sana. Kita fokus agar semua bisa ditemukan. Saya fokus ke anak saya, calon menantu dan calon mertua," ujar Suyanto.

Pria berusia 60 tahun itu juga mengucapkan syukur kepada Tuhan dan berterimakasih atas kerja keras seluruh elemen hingga buah hatinya anaknya teridentifikasi.

Dikabarkan sebelumnya, keluarga Ruth Natalia M Puspitasari (26), salah seorang penumpang pesawat AirAsia dengan Nomor Penerbangan QZ 8501 tujuan Surabaya-Singapura di Kabupaten Blitar, Jawa Timur, resah menunggu kabar kepastian terkait kondisi pesawat tersebut.

Keluarga sempat menduga jika Ruth Natalia M. Puspitasari naik pesawat China Airlines, sesuai dengan informasi awal, hingga akhirnya keluarga menerima kabar jika Ruth adalah salah seorang penumpang di pesawat AirAsia QZ 8501 nahas itu. "Saya terkejut, karena mengetahui anak saya naik AirAsia," kata ayah Natalia, Suyanto (60), di Blitar, Senin (29/12/2014).

Pria yang tinggal di Kecamatan Wlingi, Kabupaten Blitar, itu mengatakan putrinya memang akan berlibur ke Singapura dengan calon suaminya, Bob Hartanto Wijaya, serta calon mertuanya. Liburan itu sudah direncanakan, sekaligus sebagai kado ulang tahun putrinya yang ke-26. Putrinya itu ulang tahun pada 20 Desember 2014.

Ia mengaku tidak sempat mengantar anaknya ke Bandara Juanda, Surabaya. Sebelum berangkat, ia hanya berhubungan lewat telepon seluler, hingga akhirnya ada kabar jika pesawat AirAsia yang ditumpangi anaknya belum diketahui keberadaannya.

Ia juga mengaku sedih dan bingung dengan hal itu. Sebab, sampai kini, ia belum juga mengetahui kondisi anaknya. Telepon seluler anaknya juga tidak bisa dihubungi, sehingga ia belum bisa memastikan kabar anaknya. Ia pun terus memantau perkembangan pencarian pesawat tersebut lewat televisi.

Suyanto mengatakan, keluarganya berencana ke Surabaya untuk mencari tahu keberadaan pesawat serta kabar terkini pencarian pesawat tersebut. Ia berharap, keberadaan pesawat itu segera diketahui dan seluruh penumpangnya ditemukan dalam kondisi selamat.

See Also

Seleksi Program Magang Ke Jepang, PPMKP Adakan Pelatihan Petani Muda Di P4S Al Mawaddah
Demi Meriahkan Penutupan TMMD Grup Seni Kentongan Berlatih Hingga Larut Malam
Agar Lebih Dekat Dengan Warga, Satgas TMMD Juga Ikut Ronda Malam
Arswendo Atmowiloto Meninggal Dunia
Ini Talud TMMD Versi Tentara Kodim 0716/Demak
Jalan TMMD Akan Buka Jalur Alternatif Sumberejo
Ketika Para Santri Ikut Bekerja Di Lokasi TMMD
Senang Bisa Bekerja Dengan Pak Tentara
Luangkan Waktu Cek Lokasi TMMD
Terus Didengungkan TMMD Kalikondang Ke Seantero Demak
Tiada Hari Tanpa Sosialisasi TMMD
Progres Pekerjaan Talud TMMD Menggembirakan
Galang Kekuatan Kaum Muda Untuk Sukseskan TMMD Kalikondang
Sortir Material TMMD Dilakukan Sejak Dari Toko
Sudah Tersusun Jadwal Kerja Bhakti Warga Di TMMD
Terima Kasih Sejumlah RTLH Warga Saya Sudah Mulai Dibangun TNI
Terus Dipoles Lapangan Untuk Upacara Pembukaan TMMD
Ajari Anak-Anak Di Desa TMMD Tentang Kebersihan Lingkungan
Permudah Media Akses Berita, Dirikan Posko Penerangan Di Lokasi TMMD
Balai Desa Kalikondang Disiapkan Sebagai Poskotis TMMD Reguler Ke-105
Sosok Tenaga Teknis Yang Akan Menyukseskan TMMD
Maturnuwun Pak Tentara, Jalan Beton Ini Sudah Ditunggu Warga
Excavator Menjadi Pusat Perhatian Anak-Anak Pada TMMD Kodim 0716/Demak
Pedagang Es Tebu Raup Untung, Berkat TMMD
Dibalik Layar TMMD Reg Ke-105 Kodim 0716/Demak
jQuery Slider
Arsip :2019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.537.478 Since: 05.03.13 | 0.1389 sec