Ekonomi

OJK Pastikan Asuransi Bayar Lunas Keluarga Korban Penumpang AirAsia QZ 8501

Friday, 09 Januari 2015 | View : 554

JAKARTA-SBN.

Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya bersama Otoritas Jasa Keuangan dan PT. Asuransi Jasa Indonesia (Persero) atau disingkat Asuransi Jasindo memastikan klaim asuransi sebesar Rp 1,25 miliar per orang utuh.

Kepala Eksekutif Pengawas Industri Keuangan Non-Bank OJK, Firdaus Djaelani mengungkapkan bahwa pihaknya sebelumnya telah melakukan pertemuan dengan Pemkot Surabaya dan pihak Pemprov Jatim melalui Gubernur Jawa Timur Dr. H. Soekarwo, S.H., M.Hum. "Pertemuan itu membahas koordinasi bagaimana pembayaran klaim kepada keluarga korban. Kami juga mendorong semua pihak terkait agar cepat menyelesaikan kewajibannya," tutur Firdaus Djaelani.

Kepala Esekutif Pengawas Industri Keuangan NonBank OJK, Firdaus Djaelani pun mengiyakan. Firdaus Djaelani memastikan perusahaan asuransi bakal membayar lunas dan tanpa mencicil kepada ahli waris korban AirAsia QZ 8501, yang hilang kontak pada Minggu (28/12/2014) pagi lalu di Selat Karimata.

"Langsung dibayar sekaligus, tanpa dicicil. Uang sudah disiapkan oleh perusahaan asuransi tinggal dicairkan saja," ucap Firdaus Djaelani di Menara Merdeka, Jakarta, Jumat (9/1/2015).

Kepala Eksekutif Pengawas Industri Non-Bank OJK, Firdaus Djaelani menegaskan proses klaim asuransi tak memerlukan waktu lama.

Kepala Eksekutif Pengawas Industri Keuangan Non-Bank OJK, Firdaus Djaelani  mengungkapkan bahwa pihaknya (OJK) juga telah berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait seperti asuransi, Perbankan, maupun pasar modal untuk memberikan data dan memfollow up permohonan dari keluarga korban pesawat AirAsia kode penerbangan QZ 8501 tentang nasib dana-dana korban yang ada di lembaga jasa keuangan. Selain itu, lanjut Firdaus Djaelani, langkah ini dilakukan untuk mengakomodasi anggota keluarga korban musibah pesawat AirAsia QZ 8501 yang ingin mengurus simpanan dan investasi, baik di Perbankan maupun pasar modal.

OJK berharap Perbankan segera mendata jenis-jenis simpanan yang dimiliki korban. Jika korban memiliki barang yang disimpan di dalam kotak penyimpanan di bank, Perbankan diharapkan memperlancar proses mengeluarkan isi simpanan tersebut. "Orang-orang yang jadi korban itu kemungkinan kan juga punya investasi baik berupa saham, deposito, asuransi, dan surat-surat berharga lainnya. Kita juga bantu cek ke KSEI apa nama-nama tersebut (korban) punya surat berharga yang ditaruh di deposit box. Setelah verifikasi data selesai semuanya akan diserahkan ke ahli waris," urai Firdaus Djaelani di Jakarta, Jumat (9/1/2015).

Hal itu dikatakan berkaitan dengan kedatangan Wali Kota Surabaya, Ir. Tri Rismaharini, M.T. atau terkadang ditulis Tri Risma Harini ke kantor OJK untuk menyampaikan pesan dari keluarga korban yang rata-rata berasal dari Surabaya.

Selain klaim asuransi, keluarga korban juga menanyakan bagaimana kejelasan nasib apabila korban-korban tersebut punya kepemilikan saham, tabungan, maupun deposito.

Firdaus Djaelani menegaskan bahwa OJK juga kedepannya akan terus berusaha mendorong agar hak-hak korban dapat disampaikan ke ahli waris.

Firdaus Djaelani mengatakan, perusahaan asuransi yang bersangkutan sudah menyatakan kesiapannya untuk membayar sekaligus klaim asuransi kepada ahli waris. Saat ini, perusahaan asuransi sedang menunggu proses administrasi penetapan ahli waris. Dia berharap akhir bulan ini selurus proses verifikasi data ahli waris dapat segera terselesaikan.

Dengan begitu, seluruh santunan dapat segera dicairkan. "Uang sudah siap, tinggal tunggu data ahli waris. Secepatnya saat data selesai akan kita adakan upacara penyerahan santunan korban kepada ahli waris," tuturnya.

Setidaknya, sambung Firdaus Djaelani, akhir bulan ini klaim asuransi sudah beres diterima oleh ahli waris atau keluarga korban yang bersangkutan. "Diharapkan paling akhir Januari ini klaim asuransi dibayarkan kepada ahli waris," tutup Firdaus Djaelani.

Direktur Eksekutif Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo) Albertus Patarru mengatakan seluruh dana klaim asuransi sudah disiapkan. Perihal korban yang belum ditemukan, Albertus Patarru menegaskan perkembangan pencarian masih ditunggu.

See Also

Harga Emas Berbalik Menguat Didukung Data Ekonomi AS
Dow Jones Dan S&P Melemah, Nasdaq Menguat
Merger Peugeot Dan Fiat-Chrysler Jadi Pabrikan Mobil Ke-4 Terbesar Dunia
Turunkan Angka Pengangguran, BLKK Al Mawaddah Melatih 48 Tenaga Kompeten
Ditunggu Warga, Pensertifikatan Tanah Massal Di TMMD Kalikondang
Bursa Asia Ditutup Bervariasi
Semangat Babinsa Koramil 09/Karangtengah Dampingi Panen Perdana MT I
Kontrol Hasil Panen, Babinsa 03/Wonosalam Lakukan Pengubinan Padi
Bersama Warga, Babinsa 06/Wedung Siap Sukseskan Swasembada Pangan
Mendesa Klaim Bank Dunia Contoh Indonesia Terkait Penganggaran Dana Desa
Mulai Hari Ini Harga Pertamina Dex, Dexlite, Pertamax, Pertalite Turun
Bursa Asia Dan AS Menguat
Menko Maritim Sebut Bandara Kulonprogo Mulai Layani Penerbangan April 2019
Kodim 0716/Demak Buka Stand Pasar Murah
Babinsa Kodim 0716/Demak Perkuat Alsintan Dengan Diklat
Mengoptimalkan LTT Dengan Pemanfaatan Alsintan
Awas Tamu Tak Diundang Di Saat Panen Tiba
Demak Panen Raya Perdana Jagung Hibrida
Dandim 0716/Demak Jamin Demplot Kodim Kualitas Dan Produktivitasnya Panen Bagus
Generasi Muda Didorong Untuk Kreatif
Bursa Nikkei Dibuka Menguat
Menteri Perindustrian Bertemu Menteri Ekonomi Pendidikan Riset Swiss, Bahas Kerja Sama Dua Negara
Presiden Joko Widodo Terima Kunjungan Menteri Ekonomi Pendidikan Riset Swiss
Babinsa Pendampingan Nyemprot Tanaman Padi
7,23 Juta Wajib Pajak Yang Sudah Lapor SPT
jQuery Slider

Comments

Arsip :20202019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.783.963 Since: 05.03.13 | 0.1896 sec