Redaksi

Kelenteng Kiong Bio Di Lasem

Author : Dra Esthi Susanti Hudiono MSi | Thursday, 01 Januari 2015 | View : 711

SBN

Lasem adalah sebuah Kecamatan di Kabupaten Rembang, Provinsi Jawa Tengah. Lasem merupakan kota terbesar kedua di Kabupaten Rembang setelah Kota Rembang.

Lasem dikenal juga sebagai "China kecil" karena merupakan kota awal pendaratan orang China di tanah Jawa dan terdapat perkampungan China yang sangat banyak tersebar di Lasem.

Salah satu tempat berkembangnya para imigran dari China terbesar di Pulau Jawa abad ke-14 sampai 15 adalah Lasem (Lao Sam) selain di Sampotoalang (Semarang) dan Ujung Galuh (Surabaya).

Datangnya armada besar Laksamana Cheng Ho atau Zheng He/Hanyu Pinyin/Ma He/Ma San Bao/Haji Mahmud Shams (1371-1433) ke Jawa sebagai duta politik Kaisar China masa Dinasti Ming yang ingin membina hubungan bilateral dengan Kerajaan Majapahit terutama dalam bidang kebudayaan dan perdagangan negeri tersebut.

Laksamana Chen Ho adalah seorang pelaut dan penjelajah China bersuku Hui beragama Islam terkenal yang melakukan beberapa penjelajahan antara tahun 1405 hingga 1433. Laksamana Cheng Ho mengunjungi kepulauan di Indonesia selama tujuh kali.

Armada besar Laksamana Cheng Ho ini memperoleh legitimasi untuk melakukan aktivitas perniagaannya dan kemudian banyak yang tinggal dan menetap di daerah pesisir utara Pulau Jawa.

Pernah dalam perjalanannya melalui Laut Jawa, Wang Jing Hong (orang kedua dalam armada Cheng Ho) sakit keras. Wang Jing Hong akhirnya turun di pantai Simongan, Sampotoalang (Semarang), dan menetap di sana. Salah satu bukti peninggalannya antara lain Kelenteng Sam Po Kong (Gedung Batu) serta patung yang disebut Mbah Ledakar Juragan Dampo Awang Sam Po Kong. Laksamana Cheng Ho juga sempat berkunjung ke Kerajaan Majapahit pada masa pemerintahan Raja Wikramawardhana.

Bahkan menurut N.J. Krom, perkampungan China d masa Kerajaan Majapahit telah ada sejak 1294-1527. Hal ini dapat dibuktikan dengan adanya bangunan-bangunan tua seperti permukiman Pecinan dengan bangunan khas China dan Kelenteng tua yang berada tak jauh dari jalur lalulintas perdagangan di sepanjang aliran Sungai Babagan Lasem (kala itu disebut Sungai Paturen) yang pada waktu itu sebagai akses utama penghubung antara laut dan darat, juga penguasaan tempat-tempat perekonomian yang strategis oleh mereka di kemudian waktu, seperti yang dapat dilihat pada pusat-pusat pertokoan di sepanjang jalan raya kota sekarang ini.

Di depan Gerbang Kampung Batik Jalan Babagan 7, Lasem, Provinsi Jawa Tengah, ada Kelenteng Kiong Bio. Didirikan tahun 1780. Di Lasem ada 3 Kelenteng.

Kelenteng tertua adalah Cu An Jiong di Jalan Dasun nomer 19 dan tertua. Bangunan Kelenteng Cu An Jiong terletak di Timur Sungai Lasem.

Yang ketiga adalah Kelenteng Kwek Sing Ong di Jalan Karangturi.

Bangunan Kelenteng Po An Bio berada di Utara Sungai Kemendung.

Di Kelenteng Kiong Bio saya ditemani penjaga Kelenteng. Surprise karena di dalamnya yang disembahyangi adalah Dewa Bumi, Kong Hu Cu dan di tengah adalah Gie Yong Kong Co. Katanya ini adalah pejuang yang melawan Belanda/VOC.

Bangunan Kelenteng Gie Yong Bio terletak di Barat Sungai Lasem. Kesan saya Kelenteng ini seperti Kelenteng milik keluarga tokoh besar di jaman dulu. Biasanya kalau saya melihat Kelenteng ada Dewi Kwan Im.

Di Kelenteng ini berbeda. Yang menarik adalah di pintu masuk ke tempat sembahyang ada gambar 2 orang laki-laki. Satunya memegang gunung. Kata penjaga Kelenteng, di setiap Kelenteng selalu ada gambar seperti itu. Gambar penjaga. Di budaya Jawa juga ada patung penjaga (lupa namanya). Di banyak Candi, Keraton dan banyak tempat lainnya patung itu selalu ada. Jadi penasaran, mau cari informasi lebih dalam.

Selain itu, ada bangunan kompleks Vihara Ratanavana Arama terletak di Bukit Telueng Desa Sendangcoyo dan bangunan Vihara Karunia Dharma, di Timur Cu An Jiong. (esh/jos)

See Also

Mas Arswendo: Menulis Itu Gampang
Pidato Pertanggungjawaban Atas Penerimaan Soetandyo Wignjosoebroto Award
Merenungi Kepergian KH Hasyim Muzadi
Koalisi Cikeas Usung Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni
Saya Mengurus Kewarganegaraan Indonesia Sendiri Dan Tidak Mudah
Lian Gouw Untuk Penyebaran Novel Sejarah Indonesia
Seminar Membangun Ke-Indonesia-an
Rencana Bekerja Untuk Otonomi Perempuan
Ketemu Anak Presiden Di Markobar Surabaya
Mengenang Mas Slamet Riyadi Sabrawi
Batik Cermin Budaya Bangsa Indonesia
Keberlangsungan Batik Dalam Pergulatan
Handoko Wibowo Penerima Yap Thiam Hien Award 2015
Cengkeh Dan Petani Berdaya
Senyum Solidaritas Wong Cilik Yang Aku Suka
Ketika Myra Diarsi Di Tlogo Wening
SBO TV Tentang Masa Orientasi Sekolah
Membimbing Karier Anak
Menulis Karya Besar Yang Berdampak Untuk Yang Lain
Festival Kartini Bersama Wakil Gubernur Dan Konsulat Jenderal Amerika Serikat
Surat Cinta Untuk Kartini
Wisata Suku Bajo Terbesar Di Dunia
Wisata Darat Di Tomia Wakatobi
Jiwa Entrepreneur Di Belakang Perkembangan Wakatobi
Taman Laut Wakatobi Terbaik Di Dunia
jQuery Slider

Comments

Arsip :201920172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.783.950 Since: 05.03.13 | 4.2084 sec