Hukum

Pilot Diduga Pakai Narkoba, AirAsia Sebut Itu Obat Batuk

Thursday, 01 Januari 2015 | View : 1117

DENPASAR-SBN.

Di tengah musibah jatuhnya pesawat AirAsia QZ 8501 di perairan Selat Karimata, muncul kabar baru yang membuat miris. Seorang pilot Indonesia Air Asia dikabarkan terendus menggunakan narkoba setelah menerbangkan pesawat dari Bandara Soekarno-Hatta (Soetta), Cengkareng, Jakarta ke Bandara Ngurah Rai, Denpasar, Provinsi Bali.

Staf khusus Menteri Perhubungan, Hadi Mustofa Djuraid, mengungkapkan seorang pilot AirAsia berinisial FI diketahui positif menggunakan narkoba jenis morfin saat menjalani tes urine secara acak di Bandara Ngurah Rai, Denpasar, Bali. Pilot Air Asia berinisial FI ini menerbangkan pesawat bernomor penerbangan QZ 7510 dari Bandara Soekarno-Hatta (Soetta), Cengkareng, Jakarta ke Bandara Ngurah Rai, Denpasar, Bali. "Dipastikan positif narkoba jenis morfin," bebernya, Kamis (1/1/2015).

Temuan tersebut, papar Hadi Mustofa Djuraid, diperoleh dari pemeriksaan urine yang dilakukan tim Balai Kesehatan Penerbangan serta Direktorat Kelaikan Pengoperasian Pesawat Udara Kementerian Perhubungan di Bandara Ngurah Rai, Bali, Kamis (1/1/2015) pagi.

Pemeriksaan dilakukan sesaat setelah FI mendarat pada pukul 08.50 WIT. Semula, kata Hadi Mustofa Djuraid, FI akan kembali terbang ke Jakarta pada pukul 09.20 WIT dengan pesawat bernomor penerbangan QZ 7511.

Saat ini FI sedang menjalani pemeriksaan lanjutan di Balai Kesehatan Penerbangan Kementerian Perhubungan di Jakarta. Hadi Mustofa Djuraid mengatakan, yang bersangkutan juga akan menjalani pemeriksaan lebih lanjut di Balai Kesehatan Penerbangan Kemenhub di Jakarta.

Temuan pilot AirAsia diduga mengonsumsi narkoba menurut Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Udara Ditjen Perhubungan Udara Kemenhub M. Alwi harus dipelajari lebih mendalam. "Perlu validitas untuk membuktikan apakah kandungan urine akibat mengonsumsi obat atau yang lain," tegas M. Alwi.  Mantan Kepala Otoritas Bandara Wilayah III Surabaya itu meminta publik melihat secara obyektif.

Saat dimintai konfirmasi, Juru Bicara Indonesia AirAsia, Malinda Yasmin, enggan memberi jawaban. "Kami belum mendapatkan data lengkap," ujarnya.

Presiden Direktur Indonesia AirAsia Sunu Widyatmoko membenarkan kabar bahwa salah satu pilotnya terdeteksi positif menggunakan narkoba jenis morfin.

Pihaknya bersama Badan Narkotik Nasional dan Rumah Sakit Ketergantungan Obat akan melakukan tes lanjutan sebagai pembanding. "Untuk pemeriksaan lebih lanjut, kami akan bekerja sama dengan Badan Narkotika Nasional," kata Sunu Widyatmoko dalam konferensi pers di Markas Kepolisian Daerah Jawa Timur, Kamis (1/1/2015).

Hasil pemeriksaan tersebut diharapkan dapat mengklarifikasi hasil lebih detail. "Biasanya setelah minum obat itu ketika diperiksa pertama hasilnya positif (urine positif mengandung narkoba). Pemeriksaan berikutnya biasanya negatif," lanjutnya.

Presdir Indonesia AirAsia Sunu Widyatmoko saat dikonfirmasi di crisis center Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Polda Jatim mengatakan bahwa FI baru keluar dari rumah sakit. Menurut Sunu Widyatmoko, pilot tersebut baru saja keluar dari rumah sakit. FI, pilot yang sudah bekerja di AirAsia selama sembilan tahun, baru saja sembuh dari sakit typhus. Dia dirawat pada 26-29 Desember 2014. Sampai saat ini, pilot itu masih mengkonsumsi obat-obatan untuk pemulihannya. "Dia (FI) diinfus saat rawat jalan akibat sakit typhus 26-29 Desember. Masih mengonsumsi obat flu dan batuk Actifed (merk)," tukas Sunu Widyatmoko.

Selain itu, menurut Sunu Widyatmoko, FI sempat mengkonsumsi sejumlah obat batuk. "Obat batuk seperti itu dapat memberikan hasil (tes) seolah-olah positif (narkoba). Tapi, setelah diteliti lagi, bisa hilang," terangnya.

Karena itu, kata Sunu Widyatmoko, tes lanjutan bagi pilot ini harus dilakukan. Dia berharap pilotnya tidak terbukti menggunakan narkoba.

Sunu Widyatmoko menambahkan, riwayat FI selama bekerja di AirAsia sudah 9 tahun termasuk pilot senior. Selama itu track record-nya bersih. Apalagi yang bersangkutan sudah berkeluarga. "Apalagi selama bekerja dia tak punya track record yang buruk," jelasnya lagi.

Dikabarkan sebelumnya, Staf Khusus Menteri Perhubungan, Hadi Mustofa Djuraid mengatakan bahwa pihaknya sengaja mengincar waktu usai pergantian malam tahun baru untuk melakukan pemeriksaan tes urine pada kru pilot usai mengudara.

Di mana pemeriksaan ini dilakukan secara mendadak dengan lokasi bandara acak, tanpa diinformasikan terlebih dulu pada awak kru pilot. Pihaknya ingin memastikan para kru pilot tetap bebas dari indikasi menggunakan narkoba maupun barang-barang terlarang. "Memang kita lakukan dadakan ya dan kami memilih bandara Ngurah Rai. Kita lakukan pada 1 Januari 2015 dengan asumsi pesta tahun baru. Ya entah pesta minuman atau obat-obatan, makanya kita lakukan pemeriksaan urine untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan," ungkap Hadi Mustofa Djuraid saat dihubungi oleh awak media.

Setidaknya ada sebanyak 42 kru pilot terjaring dan masuk dalam pemeriksaan tim Balai Kesehatan Penerbangan dan Tim Direktorat Kelaikan dan Pengoperasian Pesawat Udara Kemenhub, di Bandara Ngurah Rai, Denpasar, Bali, Kamis (1/1/2015) pagi tadi.

Sebanyak 42 kru pilot terdiri dari 25 kabin kru, 17 pilot yang berasal dari empat maskapai, yakni AirAsia, Garuda Indonesia, Wings Air, dan Lion Air. Hasilnya beber Hadi Mustofa Djuraid akan diumumkan oleh pihaknya besok. "Kita akan beberkan hasilnya besok, beberapa memang ada yang kita duga dan curigai menggunakan narkoba jenis morfin, yakni FI pilot AirAsia dan sementara dilarang untuk terbang," tandasnya. (tem/jpnn)

See Also

Bareskrim Polri Tetap Usut Korupsi PD Sarana Jaya
KPK Perpanjang Penahanan Kadis PUPR Mojokerto
Bareskrim Polri Tahan 7 Tersangka Terkait Kasus Praktik Bank Gelap Hanson International
KPK Perpanjang Penahanan Dirut PT. CMI Teknologi Rahardjo Pratjihno
KPK Geledah Rumah Anggota DPRD Tulungagung
Kasus PT. Asuransi Jiwasraya (Persero), Kejagung Periksa 27 Saksi Pemilik Rekening Saham
KPK Geledah Gedung DPRD Tulungagung
KPK Periksa Direktur Utama PT. Antam (Persero) Tbk
KPK Akui Adanya Aturan Melarang Pimpinan Temui Pihak Terkait Perkara
Polda Jatim Segera Ungkap TPPU Kasus Investasi Bodong MeMiles
Polda Jatim Bidik TPPU Kasus Investasi Bodong MeMiles
Reynhard Sinaga Ditahan Di Sel Maximum Security
Universitas Manchester Cabut 2 Gelar Magister Reynhard Sinaga
Kolaborasi Bareskrim Dan BNN Amankan 250 Kg Ganja Di Jakarta
Kasus Investasi Bodong MeMiles Segera Dilimpahkan Ke Kejati Jatim
Kasus Investasi Bodong MeMiles, Polda Jatim Periksa Siti Badriah
KPK Sita Rumah Dan Mobil Mantan Bupati Cirebon
Jaksa Teliti Berkas Tersangka Kasus Novel Baswedan
KPK Periksa Komisioner KPU
Polri Selidiki Negara Rakyat Nusantara
Jaksa Agung Sebut Kasus Jiwasraya Merugikan Negara Rp 13,7 Triliun
Bea Cukai Berkoordinasi Dengan Polda Metro Jaya Tangani Kasus Penyelundupan
Pengacara Yang Sukses Mengadakan MoU Dengan Negara Lain
Polda Metro Jaya Tahan Para Tersangka Kasus Penculikan WN Inggris
Presiden Joko Widodo Resmi Lantik Idham Azis Sebagai Kapolri Baru
jQuery Slider

Comments

Arsip :20202019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 8.363.447 Since: 05.03.13 | 0.2034 sec