Hukum

Hercules Akui Bersalah Pada Sidang Perdana

JAKARTA-SBN.

“Saya dan rekan-rekan salah. Kami menghormati hukum yang berlaku,” aku Hercules Rosario Marshal sebelum duduk di kursi pesakitan di gedung Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Barat, Kamis (30/5/2013) yang dikawal ketat 428 personel polisi gabungan Polres Jakarta Barat serta dibantu Resmob Polda Metro untuk mencegah kerusuhan. Ketua Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu itu menyatakan permintaan maaf dan mengaku bersalah. Hercules, tersangka kasus dugaan pemerasan dan premanisme juga menyatakan bahwa dia diperlakukan baik-baik saat berada di tahanan Polda Metro Jaya. “Saya serahkan semua kepada kejaksaan,” ujar Hercules saat menjalani sidang perdana di PN Jakarta Barat yang dipimpin oleh Hakim Ketua Kemal Tampubolon dan Jaksa Penuntut Umum, Fajar Arisetiawan. Sedangkan, Hercules didampingi kuasa hukumnya, Agung Sri Purnomo.

Hercules beserta 45 anak buahnya ditangkap saat kericuhan yang timbul saat apel kepolisian dekat ruko di Srengseng, Kembangan, Jakarta Barat, Jumat lalu (8/3/2013). Polda Metro Jaya menjerat Hercules dengan pasal berlapis. Hercules dikenakan Pasal 160 KUHP tentang penghasutan, Pasal 214 KUHP karena melawan petugas penegak hukum, Pasal 170 KUHP tentang perusakan, dan Pasal 368 KUHP tentang pemerasan. Hercules juga dikenai Pasal menyimpan senjata api berjenis FN buatan Pindad dan menyimpan 27 butir peluru dengan dua buah magasin yang ditemukan petugas pada saat penggeledahan rumah Hercules, Jumat malam (8/3/2013).

Sidang berlangsung maraton karena setelah pembacaan dakwaan, majelis hakim langsung meminta keterangan dan menghadirkan tiga saksi, yakni Kanit Kriminal Umum Polres Metro Jakarta Barat, Ajun Komisaris Marthson Marbun serta dua anggota reserse kriminal, Brigadir Ilham dan Brigadir Hendrik.

Saksi Ilham yang pertama dihadirkan dalam sidang menjelaskan bahwa Hercules dan kelompoknya menyerang kepolisian saat apel siaga 30 anggota polisi di Ruko Tjakra Multi Strategi, Jalan Kompleks Kebon Jeruk Indah II, Srengseng, Kembangan, Jakarta Barat pada 8 Maret lalu. Hercules mengeluarkan kata-kata yang tidak patut saat menegur polisi yang sedang apel. Hercules bilang begini: “ngapain lu apel-apel di sini kalau dibayar sama Cina. Keluar-keluar, apa-apaan ini. Jangan apel di sini,” kata Ilham menuturkan kata-kata Hercules dalam kesaksiannya. Hal tersebut dikuatkan saksi lain, Marthson Marbun dan Hendrik. “Memang Hercules berteriak-teriak dan berusaha membubarkan apel yang memiliki surat perintah resmi dari Kapolres Jakarta Barat untuk menggelar apel itu,” tutur saksi.

“Karena diserang ya kami bubar,” kata Hendrik. Jawaban Hendrik ini langsung direspon pengunjung sidang dengan teriakan. Pengunjung yang kebanyakan pendukung Hercules mengejek para polisi ini dianggap takut menghadapi Hercules yang warga sipil biasa.

Setelah mendengarkan keterangan tiga saksi, Hakim Kemal Tampubolon mengakhiri sidang dan melanjutkannya Senin (3/6/2013). (jp)

See Also

Peras Mantan Petinggi Polri, Hukuman Sisca Dewi Diperberat
LBH Ansor Jateng Apresiasi Penangkapan Cepat Polres Kebumen Terhadap Pelaku Kekerasan Seksual
Kapolres Bitung Perintahkan Pelaku Kejahatan Ditembak Di Tempat
Reserse Polres Bitung Bekuk Residivis Sadis Pembegal Motor
Satuan Reskrim Polres Bitung Tangkap Dua Tersangka Curanmor
Mahasiswa Unesa Sorot Penggunaan Dana Pembelian Mebel Di Kampus
KPK Tetapkan Dirut PT. Rohde And Schwarz Indonesia Sebagai Tersangka
KPK Akan Segera Periksa Saksi Dan Tersangka Suap KONI
KPK Cekal Robert Tantular Ke Luar Negeri
Tim Resmob Dan Tarsius Bitung Lumpuhkan Pencuri Kambuhan
Mahkamah Agung Hukum Alfian Tanjung 2 Tahun Penjara
Polda Jatim Duga Ada Kesalahan Teknis Proyek Berujung Jalan Gubeng Ambles
KPAI Apresiasi Langkah Cepat Polri Proses Bahar Bin Smith
Polri Sebut Penahanan Tersangka Bahar Bin Smith Murni Kasus Hukum
Polri Koordinasi Dengan LPSK Amankan 2 Remaja Korban Bahar Bin Smith
Usai OTT KPK, Kemenpora Lanjutkan Program SEA Games-Olimpiade
KPK Sita Miliaran Rupiah Terkait OTT Pejabat Kemenpora Dan KONI
Polri Kantongi Bukti Penganiayaan Oleh Bahar Bin Smith
KPK OTT Pejabat Kemenpora Dan Pengurus KONI
Polres Metro Jakarta Selatan Buru Pembunuh Perempuan Muda Di Kebagusan City
Pembunuh Keji Sopir Taksi Online Divonis 10 Tahun Penjara
Uang Pengganti E-KTP, KPK Sita Rp 862 Juta Dari Setya Novanto
Keterangan Ahli Ketua DPD KAI DKI Jakarta Pada Sidang Lanjutan Julius Lobiua
TNI AL Ringkus Pelaku Narkoba Di Tanjung Ahus
TNI AL Gagalkan Penyelundupan 506 Gram Narkoba
jQuery Slider

Comments

Arsip :2019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.279.588 Since: 05.03.13 | 0.2027 sec