HAM

Ibadah Natal 2014 Jemaat GKI Yasmin Dibubarkan

Thursday, 25 Desember 2014 | View : 996

BOGOR-SBN.

Perayaan Natal jemaat Gereja Kristen Indonesia (GKI) Yasmin, Kota Bogor, berlangsung tragis. Perayaan Natal di Gereja Kristen Indonesia (GKI) Yasmin, Kota Bogor, berbuntut ricuh.

Suasana di depan Gereja Kristen Indonesia (GKI) Yasmin, Jalan Abdulah Bin Nuh, Curug Mekar, Bogor Barat, Kota Bogor, provinsi Jawa Barat kembali memanas.

Puluhan jemaat GKI Yasmin terlibat keributan dengan petugas Satpol PP Pemkot Bogor dan sekelompok orang tak setuju dengan adanya GKI Yasmin yang hendak membubarkan jemaat dari lokasi.

Keributan antara jemaat GKI Yasmin dengan petugas Satpol PP berlangsung tatkala jemaat sedang menggelar prosesi doa di hari Natal, Kamis (25/12/2014) pagi. Keributan terjadi lantaran petugas Satpol PP Kota Bogor dan sekolompok orang yang menolak keberadaan tempat ibadah itu hendak membubarkan prosesi doa di depan gerbang Gereja Yasmin, Kamis (25/12/2014) pagi. Pembubaran paksa terjadi ketika jemaat sedang menggelar prosesi doa di depan gerbang GKI Yasmin.

Puluhan jemaat Gereja Kristen Indonesia (GKI) Yasmin berniat melakukan ibadah Natal di Gedung Gereja yang masih disegel di Jalan Abdulah bin Nuh, Curug Mekar, Bogor Barat, Kota Bogor, Kamis (25/12/2014) pagi. Terjadi cekcok antara petugas Satpol PP Kota Bogor dan warga setempat dengan para jemaat yang meminta pintu gerbang GKI Yasmin dibuka untuk ibadah Natal. Namun upaya tersebut dihalangi beberapa warga dengan mengusir secara paksa.

Para jemaat menangis saat mereka dipaksa membubarkan diri lantaran mendapat penolakan dari pihak Satpol PP Kota Bogor dan sekelompok orang yang menolak keberadaan GKI Yasmin.

Sekitar pukul 08.00 WIB, petugas polisi dan Satpol PP sudah siaga di depan Gereja yang tersegel. Selang 30 menit, beberapa jemaat GKI Yasmin didampingi beberapa utusan The Wahid Institute, Jaringan Aliansi Bhineka Tunggal Ika, Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta, dan Persatuan Gereja Indonesia (PGI) mendatangi lokasi.

Awalnya, pada pukul 08.30 WIB, perwakilan GKI Yasmin sudah berusaha melakukan mediasi dengan Satpol PP Kota Bogor agar diberi izin untuk menggelar ibadah Natal di Gereja Yasmin.

Tepat di depan Gereja, rombongan jemaat ditahan Kepala Satpol PP Kota Bogor, Eko Prabowo. Sempat terjadi dialog antara Eko Prabowo dan Bona Sigalingging selaku Juru Bicara GKI Yasmin.

"Kami ke sini akan memasang pohon Natal setinggi 2 meter di Gereja kami. Selain itu, kami juga bermaksud akan bersama di depan Gereja," kata Bona Sigalingging.

Namun permintaan jemaat GKI Yasmin ditolak Kepala Satpol PP yang menilai keputusan Pemerintah Kota tetap melarang adanya kegiatan di dalam lingkungan Gereja karena lokasi tersebut masih disegel Pemkot.

Karena tak diizinkan masuk ke dalam Gereja, para jemaat akhirnya menggelar prosesi doa di depan gerbang Gereja Kristen Indonesia Yasmin. Satpol PP dan sekelompok orang yang kontra dengan GKI Yasmin meminta agar kegiatan tersebut dihentikan dan segera membubarkan diri dari lokasi. Petugas Satpol PP telah meminta jemaat tidak menggelar kegiatan di Gereja.

Suasana makin memanas ketika jemaat GKI Yasmin yang rata-rata didominasi oleh kaum wanita itu enggan membubarkan diri dari lokasi setelah petugas meminta agar tak menggelar kegiatan di Gereja Kristen Indonesia (GKI) Yasmin.

Pukul 08.45 WIB, suasana memanas. Para jemaat nyaris bentrok dengan sekelompok orang yang menolak keberadaan mereka.

Jemaat yang didominasi wanita dan anak-anak berusaha melawan petugas Satpol PP karena jemaat tidak mau membubarkan diri dari lokasi GKI Yasmin.

Aksi dorong-mendorong pun terjadi antara Satpol PP, jemaat GKI dan warga yang menolak. Massa kelompok radikal yang menentang segala aktivitas jemaat GKI Yasmin tidak terkendali dan menimbulkan kericuhan.

Pantauan di depan GKI Yasmin, Kamis (25/12/2014) pagi, jemaat GKI Yasmin terlibat saling dorong dengan petugas Satpol PP Kota Bogor yang sudah melakukan penjagaan di depan Gereja yang disegel Pemerintah itu. Jemaat yang didominasi perempuan itu berusaha menembus barikade petugas. Para jemaat bersikeras melakukan ibadah Natal di dalam Gereja.

Tidak lama, beberapa orang yang mengaku warga Curug Mekar meminta Satpol PP mengusir jemaat. Forkami (Forum Komunikasi Muslim Indonesia) adalah perkumpulan warga Curug Mekar, Wangkal, dan Perumahan Taman Yasmin. Warga yang mengaku dari Keluarga Muslim Bogor (KMB) itu memaksa para jemaat GKI Yasmin agar tidak menjalani ibadah di tempat tersebut.

Karena didesak warga, akhirnya para jemaat GKI Yasmin menjauh dari Gereja dan melanjutkan ibadah Natal. Namun, masih ada warga yang tidak suka. Suasana pun kembali memanas dan cekcok antara warga dengan jemaat GKI Yasmin tak terhindarkan.

Suasana makin memanas ketika seorang warga setempat turut memaksa jemaat untuk pergi meninggalkan lokasi yang masih berstatus sengketa itu. Kericuhan semakin memanas ketika salah seorang warga memaksa para jemaat GKI Yasmin membubarkan diri.

Intimidasi dan kata-kata kasar terus terlontar dari sekelompok orang yang tidak setuju dengan adanya GKI Yasmin.

"Hei, mau apa lo semua ke sini. Di sini bukan tempat ibadah," ketus salah satu warga yang menentang keberadaan GKI Yasmin. Warga yang satu lagi menimpali, "Kalau enggak mau bubar dari sini, gue bubarin paksa," cetusnya. "Usir! Atau kami yang akan mengusir," teriak salah seorang warga.

Adu mulut antara keduanya tak terhindarkan. Aksi baku hantam pun nyaris terjadi tatkala beberapa jemaat GKI Yasmin balik melawan. "Kami bukan teroris, kami hanya ingin beribadat," kata salah satu jemaah GKI Yasmin sambil berteriak. Sejumlah jemaat pun histeris seketika bahkan sampai menitikkan air mata akibat perlakuan intimidasi yang mereka terima.

Keributan mulai mereda setelah jemaat perlahan bergeser menjauh dari GKI dan membubarkan diri. Para jemaat akhirnya mengalah dan membubarkan diri setelah Satpol PP Kota Bogor memaksa mereka untuk menghentikan kegiatan karena berpotensi menambah suasana semakin tak kondusif. Pembubaran paksa itu diwarnai isak tangis dari para jemaat yang rata-rata didominasi oleh wanita.

Akhirnya, ketegangan tersebut berakhir ketika Satpol PP berhasil mengevakuasi jemaat. Jemaat pun akhirnya terpaksa membubarkan diri dari lokasi dan dikawal oleh petugas kepolisian serta Satpol PP. Hingga kini beberapa jemaat sudah pergi meninggalkan lokasi. Puluhan petugas Satpol PP masih melakukan penjagaan di sekitar GKI Yasmin. Kericuhan tersebut sempat membuat arus lalu lintas di sekitar macet.

Seperti dikabarkan sebelumnya, pihak GKI Yasmin meminta kepolisian untuk memberikan jaminan keamanan untuk beribadah dalam perayaan Natal mendatang.

Di awal pemerintahan baru, para jemaat ingin beribadah di Gereja mereka pada 25 Desember 2014. Permintaan itu disampaikan melalui surat kepada Mabes Polri. "Kami berharap pada tahun pertama pemerintahan Joko Widodo ini kami bisa jalankan ibadah di tanah kita yang sah," ungkap Jayadi Damanik, perwakilan GKI Yasmin, ketika dihubungi, Rabu (17/12/2014), seusai mendatangi Mabes Polri.

Jayadi Damanik datang bersama beberapa orang lain dari Setara Institute dan LBH Jakarta. Selain membicarakan soal pengamanan ibadah Natal di GKI Yasmin, mereka juga membahas soal tindakan intoleransi di daerah lain.

Jayadi Damanik mengungkapkan, beberapa tahun terakhir pihaknya tidak pernah bisa merayakan Natal di Perumahan Taman Yasmin. Kepolisian setempat, sambung dia, selalu mengatakan bahwa ada kelompok tertentu yang tidak setuju pihaknya merayakan Natal di Taman Yasmin.

"Itu argumen yang tidak sesuai dengan hukum. Berdasarkan pengalaman selama ini, orang-orang yang datang ke lokasi itu didatangkan dari luar Bogor. Ada yang dari Cianjur," tutur Jayadi Damanik.

Jayadi Damanik menambahkan, pihaknya khawatir pengalaman tahun-tahun sebelumnya terulang pada tahun ini. Untuk itu, pihaknya meminta perlindungan dari kepolisian.

"Tadi tanggapan kepolisian, tanpa diminta pun aparat punya kewajiban melaksanakan (pengamanan). Tadi kita diminta, selain kirim surat ke Mabes Polri, kirim surat juga ke kepolisian setempat supaya jangan ada alasan tidak tahu," ucapnya.

"Tahun ini kita ingin laksanakan ibadah di tanah kita yang sah. Sampai kapan kita rayakan di seberang Istana," pungkas Jayadi Damanik.

Polemik Gereja Kristen Indonesia (GKI) Yasmin memang sudah berlangsung cukup lama.

Jemaat GKI Taman Yasmin Bogor, yang sudah memperoleh SK Wali Kota Bogor tentang Izin Mendirikan Bangunan (IMB) sejak 13 Juli 2006 tiba-tiba harus menghentikan proses pembangunan Gereja. Hal ini menyusul dikeluarkannya pembekuan IMB oleh Kepala Dinas Tata Kota dan Pertamanan Kota Bogor pada 14 Februari 2008.

Pemerintah Kota Bogor pada era kepemimpinan Diani Budiarto telah mencabut surat Izin Mendirikan Bangunan (IMB) atas Gereja Yasmin, saat itu Wali Kota Bogor justru menerbitkan Surat Keputusan Nomor 645.45-137 Tahun 2011 tentang Pencabutan IMB GKI Yasmin pada tanggal 11 Maret 2011. Pembekuan IMB ini kemudian berlanjut dengan tindakan penyegelan dan permintaan untuk tidak melakukan kegiatan ibadah dan pembangunan Gereja Kristen Indonesia (GKI) Taman Yasmin.

Jemaat GKI Yasmin mengajukan gugatan atas keputusan pembekuan IMB Gereja mereka ke Pengadilan TUN Bandung (2008), Pengadilan Tinggi TUN Jakarta (2009), dan Mahkamah Agung (2010) yang semuanya dimenangkan oleh pihak GKI Yasmin. Melalui Putusan Pengadilan TUN Bandung No.41/G/2008/PTUN.BDG Tanggal 4 September 2008; Putusan Pengadilan Tinggi TUN Jakarta No.241/B/2008/PT.TUN.JKT Tanggal 11 Februari 2009; dan Putusan Peninjauan Kembali Mahkamah Agung No.127 PK/TUN/2009 Tanggal 9 Desember 2010, surat Ka. DTKP Kota Bogor No.503/208-DTKP Perihal Pembekuan Izin tertanggal 14 Februari 2008 dibatalkan dan Kepala DTKP mencabut surat pembekuan tersebut.

Wali Kota Bogor menerbitkan SK No.503.45-135 Tahun 2006 Tanggal 8 Maret 2011 untuk mencabut surat pembekuan IMB.

Setelah menjalankan proses hukum, Gereja Kristen Indonesia (GKI) Taman Yasmin Bogor telah mengantongi keputusan Mahkamah Agung yang mengeluarkan putusan Nomor 127/PK/TUN/2009 pada 9 Desember 2009 memenangkan GKI Yasmin terkait dengan Izin Mendirikan Bangunan (IMB). MA menolak permohonan Peninjauan Kembali (PK) yang diajukan Pemkot Bogor berkait dengan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) Gereja GKI Taman Yasmin Bogor.

Ombudsman pun mengeluarkan rekomendasi dengan Nomor 0011/REK/0259.2010/BS-15/VII/2011 pada 8 Juli 2011. Berisi pencabutan keputusan Wali Kota Bogor tentang IMB GKI Yasmin.

Akhirnya, selama ini, sesekali jemaat GKI Yasmin dan jemaat dari Gereja lain (HKBP Filadelfia Bekasi) melaksanakan peribadatan dan ibadah Natal di seberang depan Istana Negara Merdeka Jakarta. Pasalnya, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor hingga kini berkeras melarang jemaat Gereja tersebut untuk mendirikan tempat ibadah dan beribadah di tanahnya sendiri. Hingga hari ini, Natal 25 Desember 2014, jemaat GKI Yasmin terpaksa melakukan ibadah di trotoar jalan depan Gereja tersebut meskipun sudah ada putusan Pengadilan yang berkekuatan hukum tetap (inkracht) memenangkan pihak GKI Yasmin. (jos)

See Also

Ridwan Kamil Tegaskan Organisasi Massa Dilarang Halangi Dan Hambat Ibadah
Ridwan Kamil Minta Maaf Soal Penghentian KKR Natal Stephen Tong
Menteri Agama Sayangkan Penghentian KKR Natal Stephen Tong Di Bandung
Teror Bom Di Gereja Katolik Medan
Tempat Ibadah Klenteng Harus Tertib Administrasi
Polisi Tetapkan 4 Tersangka Eksploitasi Anak Di Blok M
Rumah Ibadah Tak Punya IMB, Bukan Alasan Untuk Dibakar
Ormas Islam Bekasi Tolak Pembangunan Gereja Katolik Santa Clara
Ormas Islam Protes Perayaan Paskah Digelar Di Stadion
Pemkot Bekasi Relokasi Jemaat Gereja Beribadat Di Kuburan
Wali Kota Bogor Tegaskan Tidak Ada Pembongkaran Gereja GKI Yasmin
Qaraqosh Kota Kristen Terbesar Irak Dikuasai ISIS
ISIS Singkirkan Salib Dan Bakar Ribuan Manuskrip Kuno
Menteri Agama Sebut Ideologi ISIS Berlawanan Dengan Pancasila
HMI Sebut WNI Pendukung ISIS Adalah Pengkhianat Bangsa
Menteri Agama Minta Muslim Indonesia Tak Terpengaruh ISIS
Lukman Hakim Saifuddin Tak Resmikan Bahai Sebagai Agama
Televisi Lebanon Pakai Huruf Nun Demi Solidaritas Warga Kristen Irak
Militan ISIS Ledakkan Makam Nabi Yunus
Pemerintah Kaji Agama Baru Bahai
Militan ISIS Di Irak Bakar Gereja Berusia 1.800 Tahun Di Mosul
Milisi ISIS Kuasai Gereja Tertua Di Irak
Diultimatum ISIS, Warga Kristen Irak Dipaksa Masuk Islam Atau Dibunuh
Bupati Wonosobo Kritisi Kemenag Soal Kebebasan Beragama
Kapolri Larang Ibadah Di Rumah
jQuery Slider

Comments

Arsip :2016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.614.440 Since: 05.03.13 | 0.135 sec