Nasional

Thurman Hutapea Merasa Dizalimi

JAKARTA-SBN.

Mantan Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Klas IA Narkotika Cipinang, Thurman Saud Hutapea (51 tahun) mengaku terkejut dengan pencopotannya. Apalagi, Thurman Saud Hutapea hari itu (25/6/2013) baru membaca berita di suatu website yang memuat pengakuan bombastis Vanny Rosyane. Thurman menyebut Vanny Rosyane adalah orang yang membuat dirinya dicopot dari jabatan.

“Saya dizalimi, tidak usahlah zalimi orang. Saya heran anak gadis cantik mencintai napi terhukum mati. Jangan korbankan saya,” ujar Thurman Saud Hutapea, Jumat (26/7/2013). “Saya menduga ada pihak lain di belakang Vanny. Saya memang ingin membuat gebrakan yaitu menempatkan tiga anjing pelacak di Lapas Narkoba Cipinang. Belum sampai rencana itu terlaksana saya sudah diganti setelah muncul isu yang dilontarkan Vanny,” ketusnya. Thurman Saud Hutapea menduga ada pihak-pihak yang tidak suka terhadap gebrakan tersebut. “Tidak mustahil ada pihak yang terganggu oleh rencana saya itu. Orang-orang yang berniat kurang baik akan mengalami kesulitan masuk ke Lapas kalau ada anjing pelacak,” tambah dia. “Belakangan ini saya lagi bersemangat membenahi Lapas Narkoba Cipinang,” imbuhnya. “Ya, sudah ada rencana. Tapi biar ini urusan beres dulu. Kita dizalimi pasti sakitlah. Kita bukan pengemis jabatan,” tukas Thurman Saud Hutapea, Jumat (26/7/2013).

Penonaktifan dan pencopotan Thurman Saud Hutapea ini terkait berawal adanya pengakuan kekasih dari bandar narkoba yang menjadi terpidana mati kasus pemilikan 1,4 juta pil ekstasi, Freddy Budiman yang divonis pidana mati oleh Pengadilan Negeri Jakarta Barat, Senin (15/7/2013) lalu, Vanny Rosyane (22 tahun). Vanny Rosyane membeberkan ke media massa, bahwa dirinya sering berkencan dan pernah ‘bercinta’ dengan kekasihnya Freddy Budiman serta konsumsi sabu bersama di dalam ruang khusus yang disediakan pihak Lapas Narkotika Cipinang, termasuk ruang Kalapas sejak November 2012 hingga Mei 2013 setidaknya tiga kali seminggu. Thurman Saud Hutapea geram pada pengakuan itu. “Kalau memang berniat baik, sebutkan siapa petugas yang menjemput dan mengantarkan dia (Vanny) ke ruang itu. Kita tangkap oknum anak buah saya itu. Jangan saya dong yang dikorbankan,” ketus Thurman Saud Hutapea yang mengaku beberapa kali terpilih sebagai pejabat Lapas/Rutan Teladan itu. “Lapas Narkoba Cipinang baru saja mendapat penghargaan dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara (PAN) dan Reformasi Birokrasi di bidang pengelolaan teknologi informasi. Ini saya pernah mendapat ucapan selamat lewat twitter dari Pak Wamen (Wakil Menteri Hukum dan HAM), Prof. Denny Indrayana,” aku bapak lima anak itu.

Vanny Rosyane mengakui bisa saling bertelepon dengan Freddy Budiman yang berada di balik penjara itu. Freddy Budiman diduga menyetor hingga Rp 50 juta per hari untuk mendapatkan kamar khusus tersebut. Freddy Budiman (37 tahun) merupakan pemain narkotika internasional dan setidaknya telah empat kali terlibat pengedaran narkoba. Kasusnya terkini, Freddy Budiman terlibat pengaturan bisnis narkoba 1,4 juta pil ekstasi asal China dari dalam Rutan Cipinang. Dari kasus tersebut, Pengadilan Negeri Jakarta Barat menjatuhkan vonis hukuman mati, Senin (15/7/2013) lalu dan mencabut sejumlah haknya, termasuk hak menelepon, setelah kedapatan memiliki 40 HP di dalam tahanan. Dalam perjalanan masa hukumannya di penjara, Freddy Budiman terlibat hubungan asmara dengan Vanny Rosyane dan Anggita Sari (21), yang sama-sama berprofesi sebagai foto model majalah pria dewasa.

Atas dasar itulah, Kemkumham menerjunkan tim dari Inspektorat Jenderal (Itjen) untuk melakukan pemeriksaan dan menelusuri kebenaran ‘nyanyian’ Vanny Rosyane itu. Untuk mempermudah pemeriksaan, Kemkumham langsung menonaktifkan dan mencopot Thurman Saud Hutapea dari jabatan Kepala Lapas Cipinang meski Thurman tak mengakuinya. Hingga saat ini, Thurman Saud Hutapea menegaskan dirinya tak bersalah. Thurman menegaskan tidak ada ruangan khusus yang diperuntukkan bagi napi. “Seribu persen tidak mungkin ada ruangan itu. Perempuan itu (Vanny Rosyane) hanya mengada-ada saja,” tukas Thurman Saud Hutapea. Kini, Thurman Saud Hutapea berstatus nonjob di Direktorat Lembaga Pemasyarakatan, Kementerian Hukum dan HAM. “Saya nggak mungkin mengorbankan karier saya. Apalagi mau menerima uang lendir. Saya masih mencintai dan loyal kepada negara ini,” tukas dia.

Thurman Saud Hutapea mengaku kecewa mengapa aparat penegak hukum tidak memproses pengakuan Vanny Rosyane sebagai pengguna narkoba, pernah melakukan aborsi, dan mengetahui adanya suap kepada petugas Lapas Narkoba Cipinang. “Harusnya diungkap lebih lanjut dong. Mengonsumsi narkoba, aborsi, dan mengetahui adanya suap kan merupakan tidak pidana,” paparnya.

Pria asal Tapanuli, Sumatera Utara tersebut mengaku bingung dan keheranan terkait pengakuan kontroversial Vanny Rosyane. Terutama pengakuan menyangkut penggunaan ruang kerjanya sebagai tempat kencan dan mengonsumsi sabu, berikut sejumlah foto-foto ruangan yang dimiliki Vanny Rosyane. Thurman membantah ruangannya dipakai Vanny Rosyane dan Freddy Budiman untuk bertemu. Mantan Kepala Lembaga Pemasyarakatan Klas IA Narkotika Cipinang, Thurman Saud Hutapea, berkukuh tidak ada ruang khusus di dalam Lapas yang disewakan kepada Freddy Budiman. “Sel penjara dengan ruangan miliknya berbeda gedung, sehingga, apabila ruangannya digunakan oleh napi akan dengan mudah diketahui oleh sipir,” cetus Thurman. “Berhak tidak napi masuk ke ruangan saya, gedungnya terpisah. Itu rasional, ada portir. Sipir lain pasti mengetahui dan melaporkan saya,” jelas dia. “Bahkan, dari hasil pemeriksaan sementaranya, di daftar pengunjung Lapas, tidak ada nama Vanny,” ungkap Thurman. “Yang jelas di daftar pengunjung nama-nama Anggita dan Vanny itu tidak ada,” sambungnya. (tri/tempo/id)

See Also

Seleksi Program Magang Ke Jepang, PPMKP Adakan Pelatihan Petani Muda Di P4S Al Mawaddah
Demi Meriahkan Penutupan TMMD Grup Seni Kentongan Berlatih Hingga Larut Malam
Agar Lebih Dekat Dengan Warga, Satgas TMMD Juga Ikut Ronda Malam
Arswendo Atmowiloto Meninggal Dunia
Ini Talud TMMD Versi Tentara Kodim 0716/Demak
Jalan TMMD Akan Buka Jalur Alternatif Sumberejo
Ketika Para Santri Ikut Bekerja Di Lokasi TMMD
Senang Bisa Bekerja Dengan Pak Tentara
Luangkan Waktu Cek Lokasi TMMD
Terus Didengungkan TMMD Kalikondang Ke Seantero Demak
Tiada Hari Tanpa Sosialisasi TMMD
Progres Pekerjaan Talud TMMD Menggembirakan
Galang Kekuatan Kaum Muda Untuk Sukseskan TMMD Kalikondang
Sortir Material TMMD Dilakukan Sejak Dari Toko
Sudah Tersusun Jadwal Kerja Bhakti Warga Di TMMD
Terima Kasih Sejumlah RTLH Warga Saya Sudah Mulai Dibangun TNI
Terus Dipoles Lapangan Untuk Upacara Pembukaan TMMD
Ajari Anak-Anak Di Desa TMMD Tentang Kebersihan Lingkungan
Permudah Media Akses Berita, Dirikan Posko Penerangan Di Lokasi TMMD
Balai Desa Kalikondang Disiapkan Sebagai Poskotis TMMD Reguler Ke-105
Sosok Tenaga Teknis Yang Akan Menyukseskan TMMD
Maturnuwun Pak Tentara, Jalan Beton Ini Sudah Ditunggu Warga
Excavator Menjadi Pusat Perhatian Anak-Anak Pada TMMD Kodim 0716/Demak
Pedagang Es Tebu Raup Untung, Berkat TMMD
Dibalik Layar TMMD Reg Ke-105 Kodim 0716/Demak
jQuery Slider
Arsip :2019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.589.896 Since: 05.03.13 | 0.174 sec