Hukum

Kalapas Dan Tiga Petugas Lapas Narkotika Cipinang Dinonaktifkan

JAKARTA-SBN.

Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Klas IA Narkotika Cipinang, Thurman Saud Hutapea (51 tahun) resmi dinonaktifkan dari jabatannya, Kamis (25/7/2013). Selain Kepala Lapas Thurman Saud Hutapea, Kementerian Hukum dan HAM (Kemkumham) juga menonaktifkan tiga petugas Lapas Klas IA Narkotika Cipinang, Jakarta Timur. Untuk mengisi kekosongan jabatan Kalapas Narkotika Cipinang, Kementerian Hukum dan HAM (Kemkumham) menunjuk M. Alisyehbanna sebagai pelaksana harian. “Sebagai pelaksana harian (Plh) Kalapas Narkotika Cipinang telah ditunjuk M. Alisyehbanna. Yang bersangkutan sebelumnya menjabat sebagai Kasubdit Pencegahan dan Penindakan Direktorat Kamtib di Direktorat Jenderal (Ditjen) Pemasyarakatan (Pas),” tutur Humas Ditjen Pemasyarakatan (Pas), Akbar Hadi Prabowo, di Jakarta, Kamis (25/7/2013).

Setelah dicopot dari jabatannya, Thurman Saud Hutapea dipindahkan ke Direktorat Jenderal (Ditjen) Pemasyarakatan (Pas) dan ketiga anak buahnya ditarik ke Kantor Wilayah Kemkumham DKI Jakarta. "Tanggal 25 Juli siang, saya ditelepon oleh pihak kepegawaian, disuruh datang ke Kementerian (Hukum dan HAM). Setelah sampai di sana, saya diserahkan sebuah surat perintah yang berbunyi untuk sementara menarik saya ke Direktorat Jenderal Pemasyarakatan dengan alasan untuk dimintai keterangan terkait isu yang dilontarkan Vanny (Rosyane)," tutur Thurman Saud Hutapea, Sabtu (27/07/2013) malam.

“Mereka ditarik ke Kanwil,” ucap Thurman Saud Hutapea, Sabtu (27/7/2013). “Ketiga petugas LP Klas IA Narkotika Cipinang tersebut, yakni Kepala Seksi Penerimaan Kunjungan, Kepala Seksi Kegiatan Kerja, dan Kepala Sub Seksi Kegiatan Kerja,” jelas mantan Kalapas Narkotika Cipinang, Thurman Saud Hutapea. “Pak Bambang, Irwan, dan Abner Jolanda,” papar dia.

Penonaktifan Thurman Saud Hutapea atas pertanggungjawabannya menyusul dugaan pemberian fasilitas istimewa dan penyediaan ruang pertemuan khusus bagi terpidana mati gembong narkotika internasional di dalam Lapas, Freddy Budiman. Pencopotan jabatan Thurman Saud Hutapea dan ketiga anak buahnya ini terkait berawal adanya pengakuan kekasih dari bandar narkoba yang menjadi terpidana mati kasus pemilikan 1,4 juta pil ekstasi, Freddy Budiman, Vanny Rosyane (22 tahun). Vanny Rosyane membeberkan ke media massa, bahwa dirinya sering bertemu, berkencan, dan pernah ‘bercinta’ dengan kekasihnya Freddy Budiman dan konsumsi sabu bersama di dalam ruang khusus yang disediakan pihak Lapas Narkotika Cipinang, termasuk ruang Kalapas sejak November 2012 sampai Mei 2013 setidaknya tiga kali seminggu.

Vanny Rosyane mengakui bisa saling bertelepon dengan Freddy Budiman yang berada di balik penjara itu. Freddy Budiman diduga menyetor hingga Rp 50 juta per hari untuk mendapatkan kamar khusus tersebut. Freddy Budiman (37 tahun) merupakan pemain narkotika internasional dan setidaknya telah empat kali terlibat pengedaran narkoba. Kasusnya terkini, Freddy Budiman terlibat pengaturan bisnis narkoba 1,4 juta pil ekstasi asal China dari dalam Rutan Cipinang. Dari kasus tersebut, Pengadilan Negeri Jakarta Barat menjatuhkan vonis pidana hukuman mati, Senin (15/7/2013) lalu dan mencabut sejumlah haknya, termasuk hak menelepon, setelah kedapatan memiliki 40 HP di dalam tahanan. Dalam perjalanan masa hukumannya di penjara, Freddy Budiman terlibat hubungan asmara dengan Vanny Rosyane dan Anggita Sari (21), yang sama-sama berprofesi sebagai foto model majalah pria dewasa.

Atas dasar itulah, Kemkumham menerjunkan tim dari Inspektorat Jenderal (Itjen) untuk melakukan pemeriksaan dan menelusuri kebenaran ‘nyanyian’ Vanny Rosyane itu. Untuk mempermudah pemeriksaan, Kemkumham langsung menonaktifkan dan mencopot Thurman Saud Hutapea dari jabatan Kepala Lapas Cipinang. “Penonaktifan Thurman sebagai Kalapas Narkotika Cipinang tersebut terkait proses pemeriksaan yang tengah dilakukan Inspektorat Jenderal (Itjen) Kemkumham terkait laporan bahwa ada ruangan khusus di Lapas Narkotika,” ujar Humas Ditjen Pas Kemkumham, Akbar Hadi, Kamis (25/7/2013) pagi. “Benar, yang bersangkutan dinonaktifkan per tanggal 25 Juli ini. Itu dilakukan untuk mempermudah proses pemeriksaan,” kata Akbar Hadi. “Hanya saja, belum ada hasil pemeriksaan oleh Itjen. Sebab, proses pemeriksaan masih berlangsung,” aku Akbar Hadi. (tri/id/sp)

See Also

Pengacara Yang Sukses Mengadakan MoU Dengan Negara Lain
Polda Metro Jaya Tahan Para Tersangka Kasus Penculikan WN Inggris
Presiden Joko Widodo Resmi Lantik Idham Azis Sebagai Kapolri Baru
Keterangan Ahli Di Sidang Praperadilan Terkait Eksekusi Penahanan Matheus Mangentang
Peras Mantan Petinggi Polri, Hukuman Sisca Dewi Diperberat
LBH Ansor Jateng Apresiasi Penangkapan Cepat Polres Kebumen Terhadap Pelaku Kekerasan Seksual
Kapolres Bitung Perintahkan Pelaku Kejahatan Ditembak Di Tempat
Reserse Polres Bitung Bekuk Residivis Sadis Pembegal Motor
Satuan Reskrim Polres Bitung Tangkap Dua Tersangka Curanmor
Mahasiswa Unesa Sorot Penggunaan Dana Pembelian Mebel Di Kampus
KPK Tetapkan Dirut PT. Rohde And Schwarz Indonesia Sebagai Tersangka
KPK Akan Segera Periksa Saksi Dan Tersangka Suap KONI
KPK Cekal Robert Tantular Ke Luar Negeri
Tim Resmob Dan Tarsius Bitung Lumpuhkan Pencuri Kambuhan
Mahkamah Agung Hukum Alfian Tanjung 2 Tahun Penjara
Polda Jatim Duga Ada Kesalahan Teknis Proyek Berujung Jalan Gubeng Ambles
KPAI Apresiasi Langkah Cepat Polri Proses Bahar Bin Smith
Polri Sebut Penahanan Tersangka Bahar Bin Smith Murni Kasus Hukum
Polri Koordinasi Dengan LPSK Amankan 2 Remaja Korban Bahar Bin Smith
Usai OTT KPK, Kemenpora Lanjutkan Program SEA Games-Olimpiade
KPK Sita Miliaran Rupiah Terkait OTT Pejabat Kemenpora Dan KONI
Polri Kantongi Bukti Penganiayaan Oleh Bahar Bin Smith
KPK OTT Pejabat Kemenpora Dan Pengurus KONI
Polres Metro Jakarta Selatan Buru Pembunuh Perempuan Muda Di Kebagusan City
Pembunuh Keji Sopir Taksi Online Divonis 10 Tahun Penjara
jQuery Slider

Comments

Arsip :2019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.607.578 Since: 05.03.13 | 0.1477 sec