Hukum

Machfud Suroso Didakwa Pakai Uang Korupsi Untuk Pribadi

Thursday, 18 Desember 2014 | View : 806

JAKARTA-SBN.

Kamis (18/12/2014), di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jakarta, dalam pengembangan kasus korupsi pro­yek pembangunan Pusat Pe­n­didikan, Pelatihan, dan Sekolah Olahraga Nasional (P3SON) di Bukit Hambalang, Kabupaten Bogor, provinsi Jawa Barat, Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jaksa Fitroh Rohcahyanto menyatakan Direktur Utama PT. Dutasari Citra Laras (DCL), Machfud Suroso telah secara melawan hukum dengan memperkaya diri sendiri sebesar Rp 185,5 miliar dari proyek Hambalang. Padahal Mahfud Suroso merupakan subkontraktor Mekanikal Elektrikal (ME), yang biaya dalam melaksanakan proyeknya hanya mencapai Rp 89,150 miliar.

Terkait dak­wa­an Machfud Suroso merugikan negara Rp 464,5 miliar dan meng­gu­na­kan sebagian uang itu untuk ke­perluan pribadinya.

Dari uang Rp 185,5 miliar tersebut, sebesar Rp 46,5 miliar digunakan juga oleh Machfud Suroso untuk kepentingan pribadinya, antara lain membayar hutang kepada Ronny Wijaya Rp 1,4 miliar, biaya rehabilitasi tiga unit rumah di Jakarta Selatan sebesar Rp 3,274 miliar, termasuk pembelian ruko di Fatmawati Festival, Cilandak, Jakarta Selatan sebesar Rp 738.700.000.

Berdasarkan perhitungan harga wajar, nilai kontrak untuk pekerjaan ME adalah 245 miliar. Namun, karena ada beban fee sebesar 18 persen, nilai kontrak ditambah Rp 50 miliar sehingga menjadi Rp 295 miliar.

Dari Rp 295 miliar yang diterima Machfud Suroso, yang digunakan untuk melaksanakan pekerjaan Mekanikal Elektrikal (ME) hanya sebesar Rp 89,150 miliar. Sisanya diberikan ke sejumlah pihak, dan untuk Machfud Suroso sendiri.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK Fitroh Rohcahyanto menya­ta­kan, terdakwa Dirut PT. Du­tas­ari Citra Laras (DCL) Machfud Suroso menggunakan dana hasil korupsi untuk membeli rumah, ruko, unit apartemen, sampai pem­bayaran utang.

Dalam dakwaannya, Jaksa KPK menyebutkan, terdakwa menggu­na­kan uang hasil korupsi proyek Hambalang senilai Rp 46,5 miliar untuk keperluan pribadi. Adapun keperluan pribadi itu meliputi, pembelian unit Ruko di Jalan Fat­mawati Festival, Cilandak, Jakar­ta Selatan senilai Rp 738.700.000, pembelian empat unit kios di Pasar Mayestik, Jakarta Selatan sebesar Rp 2,806 miliar.

Terdapat pula dakwaan yang menyatakan adanya pembelian villa di Jalan Blok Pasir Reungit, Jayabakti, Sukabumi, Jawa Barat Rp 243,745 juta, pembelian satu unit apartemen di Sudirman Suites Rp 1,422 mi­liar, pembeli­an 15 unit apartemen dan satu unit kios di Grand Center Point Rp 1,667 miliar, dan pem­belian ruko lainnya di kawasan Niaga Pondok Pinang Rp 758.809.000.

Selebihnya, papar Jaksa KPK, ter­dak­wa memanfaatkan sebagian uang hasil korupsi untuk keper­luan merenovasi tiga unit rumah yang terletak di kawasan Kartika Pinang, Pondok Indah, Keba­yo­ran Lama, kawasan Jalan Haji Syaip, Gandaria Selatan, dan Town House di wilayah Pondok Pinang, Kebayoran Lama. Untuk keper­luan renovasi tiga rumah tersebut, terdakwa meng­habis­kan dana Rp 3,274 miliar.

Terdakwa juga menggu­nakan uang hasil korupsi untuk membayar kredit investasi di Bank Panin Rp 3 miliar, serta membayar utang kepada Ronny Wijaya Rp 1,4 miliar. “Sisanya uang sebesar Rp 31,196 miliar dipergunakan ter­dakwa  untuk kepentingan lain,” beber JPU Fitroh Rohcahyanto.

Dalam berkas dakwaan, Jaksa KPK menyatakan, akibat penyim­pa­ngan pelaksanaan proyek Ham­balang oleh terdakwa, Negara di­perhitungkan mengalami ke­ru­gian Rp 464,514 miliar.

Meski yakin anggaran proyek ini di-mark up terdakwa, Jaksa KPK menilai sebagian dana tersebut juga dipakai untuk keperluan ‘bagi-bagi’ pada pihak lain. "Aset-aset terdakwa sudah disita untuk kepentingan pengembalian kerugian negara," tandas Jaksa Fitroh Rohcahyanto.
Seperti dikabarkan sebelumnya, pada kasus ini, KPK menetap­kan penahanan Machfud Suroso pada 8 Agustus 2014. Tersangka di­titipkan oleh KPK untuk di­ta­han di Mapolres Jakarta Se­latan. “Setelah dilakukan peme­rik­saan, sekitar pukul 17.30 WIB, te­lah dilakukan upaya penahanan ter­hadap tersangka MS (Machfud Suroso),” ungkap Karo Humas KPK, Johan Budi Sapto Prabowo.

Menanggapi penahanannya saat itu, Machfud Suroso tidak bersedia ber­­komentar panjang lebar. "Sa­ya nggak ada komentar. Doa­kan saja, mudah-mudahan saya se­hat-sehat saja," cetus Machfud Suroso.

Sebelumnya, untuk mengusut ke­terlibatan Machfud Suroso, Juru Bicara KPK Johan Budi SP. mengatakan, KPK telah meng­geledah rumah salah satu staf pe­rusahaan tersangka. Salah satu penggeledahan dilakukan di ke­diaman Suripto, Pegawai PT. Du­tasari Citralaras, di Perumah­an Gri­ya Bukit Jaya, Blok J-5,  Bo­jongnangka, Gunung Putri, K­a­bu­paten Bogor.

Penggeledahan tersebut, kata Johan Budi SP.,  untuk mencari bukti lebih lanjut atas penyidikan tersangka Machfud Suroso. "Penyidik ma­sih menelaah hasil dari pe­ng­geledahan. Penelaahan di­ha­rap­kan bisa memperdalam pe­nyi­dikan terhadap tersangka Mach­fud Suroso," pungkas Juru Bicara KPK tersebut.

See Also

Bareskrim Polri Tetap Usut Korupsi PD Sarana Jaya
KPK Perpanjang Penahanan Kadis PUPR Mojokerto
Bareskrim Polri Tahan 7 Tersangka Terkait Kasus Praktik Bank Gelap Hanson International
KPK Perpanjang Penahanan Dirut PT. CMI Teknologi Rahardjo Pratjihno
KPK Geledah Rumah Anggota DPRD Tulungagung
Kasus PT. Asuransi Jiwasraya (Persero), Kejagung Periksa 27 Saksi Pemilik Rekening Saham
KPK Geledah Gedung DPRD Tulungagung
KPK Periksa Direktur Utama PT. Antam (Persero) Tbk
KPK Akui Adanya Aturan Melarang Pimpinan Temui Pihak Terkait Perkara
Polda Jatim Segera Ungkap TPPU Kasus Investasi Bodong MeMiles
Polda Jatim Bidik TPPU Kasus Investasi Bodong MeMiles
Reynhard Sinaga Ditahan Di Sel Maximum Security
Universitas Manchester Cabut 2 Gelar Magister Reynhard Sinaga
Kolaborasi Bareskrim Dan BNN Amankan 250 Kg Ganja Di Jakarta
Kasus Investasi Bodong MeMiles Segera Dilimpahkan Ke Kejati Jatim
Kasus Investasi Bodong MeMiles, Polda Jatim Periksa Siti Badriah
KPK Sita Rumah Dan Mobil Mantan Bupati Cirebon
Jaksa Teliti Berkas Tersangka Kasus Novel Baswedan
KPK Periksa Komisioner KPU
Polri Selidiki Negara Rakyat Nusantara
Jaksa Agung Sebut Kasus Jiwasraya Merugikan Negara Rp 13,7 Triliun
Bea Cukai Berkoordinasi Dengan Polda Metro Jaya Tangani Kasus Penyelundupan
Pengacara Yang Sukses Mengadakan MoU Dengan Negara Lain
Polda Metro Jaya Tahan Para Tersangka Kasus Penculikan WN Inggris
Presiden Joko Widodo Resmi Lantik Idham Azis Sebagai Kapolri Baru
jQuery Slider

Comments

Arsip :20202019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 8.488.032 Since: 05.03.13 | 0.2607 sec