Hukum

Machfud Suroso Didakwa Korupsi Rp 46,5 Miliar

Thursday, 18 Desember 2014 | View : 744

JAKARTA-SBN.

Direktur Utama PT. Dutasari Citra Laras, Machfud Suroso didakwa melakukan korupsi Rp 46,5 miliar dalam proyek pembangunan sarana olahraga terpadu Hambalang, Kabupaten Bogor, provinsi Jawa Barat.

Pengusaha Machfud Suroso didakwa menggunakan uang proyek pembangunan lanjutan Pusat Pendidikan, Pelatihan dan Sekolah Olahraga Nasional (P3SON) Hambalang, Bogor, Jawa Barat senilai Rp 46,5 miliar.

Machfud Suroso yang didakwa korupsi dalam proyek Pusat Pendidikan, Pelatihan dan Sekolah Olahraga Nasional (P3SON) Hambalang, disebut menikmati uang korupsinya untuk berwisata ke Eropa. Uang hasil korupsi dari proyek Hambalang digunakan Direktur Utama (Dirut) PT. Dutasari Citra Laras, Machfud Suroso untuk plesiran alias jalan-jalan ke Eropa. Uang yang seharusnya untuk pembangunan sarana olahraga itu justru digunakan Machfud Suroso untuk kepentingan pribadi.

Machfud Suroso adalah terdakwa keempat yang diadili karena terlibat kasus Hambalang, salah satu proyek di Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) 2010-2012 yang merugikan keuangan negara Rp 464,5 miliar. Tiga terdakwa sebelumnya adalah Teuku Bagus Mokhamad Noor, Deddy Kusdinar, dan Andi Alfian Mallarangeng.

Surat dakwaan Machfud Suroso sebagian di-"copy-paste" dari dakwaan terdakwa terdahulu, yakni Deddy Kusdinar. Khususnya pada bagian pihak-pihak yang disebut diuntungkan oleh perbuatan Machfud Suroso dalam proyek Hambalang, yang diantaranya belum ditersangkakan oleh lembaga antirasuah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), seperti Andi Alfian Mallarangeng, Teuku Bagus Mokhamad Noor, Anas Urbaningrum, dan Deddy Kusdinar, yang perkaranya sebenarnya telah terbukti di Pengadilan.

Hal tersebut sebagaimana terungkap dari surat dakwaan milik Machfud Suroso yang dibacakan oleh tim Jaksa Penuntut Umum pada Komisi Pemberantasan Korupsi dalam persidangan perkara korupsi proyek Hambalang, dengan agenda pembacaan dakwaan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada KPK terhadap Mahfud Suroso di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Kamis (18/12/2014).

Disebutkan dalam dakwaan kalau Mahfud Suroso menggunakan uang sebesar Rp 750 juta untuk berwisata ke Eropa bersama Teuku Bagus M. Noor, yang telah dipidana dalam perkara Hambalang, termasuk Mohamad Arifin, Masrokhan, Aman Santoso beserta keluarganya.

Jaksa Penuntut Umum pada Komisi Pemberantasan Korupsi Fitroh Rohcahyanto yang bertindak membacakan dakwaan menyebutkan Machfud Suroso menggunakan uang sebesar Rp 750 juta. Machfud Suroso disebutkan pergi bersama eks Direktur Operasional I PT. Adhi Karya (Persero) Tbk., Teuku Bagus Mokhamad Noor serta Mohamad Arifin, Masrokhan, Aman Santoso beserta keluarganya. “Biaya wisata ke Eropa sebesar Rp 750 juta,” beber Jaksa Fitroh Rohcahyanto.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Fitroh Rohcahyanto menyatakan, terdakwa Dirut PT Dutasari Citra Laras (DCL) itu memperoleh da­na m­iliaran begitu perusahaan­nya berhasil menjadi rekanan alias sub-kontraktor proyek kerja sama operasional PT. Adhi Karya (Persero) Tbk. dan PT. Wijaya Karya (Persero) Tbk. (KSO Adhi-Wika).

Menurut Jaksa KPK, Machfud Suroso telah secara melawan hukum dengan memperkaya diri sendiri sebesar Rp 185,5 miliar dari proyek Hambalang. Padahal Mahfud Suroso merupakan subkontraktor mekanikal elektrikal, yang biaya dalam melaksanakan proyeknya hanya mencapai Rp 89,150 miliar.

KSO dilakukan dalam rangka menyelesaikan proyek pem­ba­ngu­nan lanjutan Pusat Pendidi­kan, Pelatihan dan Sekolah Olah­raga Nasional (P3SON) di Ha­m­ba­lang, Kabupaten Bogor, provinsi Jawa Barat.

Machfud Suroso didakwa turut serta melakukan Perbuatan Melawan Hukum (PMH) dan memperkaya diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi terkait
proyek pembangunan lanjutan Pusat Pendidikan, Pelatihan dan Sekolah Olahraga Nasional (P3SON) Hambalang.

Atas perbuatannya itu, Machfud Suroso didakwa melanggar Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 juncto Pasal 18 Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 se­bagai­mana diubah menjadi UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Mendengar dakwaan terhadap dirinya, Machfud Suroso enggan untuk menyampaikan eksepsi. Atas dakwaan itu, Machfud Suroso mengatakan tak akan mengajukan nota pembelaan atau eksepsi. “Pada prinsipnya saya sudah mengerti dengan dakwaan, karena itu kami tidak perlu eksepsi," tegas Machfud Suroso.

Sidang bakal dilanjutkan pada 5 Januari 2015, dengan agenda pemeriksaan saksi. (jos)

See Also

Bareskrim Polri Tetap Usut Korupsi PD Sarana Jaya
KPK Perpanjang Penahanan Kadis PUPR Mojokerto
Bareskrim Polri Tahan 7 Tersangka Terkait Kasus Praktik Bank Gelap Hanson International
KPK Perpanjang Penahanan Dirut PT. CMI Teknologi Rahardjo Pratjihno
KPK Geledah Rumah Anggota DPRD Tulungagung
Kasus PT. Asuransi Jiwasraya (Persero), Kejagung Periksa 27 Saksi Pemilik Rekening Saham
KPK Geledah Gedung DPRD Tulungagung
KPK Periksa Direktur Utama PT. Antam (Persero) Tbk
KPK Akui Adanya Aturan Melarang Pimpinan Temui Pihak Terkait Perkara
Polda Jatim Segera Ungkap TPPU Kasus Investasi Bodong MeMiles
Polda Jatim Bidik TPPU Kasus Investasi Bodong MeMiles
Reynhard Sinaga Ditahan Di Sel Maximum Security
Universitas Manchester Cabut 2 Gelar Magister Reynhard Sinaga
Kolaborasi Bareskrim Dan BNN Amankan 250 Kg Ganja Di Jakarta
Kasus Investasi Bodong MeMiles Segera Dilimpahkan Ke Kejati Jatim
Kasus Investasi Bodong MeMiles, Polda Jatim Periksa Siti Badriah
KPK Sita Rumah Dan Mobil Mantan Bupati Cirebon
Jaksa Teliti Berkas Tersangka Kasus Novel Baswedan
KPK Periksa Komisioner KPU
Polri Selidiki Negara Rakyat Nusantara
Jaksa Agung Sebut Kasus Jiwasraya Merugikan Negara Rp 13,7 Triliun
Bea Cukai Berkoordinasi Dengan Polda Metro Jaya Tangani Kasus Penyelundupan
Pengacara Yang Sukses Mengadakan MoU Dengan Negara Lain
Polda Metro Jaya Tahan Para Tersangka Kasus Penculikan WN Inggris
Presiden Joko Widodo Resmi Lantik Idham Azis Sebagai Kapolri Baru
jQuery Slider

Comments

Arsip :20202019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 8.303.639 Since: 05.03.13 | 0.1806 sec