Hukum

KPK Telisik Dugaan Suap Ke Komisi VII DPR

Tuesday, 16 Desember 2014 | View : 438

JAKARTA-SBN.

Lembaga anti rasuah, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mulai menelusuri dugaan keterlibatan Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI periode 2009-2014 dalam kasus dugaan penerimaan upeti pembahasan APBNP Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Tahun 2013.

KPK menelusuri dugaan pembagian uang suap ke anggota Komisi VII DPR RI periode 2009-2014.

Oleh karena itu, KPK memeriksa anggota Komisi VII DPR RI periode 2009-2014 dari Fraksi Partai Demokrat (PD), Tri Yulianto, Selasa (16/12/2014).

Tri Yulianto diperiksa sebagai saksi untuk tersangka mantan Ketua Komisi VII DPR RI periode 2009-2014, Sutan Bhatoegana.

KPK menetapkan Sutan Bhatoegana sebagai tersangka kasus dugaan suap pembahasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) Tahun 2013 untuk Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Juru Bicara KPK, Johan Budi Sapto Prabowo mengungkapkan saat ini KPK memang sedang mengembangkan kasus itu. “Pengembangannya ke pihak-pihak yang diduga juga ikut menerima ataupun memberi (suap),” ujarnya.

Menurut Johan Budi SP., masih ada kemungkinan penambahan tersangka dalam kasus ini.

Dugaan penerimaan suap oleh Sutan Bhatoegana ini merupakan bagian dari pengembangan kasus tertangkap tangannya mantan Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) juga mantan Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) pada Kabinet Indonesia Bersatu jilid II, Prof. Dr-Ing. Ir. Rudi Rubiandini R.S. (R.R) oleh KPK.

Rudi Rubiandini ditangkap setelah menerima uang suap dari Komisaris Kernel Oil Pte. Ltd., Simon Gunawan Tanjaya.

Ihwal dugaan suap yang tak hanya mengalir ke Sutan Bhatoegana ini terungkap di persidangan oleh Rudi Rubiandini.

Saat bersaksi untuk terdakwa Simon Gunawan Tanjaya, Rudi Rubiandini mengungkapkan, ada permintaan uang dari anggota Komisi VII DPR RI yang diistilahkan dengan Tunjangan Hari Raya (THR). “Muncul permintaan THR DPR dari Komisi VII. Di sisi lain, ada tawaran beberapa orang bersedia memberikan bantuan US$ 200.000,” beber Rudi Rubiandini.

Nama Tri Yulianto ini kemudian muncul juga dalam persidangan Rudi Rubiandini itu.

Menurut Rudi Rubiandini, uang yang disebut THR untuk anggota Komisi VII DPR RI itu diserahkan melalui Tri Yulianto. “Mereka mewakili Komisi VII,” ungkap Rudi Rubiandini.

Meskipun demikian, seusai diperiksa KPK, kepada wartawan, Tri Yulianto menyangkal keterangan Rudi Rubiandini tersebut.

Beberapa kali dia mengatakan tidak ada uang yang mengalir ke dirinya. “Enggak ada, enggak ada. Tanya ke penyidik saja,” terangnya.

Senin (15/12/2014) kemarin, KPK juga menjadwalkan pemeriksaan terhadap Amat, sopir Tri Yulianto.

Dari pemeriksaan yang biasa dilakukan terhadap pembantu atau orang dekat sejumlah tokoh, seperti anggota DPR RI, biasanya KPK ingin mengonfirmasi dugaan pemberian dan penerimaan uang suap.

Wakil Ketua KPK, Dr. Bambang Widjojanto, S.H., M.H. mengatakan KPK memang masih mencari tahu siapa saja anggota DPR RI yang diduga ikut menerima aliran suap. Namun, hal tersebut tidak mungkin dibuka ke publik karena bisa mengganggu penyidikan. “Jika ada pemeriksaan ke arah itu, kami tidak mungkin mengungkapkannya ke publik,” jelas Dr. Bambang Widjojanto, S.H., M.H.

Dikabarkan sebelumnya, Selasa (4/11/2014), penyidik KPK memeriksa Kepala Bagian Sekretariat Komisi VII DPR RI Dewi Barliana Soetisna.

Juru Bicara KPK Johan Budi SP menyatakan, Dewi Barliana Soetisna diperiksa sebagai saksi untuk kasus dugaan penerimaan suap dan/atau gratifikasi mantan Ketua Komisi VII DPR RI Sutan Bhatoegana.

Pemeriksaan Dewi Barliana Soetisna dilakukan karena dianggap mengetahui atau mendengar atau mengalami perkara yang disangkakan terhadap Sutan Bhatoegana. Meski demikian, Johan Budi SP. belum bisa memastikan apakah Dewi Barliana Soetisna turut menerima upeti/suap dari ESDM seperti yang terungkap dalam persidangan dua terpidana yakni mantan Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) juga mantan Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) pada Kabinet Indonesia Bersatu jilid II, Prof. Dr-Ing. Ir. Rudi Rubiandini R.S. (R.R) dan Deviardi alias Ardi. “Yang jelas Dewi Barliana Soetisna tadi hadir diperiksa sebagai saksi untuk tersangka SB,” kata Johan Budi SP. saat konferensi pers di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (4/11/2014) malam.

Saat sidang Rudi Rubiandini di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta pada 25 Februari 2013 terungkap ada pemberian upeti US$ 190.000 untuk seluruh unsur di Komisi VII DPR RI. Fakta itu diungkapkan mantan Kepala Biro Keuangan Kementerian ESDM Didi Dwi Sutrisnohadi.

Ketua KPK, Dr. Abraham Samad, S.H., M.H. mengatakan, semua fakta-fakta dan bukti-bukti yang terungkap di pengadilan tidak akan didiamkan. Langkah pertama adalah validasi. Kedua, bisa dilakukan pemeriksaan terhadap para penerima upeti bila dibutuhkan penyidik. “Akan ditindaklanjuti dan didalami KPK. Pada waktunya diambil kesimpulan tentang keterlibatan orangorang yang disebutkan dalam persidangan,” tukas Ketua lembaga antirasuah ini, Dr. Abraham Samad, S.H., M.H. saat dihubungi awak media. (jos)

See Also

Pasangan Kekasih Cikupa Yang Ditelanjangi Sudah Bertunangan Dan Akan Menikah
Polisi Dalami Aliran Dana Jamaah First Travel
Polisi Tetapkan Komisaris First Travel Jadi Tersangka
Bareskrim Polri Geledah Rumah Mewah Bos First Travel Di Sentul
Perampok Tewaskan Italia Chandra Kirana Putri Menyerah Ke Polisi
Gatot Brajamusti Divonis 8 Tahun Terkait Kepemilikan Sabu
PK Ditolak, Pembunuh Sisca Yofie Tetap Dihukum Mati
Ridho Rhoma Dibekuk Polisi Terkait Kasus Narkoba
Agar Tidak Melanggar, Kodim 0716/Demak Dapat Penyuluhan Hukum
KPK Tetapkan Mantan Dirut PT. Garuda Indonesia Sebagai Tersangka Suap
Polisi Selidiki Dugaan Korupsi Pengelolaan Trans Semarang
BNN Sebut 11 Negara Suplai Narkoba Ke Indonesia
Polda Jambi Resmi Gelar Perkara Kasus Insiden Hiasan Natal
Insiden Hiasan Natal Tak Pancing Emosi Umat Muslim Jambi
Bupati Katingan Digerebek
Beberapa Tokoh Mendesak Hakim Agar La Nyalla Mattalitti Divonis Bebas
PN Jakarta Pusat Vonis Bebas La Nyalla Mahmud Mattalitti
Penggunaan Dana PAUD Milyaran Rupiah Di Bondowoso Menjadi Sorotan
Pengambilan Sumpah 64 Advokat Peradin Oleh PT Banten
Surat Wasiat Perempuan Yang Berniat Ledakan Bom Di Istana
Polda Riau Ungkap Judi Togel Beromzet Rp180 Juta Per Bulan
Polisi Bekuk Ketua Umum PARFI
KPK Periksa 12 Pejabat Pemkab Buton
Bareskrim Polri Tangkap 85 Tersangka Kasus Karhutla Riau
BNN Bekuk Seorang Anak Terlibat Peredaran Ganja Dari Amerika Serikat
jQuery Slider

Comments

Arsip :20172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 6.114.033 Since: 05.03.13 | 0.2822 sec