Hukum

KPK Telisik Dugaan Suap Ke Komisi VII DPR

Tuesday, 16 Desember 2014 | View : 670

JAKARTA-SBN.

Lembaga anti rasuah, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mulai menelusuri dugaan keterlibatan Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI periode 2009-2014 dalam kasus dugaan penerimaan upeti pembahasan APBNP Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Tahun 2013.

KPK menelusuri dugaan pembagian uang suap ke anggota Komisi VII DPR RI periode 2009-2014.

Oleh karena itu, KPK memeriksa anggota Komisi VII DPR RI periode 2009-2014 dari Fraksi Partai Demokrat (PD), Tri Yulianto, Selasa (16/12/2014).

Tri Yulianto diperiksa sebagai saksi untuk tersangka mantan Ketua Komisi VII DPR RI periode 2009-2014, Sutan Bhatoegana.

KPK menetapkan Sutan Bhatoegana sebagai tersangka kasus dugaan suap pembahasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) Tahun 2013 untuk Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Juru Bicara KPK, Johan Budi Sapto Prabowo mengungkapkan saat ini KPK memang sedang mengembangkan kasus itu. “Pengembangannya ke pihak-pihak yang diduga juga ikut menerima ataupun memberi (suap),” ujarnya.

Menurut Johan Budi SP., masih ada kemungkinan penambahan tersangka dalam kasus ini.

Dugaan penerimaan suap oleh Sutan Bhatoegana ini merupakan bagian dari pengembangan kasus tertangkap tangannya mantan Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) juga mantan Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) pada Kabinet Indonesia Bersatu jilid II, Prof. Dr-Ing. Ir. Rudi Rubiandini R.S. (R.R) oleh KPK.

Rudi Rubiandini ditangkap setelah menerima uang suap dari Komisaris Kernel Oil Pte. Ltd., Simon Gunawan Tanjaya.

Ihwal dugaan suap yang tak hanya mengalir ke Sutan Bhatoegana ini terungkap di persidangan oleh Rudi Rubiandini.

Saat bersaksi untuk terdakwa Simon Gunawan Tanjaya, Rudi Rubiandini mengungkapkan, ada permintaan uang dari anggota Komisi VII DPR RI yang diistilahkan dengan Tunjangan Hari Raya (THR). “Muncul permintaan THR DPR dari Komisi VII. Di sisi lain, ada tawaran beberapa orang bersedia memberikan bantuan US$ 200.000,” beber Rudi Rubiandini.

Nama Tri Yulianto ini kemudian muncul juga dalam persidangan Rudi Rubiandini itu.

Menurut Rudi Rubiandini, uang yang disebut THR untuk anggota Komisi VII DPR RI itu diserahkan melalui Tri Yulianto. “Mereka mewakili Komisi VII,” ungkap Rudi Rubiandini.

Meskipun demikian, seusai diperiksa KPK, kepada wartawan, Tri Yulianto menyangkal keterangan Rudi Rubiandini tersebut.

Beberapa kali dia mengatakan tidak ada uang yang mengalir ke dirinya. “Enggak ada, enggak ada. Tanya ke penyidik saja,” terangnya.

Senin (15/12/2014) kemarin, KPK juga menjadwalkan pemeriksaan terhadap Amat, sopir Tri Yulianto.

Dari pemeriksaan yang biasa dilakukan terhadap pembantu atau orang dekat sejumlah tokoh, seperti anggota DPR RI, biasanya KPK ingin mengonfirmasi dugaan pemberian dan penerimaan uang suap.

Wakil Ketua KPK, Dr. Bambang Widjojanto, S.H., M.H. mengatakan KPK memang masih mencari tahu siapa saja anggota DPR RI yang diduga ikut menerima aliran suap. Namun, hal tersebut tidak mungkin dibuka ke publik karena bisa mengganggu penyidikan. “Jika ada pemeriksaan ke arah itu, kami tidak mungkin mengungkapkannya ke publik,” jelas Dr. Bambang Widjojanto, S.H., M.H.

Dikabarkan sebelumnya, Selasa (4/11/2014), penyidik KPK memeriksa Kepala Bagian Sekretariat Komisi VII DPR RI Dewi Barliana Soetisna.

Juru Bicara KPK Johan Budi SP menyatakan, Dewi Barliana Soetisna diperiksa sebagai saksi untuk kasus dugaan penerimaan suap dan/atau gratifikasi mantan Ketua Komisi VII DPR RI Sutan Bhatoegana.

Pemeriksaan Dewi Barliana Soetisna dilakukan karena dianggap mengetahui atau mendengar atau mengalami perkara yang disangkakan terhadap Sutan Bhatoegana. Meski demikian, Johan Budi SP. belum bisa memastikan apakah Dewi Barliana Soetisna turut menerima upeti/suap dari ESDM seperti yang terungkap dalam persidangan dua terpidana yakni mantan Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) juga mantan Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) pada Kabinet Indonesia Bersatu jilid II, Prof. Dr-Ing. Ir. Rudi Rubiandini R.S. (R.R) dan Deviardi alias Ardi. “Yang jelas Dewi Barliana Soetisna tadi hadir diperiksa sebagai saksi untuk tersangka SB,” kata Johan Budi SP. saat konferensi pers di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (4/11/2014) malam.

Saat sidang Rudi Rubiandini di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta pada 25 Februari 2013 terungkap ada pemberian upeti US$ 190.000 untuk seluruh unsur di Komisi VII DPR RI. Fakta itu diungkapkan mantan Kepala Biro Keuangan Kementerian ESDM Didi Dwi Sutrisnohadi.

Ketua KPK, Dr. Abraham Samad, S.H., M.H. mengatakan, semua fakta-fakta dan bukti-bukti yang terungkap di pengadilan tidak akan didiamkan. Langkah pertama adalah validasi. Kedua, bisa dilakukan pemeriksaan terhadap para penerima upeti bila dibutuhkan penyidik. “Akan ditindaklanjuti dan didalami KPK. Pada waktunya diambil kesimpulan tentang keterlibatan orangorang yang disebutkan dalam persidangan,” tukas Ketua lembaga antirasuah ini, Dr. Abraham Samad, S.H., M.H. saat dihubungi awak media. (jos)

See Also

Bareskrim Polri Tetap Usut Korupsi PD Sarana Jaya
KPK Perpanjang Penahanan Kadis PUPR Mojokerto
Bareskrim Polri Tahan 7 Tersangka Terkait Kasus Praktik Bank Gelap Hanson International
KPK Perpanjang Penahanan Dirut PT. CMI Teknologi Rahardjo Pratjihno
KPK Geledah Rumah Anggota DPRD Tulungagung
Kasus PT. Asuransi Jiwasraya (Persero), Kejagung Periksa 27 Saksi Pemilik Rekening Saham
KPK Geledah Gedung DPRD Tulungagung
KPK Periksa Direktur Utama PT. Antam (Persero) Tbk
KPK Akui Adanya Aturan Melarang Pimpinan Temui Pihak Terkait Perkara
Polda Jatim Segera Ungkap TPPU Kasus Investasi Bodong MeMiles
Polda Jatim Bidik TPPU Kasus Investasi Bodong MeMiles
Reynhard Sinaga Ditahan Di Sel Maximum Security
Universitas Manchester Cabut 2 Gelar Magister Reynhard Sinaga
Kolaborasi Bareskrim Dan BNN Amankan 250 Kg Ganja Di Jakarta
Kasus Investasi Bodong MeMiles Segera Dilimpahkan Ke Kejati Jatim
Kasus Investasi Bodong MeMiles, Polda Jatim Periksa Siti Badriah
KPK Sita Rumah Dan Mobil Mantan Bupati Cirebon
Jaksa Teliti Berkas Tersangka Kasus Novel Baswedan
KPK Periksa Komisioner KPU
Polri Selidiki Negara Rakyat Nusantara
Jaksa Agung Sebut Kasus Jiwasraya Merugikan Negara Rp 13,7 Triliun
Bea Cukai Berkoordinasi Dengan Polda Metro Jaya Tangani Kasus Penyelundupan
Pengacara Yang Sukses Mengadakan MoU Dengan Negara Lain
Polda Metro Jaya Tahan Para Tersangka Kasus Penculikan WN Inggris
Presiden Joko Widodo Resmi Lantik Idham Azis Sebagai Kapolri Baru
jQuery Slider

Comments

Arsip :20202019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 8.798.656 Since: 05.03.13 | 0.3063 sec