Agama & Masyarakat

Menteri Agama Memperhatikan Lima Isu Agama

Friday, 19 Desember 2014 | View : 503

JAKARTA-SBN.

Menteri Agama (Menag) RI ke-22 sejak 9 Juni 2014, Drs. H. Lukman Hakim Saifuddin menyatakan, perlu dipikirkan bagaimana sebaiknya bentuk pelayanan Pemerintah terhadap umat beragama, karena ada penduduk yang menganut agama secara sukarela sesuai keinginan dan keyakinannya.

Posisi penganut agama-agama di luar enam agama  yaitu Islam, Katolik, Protestan, Hindu, Buddha, dan Konghuchu perlu dipikirkan bentuk pelayanannya, kata Lukman Hakim Saifuddin, ketika membuka Seminar Nasional tentang "Perlindungan Pemerintah Terhadap Pemeluk Agama" yang diselenggarakan Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama di kantor Kementerian Agama Republik Indonesia, Jalan Lapangan Banteng Barat No.3-4, Jakarta, Kamis (18/12/2014).

Seminar diselenggarakan menyambut Hari Amal Bhakti Kemenag ke-69 Tahun 2015. "Kita perlu memikirkan bagaimana sebaiknya bentuk pelayanan Pemerintah kepada mereka," tandas mantan anggota DPR RI periode 1997-1999, anggota DPR RI periode 1999-2004, dan anggota DPR RI periode 2004-2009.

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengatakan Pemerintah wajib melindungi seluruh rakyat Indonesia tanpa pandang bulu. Termasuk orang beragama dan aliran yang tidak diakui oleh Pemerintah. "Pemerintah memiliki kewajiban melindungi semua penduduk yang merupakan umat beragama yang ada di Indonesia, baik agama yang diakui pemerintah maupun yang diyakini umat beragama sebagai sesuatu yang benar," kata Lukman Hakim Saifuddin dalam Seminar Nasional yang bertajuk "Perlindungan Pemerintah Terhadap Pemeluk Agama" di kantor Kementerian Agama RI, Jalan Lapangan Banteng Barat No.3-4, Jakarta, Kamis (18/12/2014).

Menag Lukman Hakim Saifuddin menerangkan semua rakyat memiliki kebebasan memeluk agama dan keyakinan. Dan kebebasan itu menurutnya harus dilindungi dan difasilitasi Pemerintah. "Kebebasan memeluk agama dan menjalankan ibadah sesuai agamanya dijamin oleh Pemerintah melalui fasilitas dan berbagai aturan dalam kerangka hidup bersama yang harmonis," terang mantan Ketua Lembaga Pusat Pendidikan dan Pelatihan DPP PPP periode 1999-2003.

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menambahkan pihaknya konsen untuk penyiapan RUU Perlindungan Antar Umat Beragama dengan fokus pada 5 isu penting. Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menyampaikan ada lima isu penting terkait kehidupan keagamaan yang dinilainya patut menjadi perhatian bersama.

Kelima isu penting itu pertama menyangkut posisi penganut agama-agama di luar enam agama yang diakui Pemerintah dan bentuk pelayanannya. "Bagaimana bentuk pelayanan dari Pemerintah sebaiknya?" tanya mantan Sekretaris PH DPP PPP periode 2003-2007.

Pertama, soal posisi penganut agama-agama di luar enam agama. Menteri Agama menyampaikan, adalah fakta sosiologis, saat ini di Tanah Air ada penduduk yang menganut agama secara sukarela sesuai keinginan dan keyakinannya, di luar enam agama yang sudah dilayani Pemerintah.

Kedua, soal kasus-kasus pendirian rumah ibadat dan tempat ibadat yang masih banyak terjadi. Fokus kedua dalam RUU tersebut menurut Lukman Hakim Saifuddin ialah terkait kasus pendirian rumah ibadah yang masih banyak masalah seperti penolakan oleh sekelompok masyarakat tertentu. Padahal menurutnya, hal itu sudah diatur dalam PP Nomor 6 Tahun 2009. Sehingga dirinya mempertanyakan efektivitas PP tersebut.

Menurut Lukman Hakim Saifuddin, Peraturan Bersama Menteri (PBM) Nomor 9 dan 8 Tahun 2006 yang antara lain mengatur soal kerukunan beragama itu dirasakan belum menggembirakan. “Fakta masih adanya kasus-kasus di seputar rumah ibadat memunculkan pertanyaan, di mana inefektivitasnya," beber mantan alumnus Sarjana (S1) Universitas Islam As-Syafiiyah, Jakarta pada tahun 1990.

Ia pun mengemukakan, banyak pihak khususnya masyarakat, bahkan aparat di lapangan, ternyata belum tahu dan belum cukup memahami aturan-aturan tersebut tersebut. Apakah persoalannya adalah karena sosialisasi yang masih terlalu minim atau tema secara substantif norma-norma yang diatur di dalamnya perlu mengalami penyesuaian-penyesuaian kembali sesuai dengan realitas situasi dan kondisi kekinian.

Ketiga, munculnya gerakan-gerakan keagamaan yang kian meningkat. Fokus ketiga ialah menyangkut munculnya gerakan-gerakan dari umat beragama yang selama ini mengganggu kelompok agama lain. Kemunculan gerakan ini, yang dalam hal tertentu dalam pandangan Menteri Agama dinilai berlebihan. "Sebab, hal ini kemudian menyebabkan respon terhadapnya menjadikan kita perlu menyentuh karena secara faktual menyebabkan gangguan kerukunan internal atau antarumat beragama," urai mantan Wakil Ketua MPR RI periode 2009-2014.

"Jadi dalam hal ini, bagaimana kita bisa membangun persepsi bersama antarumat beragama dalam hal penyiaran agama. Karena agama adalah ajaran dimana para penganutnya berkewajiban menyebarluaskannya, maka ketika kita ingin menyiarkan agama itu dan ketika kita ingin mendakwahkan ajaran agama itu maka pada titik-titik tertentu bila tidak dibarengi dengan pemahaman, dengan tingkat kearifan yang cukup, maka akan menimbulkan gesekan-gesekan di tengah-tengah masyarakat dan ini pada akhirnya langsung maupun tidak langsung akan mengusik atau mengganggu kerukunan antarumat beragama,"  tambah lulusan Pesantren Pondok Modern Darussalam Gontor, Ponorogo, Jawa Timur pada tahun 1983.

Keempat, adanya tindak kekerasan terutama terhadap kelompok minoritas. Fokus keempat menyangkut tindak kekerasan terhadap pemeluk agama minoritas yang masih kerap terjadi. Ditegaskan Menteri Agama, hal ini harus betul-betul diperhatikan, karena benar-benar mengabaikan penghormatan atas Hak Asasi Manusia (HAM).

Kelima, adanya penafsiran keagamaan tertentu yang kemudian mengancam kelompok agama yang memiliki tafsir berbeda. Fokus kelima ialah hegemoni tafsir sehingga melahirkan kebenaran tunggal oleh suatu kelompok dan menegasikan tafsir kelompok lainnya. "Penafsiran keagamaan tertentu dari satu kelompok yang mengancam penafsiran dari kelompok agama yang lainnya," pungkas Wakil Ketua Bidang Pengembangan Program Yayasan Saifuddin Zuhri, mulai sejak tahun 1994 hingga sekarang.

"Maka dalam kaitan ini, saya mengharapkan peserta seminar untuk secara terbuka memberikan masukan dan pemikiran bagaimana semestinya menangani persoalan-persoalan tersebut," tegas mantan Ketua PH DPP Partai Persatuan Pembangunan (PPP) periode 2007-2012.

Diakhir paparannya, kepada peserta seminar yang berasal dari kelompok-kelompok yang sangat peduli dengan persoalan yang telah dikemukakannya, Lukman Hakim Saifuddin minta perannya untuk memberikan masukan, usulan-usulan perbaikan RUU Tentang Perlindungan Umat Beragama yang sedang disusun sehingga pada akhirnya nanti Kementerian Agama dalam menyusun kebijakan yang sedang dilakukan ini betul-betul mendapatkan rumusan yang merupakan cerminan aspirasi bersama. (jos)

See Also

Selamat Jalan Bang Indra Sahnun Lubis
UGM Tolak Usul Penerimaan Mahasiswa Lewat Kemampuan Baca Kitab Suci
Kodim 0716/Demak Gelar Doa Bersama Pada 171717
Dandim 0721/Blora Ajak Warga Blora Doa Bersama
Ulama NU KH Hasyim Muzadi Wafat Kamis Pagi
Anton Ferdian Rilis Kisahku
Marie Muhammad Berpulang
K.H. Sofiyan Hadi Sebut Setiap Anak Itu Spesial
Istri Bung Tomo Wafat
Tradisi Grebeg Besar
Dandim 0716/Demak Hadiri Ziarah Ke Makam Sultan Demak & Sunan Kalijaga
Selamat Jalan Mike Mohede
Rais Syuriah PB NU KH Mas Subadar Wafat
22 Acara Puncak Satu Abad Qudsiyyah
Kasdim 0716/Demak Hadiri Silaturahmi Bupati, Wakil Bupati Dengan Ulama & Tokoh Masyarakat
Kuatkan Nilai-nilai Aswaja, Iksab TBS Agendakan Silatnas
Dandim 0716/Demak Hadiri Open House Bupati
Marwah Band Semarakkan Halalbihalal UMK
Ibunda Nyai Hajjah Siti Fatmah Berpulang Ke Rahmatullah
Pelantikan PDM & PDA Kudus, Kuatkan Sinergitas Dengan AUM
Launching Rembug Warga NU Dengan Bedah Buku Masterpiece Islam Nusantara
Khosifah Nahkodai Aisyiyah Kudus
Ahmad Hilal Majdi Kembali Pimpin PDM Kudus
Pembukaan Musyda Muhammadiyah Dan Aisyiyah Kudus Periode Muktamar Ke-47
Tektek Kampling
jQuery Slider

Comments

Arsip :20172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 6.111.851 Since: 05.03.13 | 0.3597 sec