Politik

Tiga Nama Calon Ketua Umum PAN

JAKARTA-SBN.

Partai Amanat Nasional (PAN) dijadwalkan memilih Ketua Umum periode 2015-2020 dalam Kongres 2015.

Partai Amanat Nasional (PAN) memutuskan pelaksanaan Kongres pada bulan Maret 2015, di pulau dewata Bali, dengan menunjuk Sekjen PAN Taufik Kurniawan sebagai ketua Steering Committee (SC) dan Joncik Muhammad sebagai Organizing Committee (OC). Pada Januari 2015 Rapat Kerja Nasional (Rakernas), akan dilaksanakan terlebih dahulu.

Menyambut Kongres IV Partai Amanat Nasional pada Maret 2015, tiga nama disebut bakal menjadi calon Ketua Umum partai itu periode 2015-2020. Tiga nama yang disebut-sebut bakal bersaing dalam kongres partai berlambang matahari putih itu di antaranya adalah Hatta Rajasa yang saat ini menjabat Ketua Umum PAN 2010-2015, Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Zulkifli Hasan, dan Wakil Ketua Umum PAN 2010-2015 Dradjad Wibowo.

Ketua DPP PAN Tjatur Sapto Edy, Selasa (16/12/2013), mengungkapkan, setidaknya ada tiga nama kandidat calon Ketua Umum PAN periode 2015-2020 yang akan bertarung memperebutkan kursi pucuk pimpinan partai berlambang matahari putih ini di Kongres 2015 itu.

“Kongres PAN sekitar bulan Maret atau April, yang muncul ada Zulkifli, Hatta, dan Dradjad,” ungkap Tjatur Sapto Edy di Gedung Nusantara I Kompleks Kantor DPD, DPR dan MPR, Senayan, Jakarta.

“(Nama) yang muncul ada Pak Zul (Zulkifli Hasan), Pak Hatta. Mungkin juga Mas Dradjad," tambah Ketua DPP PAN Tjatur Sapto Edy, Rabu (17/12/2014), di Jakarta.

Tjatur Sapto Edy mengatakan belum tahu calon terkuat yang akan bertarung dalam kontestasi tersebut. "Kami belum tahu calon terkuat yang didukung daerah," kata Tjatur Sapto Edy, Kamis (18/12/2014), di Jakarta.

Namun, Tjatur Sapto Edy menilai aspirasi di akar rumput partai masih menginginkan Hatta Rajasa jadi Ketua Umum karena perolehan suara PAN di Pemilu 2014 naik. Hanya saja, urai Tjatur Sapto Edy, aspirasi ditataran akar rumput partai masih banyak menginginkan Hatta Rajasa kembali menjadi Ketua Umum sebab Hatta Rajasa dianggap berjasa menaikkan perolehan suara di Pemilu 2014. Nama Hatta Rajasa kembali muncul dalam bursa pencalonan Ketua Umum karena dianggap berhasil memimpin PAN sejak tahun 2010. “Belum tahu, tapi ada beberapa teman yang katakan bersama Hatta, PAN suaranya naik,” bebernya.

Adapun Dradjad Wibowo dan Zulkifli Hasan menolak berkomentar terkait penyebutan nama mereka sebagai bakal calon ketua umum PAN. "Untuk yang satu itu, saya tidak berkomentar dulu," cetus Dradjad Wibowo.

Zulkifli Hasan menyatakan, hanya ingin fokus menjalankan amanah sebagai Ketua MPR. Karena itu, Zulkfli Hasan mengaku enggan turut berkompetisi dalam pemilihan Ketua Umum PAN. "Mau mengurus MPR dulu lah," tukasnya.

Tjatur Sapto Edy mengatakan suara daerah masih belum terlihat secara pasti siapa yang diinginkan untuk maju. Namun menurut Tjatur Sapto Edy, Ketua Majelis Pertimbangan PAN Amien Rais sebagai pendiri partai, tegas membuka ruang demokrasi dalam pemilihan ketua umum nanti. “Saat ini belum mengkristal, mungkin Januari 2015 (terlihat calon Ketum PAN). Pak Amien sekarang membebaskan, membuka keran demokrasi siapa yang maju,” katanya.

Sekretaris Jenderal PAN Taufik Kurniawan mempersilakan setiap kader yang memenuhi syarat untuk mengikuti bursa pencalonan Ketua Umum. Persyaratan dan mekanisme pemilihan akan disusun panitia pengarah kongres pasca rapat kerja nasional (rakernas) yang direncanakan digelar Januari 2015.

Dalam rakernas tersebut, juga akan ditentukan tempat pelaksanaan kongres. "Ada usulan kongres dilaksanakan di Bali, ada juga di Makassar, dan usulan kongres di Jawa Barat. Keputusan pasti akan diambil dalam forum rakernas," ujar Taufik Kurniawan, yang ditunjuk sebagai Ketua Panitia Pengarah Kongres IV.

Taufik Kurniawan yakin, pemilihan Ketua Umum partainya akan berjalan demokratis. Perbedaan dukungan tidak akan sampai memecah partainya karena selama ini internal PAN amat solid.

Menurut Tjatur Sapto Edy, PAN memiliki tradisi kekeluargaan yang kental sehingga dirinya tidak melihat ada faksi-faksi di internal partai. Karena itu, sambung dia, tidak ada perpecahan di internal PAN terutama menjelang pemilihan Ketua Umum. “PAN kekeluargaannya kental, dan saya tidak melihat ada faksi-faksi di internal partai,” imbuh Tjatur Sapto Edy.

Selain itu, menurut Tjatur Sapto Edy, ada keinginan beberapa kader yang ingin membawa PAN ke Koalisi Indonesia Hebat (KIH) namun mayoritas kader tidak menginginkan hal tersebut. Dia mengibaratkan berpindah ke KIH seperti memakan buah kuldi. (jos)

See Also

Ketua MUI Tak Sependapat Indonesia Bubar 2030
Mukernas II PPP Hasilkan Sejumlah Ketetapan
PAN Walk Out Dari Paripurna RUU Pemilu
Pengamat LIPI Sebut Fenomena Ahok Bikin Parpol Panik
Gubernur DKI Jakarta Tunggu Menteri Sebelum Konsep Baru Raperda Reklamasi
Fadli Zon Akan Sidak Lokasi RS Sumber Waras
Mekanisme Pemilihan CaGub Dan CaWaGub DKI Jakarta Dari PDIP
Presiden Joko Widodo Melantik Agus Widjojo Sebagai Gubernur Lemhannas
Ahok Kecam Cuitan Yusron Ihza Mahendra Yang Rasis
Bicara Kalimat Rasis, Kemlu Minta Yusron Ihza Mahendra Fokus Jalankan Tugas
Ahok Hadiri Pelantikan Pengurus Partai NasDem DKI Jakarta
Muhammadiyah Ingatkan Sistem Politik Tidak Boleh Memiskinkan Rakyat
Tujuh Rekomendasi Mukernas PKB
Agung Laksono Tegaskan Munaslub Partai Golkar Harus Oleh Tim Transisi
Setya Novanto Mundur
Mayoritas Anggota MKD DPR RI Putuskan Setya Novanto Langgar Kode Etik
Ibu Yang Dimarahi Ahok Soal KJP Mengadu Ke DPRD DKI Jakarta
MenkoPolhukam Bersaksi
Sejumlah Calon Petahana Menangkan Pilkada
Maroef Sjamsoeddin Ibaratkan Setya Novanto Seperti Henry Kissinger
Prabowo Subianto Juru Kampanye Maya Rumantir/Glenny Kairupan
Tiga Paslon Bupati Dan Wakil Bupati Blora Sampaikan Program Dan Visi Misi
Haedar Nashir Terpilih Menjadi Ketua Umum PP Muhammadiyah
Rapat Paripurna DPR RI Setujui Program Dana Aspirasi
Pimpinan DPR RI Minta MKD Usut Tuntas Dugaan Gelar Doktor Palsu
jQuery Slider
Arsip :201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 6.415.063 Since: 05.03.13 | 0.1836 sec