Hukum

Kasus TPPU Mantan Gubernur Sulteng Didalami

PALU-SBN.

Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Tengah (Sulteng) mendalami kemungkinan mantan Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng) periode 1996-2001 dan 2006-2011, Mayor Jenderal (Mayjen) TNI (Purn.) Bandjela Paliudju, melakukan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).

Mayor Jenderal (Mayjen) TNI (Purn.) Bandjela Paliudju adalah tersangka dalam kasus dugaan korupsi penyalahgunaan anggaran operasional Gubernur Provinsi Sulteng pada antara tahun 2006-2011 dengan dugaan kerugian Negara senilai Rp 21 miliar.

“Kami akan mendalami kemungkinan itu (pencucian uang). Tersangka masih terus diperiksa. Dari keterangan dia dan saksi bisa berkembang ke pidana lain,” ungkap Asisten Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi Sulteng, Sudirman Syarif di Palu, Sulteng, Kamis (18/12/2014).

Mayor Jenderal (Mayjen) TNI (Purn.) Bandjela Paliudju kini ditahan di Rumah Tahanan (Rutan) Maesa, Palu.

Keterlibatan Bandjela Paliudju merupakan pengembangan dari korupsi dan pencucian uang yang dilakukan terdakwa Ritha Sahara, mantan Bendahara Bandjela Paliudju, yang juga adik ipar Bandjela Paliudju.

Asisten Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi Sulteng, Sudirman Syarif menyatakan penyidik akan menelusuri aset Bandjela Paliudju.

Beberapa waktu lalu, Sudirman Syarif mengatakan Bandjela Paliudju merupakan dalang dari korupsi yang dilakukan Ritha Sahara. Menurut Sudirman Syarif, Bandjela Paliudju merupakan aktor utama dalam dugaan penyalahgunaan dana operasional tersebut. Ini terungkap dari berbagai keterangan saksi dan fakta persidangan.

Dikabarkan sebelumnya, penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Tengah (Sulteng) menahan mantan Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng), H. Bandjela Paliudju. Mantan Gubernur Sulawesi Tengah yang juga adalah eks Ketua Dewan Pembina DPW Partai Nasional Demokrat (NasDem) Sulawesi Selatan, H. Bandjela Paliudju, dijebloskan ke tahanan oleh penyidik Kejaksaan Tinggi Sulteng pada Selasa (9/12/2014) sore.

Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung (Kapuspenkum Kejagung), Tony T. Spontana, menjelaskan, penahanan terhadap Bandjela Paliadju terkait kasus dugaan korupsi penyalahgunaan anggaran operasional Provinsi Sulteng tahun 2006-2011. “Benar, Kejati Sulteng hari ini menahan mantan Gubernur Sulteng Paliudju terkait penyidikan dugaan korupsi penyalahgunaan anggaran 2006-2011,” beber Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung (Kapuspenkum Kejagung), Tony T. Spontana saat dikonfirmasi di Jakarta, Selasa (9/12/2014) malam.

Kapuspenkum Kejagung, Tony T. Spontana menambahkan, tidak ada penjemputan paksa dalam penahanan. eks Ketua Dewan Pembina DPW Partai NasDem Sulteng itu langsung dijebloskan ke Rutan Maesa Palu usai melewati pemeriksaan. Menurut Tony T. Spontana, Bandjela Paliudju menjalani pemeriksaan selama lima jam sebelum ditahan. Saat ini, Bandjela Paliudju dititipkan di Rumah Tahanan Maesa, Palu, Sulteng. “Tidak ada penjemputan paksa, yang bersangkutan ditahan setelah diperiksa selama sekitar 5 jam di Kejati Sulteng," jelas Tony T. Spontana.

Sementara itu, Asisten Tindak Pidana Khusus Kejati Sulteng, Sudirman Syarif, menerangkan, penahanan terhadap Bandjela Paliudju dilakukan untuk mempermudah proses hukum yang bersangkutan pasca ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi dan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU), yang sebelumnya menjerat mantan Bendahara Gubernur Ritha Sahara.

Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tengah juga telah menyeret Ritha Sahara, adik ipar sekaligus Bendahara Gubernur Sulawesi Tengah, ke kursi pesakitan atas kasus dugaan korupsi yang sama.

Ritha Sahara yang merupakan adik ipar Bandjela Paliudju kini tengah menjalani persidangan. Di persidangan, Jaksa Penuntut Umum (JPU) mengajukan tuntutan 9 tahun penjara untuk Ritha Sahara.

Kasus yang sekarang menjerat Bandjela Paliudju mencuat pada November 2013 setelah Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) menemukan dugaan pencucian uang di PT. Bank Sulteng. “Kasus itu mencuat pada November 2013 lalu, setelah Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) menemukan adanya dugaan TPPU di PT Bank Sulteng," terang Sudirman Syarif.

See Also

Bareskrim Polri Tetap Usut Korupsi PD Sarana Jaya
KPK Perpanjang Penahanan Kadis PUPR Mojokerto
Bareskrim Polri Tahan 7 Tersangka Terkait Kasus Praktik Bank Gelap Hanson International
KPK Perpanjang Penahanan Dirut PT. CMI Teknologi Rahardjo Pratjihno
KPK Geledah Rumah Anggota DPRD Tulungagung
Kasus PT. Asuransi Jiwasraya (Persero), Kejagung Periksa 27 Saksi Pemilik Rekening Saham
KPK Geledah Gedung DPRD Tulungagung
KPK Periksa Direktur Utama PT. Antam (Persero) Tbk
KPK Akui Adanya Aturan Melarang Pimpinan Temui Pihak Terkait Perkara
Polda Jatim Segera Ungkap TPPU Kasus Investasi Bodong MeMiles
Polda Jatim Bidik TPPU Kasus Investasi Bodong MeMiles
Reynhard Sinaga Ditahan Di Sel Maximum Security
Universitas Manchester Cabut 2 Gelar Magister Reynhard Sinaga
Kolaborasi Bareskrim Dan BNN Amankan 250 Kg Ganja Di Jakarta
Kasus Investasi Bodong MeMiles Segera Dilimpahkan Ke Kejati Jatim
Kasus Investasi Bodong MeMiles, Polda Jatim Periksa Siti Badriah
KPK Sita Rumah Dan Mobil Mantan Bupati Cirebon
Jaksa Teliti Berkas Tersangka Kasus Novel Baswedan
KPK Periksa Komisioner KPU
Polri Selidiki Negara Rakyat Nusantara
Jaksa Agung Sebut Kasus Jiwasraya Merugikan Negara Rp 13,7 Triliun
Bea Cukai Berkoordinasi Dengan Polda Metro Jaya Tangani Kasus Penyelundupan
Pengacara Yang Sukses Mengadakan MoU Dengan Negara Lain
Polda Metro Jaya Tahan Para Tersangka Kasus Penculikan WN Inggris
Presiden Joko Widodo Resmi Lantik Idham Azis Sebagai Kapolri Baru
jQuery Slider

Comments

Arsip :20202019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 8.504.602 Since: 05.03.13 | 0.2721 sec