Internasional

Front Al Nusra Dari Suriah Ke Penyanderaan Kafe Sydney

Wednesday, 17 Desember 2014 | View : 573

SYDNEY-SBN.

Dalam peristiwa penyanderaan di Sydney, NSW, Australia, bendera hitam dengan tulisan Arab terlihat di jendela tempat penyanderaan itu terjadi, yakni Kafe Lindt Chocolate di kawasan Martin Place, pusat Kota Sydney, NSW, Australia.

Dari bendera hitam bertulisan Arab yang terpampang di kafe tempat sejumlah warga disandera, sedikit demi sedikit identitas kelompok penyandera mulai terkuak.

Bendera tersebut diduga kuat adalah bendera yang digunakan kelompok Jabhat Al Nusra. Kelompok Radikal Suni itu merupakan afiliasi resmi dari Al Qaeda di wilayah Suriah sampai ke Irak.

Bendera ini mirip dengan bendera yang dipakai kelompok garis keras di Suriah, Front Al-Nusra, serta organisasi kelompok militan dari kelompok jihad radikal, The Islamic State of Iraq and the Levant (ISIL), diterjemahkan sebagai the Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) or the Islamic State of Iraq and al-Sham atau gerilyawan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) atau organisasi Negara Islam di Irak dan Suriah (NIIS). Tidak mengherankan, selain diduga berkaitan dengan NIIS, ada dugaan bahwa pelaku penyanderaan di Kafe Lindt Chocolat itu memiliki kaitan yang kuat dengan Front Al-Nusra.

Kelompok Front Al-Nusra ini diperkirakan berdiri sejak 2011. Didirikan pada 23 Desember 2011 dengan nama panjang Front Al-Nusra untuk Penduduk Sham/Suriah (Jubhah Annusra Liahli al-Sham).

Namun, kelompok radikal Suni ini mulai memproklamirkan keberadaanya lewat video pada Januari 2012. Demikian dilansir dari Daily Mail.

Nama Front Al-Nusra pertama kali muncul di media Barat, yakni The Washington Post, pada 28 Februari 2012. Harian ini merilis klaim Front Al-Nusra dalam bentuk rekaman video serangan bunuh diri di Damaskus dan Aleppo.

The Washington Post menyampaikan kekhawatiran mengenai upaya Al-Qaeda dan organisasi loyalis membonceng revolusi rakyat Suriah melawan rezim Presiden Suriah Bashar al-Assad.

Front Al-Nusra yang berbasis di Suriah merupakan organisasi yang mengusung ideologi Al-Qaeda dan bertujuan merobohkan rezim Presiden Suriah Bashar al-Assad.

Front Al-Nusra sejak berdiri selalu menolak tawaran tawaran solusi krisis Suriah dari berbagai pihak, baik PBB maupun Organisasi Kerja Sama Islam (OKI). Front Al-Nusra tidak percaya pada keseriusan masyarakat internasional membantu penyelesaian krisis Suriah.

Front Al-Nusra juga bergerak sendiri dalam upaya mencari solusi di Suriah, tanpa koordinasi dengan kelompok oposisi Suriah lainnya. Hal itu membuat hubungan Front Al-Nusra dengan kelompok oposisi Suriah lainnya sering tegang.

Pada April 2013, kelompok Al Nusra menyatakan janji setianya kepada pemimpin Al Qaeda, Ayman al-Zawahiri. Kelompok ini pun mengonfirmasi dana untuk operasi mereka didapat dari Kelompok Al Qaeda Iraq (AQI).

Front Al-Nusra sempat dituduh oleh kelompok oposisi Suriah lainnya sebagai kelompok loyalis rezim Presiden Suriah Bashar al-Assad.

Front Al-Nusra mulai mendapat simpati rakyat Suriah pada saat perang di kota Aleppo, Juli lalu.

Menurut aktivis politik Suriah dari Aleppo, Haris Abdul Haq, Front Al-Nusra pandai menarik simpati penduduk dengan cara membangun pusat-pusat pelayanan medis.

Sama seperti ISIS, kelompok ini ditujukkan untuk membangun sebuah khalifah Islam di Timur Tengah. Namun, tujuan utama dari kelompok itu adalah menumbangkan kekuasaan dari Presiden Suriah, Bashar Al-Assad. Namun,

Namun, kekhawatiran rakyat Suriah atas Front Al-Nusra muncul ketika program perjuangan mereka mulai diketahui secara luas, yaitu mendirikan negara Islam dan menolak wacana negara sipil yang memisahkan agama dan negara.

Hubungan Front Al-Nusra dengan kelompok oposisi Suriah lainnya semakin renggang setelah Amerika Serikat (AS) menetapkan Front Al-Nusra sebagai organisasi teroris pada Desember 2012.

Kini, beribu-ribu kilometer dari Suriah, nama Al-Nusra muncul dan diduga memiliki kaitan dengan penyanderaan di Sydney.

Sampai saat ini masih belum bisa dipastikan kelompok mana yang melancarkan aksi teror penyanderaan Kafe di Sydney itu. (dailymail/jos)

See Also

Pengadilan Rusia Perintahkan Perempuan Yang Kabur Dari Karantina Balik Ke RS
Virus Korona Tewaskan Direktur Rumah Sakit Di Wuhan
Penembakan Di Century Plaza Bangkok
Jeff Bezos Donasi USD 10 Miliar Untuk Penelitian Iklim
Korban Tewas Akibat Virus Korona Total Jadi 1.868
1.789 Korban Tewas Akibat Virus Korona
Warga Kanada Di Kapal Pesiar Diamond Princess Segera Dievakuasi
Arab Saudi Larang Warganya Ke China
Dokter Pengungkap Virus Korona Meninggal Dunia
Korban Jiwa Virus Korona Bertambah Jadi 634
Jepang Karantina Seluruh Penumpang Kapal Pesiar Diamond Princess Terkait Virus Corona
Ratusan Warga Negara Malaysia Dan Keluarganya Dipulangkan Dari Wuhan
Penembakan Di Asrama Kampus Texas A & M University
7 Fakta Rumah Sakit Kilat Pasien Korban Virus Corona Wuhan
Singapura Umumkan 6 Kasus Baru Virus Korona
Rumah Sakit Kilat Virus Corona Wuhan Mulai Beroperasi
Penembakan Dalam Bus Greyhound Di California
Korban Meninggal Virus Korona Bertambah Jadi 362
TNI Siap Bantu Kebakaran Hutan Di Australia
Rudal Kenai Objek Di Langit Iran Saat Pesawat Ukraina Jatuh
Iran Sebut Pesawat Ukraina Terbakar Sebelum Jatuh
Pejabat AS Sebut Pesawat Ukraina Kemungkinan Kena Rudal Iran
Bencana Kebakaran Lahan Di Australia
Kapal Induk Kedua China Resmi Diluncurkan
PBB Sebut 7 Ribu Demonstran Iran Ditahan Akibat Protes Kenaikan BBM
jQuery Slider
Arsip :20202019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 8.307.279 Since: 05.03.13 | 0.2242 sec