Internasional

Front Al Nusra Dari Suriah Ke Penyanderaan Kafe Sydney

Wednesday, 17 Desember 2014 | View : 518

SYDNEY-SBN.

Dalam peristiwa penyanderaan di Sydney, NSW, Australia, bendera hitam dengan tulisan Arab terlihat di jendela tempat penyanderaan itu terjadi, yakni Kafe Lindt Chocolate di kawasan Martin Place, pusat Kota Sydney, NSW, Australia.

Dari bendera hitam bertulisan Arab yang terpampang di kafe tempat sejumlah warga disandera, sedikit demi sedikit identitas kelompok penyandera mulai terkuak.

Bendera tersebut diduga kuat adalah bendera yang digunakan kelompok Jabhat Al Nusra. Kelompok Radikal Suni itu merupakan afiliasi resmi dari Al Qaeda di wilayah Suriah sampai ke Irak.

Bendera ini mirip dengan bendera yang dipakai kelompok garis keras di Suriah, Front Al-Nusra, serta organisasi kelompok militan dari kelompok jihad radikal, The Islamic State of Iraq and the Levant (ISIL), diterjemahkan sebagai the Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) or the Islamic State of Iraq and al-Sham atau gerilyawan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) atau organisasi Negara Islam di Irak dan Suriah (NIIS). Tidak mengherankan, selain diduga berkaitan dengan NIIS, ada dugaan bahwa pelaku penyanderaan di Kafe Lindt Chocolat itu memiliki kaitan yang kuat dengan Front Al-Nusra.

Kelompok Front Al-Nusra ini diperkirakan berdiri sejak 2011. Didirikan pada 23 Desember 2011 dengan nama panjang Front Al-Nusra untuk Penduduk Sham/Suriah (Jubhah Annusra Liahli al-Sham).

Namun, kelompok radikal Suni ini mulai memproklamirkan keberadaanya lewat video pada Januari 2012. Demikian dilansir dari Daily Mail.

Nama Front Al-Nusra pertama kali muncul di media Barat, yakni The Washington Post, pada 28 Februari 2012. Harian ini merilis klaim Front Al-Nusra dalam bentuk rekaman video serangan bunuh diri di Damaskus dan Aleppo.

The Washington Post menyampaikan kekhawatiran mengenai upaya Al-Qaeda dan organisasi loyalis membonceng revolusi rakyat Suriah melawan rezim Presiden Suriah Bashar al-Assad.

Front Al-Nusra yang berbasis di Suriah merupakan organisasi yang mengusung ideologi Al-Qaeda dan bertujuan merobohkan rezim Presiden Suriah Bashar al-Assad.

Front Al-Nusra sejak berdiri selalu menolak tawaran tawaran solusi krisis Suriah dari berbagai pihak, baik PBB maupun Organisasi Kerja Sama Islam (OKI). Front Al-Nusra tidak percaya pada keseriusan masyarakat internasional membantu penyelesaian krisis Suriah.

Front Al-Nusra juga bergerak sendiri dalam upaya mencari solusi di Suriah, tanpa koordinasi dengan kelompok oposisi Suriah lainnya. Hal itu membuat hubungan Front Al-Nusra dengan kelompok oposisi Suriah lainnya sering tegang.

Pada April 2013, kelompok Al Nusra menyatakan janji setianya kepada pemimpin Al Qaeda, Ayman al-Zawahiri. Kelompok ini pun mengonfirmasi dana untuk operasi mereka didapat dari Kelompok Al Qaeda Iraq (AQI).

Front Al-Nusra sempat dituduh oleh kelompok oposisi Suriah lainnya sebagai kelompok loyalis rezim Presiden Suriah Bashar al-Assad.

Front Al-Nusra mulai mendapat simpati rakyat Suriah pada saat perang di kota Aleppo, Juli lalu.

Menurut aktivis politik Suriah dari Aleppo, Haris Abdul Haq, Front Al-Nusra pandai menarik simpati penduduk dengan cara membangun pusat-pusat pelayanan medis.

Sama seperti ISIS, kelompok ini ditujukkan untuk membangun sebuah khalifah Islam di Timur Tengah. Namun, tujuan utama dari kelompok itu adalah menumbangkan kekuasaan dari Presiden Suriah, Bashar Al-Assad. Namun,

Namun, kekhawatiran rakyat Suriah atas Front Al-Nusra muncul ketika program perjuangan mereka mulai diketahui secara luas, yaitu mendirikan negara Islam dan menolak wacana negara sipil yang memisahkan agama dan negara.

Hubungan Front Al-Nusra dengan kelompok oposisi Suriah lainnya semakin renggang setelah Amerika Serikat (AS) menetapkan Front Al-Nusra sebagai organisasi teroris pada Desember 2012.

Kini, beribu-ribu kilometer dari Suriah, nama Al-Nusra muncul dan diduga memiliki kaitan dengan penyanderaan di Sydney.

Sampai saat ini masih belum bisa dipastikan kelompok mana yang melancarkan aksi teror penyanderaan Kafe di Sydney itu. (dailymail/jos)

See Also

Boris Johnson Terpilih Sebagai PM Inggris Baru
Menlu Inggris Ancam Iran
Laut China Selatan Tegang
Presiden AS Pecat Direktur Dinas Rahasia
Kapal China Dekati Pulau Filipina
Thailand Dilanda Badai Pabuk
Warga Kelas Menengah Australia Akan Kian Sulit Dapat Kredit Perumahan
Donald Trump Kunjungi Militer AS Di Irak
Kota Surabaya Raih Guangzhou Awards 2018
Teleskop NASA Temukan 2 Planet Baru
Najib Razak Ditahan SPRM
Mantan PM Malaysia Ditahan
Najib Razak Ditahan KPK Malaysia
Turki Adakan Pemilu Hari Ini
Arab Saudi Resmi Mencabut Larangan Perempuan Menyetir
Gempa Guncang Osaka
Amerika Serikat Keluar Dari Dewan HAM PBB
Suriah Berhasil Usir ISIS
Kementerian Pertanian Cegah Rock Melon Australia Masuk Indonesia
Perwakilan Nahdlatul Ulama Dan Wahid Foundation Temui Dubes Amerika Serikat
Polri Benarkan Penangkapan WNI Isteri Tokoh ISIS Marawi
Sultan Selangor Kecewa Terhadap Mahathir Mohamad Soal Bugis
China Meminjamkan Sepasang Panda Ke Indonesia
Spanyol Buru Sopir Pelaku Teror Di Barcelona
Serangan Teror Di Barcelona
jQuery Slider
Arsip :2019201820172016201520142013
  •    •    •    •  
Copyright © 2013-2014 Siar Batavia News. All rights reserved. Visit: 7.444.428 Since: 05.03.13 | 0.1801 sec